
Masih dalam ruangan yang sama, situasi masih terasa mencengkram, Faris dan Diki masih memberikan tatapan membunuh pada lelaki yang masih terikat di kursi dengan punggung nya sudah di lumuri darah.
"Apa kau ingin bermain-main dengan kami? Cepat katakan siapa yang menyuruh mu?" tanya Faris dengan suara lantang dan amarah yang menggebu-gebu.
"Saya tidak akan memberi tau nya, karna saya sudah berjanji untuk menjaga rahasia ini! Bahkan sampai saya matipun tidak akan mengatakan nya." jawab Jono dengan pasti.
Faris yang berjongkok di hadapan Joni kembali menegakkan tubuhnya sambil memberikan senyuman licik di bibirnya.
"Kamu yakin tidak akan memberitahu meskipun setelah kamu melihat ini?" tanya Faris yang kini memberi isyarat pada Diki untuk menunjukkan sesuatu.
Diki yang paham pun langsung menekan remote pada layar yang terpampang di hadapan lelaki tersebut.
Mata Jono seketika membulat saat melihat anak dan istri nya tengah ditodongkan senjata oleh anak buah Faris.
"Bagaimana? Apa kamu ingin menukar rahasia itu dengan nyawa anak dan istri mu? Bukan kah kamu bekerja untuk mereka?" tanya Faris menatap Jono yang sudah linglung.
"Kenapa anak dan istri saya ditodongkan senjata, ini urusan saya, bukan urusan mereka. Anak saya tidak tau apa-apa, lepaskan mereka!" ujar Jono memohon pada Faris.
"Pilihan nya hanya dua, katakan yang sebenarnya atau kamu tidak akan pernah melihat mereka lagi." ancam Faris dengan begitu serius.
Tubuh Jono seketika menegang, dia memang sudah berjanji pada orang yang membayar nya mahal, akan tetapi melihat kedua orang yang dia sayangi akan di bunuh tentu membuat nya sangat shock. Mungkin dia akan mempertaruhkan nyawa karna janji yang telah dia buat dengan orang tersebut, akan tetapi bukan berarti juga merelakan anak dan istri nya menanggung kesalahan yang telah dia perbuat.
"Jangan Tuan, jangan sakiti mereka. Saya mohon!" Jono bahkan menangis memohon kepada Faris.
"Apa kamu tidak akan mengatakan nya? Jadi kamu sudah siap melihat mereka mati!"
"Tidak! Jangan Tuan. Baiklah, saya akan memberitahu nya."
Faris kembali menarik senyuman, dan berjalan duduk di kursinya lagi dengan menaikkan kaki kanannya di atas kaki kiri nya.
"Katakan!" seru Faris memberikan perintah.
"Sa-saya di suruh oleh seorang wanita muda untuk menyebarkan gosip bahwa anda dan istri anda bukan lah suami istri dan wanita itu adalah wanita yang hanya menjadi pemuas mu saja, Tuan!" Faris kembali mengepalkan tangannya saat mendengar penjelasan Jono.
"Saya di janjikan uang tiga ratus juta, dan memberikan cek dua miliar untuk membujuk perusahaan Hot News untuk menyebarkan gosip tersebut. Karna saya memang memerlukan uang untuk anak saya berobat, maka dari itu saya menerima nya. Tapi saya tidak tau jika yang saya fitnah itu adalah istri tuan, saya benar-benar minta maaf!" lanjut Jono menceritakan semuanya.
__ADS_1
"Katakan saja, siapa orang nya?" tanya Faris lagi.
"Saat berkenalan dia mengatakan namanya Liana, tubuh nya tinggi dan putih, rambut pirang nya sampai ke bahu. Wajahnya juga seperti orang Eropa. Dan dia juga bekerja di kantor anda, Tuan!" jawab Jono lagi.
