Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Tersinggung.


__ADS_3

Setelah mendengar perkataan Faris, Nabil akhirnya mengangguk, dan suaminya kembali membuka kain berwarna hitam yang menutupi keindahan wajah nya.


Meski sudah sering melihat, namun tidak bisa di pungkiri, Faris tetap terpana setiap kali menatap wajah Nabil, dia merasa wajah istrinya semakin bertambah cantik setiap harinya.


Tanpa mengatakan satu kata pun, Faris langsung mencium bibir bervolume sang istri, hanya ciuman biasa, lembut dan tidak menuntut.


Hanya sebentar, Faris melepaskan ciumannya lalu menatap pada Nabil yang sudah menunduk.


Tanpa sadar Faris menarik kedua sudut bibir nya ke atas, istrinya selalu menunduk setelah Faris mencium nya, dan itu terlihat menggemaskan di mata Faris. Dengan lembut dia mengangkat dagu Nabil membuat mata bulat sang istri juga menatap pada mata biru nya.


Kini berbalik, malah Nabil yang terpana melihat ketampanan sang suami, rahang nya yang tegas, dengan bibir merah muda, hidung mancung, mata berbulu sangat lentik, juga alis yabg begitu tebal, rambut yang sedikit berantakan, membuat dia yakin, jika banyak wanita yang menginginkan suaminya itu.


Saat menatap dengan intens wajah sang suami, dia di buyarkan dengan suara Faris.


"Boleh aku bertanya sesuatu?" tukas Faris, Nabil yang tampak tersentak, kemudian dia menenangkan hatinya terlebih dulu, sebelum akhirnya dia mengangguk, memperbolehkan Faris untuk bertanya.


"Mengapa kamu menggunakan kain penutup wajah? Bukan kah wajah mu sangat cantik? mengapa kamu harus membaluti tubuh indah mu dengan baju kebesaran ini" pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulut penuh dosa Faris, dia memang ingin tau alasan Nabil, Faris tampak santai, tapi tidak dengan Nabil, seketika dia merasakan sesak di dadanya.


Apa suaminya itu benar-benar malu karna dirinya berpenampilan seperti itu, apa mungkin yang di katakan para karyawan Faris, suaminya juga berpendapat sama, jika dia wanita aneh yang buruk rupa, apa suaminya lebih senang jika wajah nya di tonton banyak orang, pikiran tersebut terus berputar di kepalanya, hingga tanpa sengaja Nabil meneteskan air mata, hinaan dan cibiran para wanita di bawah sana sudah cukup menghantam batin Nabil, kini malah suaminya juga ikut mempertanyakan itu.


Faris yang melihat air mata sang istri jatuh, tampak bingung, bukan kah dia hanya menanyakan hal yang sepele, tapi kenapa istri nya langsung menangis, dan itu membuat hatinya merasa tersentil.

__ADS_1


"Hey, apa ada yang salah dengan pertanyaan ku?" tanya Faris yang sama sekali tidak sadar.


"Apa aku terlihat aneh dengan penampilan ku, jika iya, apa Mas merasa malu? Apa Mas ingin aku memperlihatkan wajah ku kepada semua laki-laki? Apa mas ingin wajahku menjadi tontonan kaum adam?" tanya Nabil, terdengar lirih, tapi terasa sakit di dada Faris.


"Aku cuma bertanya, bukan bermaksud untuk menyuruhmu memamerkan wajah mu itu, kamu kan bisa menjawab, kenapa harus balik bertanya lagi" cerocos Faris, membayangkan lelaki terpesona dengan kecantikan sang istri nya saja sudah membuat darahnya mendidih.


"Aku menggunakan penutup wajah, biar jauh dari fitnah, aku tidak ingin para lelaki menatap ku dengan tatapan mengingini, karna itu akan membuat ku berdosa, apalagi sekarang aku sudah menjadi seorang istri, tentu aku tidak ingin ada orang lain yang melihat wajah ku selain suami ku sendiri!" jawab Nabil begitu tegas, tapi membuat hati Faris menghangat, berarti istri nya itu memang sangat menjaga diri.


