Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Aku pasangan mu.


__ADS_3

Setelah solat asar, Faris dan Diki langsung bergegas pulang, mereka begitu buru-buru agar segera sampai pada tempat tujuan mereka, tepatnya bagi Faris, dia sudah sangat rindu akan istri dan juga calon anak nya itu.


Rasa lelah badan dan juga pikiran nya, ingin rasanya dia berbagi cerita dengan sang istri, akan tetapi hatinya masih ragu, takut Nabil akan marah kepadanya.


Rasanya ini sungguh mendadak, masalah satu persatu datang silih berganti, semakin hari semakin banyak orang yang benci akan dirinya.


"Ya Allah, semoga hamba mampu melewati masalah ini!" batin Faris, dia menarik nafas dalam kemudian menghembusnya kasar.


Larut dalam pikiran yang semakin tidak menentu, Faris tidak sadar jika saat ini mobil yang dia naiki sudah berdiri tepat di depan mansion sang mertua. Karna tujuan nya adalah menjemput sang istri.


"Tuan, kita sudah sampai!" seru Diki membuyarkan lamunan Faris.


Mendengar itu, Faris turun. Sudah ada sang istri yang sedang berdiri menyambut kepulangan nya. Dengan langkah gontai Faris mendekati Nabil, kemudian dia langsung menarik sang istri dalam dekapan nya, meletakkan dagunya di pundak sang istri, menyalurkan rasa kesusahan hatinya pada kekasih hatinya itu.


Nabil tampak sedikit bingung dengan tingkah Faris hari ini, pasalnya tidak biasanya Faris bersikap seperti itu, biasanya suaminya itu selalu memeluk nya dengan erat, akan tetapi hari ini Faris terlihat sangat rapuh.


Nabil mengira jika lelakinya itu kecapean karna pekerjaan nya di kantor, Ummi Fatimah dan Abi Zainal yang melihatnya pun hanya saling pandang dan tersenyum.


Sedangkan Diki hanya diam di samping mobil, asisten Faris ini sama sekali tidak menyahuti meski dia tau akan kekhawatiran Faris karna telah mengetahui sesuatu hal.


"Ajak masuk suamimu, Bil! Kelihatannya menantu Abi sangat kelelahan!" ujar Abi Zainal kepada sang putri.


Nabil mengelus punggung kekar sang suami sambil berbisik "Kita masuk dulu!" ajak nya dengan suara yang sangat lembut. Akan tetapi Faris langsung menggeleng.


"Bisakah kita pulang sekarang?" tanya Faris, masih dalam posisi yang sama.


Mendengar itu, Nabil mengangguk, kemudian dia melihat pada kedua orangtuanya "Ummi, Abi, Nabil pulang dulu ya! Kita salam dulu ya, Mas!" bisik Nabil lagi dan Faris hanya mengangguk. Kedua nya pun menyalami kedua orang tua, Nabil.


"Hati-hati, Nak! Urus suamimu dengan baik!" tukas ummi Fatimah pada putri semata wayangnya.


"Baik, Ummi!"


"Istirahat lah, Faris. Jangan paksakan diri kamu untuk terus bekerja, Utamakan kesehatan." tukas Abi pada menantu nya itu.


"Baik, Abi! Kami permisi dulu." setelah berpamitan, mereka langsung masuk ke dalam mobil, tujuan nya adalah mansion Bagaskara.

__ADS_1


Di dalam mobil, Faris tidak melepaskan genggaman tangan sang istri sama sekali, Nabil melihat wajah sang suami terlihat sangat tegang. Rahang nya terlihat mengeras, juga tampak dingin.


Nabil mencoba mencairkan suasana, dia mengelus lembut lengan sang suami, dan juga menyandarkan kepalanya di lengan Faris, meski penasaran dengan apa yang di lalui oleh, Faris, akan tetapi Nabil tidak ingin menanyakan nya sekarang.


"Mas ... Apa kamu tidak ingin menyapa anak kita? Sedari tadi mereka sepertinya sangat merindukan Abi nya," bisik Nabil di telinga Faris.


Mendengar itu, Faris kembali tersadar, dia sibuk dengan pemikirannya, hingga lupa ada sang istri dan calon bayi nya yang perlu dia perhatikan. Dengan senyuman di bibirnya dia langsung menarik sang istri masuk ke dalam pelukannya, tidak lupa mencium puncak kepala sang istri.


