Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Nabil Mengetahui Nya?


__ADS_3

Suasana pagi di sebuah apartemen, terlihat masih senyap, padahal jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, akan tetapi seorang wanita cantik masih menggulung dirinya dalam selimut tebal, hingga suara dering ponsel membuat dirinya harus membuka mata.


Kring ... Kring ... Kring ....


Suara ponsel di sebelah nya, yang membuat gendang telinga hampir pecah.


"Duh ... Siapa sih, ganggu orang tidur saja!" gumam wanita itu, tapi dia langsung menggeserkan tombol hijau untuk menjawab.


"Halo...!" ucap nya dengan suara parau khas bangun tidur.


"Kamu masih tidur, Talia?" tanya seorang lelaki di seberang sana.


Mendengar suara lelaki yang sudah tidak muda lagi membuat Talia membuka mata dan memastikan siapa yang menelpon dirinya, seketika itu, dia memutar bola matanya malas, saat mengetahui yang menelpon nya adalah sang Papa.


"Ada apa, Pa? Kenapa menghubungi Lia pagi-pagi seperti ini?" tanya nya sebagai bentuk protes.


"Papa tidak perduli, yang Papa mau sekarang juga kamu harus pulang, Lia, tidak ada bantahan, pokoknya Papa tunggu kamu di sini!" tukas Papa Talia langsung pada intinya.


"Nggak, Pa! Lia akan tetap di sini, Lia senang dengan pekerjaan Lisa saat ini, Pokoknya Lia akan tetap di sini sampai Lia mendapatkan apa yang Lia inginkan!" timpal Talia membantah ucapan sang Papa.


"Tolong, kali ini kamu dengerin ucapan Papa, Nak! Papa tidak ingin terjadi sesuatu pada mu, di sini kamu bisa menjadi pemimpin perusahaan, tanpa harus menjadi karyawan biasa di sana!" bujuk Papa nya lagi.


Tapi Talia tetap saja kekeh pada pendiriannya "Sudah Pa! Talia bukan akan kecil lagi, tidak ada yang bisa menyakiti ku! Sudah ya, Talia mau siap-siap ke kantor!" hardik nya, setelah itu wanita berkulit putih ini langsung memutuskan sambungan nya sepihak.


Untuk sesaat, wanita berdarah campuran ini menghembuskan nafas panjang, setiap kali berbicara dengan Papa nya, selalu saja berdebat, kadang dia berpikir kenapa Papa nya tidak mengizinkan dirinya kerja di perusahaan Bagaskara.


Bola matanya berputar hingga melihat jarum jam yang membuat dirinya terkejut.


"Apa, sudah jam tujuh lewat! Aku bisa terlambat ini!" gumam Talia dengan nada panik, kemudian dia langsung bangun dan melompat dari tempat tidur, sambil mengeluarkan umpatan dari bibirnya yang masih merah merona.


"Ini gara-gara aku mabuk semalam, makanya aku jadi kesiangan!" tanpa menunggu lama, dia langsung mengayunkan langkah nya masuk ke dalam kamar mandi.


...****************...


Sementara di tempat yang lain, tepatnya di sebuah kampus, Nabil baru saja melangsungkan kan kakinya memasuki gerbang tempat dia menimba ilmu.

__ADS_1


Masih terukir senyuman indah di balik niqab nya, mengingat tingkah sang suami yang semakin hari semakin romantis dan manja kepada dirinya.


Nabil memegang dahi nya yang baru saja di cium oleh Faris beberapa menit lalu, membuat nya lagi-lagi mengembangkan senyumnya.


"Astaghfirullah ... Ada apa dengan ku ini! Ya Allah ... Semoga hamba tidak termasuk orang yang ria!" batin Nabil berdoa, agar dia bisa mengontrol dirinya.


Nabil berdiri di tengah halaman kampus, matanya sibuk mencari keberadaan sahabat nya, Mira, dia merasa sangat rindu kepada sahabat dari kecil nya itu, karna sudah tiga hari mereka tidak bertemu.


"Kemana Mira, apa dia tidak masuk" gumam Nabil bertanya pada dirinya sendiri.


Melihat tidak ada tanda-tanda jika Mira akan datang, wanita dua puluh satu tahun inipun melangkah masuk, berharap sahabatnya itu sudah berada di dalam kelas.


Tapi saat dia berada di kelas, Nabil juga tidak melihat jika sahabat nya ada di sana, ingin mencari, mungkin saja Mira ada di tempat mereka sering duduk, tapi dosen sudah datang. Hingga dia harus masuk mengikuti pelajaran yang akan di berikan oleh dosen tersebut.


Nabil tampak tidak semangat, karna dia harus duduk sendiri tanpa ada sahabat di sebelah nya. Namun, berbeda dengan lelaki yang duduk tidak terlalu jauh dengan Nabil, dia terlihat begitu senang melihat wanita yang selama uni dia kejar sudah kembali masuk.


