
"Adam, darimana kamu?" suara seorang perempuan terdengar melemah, namun datar dan tegas.
Lelaki yang baru masuk dengan berbalut jaket kulit banyak coretan gambar itu, tiba-tiba menghentikan langkahnya. Tapi hanya sekedar berhenti, tidak menjawab apalagi membalikkan tubuhnya.
"Darimana kamu, Mama tanya?" tanya wanita itu lagi.
"Dari kost temen, Ma!" jawabnya dengan tak berminat.
Wanita yang bernama Anggi itu mendelik tajam pada anaknya "Kost teman kamu bilang? Jangan bohongi Mama, Adam!" pekik wanita yang di sebut Mama oleh Adam.
Adam masih tidak menjawab, dia sangat malas baru pulang harus berdebat dengan sang Mama, apa lagi dia sangat mengantuk, karna semalam dia tidak tidur sama sekali, hanya menghabiskan waktu di bar hingga pagi hari.
"Mau sampai kapan kamu seperti ini, hah?" tanya mama Anggi pada putranya. Rasanya sudah jengah menasehati anak semata wayangnya, dia sudah sangat lelah dengan prilaku Adam yang sangat susah di atur.
"Ma, tapi Adam beneran nginap di kos , Doni!" bohong nya lagi masih berusaha mengelak.
Bukan nya mempercayai, Mama Anggi malah berjalan mendekati Tv, mengambil remote dan menghidupkan nya. Terlihat lah dirinya yang sedang berlomba balapan liar sampai dirinya masuk ke dalam bar.
"Wih, ternyata aku memang sangat keren!" bisik Adam di dalam hati, melihat betapa keren nya dia saat berada di atas motor kesayangan nya itu. Dia tidak bertanya dari mana sang Mama mendapatkan video itu, karna dia yakin Mama nya memang selalu mengawasi dirinya.
__ADS_1
"Ini yang kamu sebut kost? Ini?" teriak Mama Anggi langsung membuat Adam tersentak.
"Tapi, Ma--"
"Stop, Adam! Sekarang kamu dengar kan, Mama." perintah nya mengacungkan jari telunjuk di hadapan anaknya.
"Mama sudah berulang kali peringat kan kamu, Adam. Jangan pernah bergabung dalam geng itu lagi, mau jadi apa kamu, apa kamu mau menghancurkan masa depan mu? Jauhi mereka yang membawa pengaruh buruk padamu. Mama tidak suka, Adam, apa lagi kamu sampai mabuk-mabukan seperti itu," terang Mama Anggi.
"Sudah berulang kali Mama dan Papa ingatkan kamu, tapi kenapa kamu tidak pernah mendengar kan, Mama. Di sekolah selalu bolos, malam selalu keluyuran tidak jelas." Sambung Mama lagi.
"Mah, tidak bisa begitu dong. Ini kehidupan, Adam. Mama tidak bisa mengatur hidup, Adam. Adam sudah besar, sudah bisa mengambil sendiri jalan untuk diri Adam sendiri!" teriak Adam tak kalah tinggi, hingga suaranya menggema di dalam rumah bak istana itu.
"Adam, jang ucapan kamu. Jangan pernah berteriak pada Mama mu, dimana letak kesopanan mu?" pandangan mereka teralih pada suara bariton yang begitu menusuk dari arah tangga.
"Sedari kecil kamu itu kami yang rawat, didik, bahkan sampai sekarang kamu masih tanggung jawab kami, jadi sudah sepantasnya Mama mu menasehati anak nya yang sudah salah jalan. Kamu itu penerus Nugraha, Adam. Kamu jadi apa kamu?" sentak Tuan Ammar yang merupakan Papa dari, Adam.
"Adam mau jadi diri sendiri," sahutnya ketus.
"Tapi ini bukan diri kamu, Adam. Kamu telah hanyut akan kehidupan yang salah di luar sana. Kamu itu anak yang patuh dan baik, tidak nakal seperti ini." tegas Tn. Ammar lagi.
__ADS_1
"Mulai sekarang, kamu tidak Papa izinkan lagi membawa motor. Besok hari kelulusan kamu, Papa sendiri yang akan mengantar mu." kelakar Tn. Ammar yang membuat Adam membulatkan mata nya.
"Tidak, Pa. Adam tidak mau!" tolak nya mentah-mentah.
"Papa tidak meminta persetujuan mu." setelah itu, Papa Ammar menarik Mama Anggi untuk berjalan ke meja makan. Tapi sebelum itu, dia menghentikan langkahnya.
"Dan setelah kamu lulus sekolah, Papa akan masukkan kamu ke pesantren!"
"Apa!!!!"
...****************...
Halo Assalamualaikum, aku hadir lagi nih memenuhi permintaan kalian untuk melanjutkan kisahnya Khanza, anak dari Nabil dan Faris.
Aku harap kalian yang meminta cerita ini, busa bekerja sama ya, aku buatkan cerita nya, kalian kasih dukungan nya. Wkwkwkwk
Ini udah up ya, pertama kalian masukin favorit nya dulu setelah itu beri bintang pada karya ini dan, like, komen, hadiah, juga vote sebanyak-banyaknya. Heheheh
__ADS_1