"Maafkan aku, sayang!" ucapnya sambil mengelus lengan Nabil.


Sampai di rumah, mereka turun dan langsung masuk ke dalam rumah.


"Apa Mas mau mandi sekarang?" tanya Nabil sambil melepaskan jas pada tubuh atletis sang suami.


Tidak menjawab, akan tetapi dia langsung menarik Nabil untuk duduk di atas pangkuan nya. Memeluk dengan begitu erat perut sang istri, meletakkan wajah nya di ceruk leher Nabil yang sudah membuka niqab nya.


"Biarkan seperti ini sebentar saja." pinta Faris berucap dengan lirih.


"Ada apa? Apa istrimu bisa tau masalah apa yang di alami oleh suamiku ini?" tanya Nabil begitu lembut selembut tangan nya yang mengelus rambut sang suami.


Nabil memegang tangan Faris dan mencium nya singkat "Katakan lah, Mas! Jika kamu melakukan kesalahan, maka aku akan menegur dan membantu mu keluar dari masalah tersebut. Jangan pernah takut untuk jujur padaku, karna aku adalah istri mu, tempat kamu mengadu kisah, senang ataupun sedih. Kita akan menjadi lengkap jika saling terbuka dan jujur." sarkas Nabil, meyakinkan Faris.


Mendengar itu Faris sedikit lebih tenang, akhirnya dia memberanikan diri menceritakan semuanya. Mulai dari dia menyekap tiga karyawan nya, Talia sampai dia mencurigai Papa nya Talia yang juga berada di markas nya.


Nabil tampak begitu terkejut, tanpa dirinya tau, sang suami begitu banyak mengalami masalah yang di pikul seorang diri.


Faris masih bercerita, dia juga mengatakan pada sang istri masalah informasi yang dia dapatkan barusan, meski belum pasti dan belum cukup bukti, akan tetapi cukup membuat dirinya terkejut dan terguncang.


Tanpa sengaja butiran bening keluar dari sudut mata Nabil, dia kembali memeluk sang suami.


"Kenapa Mas tidak pernah menceritakan semuanya kepada ku? Apa aku tidak berhak tau tentang ini?" tanya Nabil memarahi sang suami.


Sementara Faris juga memeluk Nabil dengan begitu erat "Maafkan aku, sayang! Aku hanya tidak ingin membuat mu terbeban dan mengkhawatirkan diriku. Aku tak ingin mempengaruhi kesehatan mu dan juga calon bayi kita," sergah Faris mengatakan yang sebenarnya.


"Beban mu akulah tempat tempat berbagi mu, kesusahan mu, aku lah tempat yang berhak tau. Karna aku adalah pakaian bagi mu, jadi aku berhak tau semuanya. Jangan pernah sembunyikan apapun padaku, Mas!" ujar Nabil lagi.

__ADS_1


"Terimakasih banyak, sayang!" ucap Faris lagi.


Untuk menghibur sang suami, Nabil mengajak Faris untuk mandi bareng, seperti yang biasa Faris lakukan.


...****************...


Malam hari, Nabil dan Faris baru selesai menyelesaikan solat magrib dengan Faris menjadi imamnya. Saat ini mereka tengah menengadah tangan nya ke atas, memohon kepada sang pencipta.


"Ya Allah ... Sungguh engkau maha kuasa, berikanlah jalan dan jawaban yang baik untuk hamba, berikanlah ketenangan dalam hati hamba, dan berikan jalan yang terbaik untuk masalah ini." pinta Faris berdoa kepada Allah.


"Ya Allah ... Engaku yang maha mengetahui, hamba mohon ya Allah, berikanlah jalan yang terbaik untuk suami hamba, berikanlah petunjuk dan juga mudahkan lah urusan nya, dan berikan lah jawaban atas perkara yang sedang dia hadapi, ya Allah. Dan lindungilah suami hamba kemana pun dia pergi!" Nabil pun ikut mendoakan sang suami.


Setelah itu, Faris langsung merebahkan kepalanya di atas pangkuan Nabil.


.


.


.


.


.


.


.


~Bersambung.


Duh ... Informasi apa sih yang sudah tau?


Jangan lupa Like komen dan juga Vote kakak ku sayang.


Bantu dukung juga dengan bintang dan hadiah sebanyak-banyak.

__ADS_1


__ADS_2