Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Pasrah.


__ADS_3

Ketika hasrat sudah tidak bisa di penuhi, semua menjadi kacau, seseorang pun bisa menjadi lupa diri, hingga membuat nya frustasi.


Begitu lah yang di rasakan oleh Faris, apalagi bagi pemuda dua puluh delapan tahun ini, kejantanan nya baru berfungsi setelah sekian lama, akan sangat susah bagi dirinya untuk mengontrol diri. Terlebih hasrat nya terlalu besar untuk tidak terpenuhi, hingga membuat nya tersiksa.


Saat melihat sang istri yang berbaring secara memunggungi nya, Faris sudah tidak bisa mengontrol nya lagi.


"Fu*k" umpat Faris, persetan dengan sumpah dan janji nya, Faris lebih butuh pelepasan saat ini.


Dia berjalan mendekati Nabil, dan kini berdiri begitu dekat dengan Nabil. Namun, meski keinginan nya sudah sampai di ubun-ubun, tapi dia masih merasa ragu.


Nabil yang merasa bahwa seseorang berada di belakang nya, langsung membalikkan tubuhnya, dan betapa terkejutnya dia, saat melihat sang suami yang sudah berdiri di dekatnya, bahkan sangat dekat dengan tatapan aneh.


Bagi Nabil memang aneh, dia melihat wajah Faris masih terlihat tegang, matanya yang sayu, Nabil belum paham dengan keadaan Faris, karna memang dia belum pernah dekat dengan lelaki manapun selain aby nya sendiri.


"Mas, mas Faris kenapa? sakit?," tanya Nabil yang kini sudah dalam posisi duduk.


"Ssstttttt!" Faris hanya berdesis, tanpa aba-aba, dia langsung mencium bibir ranum milik sang istri.


Nabil yang mendapatkan serangan mendadak, seketika membeku, matanya melebar, debaran jantung nya berdegup tak karuan.


Ini pertama kalinya dia bersentuhan dengan seorang lelaki dengan keadaan seintim ini, jantung nya langsung berpacu dengan cepat, tatkala pikiran nya berkelana lebih jauh lagi.


Apakah suaminya akan meminta jatah yang memang sudah seharusnya di lakukan dulu, apakah dia akan sanggup, apakah itu akan sakit. Pikir Nabil.


Hingga pikiran nya kembali pada kejadian yang sedang terjadi, saat merasakan bibir nya di gigit sedikit kasar oleh Faris, hingga Nabil reflek membuka mulutnya, membuat Faris lebih mudah mencium dirinya.

__ADS_1


Faris yang memang sudah bergairah terus mencium sang istri tanpa jeda, meski sudah beberapa kali Nabil memukul dadanya minta di lepas, karna dia sudah kehabisan nafas.


Bukan nya melepaskan, Faris malah semakin bersemangat membungkam mulut Nabil dengan ciuman nya, hingga ciuman tersebut turun menelusuri leher Nabil yang jenjang.


Nabil hanya bisa pasrah, dia yang paham tentang agama dan kewajiban nya mematuhi sang sumi, tentu dia tidak melakukan penolakan, karna dia tidak ingin di katakan seorang istri yang nusyuz.


Faris sudah tidak memperdulikan apapun lagi, dia seperti kesetanan terus menjamah Nabil, ciuman nya yang terus menerus, hingga tanpa di sengaja membuat Nabil sedikit mengeluarkan suara yang semakin membuat Faris bersemangat.


Ini juga pertama kali bagi Nabil, wajar saja kalau dia cepat lemah dan terangsang di saat merasakan sentuhan dari seorang lelaki.


Puas dengan aktivitas nya, Faris melepaskan ciumannya, lalu dia menatap wajah sang istri, yang berpuluh-puluh kali terlihat lebih cantik.


"Boleh kah?" tanya Faris dengan suara parau.


Kalut dengan pikiran nya, tanpa dia sadari Faris sudah merebahkan Nabil dan juga sudah menindih tubuh nya yang montok.


Kreeekkk...


Nabil tersentak, saat melihat bajunya yang di robek oleh sang suami, Faris tampak sudah tidak sabar, hingga dia melakukan nya dengan kasar.


Nabil menjerit, kala merasakan sakit pada bagian badan nya, teriakan Nabil menyadarkan Faris, kalau dia sudah menyakiti sang istri.


Faris merasa bersalah saat melihat cairan bening yang keluar dari sudut mata Nabil. Diapun kembali mencium Nabil, lalu berbisik di telinga istri nya itu.


"Maafkan aku!" bisikan yang bisa menenangkan Nabil, meski begitu singkat, saat melihat wajah sang istri sudah sedikit tenang, Faris kembali melanjutkan aktivitas nya.

__ADS_1


Matanya terbelalak, kala melihat darah yang mengalir, ada rasa bahagia menyeruak dalam hatinya, berarti istrinya itu memang sangat terjaga.


"Terimakasih!" ucap Faris.


Cup....


Faris terus menyalurkan apa yang sedari tadi menyiksa dirinya, tanpa memperdulikan Nabil yang sudah kesakitan.


Nabil sudah pasrah, dia akan ikhlas menerima segala nya, jika memang Faris kembali mengabaikan dirinya, maka dia akan bersabar, karna tugas nya sebagai istri memang melayani.


.


.


.


.


.


~Bersambung.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya, dengan cara like, komen dan juga vote.


Dukungan kalian sangat di butuhkan 😊❤️.

__ADS_1


__ADS_2