Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Faris Taubat.


__ADS_3

Nabil masih dengan rasa terkejut sekaligus bahagia nya, tatkala mendengar Faris menyatakan jika dirinya sudah mau kembali bertaubat, ada rasa haru sekaligus merasa tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.


"Apa aku tidak salah dengar? Apa Mas benar-benar ingin bertaubat?" tanya Nabil dengan suara tertahan.


Sungguh dua hari ini adalah hari paling bahagia dalam diri Nabil, setelah mendapatkan kejutan resepsi pernikahan yang begitu mewah kini dia mendapatkan kejutan dari suaminya yang akan mau menyembah Allah kembali.


Faris mengangguk "Iya, aku ingin kembali ke jalan yang benar dan ingin menjadi suami dan Abi yang baik untuk anak kita kelak. Aku ingin mendekatkan diri lagi dengan Tuhan mu!"


Nabil menggeleng "Tuhan kita, Allah yang esa, tidak ada Tuhan selain dia, dia lah Tuhan timur dan barat, dia lah Tuhan semua makhluk," sergah Nabil dengan cepat.


Wanita kesayangan Faris ini menatap kedua netra sang suami, mencari kebohongan ataupun keraguan di sana, akan tetapi yang dia dapatkan adalah tatapan kesungguhan atas ucapan yang baru di keluarkan.


"Aku mau mas, aku siap menjadi pendamping mu dan membimbing mu hingga akhirnya kamu yang membimbing ku, ini adalah hal yang sangat membahagiakan bagi diriku, Mas! Akhirnya Allah menjawab semua doa-doa ku!" lirih Nabil dengan tangan nya mengelus lembut wajah sang suami.


Tanpa terasa air matanya mengalir seketika, bukan karna sedih, akan tetapi karena rasa bahagia dan haru yang tidak bisa lagi dia ungkapkan dengan kata-kata.


Faris tersenyum, menghapus air mata yang sudah berani keluar dari sudut mata indah sang istri, dengan begitu lembut dia mencium kedua manik ummi dari calon anaknya.


"Terimakasih, selama ini sudah mau menerima diriku apa adanya." bisik Faris di telinga istri nya.


Nabil hanya mengangguk, dia kembali menenggelamkan wajahnya di dada sang suami.


...****************...


Siang ini menjadi siang yang paling bersejarah dalam hidup, Nabil. Karna Faris benar-benar menjadi imam dalam solat nya, satu hal yang membuat Nabil tertegun, yaitu kemampuan Faris untuk mengimami dirinya sama sekali tidak terasa canggung atau salah, mulai saat mengambil wudhu, bahkan Faris solat layaknya orang yang sudah bisa melakukan nya.


Selesai salam, keduanya sama-sama menengadahkan tangan, berdoa kepada sang kuasa.


"Ya Allah ... Hamba seorang yang penuh dosa, sekiranya engkau berkehendak, ampuni lah semua dosa-dosa hamba, dan terimalah taubat hamba, Ya Allah. Maafkan semua kesalahanku yang sudah hamba perbuat, yang selama ini lalai dan menjauh dari mu, dan hamba bersyukur karna engkau telah menitipkan seorang istri yang soleha, yang begitu sabar dan terus membuka hati hamba agar kembali ke jalan yang benar, jalan yang engkau ridhoi. Semoga hamba selalu dalam lindungan mu, dan semoga anak dan istri hamba selalu engkau limpahkan kebahagiaan dan keselamatan." tanpa terasa air mata berlinang di pipi Faris, tatkala memanjatkan doa kepada sang khalik, ini kali pertama nya dia merasakan ketenangan, kedamaian dan ketenteraman yang selama ini dia cari, rasa senang dan bahagia tidak dapat dia utarakan, karna Faris sendiri merasa heran dengan rasa bahagia yang tidak dia ketahui penyebab nya.


Sedangkan Nabil juga ikut memanjatkan doa, tidak lupa juga untuk bersyukur atas terbuka nya pintu hati sang suami.

__ADS_1


"Ya Allah yang maha pengasih dan penyayang, hamba tau engkau tidak tidur, engkau senantiasa mendengarkan setiap keinginan dan doa hamba mu yang bersungguh-sungguh, hamba tidak pernah ragu atas kekuasaan mu, maka dari itu hamba sangat bersyukur karna engkau telah mengabulkan doa yang selama ini hamba panjatkan, hamba bersyukur karna engkau telah membuka pintu hati Mas Faris, semoga dia selalu istiqamah dalam hijrahnya, Aaaminnn!"