"Bukan kah permata indah harus di sembunyikan, agar orang-orang tidak berebut untuk mendapatkan nya, tapi jika Mas malu dengan penampilan ku ini, Mas cukup mendiamkan aku di rumah saja, itu akan lebih baik bagi ku, daripada harus memamerkan wajah ku ini!" lanjut Nabil lagi, ntah kenapa dia merasa begitu sedih, hatinya terasa panas, terlebih dia melihat jika wanita yang bekerja di perusahaan Faris semua menggunakan pakaian ketat dan sek-si, berarti Faris setiap harinya mendapatkan pemandangan indah dari karyawan nya, pikir Nabil.


Faris yang mendengar ungkapan Nabil kembali mengerutkan dahinya, kenapa istrinya berfikiran semakin jauh. Bahkan jika Nabil tidak menggunakan penutup wajah dari awal, maka dia yang akan menyuruhnya, karna Faris hanya ingin dia sendiri yang menikmati wajah cantik sang istri.


Tanpa aba-aba Faris yang merasa kesal langsung mencium Nabil kembali membuat sang istri terbungkam.


Jawaban yang tidak memuaskan hati Nabil, tapi setidaknya dia merasa tenang, karena suaminya tidak menyuruhnya membuka niqab yang dia gunakan bertahun-tahun.


Puas berciuman, Faris melepaskan nya, tapi dia malah membisikkan sesuatu di telinga Nabil "Aku ingin!" suara serak itu bagaikan nyanyian indah di gendang pendengaran Nabil, hingga membuat bulu kuduk nya mengerang.


Pasrah, hanya itu pilihan nya saat sang suami meminta haknya, dengan begitu lembut Faris mengangkat Nabil untuk masuk ke dalam kamar yang sudah ada di dalam ruangan nya.


Dan di sana lah keduanya menyalurkan rasa cinta mereka, mengganti kan rasa sedih Nabil dengan rasa senang yang tidak bisa di utarakan.

__ADS_1


Dua jam sudah berlalu, keduanya sama-sama tertidur setelah Faris menggempur istrinya habis-habisan, saat ini Faris sudah membuka matanya kembali. Dia menatap wajah sendu dan damai di sebelahnya yang masih memejamkan mata.


"Aku tidak tau perasaan apa ini, yang aku tau, aku sungguh tidak bisa jika ada orang lain yang mengagumimu, dan aku juga tidak ingin kamu pergi dari hidupku, bahkan aku tidak bisa jauh darimu walaupun hanya sekejap, aku bahkan tidak bisa melihat air mata mu, perasaan aneh apa ini, dulu aku kira hanya karna aku menginginkan tubuh mu, tapi sekarang bukan itu lagi yang hadir dalam hati ku, sesuatu yang menyakiti hatiku jika aku menyakiti mu" batin Faris, tangan nya mengelus lembut wajah Nabil, lalu turun pada perut rata sang istri.


"Bahkan sekarang aku ingin ada benih ku yang tumbuh di sini, aku ingin menjadi seorang ayah, dan ibunya adalah dirimu, sungguh aku tidak paham dengan semua ini!" lanjut Faris kembali membatin, hingga dia mendekatkan diri pada wajah sang istri, lalu mencium kening Nabil dengan begitu lama, dan memeluk istrinya dengan begitu erat.


.


.


.


.


.


.


~Bersambung.


Aku udah doble up, dan juga dengan durasi yang panjang, sekarang giliran kakak ya, tunjukkan kepedulian kalian pada karya ini.

__ADS_1


tinggalkan Like, komen, dan juga vote, hadiah juga aku tidak nolak.


Aku sayang kalian❤️.


__ADS_2