
...Luka Yang paling menyakitkan ialah di tinggal setelah di kejar, di sia-sia setelah dia perjuangkan....
...****************...
Pagi hari, tepat pukul 07, para pelayan yang bertugas membereskan kamar dan menyiapkan keperluan Faris, sudah berkumpul di depan kamar super mewah itu, di tambah juga tiga maid yang bertugas sebagai juru masak di mansion bak istana itu, berbaris secara berjejeran dengan arah mereka menghadap kepada Tuan rumah mereka.
Faris berdiri dengan begitu tegap, tatapan tajam nya menyorot satu persatu dari ke tujuh maid yang sedang menunduk kan kepala mereka, tidak ada yang berani menatap pada wajah tampan namun tampak begitu kejam, mereka begitu takut dan juga khawatir karna memanggil mereka secara tiba-tiba, ke empat perempuan itu terus berfikir kesalahan apa yang telah mereka perbuat.
Tidak hanya mereka, wanita yang kecantikan nya tertutup dengan kain berwarna hitam juga di suruh berdiri, bukan di sebelah Faris, melainkan di jejeran ke empat pelayan tersebut.
"Aku mengumpulkan kalian semua untuk memberitahu kan, jika kalian!" Faris menggantung ucapannya sambil menunjuk pada ke empat pelayan yang bertugas membereskan kamar nya.
"Mulai hari ini tidak usah masuk lagi di dalam kamar ku, dan juga untuk kalian bertiga!" kini tangan nya pun menunjuk ke tiga pelayan yang sudah begitu deg-degan, takut jika Faris juga akan memberhentikan mereka.
"Kalian juga tidak perlu memasak lagi, karna pekerjaan kalian akan di ambil alih oleh, dia!" tukas Faris, tangan nya spontan menunjuk kepada Nabil, dengan tatapan sinis.
Nabil dan juga para maid langsung menatap ke pada Faris, mereka berfikir jika Faris akan memecat mereka, tapi tidak ada satupun yang berani menanyakan apa alasan Faris memecat mereka semua.
__ADS_1
"Aku tidak memecat kalian semua, kalian bisa melakukan tugas yang lain nya, hanya saja tidak satupun dari kalian yang boleh membantu dia, baik itu menyiapkan keperluan ku, ataupun memasak! Kalian paham?" tanya Faris dengan nada bentakan.
Semua maid kembali terkejut dengan penuturan Faris, kenapa dia harus berkata seperti itu, kenapa tuan mereka seolah menjadikan istri nya sebagai pelayan. Pikir mereka semua.
Sedangkan Nabil juga tak kalah terkejutnya dari ke tujuh pelayan tersebut, sudah Faris menyamakan dirinya dengan pelayan, dan sekarang malah seluruh pekerjaan pelayan di berikan kepadanya.
Bukan nya tidak mau, sebagai seorang istri memang itu yang dia inginkan, tapi mengapa Faris harus menyuruh nya bagaikan memerintah kepada pelayan.
"Bukan kah itu yang kamu inginkan, istriku?" tanya Faris lagi dengan nada nada mengejek.
"Kalau begitu, kalian boleh bubar! Dan kamu!" ucap Faris menatap bengis terhadap sang istri.
"Lakukan pekerjaan mu sekarang!" lanjut nya lagi.
"Baik, Mas!" jawab Nabil dengan begitu pasrah, meski cara Faris sangat tidak sopan, namun Nabil sama sekali tidak marah terhadap suaminya itu.
Para pelayan mulai iba melihat perlakuan Faris yang menurut mereka kurang baik terhadap nona muda mereka, namun tidak ada satupun dari ketujuh pelayan tersebut berani untuk membantah.
__ADS_1
Mereka semua berpisah, Nabil langsung masuk ke dalam kamar, sebelum melakukan semua pekerjaan nya, wanita 21 tahun ini terlebih dahulu melepaskan khimar dan juga niqab yang dia gunakan, agar lebih mudah dalam melakukan pekerjaan nya.
Faris yang juga ikut masuk ke dalam kamar kembali mematung, sekali lagi dia terpukau dengan kecantikan alami wanita di hadapannya, melihat rambut panjang Nabil saja sudah membuat nya terpesona, apalagi saat ini Nabil menguncir rambut nya ke atas hingga menampakkan lehernya yang jenjang juga begitu mulus.
Namun, itu belum bisa membuat dirinya bisa menerima wanita yang sering mengganggu tidur nya dengan lantunan ayat Al-Qur'an, Faris tetap merasa kesal jika mengingat itu.
"Apa dia sengaja ingiApan menggoda ku! Tapi sayang, aku sama sekali tidak tergoda, heuh" batin Faris dengan menatap sinis pada Nabil. Hingga istri yang tak dia anggap itu hilang di balik pintu kamar mandi.
.
.
.
.
~Bersambung.
__ADS_1