Setelah keduanya selesai berdoa, Faris menoleh ke belakang, dia tersenyum melihat wajah Nabil yang tampak berseri saat menggunakan mukena, begitu juga sebaliknya, Nabil semakin terpukau dengan ketampanan Faris ketika menggunakan pakaian koko dan juga peci di kepalanya, sungguh pemandangan yang sangat ingin dia lihat dari hari pertama mereka menikah.


Setelah mencium tangan sang suami, dan Faris pun sudah mencium kening Nabil, lelaki bermata biru itu masih ingat dengan ocehan Nabil yang mengatakan setiap sehabis sholat, Faris berbaring di atas pangkuan nya.


Lagi dan lagi, Nabil hanya tersenyum dengan mata berkaca-kaca, sungguh tidak mampu menahan rasa bahagia yang terasa meluap dari hati nya di saat Faris merebahkan kepalanya tepat di atas pangkuan Nabil.


Keinginan yang dulu hanya bisa dia bayangkan, kini telah terwujud, sungguh hari ini Nabil di limpahkan kebahagiaan berlipat ganda.


"Bukan kah kamu menginginkan seperti, sayang?" tanya Faris, dia meraih tangan sang istri mengecup nya, kemudian di arahkan ke kepala nya.


Nabil mengangguk, meski dengan tangan gemetar, dia mengelus lembut kepala sang suami.


"Sungguh hari ini adalah hari penuh kejutan kebahagiaan bagi diriku, Mas," ungkap Nabil apa yang dia rasakan.


"Dan selama nya aku akan membuat mu bahagia!" timpal Nabil sambil memejamkan mata.


"Aku ingin tau, bukan kah sudah lama Mas tidak melaksanakan solat, tapi tadi Mas mengimami ku dengan sangat baik, bacaan nya fasih, dan gerakan nya pun tidak kaku atau canggung, aku melihat mu seperti sudah sering melaksanakan nya!" imbuh Nabil mengutarakan apa yang sedang dia rasakan.


"Bukan seperti itu, aku hanya penasaran, maaf jika pertanyaan ku menyinggung perasaan, Mas!"


"Tidak apa, sayang,"


"Memang benar aku sudah sangat lama tidak melaksanakan kewajiban ku, akan tetapi semenjak kamu meminta ku untuk bertaubat dan menjadi imam untuk mu, selama itu aku menyisihkan waktu untuk belajar ilmu agama, aku sengaja mencari ustadz dan mengajari ku khusus, dan dari aplikasi Al Qur'an yang selalu aku dengar saat di kantor," jelas Faris mengejutkan Nabil dengan Kenyataan nya jika selama ini suaminya sedang mempersiapkan diri untuk menjadi imam dalam solat nya.


"Maka dari itu Mas sering pulang telat akhir-akhir ini?" tanya Nabil mengintimidasi.


Faris hanya mengangguk "Maafkan aku!"


"Tidak Mas, justru aku berterimakasih sudah mau berusaha untuk menjadi imam yang baik untuk ku dan juga anak ku!"

__ADS_1


"Ini juga berkat dirimu, sayang!"


Cup...


...****************...


Selesai solat dan menikmati solawat yang di lantunkan, Nabil. Kini mereka sedang bersiap-siap.


"Mas, kita mau kemana sebenarnya? Apa kita mau pulang!" tanya Nabil karna mereka saat ini masih di dalam kamar hotel tempat mereka mengukir kenangan indah bersama, saat ini Nabil tengah berdiri di depan cermin, dia hanya pasrah saat Faris memaksa ingin memakai niqab pada dirinya.


"Aku akan mengajak mu pada suatu tempat, sayang! Kamu tinggal mengikuti saja!" jawab Faris sambil mengikat tali niqab sang istri, setelah itupun tangan nya pun langsung memeluk pinggang Nabil dari belakang mendengus leher sang istri dari balik niqab nya.


"Ya tapi kemana? Aku penasaran!"


"Kita berangkat sekarang!"


.


.


.


.


.


.


~Bersambung.


Duh ... Babang Faris kok tambah manis sih saat sudah bertaubat, aku baru tau loh dia belajar agama selama ini, xixixixi.

__ADS_1


Jangan lupa Like komen dan juga Vote ya kakak ku sayang.


Bantu dukung juga dengan bintang dan juga hadiah sebanyak-banyak nya.


__ADS_2