...****************...


Dua jam telah berlalu, mereka baru menyelesaikan tugas dan menyerahkan pada dosen yang masih setia menunggu di dalam kelas.


Nabil terus berjalan, dia sudah bisa melihat supir yang menjemput dirinya sudah berdiri di dekat gerbang kampus, akan tetapi langkah nya tertahan, saat seseorang memanggil namanya.


"Nona, Nabil!" panggil seorang lelaki yang membuat nya menoleh.


Senyuman Nabil langsung pudar saat melihat lelaki yang memanggil dirinya ternyata adalah Abiyan, lelaki yang sempat membuat Faris salah paham pada nya, Nabil menarik mundur langkahnya, saat melihat Abyan berjalan mendekat.


"Kemana saja kamu, Bil? Aku selalu berharap akan bertemu dengan mu, ingin mencari alamat rumah mu tapi aku takut suamimu tidak akan mengizinkan nya!" ujar lelaki yang hampir seumuran dengan suaminya.


Nabil mengerutkan keningnya, tentu saja Faris tidak akan mengizinkan nya, jangan kan bertemu, melihat lelaki melirik nya saja sudah membangkitkan kemarahan sang suami.


"Saya minta maaf, tapi saya rasa anda memang tidak berhak untuk mencari saya, karna anda tau sendiri jika saya saat ini sudah memiliki suami!" jelas Nabil, meski dengan wajah menunduk, tapi dia berbicara cukup tegas.


"Ada sesuatu hal yang ingin saya katakan pada mu, Nabil! Tolong berikan aku kesempatan!" tukas Abiyan yang sudah tidak menggunakan bahasa formal nya lagi.


"Maaf, saya tidak punya waktu!" celetuk Nabil menolak untuk mendengarnya.

__ADS_1


"Saya mencintai mu, dan saya berharap kamu bisa menghargai nya!" ucap Abyan sedikit berteriak, membuat Nabil menatap ke arahnya dengan perasaan marah.


"Dengar Tuan, saya tidak pernah berkata kasar kepada siapapun, tapi kali ini anda sudah melewati batas, mengungkapkan perasaan kepada wanita yang sudah menjadi istri orang apa itu wajar? Dan jangan pernah mengatakan tentang menghargai, anda saja tidak bisa menghargai pernikahan saya, saya ini sudah menikah dan menjadi istri orang, jadi saya harap, lupakan saya!" tegas Nabil dengan menahan rasa marah dalam dirinya, ingin rasanya Nabil melayang kan tamparan untuk pemuda di hadapannya, akan tetapi dia menahan nya, karna tidak ingin tangan nya bersentuhan dengan kulit lelaki lain.


"Bagaimana jika kamu belum menikah, atau setelah kamu bercerai dengan suami mu, apa kamu akan menerima ku sebagai pengganti nya?" tanya Abiyan lagi dengan begitu enteng.


Plakkk...


Hilang sudah kesabaran Nabil, dia sungguh tidak bisa menerima jika orang membicarakan tentang perpisahan, sedangkan dia sendiri sudah bahagia bersama suaminya.


"Ingat ini baik-baik, saya belum pernah mencintai seseorang seperti saya mencintai suami saya, jadi jangan pernah berpikir jika kami akan berpisah, karna ada atau tidak nya suami saya, maka cinta saya tetap hanya untuk dirinya!" hardik Nabil, memberi peringatan. Setelah itu, Nabil berbalik dan melangkah, akan tetapi kata-kata Abiyan membuat dirinya kembali menghentikan langkahnya.


"Kamu yakin akan tetap mencintai nya setelah tau kebenaran jika Suami mu menikahi mu karna sebuah taruhan?" teriak Abiyan dengan begitu lantang, untung nya tidak ada orang lain di sana.


Deggggg....


Seketika Nabil langsung terdiam, mendengar perkataan lelaki di belakang nya, jantung nya langsung berdetak kencang, antara takut jika apa yang di katakan pemuda itu memang kebenaran nya.


Melihat Nabil berhenti, Abiyan berjalan mendekati Nabil, walaupun tetap memberi jarak.


"Apa kamu tetap akan bertahan saat mengetahui jika suami yang kamu banggakan itu menikahi mu untuk memenangkan taruhan supaya dia bisa membeli tanah yang sudah lama dia incar? Dan kamu tau untuk apa tanah yang dia beli? Untuk di jadikan perkebunan gandum dan padi, dan juga untuk membangun kan pabrik pembuat minuman!"


.


.


.


.


.


~Bersambung.


Hem ... bagaimana ya, apa Nabil benera akan tau kebenaran nya, dan apa tanggapan nya?🤔

__ADS_1


Jangan lupa Like komen dan juga Vote sebanyak-banyak nya kakak ku ter❤️.


__ADS_2