Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Siapa kah dalang nya?


__ADS_3

Melihat Mira berdiri di ambang pintu kamar, Faris langsung bangun dari duduknya, tak lupa sebelum pergi memberikan kecupan di kening sang istri.


"Aku pergi sebentar ya, tidak akan lama," ujar Faris, tangannya pun mengelus lembut puncak kepala sang istri.


"Iya, Mas! Hati-hati." jawab Nabil, Faris langsung melangkah keluar.


"Tolong temani dia sebentar." celetuk Faris pada Mira dan langsung mendapat anggukan dari sahabat sang istri.


Mira masuk, dia sedikit berlari setelah menutup pintu, wajah nya terlihat sedih dia langsung memeluk Nabil.


Nabil merasa bingung dengan sikap teman nya ini "Kamu kenapa, Ra? Jangan khawatirkan aku, aku sudah lebih baik kok sekarang," tukas Nabil mengira Amira sedih karna keadaan nya.


Mira mendongak, dia melepaskan kain penutup wajah yang hanya di pakai setengah tanpa menutup dahinya.


"Salah satunya itu, tapi ada lain hal yang membuat ku sedih, huaaa..." Mira semakin menangis kencang mengingat kejadian memalukan yang baru dia alami.


"Kenapa, Ra?" tanya Nabil lagi yang sudah sangat penasaran.


"Orang yang selalu kamu sebut kakak, dengan sangat berani membuka pintu kamar ku, dan dia..." Mira menggantung ucapannya membuat Nabil tambah penasaran.


"Kenapa dengan kak Diki? Apa yang dia lakukan?"


Mira menggeleng "Dia melihat ku tanpa khimar dan niqab, Bil! Dia sudah melihat rupa ku, dia sudah tau rambut ku, bahkan aku hanya menggunakan kimono handuk yang hanya sampai betis saja." jelas Mira seolah mengadu pada sahabat nya.


Nabil mengelus lembut punggung Mira, dia juga tampak terkejut mendengar apa yang di katakan Mira.


"Pasti ada alasan nya Kak Diki masuk ke dalam kamar mu tanpa izin, pasti dia sudah mengetuk nya terlebih dahulu," jelas Nabil, dia tau betul jika Diki bukan orang yang tidak mengerti etika kemanusiaan.


Helaan nafas terdengar dari mulut Mira "Dia bilang sudah mengetuk nya berulang kali dan juga sudah menelpon ku, tapi aku tidak tau karna di dalam kamar mandi, dia datang untuk meminta ku menjaga mu, karna dia dan suamimu ada hal yang perlu mereka bahas."


"Itu artinya kak Diki tidak sengaja, Ra! Dan itu terjadi karna Mas Faris yang memaksa, aku tau gimana saat Mas Faris menyuruh seseorang harus Lang di turuti, maafkan Mas Faris, dan maafkan aku juga untuk kesalahan kak Diki, Ra! Aku tau kak Diki bukab orang seperti itu." imbuh Nabil merasa tidak enak.

__ADS_1


"Kamu tidak salah, Bil! Dan aku juga tidak menyalahkan siapapun, hanya saja aku merasa tidak enak hati dan malu karna Tn.Diki bukan siapa-siapa ku, tapi dia yang pertama melihat wajah ku, kan kamu tau sendiri jika kita pernah berjanji, kalau wajah dan seluruh tubuh kita hanya suami orang yang pertama melihat nya," ucap Mira dengan wajah di tekuk.


Nabil bangun dari berbaring, Mira pub ikut membantu Nabil untuk bersandar di kepala ranjang.


"Dengar kan aku, Ra! Kamu memperlihatkan wajah mu padanya tanpa kesengajaan, dan kak Diki juga tanpa sengaja melihat nya, jadi jangan anggap kamu sudah mengingkari janji kamu sendiri, lagian Allah mengampuni dosa hamba jika dia berbuat tanpa sengaja, lupa ataupun tidur, kalau cuma sekilas saja tentu Allah ampuni, Ra! Jadi jangan merasa bersalah," jelas Nabil panjang lebar agar sahabat nya tidak merasa bersalah pada dirinya sendiri.


