Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Menjadi Ratu.


__ADS_3

Nabil memberitahu pada Faris dengan rasa ragu dan juga takut, akan tetapi reaksi suaminya tidak seperti yang dia bayangkan, karna itu membuat Nabil sedikit menarik nafas lega.


"Ya sudah, mungkin Ummi kangen sama kamu, kalau kamu mau tidur di sana, besok aku akan menjemputmu," tukas Faris di seberang.


"Apa Mas tidak keberatan?" tanya Nabil memastikan.


Terdengar suara terkekeh dari seberang "Tidak apa-apa, sayang! Kan besok kita akan kembali bertemu," jawab Faris meyakinkan sang istri.


"Walaupun sebenarnya aku sangat merindukanmu, bahkan berjauhan dengan mu sebentar saja membuat hatiku sangat rindu, apalagi nanti malam tidak ada kamu menemani tidur ku." lanjut Faris membatin.


"Ya sudah, makasih ya, Mas, atas pengertiannya!" ujar Nabil dengan senyuman indah di bibirnya.


"Sama-sama, sayang, ingat! Jangan begadang ya, jaga anak kita! Aku pasti sangat merindukan mu." imbuh Faris lagi.


Nabil semakin tersenyum mendengar ucapan sang suami, meski sedikit aneh dengan sikap Faris yang mengizinkan dirinya untuk tidur di rumah sang Abi, tapi Nabil tidak ingin mengambil pusing, yang terpenting dia sudah mempunyai izin untuk tidur dengan orang tuanya.


"Aku tutup ya, Mas," celetuk Nabil kemudian.


"Iya, sayang. I love you ... Ummmmaaacchhh!"


Nabil terkekeh geli mendengar ciuman yang di berikan sang suami melalui panggilan di telepon.


Setelah sambungan di putuskan, Nabil menyerahkan benda pipih persegi itu pada sang abi.


"Ini, Bi! Terimakasih karna telah meminjamkan ponsel, Abi!" tukas Nabil.


"Nak, kamu sudah sampai?" tanya Ummi yang baru keluar dari kamarnya.


"Assalamualaikum, Ummi! Iya, Nabil baru saja sampai!" tukas Nabil menyalami sang Ummi sekaligus memeluk wanita yang hampir paruh baya itu.


"Waalaikumsalam, Nak! Syukurlah kalian baik-baik saja." imbuh Ummi, yang juga membalas rangkulan sang putri.


"Hem ... Istirahat lah dulu, Abi tidak mau kamu dan cucu Abi kenapa-kenapa nanti karna kecapean," timpal abi Zainal yang melihat interaksi putri dan ju istri nya.


"Iya, Nak! Kita ke kamar, ayo Ummi antar!" ajak Ummi, dan Nabil mengangguk mengiyakan.


Sampai di kamar, Nabil langsung di suruh untuk rebahan oleh Ummi Fatimah, dengan lembut istri abi Zainal ini mengelus perut Nabil yang sudah tampak sedikit membuncit.


"Apa kamu kesusahan saat hamil?" tanya Ummi masih setia menemani dan mengelus perut putri semata wayangnya.


Nabil tersenyum dan menggeleng "Alhamdulillah selama hamil Nabil tidak mengalami mual atau ngidam berlebihan, karna Mas Faris selalu siaga di samping ku, pernah dulu saat Mas Faris ke luar kota, perut ku terasa ingin mengeluarkan sesuatu, dua hari itu aku mual dan kepala sakit, perut ku juga keram, tapi sepulangnya Mas Faris dari sana, aku sudah seperti biasa lagi," jawab Nabil, menceritakan semuanya pada wanita yang telah mengandung dirinya itu.

__ADS_1


Ummi ikut tersenyum mendengar penuturan anak nya itu, terlihat jelas bahwa sang putri kini bahagia hidup dengan Faris.


"Anak mu itu tidak bisa jauh dengan abi nya, makanya kamu merasa mual saat jauh dari Faris," celetuk Ummi memberikan penjelasan.


"Iya, Mi! Bagaimana dengan kabar Ummi? Apa penyakit Ummi sering kambuh?" tukas Nabil yang kini balik bertanya pada wanita yang duduk di sampingnya ini.


"Alhamdulillah juga, penyakit Ummi sudah perlahan sembuh, Nak! Suamimu sudah menyarankan dokter khusus dan terbaik untuk merawat Ummi." jawab Ummi membuat Nabil menatap nya sejak selidik.


"Mas Faris tau Ummi sakit?" tanya Nabil penasaran.


"Iya, Nak! Ummi kira kamu yang memberitahu pada nya," ujar Ummi.


"Nabil belum menceritakan pada Mas Faris jika Ummi sakit, dan dia juga tidak pernah bilang jika memberikan dokter khusus untuk, Ummi!" sergah Nabil lagi, darimana suaminya itu tau, pikir Nabil.


"Sudah lah, suamimu kan orang yang paling berpengaruh di negara ini, jadi berita apapun yang ingin dia cari pasti langsung dia dapatkan." timpal Ummi lagi, Nabil hanya mengangguk membenarkan, setelah itu Ummi bangkit dan menyuruh sang putri untuk istirahat.