Faris seketika tersenyum sekaligus marah, mendengar apa yang dikatakan Jono, tentu dengan mudah Faris mengetahui siapa dalangnya.
Faris mengeluarkan ponselnya, mencari foto wanita yang dia sangka dari aku media wanita tersebut. Setelah dia mendapatkan nya, Faris memperlihatkan foto wanita tersebut pada Jono.
"Apakah ini orang nya?" tanya Faris.
Seketika itu Jono langsung mengangguk "Benar Tuan, dia orang nya!"
Diki dan Faris sama-sama terkejut setelah mengetahui orang yang berani menyebarkan gosip tentang dirinya dan juga sang istri.
"Tolong Tuan, lepaskan anak dan istri saya. Dan biarkan saya pergi, saya janji tidak akan mengganggu Tuan lagi!" pinta Jono lagi melirih pada Faris.
Faris langsung menelpon seseorang "Lepaskan anak dan ibu itu!" ucap Faris pada orang di seberang.
"Dan untuk kamu," tukas Faris menunjuk Jono "Tidak semudah itu aku melepaskan mu. Dan untuk wanita itu, kita sudah tidak perlu capek-capek lagi untuk menangkap nya, karna rubah itu sudah menyerahkan diri kepada kita." lanjut Faris lagi.
"Diki, kita pulang sekarang! Aku takut istri ku memikirkan yang tidak-tidak jika kita pulang malam. Kita akan kesini lagi jika tahanan kita sudah sembuh, jadi aku bisa memberikan hukuman lagi untuk mereka, terutama untuk wanita itu." ajak Faris, dan Diki hanya mengangguk.
"Max, saya akan pulang dulu! Kamu urus wanita itu. Jangan lupa kabari saya jika orang itu sudah kalian dapatkan."
"Baik, Tuan."
Faris dan Diki langsung menuju arah pulang, karna jam sudah menunjukkan pukul empat sore, dia takut Nabil curiga jika pulang kemalaman.
Hampir satu jam di perjalanan, Faris dan Diki sampai di mansion Bagaskara. Faris langsung turun dan masuk ke dalam rumah. Sementara Diki langsung mengganti mobil sport milik Faris dengan mobil milik nya yang juga tak kalah bagusnya dengan mobil Faris.
Sudah ada Nabil yang menunggu kepulangan Faris, dia yang duduk di sofa ruangan tamu langsung bangkit ketika melihat lelakinya masuk ke dalam rumah.
"Mas...!" panggil Nabil, dia langsung masuk dalam pelukan sang suami.
"Aku sangat merindukanmu, sayang!" ucap Faris seraya memeluk erat tubuh sang istri.
__ADS_1
"Padahal kita baru berpisah beberapa jam." sergah Nabil sambil tersenyum malu.
"Mas..." panggil Nabil lagi yang kini tengah menatap wajah tampan Faris
"Hem..."
"Kamu habis darimana? Kenapa seperti bau darah di tubuh mu?" tanya Nabil sambil mendengus pakaian Faris.
Deg.....
.
.
.
.
.
.
~Bersambung.
Oh ... Jadi Talia nih dalang nya.
...Hem ... Sesuai janjiku, aku akan mengumumkan pemenang Giveaway setelah pelakunya terungkap, dan sekarang sudah jelas. Jika Talia lah dalang di balik semua ini....
...Selamat kepada kakak Rita wati dan kak Tatti. Tolong chat pribadi dan kirimkan nomornya. Aku akan kirimkan hadiah yang sudah aku janjikan kepada kalian....
...Sebenarnya semua dari kalian memberikan jawaban yang benar, tapi karna aku hanya akan mengambil dua orang pemenang utama, jadi yang udah menjawab terimakasih dan maaf jika rezeki kalian belum sekarang....
__ADS_1
...Ayo ikut terus, nanti insya Allah akan ada giveaway lain nya....
Jangan lupa Like komen dan juga Vote kakak ku sayang.