"Siapa tau, mungkin kak Diki lah yang kelak menjadi suamimu." lanjut Nabil lagi, terdengar dengan nada menggoda, tapi Nabil serius mengatakan semua itu.


Mendengar kalimat di akhir kata yang Nabil ucapkan, membuat Mira menatap nya dengan tajam.


"Kamu bicara apa sih, Bil! Aku lagi sedih plus kesel tau sama lelaki kaku itu," cerocos Mira dengan wajah manyun.


Nabil terkekeh "Ya sudah, aku nggak bilang gitu lagi deh, mungkin dia calon ayah dari anak mu kelak," imbuh Nabil lagi.


"Ih ... Nabil, kamu mulai sama nyebelin kaya lelaki itu." sergah Mira lagi dan Nabil hanya tertawa senang mengejek sahabat nya itu.


...****************...


Diki yang duduk di hadapan Faris juga ikut melihat pada layar tersebut.


Dalam layar berukuran sedang sedang itu tengah menampilkan seseorang yang mendatangi pimpinan perusahaan Hot News dan menyerahkan foto yang dia dapatkan, yang terlihat di sana adalah foto Faris dan Nabil.


Faris menghentikan video yang sedang berputar, dia menatap dengan teliti orang yang dalam layar tersebut selain Tn.john, sudah berkali-kali dia menatap lelaki yang menggunakan topi tersebut, tapi dia tetap tidak bisa mengenali orang tersebut.


"Kamu yakin Tn.john memberikan CCTV yang benar, Diki?" tanya Faris dengan nada dingin mengancam.


"Benar, Tuan! Karna saya mengatakan jika dia tidak buka mulut, maka saya akan membuat perusahaan Hot News hancur, dan dia langsung mengatakan orang nya bernama Jono, sebenarnya Tn.john tidak ingin mempercayai berita yang dia bawa, akan tetapi orang itu menjanjikan uang yang sangat banyak," jelas Diki menjawab dengan pasti.


"Kurang ajar, siapa lelaki itu sebenarnya. Apa kaitannya dia dengan aku dan juga istri ku," Faris terus berpikir karna memang tidak mengenali lelaki tersebut.


"Mungkin saja dia adalah pebisnis yang ingin nama baik anda hancur, Tuan!" celetuk Diki, memang benar, selama ini bukan sedikit orang yang iri bahkan sampai dendam pada tuan nya itu, maka tidak mustahil musuh-musuh nya akan mencari kesempatan di saat Faris lengah.

__ADS_1


Faris menopang dagunya dengan telapak tangannya, menatap lagi lelaki dalam video tersebut.


"Jika di lihat dari tampang nya dia bukan dari kalangan, Diki! Kau lihat saja, baju, celana bahkan rambutnya tidak menampakkan dia seorang pimpinan perusahaan atau pebisnis yang mempunyai kekhasan untuk menyuruh perusahaan Hot News mengikuti perintah nya." tukas Faris.


Diki juga menatap video itu lagi sambil mengangguk-anggukan kepalanya, Faris bukanlah orang yang bodoh, yang langsung percaya dengan apa yang dia lihat.


"Kamu mengerti kan, Diki apa maksud ku?" tanya Faris, Diki hanya mengangguk.


"Cari dalangnya, aku yakin ada seseorang di balik nya, mungkin saja benar apa kata mu, Diki! Musuh ku yang menyuruh orang untuk membuat berita sampah seperti ini. Untuk itu kamu tau sendiri siapa yang harus kamu tangkap terlebih dahulu," perintah Faris pada asisten kepercayaannya itu.


"Kerahkan semua anak buah kita untuk mencari pria bernama Jono, sebelum dapat, maka mereka tidak boleh pulang, setelah itu bawa lelaki itu ke ruang interogasi." lanjut Faris lagi.


"Baik, Tuan!"


.


.


.


.


.


~Bersambung.


Siapa sih Jono itu, kayak punya dendam tersendiri pada keluarga Bagaskara.


Jangan lupa Like komen dan juga Vote ya kakak ku sayang.


Bantu dukung juga dengan bintang dan juga hadian sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


__ADS_2