
Sampai di rumah, Nabil langsung membawa kan buah yang baru saja dia beli ke dapur, sedangkan Faris langsung melangkah masuk ke dalam lift, dia ingin segera masuk ke dalam kamarnya.
"Bi, kalau bisa Nabil minta tolong kupas buah-buah ini dan potong kecil-kecil ya, Nabil ingin membuat rujak." pinta Nabil, meski tau jika tugas mereka memang mengerjakan yang di perintah oleh majikannya, akan tetapi Nabil tidak ingin berlaku sombong, dia tetap meminta tolong, karna dia menghormati orang yang lebih tua dari dirinya.
"Baik, Nona! Nanti akan bibi urus, atau sekalian saja bibi buatkan rujak nya," ujar bibi memberi usulan.
"Serius Bibi mau membuatkan rujak untuk Nabil?" tanya Nabil antusias.
"Iya, jadi Nona tidak perlu capek-capek lagi membuatnya." jawab bi Mila, dia merasa senang bisa melayani Nabil yang sudah di anggap sama seperti putri nya sendiri, meski tidak pernah dia ungkapkan.
"Wah ... Boleh-boleh, terimakasih ya Bi, Nabil sudah tidak sabar memakan rujak buatan bibi, pasti sangat enak!" celoteh Nabil begitu gembira.
"Ya sudah, sekarang lebih baik anda masuk ke dalam kamar dan istirahat." tukas bi Mila.
"Iya, Bi! Nabil pergi dulu ya." Setelah mendapatkan anggukan dari ketua pelayan di mansion Bagaskara, Nabil langsung mengayunkan langkah nya, meninggalkan dapur, masuk ke dalam lift, guna untuk menyusul sang suami yang sudah terlebih dulu berada di sana.
Nabil melihat Faris sedang berdiri tegak di pintu kaca pembatas balkon dan kamar mereka, deret langkah Nabil ayunkan mendekati pria bertubuh tinggi yang sedang membelakangi nya, tanpa ragu Nabil langsung memeluk nya dari belakang.
Faris yang tau siapa yang memeluknya hanya tersenyum senang, memegang tangan Nabil yang melingkar di pinggang nya, lalu menggenggam nya erat.
"Apa Mas mau mandi sekarang? biar aku siapkan air nya!" ucap Nabil bertanya dengan sangat lembut.
"Aku sudah menyiapkan air nya, sayang! Kita mandi barengan saja, setelah itu aku ingin mendengar kamu mengaji dengan suara indah mu itu." tukas Faris, ntah apa yang membuat dirinya ingin mendengar istrinya mengaji, yang jelas hanya Faris yang mengetahui alasannya.
Nabil berbinar, melanggar cepat ke hadapan sang suami "Kamu serius, Mas?" tanya Nabil masih sedikit ragu.
"Iya, sayang! Apa pernah aku bermain-main dengan ucapan ku?" sergah Faris balik bertanya.
__ADS_1
Nabil hanya menggeleng, kemudian dia kembali masuk ke dalam pelukan Faris, sungguh dia sangat bahagia, ini suatu perubahan dalam diri suaminya.
...****************...
Dalam waktu dua puluh menit, Nabil dan Faris sudah selesai melakukan ritual mandi bersama, mereka benar-benar mandi ya, bukan mandi-mandian.
Setelah berpakaian, Nabil langsung menggunakan mukena nya, melihat jam sudah menunjukkan pukul lima sore, itu tanda nya sebentar lagi akan masuk waktu magrib.
Sesuai permintaan Faris, Nabil sekarang ini sedang mengaji dengan posisi Faris berbaring di atas pangkuan nya, hal yang sangat serius Faris lakukan.
Faris begitu fokus menyimak saat sang istri melantunkan ayat Al-Qur'an, surah Al waqi'ah.
Sedikit pesan dari author ya, jika kita ingin Allah memudahkan rizki untuk kita, ataupun dimudahkan urusan kita, maka sering lah membaca surah Al-waqi'ah pada pagi dan sore hari, bukan hanya itu, ada beberapa surah lagi yang bisa memudahkan rizki kita jika kita Istiqomah membacanya. Salah Satu adalah surah Al-mulk, Al- Muzzamil, surah As-syrah, surah Ad-dhuha, dan surah Shad, ayat 35 yang merupakan doa Nabi Sulaiman agar di berikan kekayaan yang tidak pernah di miliki oleh manusia lainnya. Sekian, semoga bermanfaat.
"Shadaqallahul Adhim..." Nabil menutup Qur'an yang baru saja dia baca, berbarengan dengan suara adzan magrib yang baru saja berkumandang.
"Sudah adzan, ayo kita solat dulu Mas," ajak Nabil, dia masih terus berharap suaminya mau melaksanakan kewajiban nya.
Akhirnya pun seperti biasa, Nabil melaksanakan kewajiban nya seorang diri, tanpa ada imam di hadapannya.
...****************...
Selesai semua nya, sekarang ini pasutri yang baru beberapa bulan menikah ini masih duduk di kursi meja makan, setelah makan malam, Nabil langsung melanjutkan ngemil rujak yang sedari tadi dia idamkan.
Faris dengan begitu sabar menemani Nabil yang memakan begitu lahap.
"Mas mau?" tanya Nabil menyodorkan sendok berisi rujak di depan mulut sang suami.
__ADS_1
Faris menggeleng "Kamu saja yang makan sayang, aku tidak akan sanggup pasti rasanya sangat asam" elak Faris, membayangkan nya saja sudah membuat liuran Faris ingin menetes.
"Ini tidak asam kok sayang, Bi Mila sudah menambah gula juga kacang ke dalamnya." ujar Nabil lagi.
Faris tampak ragu, tapi saat melihat mimik wajah Nabil yang seperti memohon membuat nya tidak tega, dengan pasti diapun langsung melahap rujak yang ternyata memang tidak asam sama sekali.
Nabil tersenyum bahagia melihat Faris, tapi dia menangkap raut wajah Faris seolah memaksakan senyuman nya, tapi tidak ingin menduga-duga, Nabil membuang pikiran buruk nya.
Dia melanjutkan acara makan rujak nya dengan begitu fokus, Nabil bahkan tidak merasa kenyang meskipun baru selesai makan nasi, malah semakin dia memakan nya semakin dia merasa ketagihan.
Sejenak Nabil mengehentikan memasukkan sendok ke dalam mulutnya, saat melihat sang suami di sebelah nya bergerak tak karuan.
Alangkah terkejutnya Nabil saat melihat tangan dan wajah Faris yang sudah terlihat memerah.
"Astaghfirullah, Mas! Apa yang terjadi?"
.
.
.
.
.
~Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa Like komen dan juga Vote ya kakak ku sayang.
Dan tinggalkan dukungan berupa bintang juga hadiahnya, sekali-kali mau dong di kasih kopi, biar kuat begadang 🥱😁.