Hari berlalu, malam pun tiba, setelah makan malam, Nabil, Ummi dan juga Abi memilih untuk duduk di ruang keluarga, menghabiskan waktu bersama, Nabil merasa bingung karna sesampainya dia di sana, Abi nya tidak membahas apapun, atau alasan dirinya di bawa pulang secara mendadak.


Setelah lama mereka berkumpul dan saling bertukar cerita, Nabil langsung pamit untuk masuk ke dalam kamar, sesampainya dia di sana, mata dan tangan nya langsung tertuju pada gawai yang terletak di atas meja rias, Nabil begitu semangat melihat benda pipih tersebut, berharap akan ada notifikasi atau panggilan masuk dari sang suami.


Akan tetapi, wajah nya tampak suram saat melihat tidak ada notifikasi apapun.


Tidak mau terus kepikiran, Nabil memilih dirinya saja menghubungi lelaki pujaan hatinya itu.


Sudah berkali-kali Nabil menelpon Faris, akan tetapi ponsel suaminya itu tidak bisa di hubungi.


"Kemana sih, Mas Faris? Kenapa tidak bisa di hubungi?" gumam Nabil lagi bertanya yang tidak akan menemukan jawaban nya.


Dengan hati gelisah Nabil merebahkan tubuhnya di atas ranjang milik nya, berusaha memejamkan matanya indahnya, sambil mulutnya bersolawat dan tangannya mengelus perut yang ada janin di dalamnya.


...****************...


Sementara Nabil yang berusaha tenang karna suaminya tidak dapat di hubungi, Faris tengah berusaha keras agar tidak menghubungi kekasih hatinya itu, dalam kamarnya yang super luas, Faris hanya melihat kegelisahan sang istri melalui layar yang terpasang di dinding yang dia beri nama Jane.


Seperti nya Faris sudah mempersiapkan semuanya, dia juga sudah menempelkan CCTV yang tidak di ketahui oleh sang istri, guna supaya dia bisa melihat Nabil, agar rindunya tak semakin menyiksa dirinya.


"Maafkan aku sayang, untuk saat ini kita harus sama-sama menahan rindu, karna besok aku akan memberikan kejutan, akan ku buat dirimu berada di sisiku sebagai ratuku." batin Faris menjerit, bahkan dia juga sangat merindukan Nabil, sejak pulang kerja Faris hanya duduk dan berbaring tidak jelas di atas tempat tidur, bahkan sampai saat ini calon ayah ini belum menyentuh makan malamnya, karna pikiran dan hatinya hanya tertuju pada dua nyawa dalam satu raga.


Dengan sangat terpaksa Faris sengaja mematikan ponselnya, untuk memuluskan rencananya.


...****************...

__ADS_1


Keesokan harinya, Nabil yang tertidur gelisah karena tidak mendapatkan kabar dari suaminya terbangun tepat pukul lima pagi, tangan nya langsung meraba ponsel di sebelah nya, melihat apa suaminya mengirimkan pesan, tapi hatinya wajah nya sudah di buat murung, karna tidak ada satupun pesan yang dikirimkan Faris untuk dirinya.


Nabil memilih bangun dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi, guna mengambil wudhu untuk melaksanakan kewajiban solat subuh.


Pukul 06:15, selesai berzikir dan mengaji, Nabil langsung merapikan mukena dan juga sajadah nya, saat dia hendak membuka pintu, dia di kejutkan dengan kedatangan Mira tepat di depan kamarnya.


"Astaghfirullah," pekik Nabil yang tiba-tiba melihat sahabatnya tengah tersenyum pada dirinya.


"Assalamualaikum, pagi sahabat ku yang cantik," sapa Mira tanpa rasa bersalah karna telah mengejutkan ibu hami itu.


Nabil mengelus dadanya, menarik nafas lalu membuang nya "Waalaikumsalam, kamu mengagetkan ku, Mira!" imbuh Nabil dengan nada protes.


"Hehe ... Maaf, Bumil! Aku tidak sengaja," pinta Mira hanya tercengir pada sahabat nya itu.


"Kenapa pagi-pagi sekali kamu sudah di sini?" tanya Nabil, karna ini masih terlalu pagi dan sahabatnya sudah standby di rumah nya.


"Karna aku akan menjadi pendamping mu mulai dari di rias oleh para MUA, hingga menunju ke tempat di mana suami mu akan menunggu," jawab Mira ambigu semakin, membuat Nabil bingung.


"Apa maksud mu, Mira?" tanya Nabil masih belum bisa mencerna ucapan sahabat nya itu.


"Karna kamu akan menjadi ratu hari ini."


"Apa?"


.


.


.


.


.


~Bersambung.


Semua nya sedang membuat rencana toh, kok aku baru tau ya, hehhee.


Jangan lupa Like komen dan juga Vote ya kakak ku sayang.


Bantu dukung juga dengan bintang dan juga hadian sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


__ADS_2