Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Pria Lemah.


__ADS_3

...Hati jangan di tuntut untuk kuat, karna pada dasarnya dia tetap lemah, yang harus kita lakukan adalah berusaha ikhlas dan menerima....


...****************...


Pukul tujuh malam, Nabil baru saja melaksanakan solat magrib, berhubung malam ini adalah malam jum'at, wanita berkulit putih ini memilih membaca surah al-Kahfi, karna menurut ilmu yang dia ketahui, itu memang sangat di sunnahkan pada malam yang sangat di muliakan, jika kita membaca surah tersebut, maka Allah akan memberikan cahaya di wajah kita dari jumat pertama kita baca, hingga hari Jumat berikut nya.


Tak lupa juga, setelah selesai melantunkan ayat Al-Qur'an, Nabil mengambil tasbih, lalu bersalawat kepada Nabi sebanyak 70 kali, karna itu juga termasuk yang di sunnahkan.


Ceklek...


Terdengar pintu kamar terbuka, Nabil yang hampir selesai dari solawatan, langsung bangun untuk menyambut sang suami pulang, karna memang seorang istri harus lebih mengutamakan melayani suami daripada mengerjakan hal-hal sunnah lainnya.


"Mas, sudah pulang?" tanya Nabil berbasa-basi, sambil membuka mukena yang dia gunakan, lalu melipatnya dengan begitu rapi.


Faris tidak merespon, lelaki bermata biru ini melonggarkan dasinya, lalu merebahkan tubuhnya yang lelah di atas kasur empuk berukuran King size itu.


"Kenapa malam pulang nya, Mas?" tanya Nabil lagi, langkah kakinya langsung mendekati sang suami, dengan cekatan, tangan Nabil membuka sepatu Faris.


"Mas pasti sangat lelah, mandi lah dulu, biar aku siapkan air hangat untuk mu, dan setelah itu, kita bisa makan malam!" timpal Nabil lagi panjang lebar, yang hanya mendapat tatapan sinis dari Faris, karna Faris sudah bangun dari rebahan dan duduk di tepi ranjang.

__ADS_1


"Oh ya, Mas solat di mana tadi?" tanya Nabil yang masih di kaki sang suami.


Faris yang merasa marah karna Nabil terus bertanya, dengan begitu kuat menghentakkan kakinya, hingga membuat Nabil terhuyung ke belakang.


"Jangan pernah mengatur kehidupan ku!" tegas Faris, dia berdiri sambil menunjuk marah pada Nabil.


"Tapi aku hanya bertanya, Mas! Kenapa Mas Faris marah, lagipula aku juga bingung, kenapa semenjak kita menikah, aku belum pernah melihat Mas Faris solat, bukan kah dulu Mas sangat rajin ke masjid?" tanya Nabil dengan nada lirih, akhirnya dia mengungkapkan semua unek-unek yang mengganjal di hatinya.


Namun, itu malah semakin membuat Faris meradang, dengan cepat dia melangkah, lalu mencengkram dagu Nabil dengan begitu kuat. Hingga membuat Nabil meringis.


"Dengar kan aku baik-baik, jangan pernah ikut campur dalam masalah pribadi ku, karna itu bukan urusan mu, jika kamu masih bertanya dan menyuruhku untuk solat, maka aku tidak akan mengizinkan mu solat lagi!" hardik Faris berapi-api.


Degggg...


Nabil masih menggeleng tak percaya, air matanya keluar tanpa permisi, kenapa lelaki di hadapannya malah berubah begitu kejam.


Melihat Nabil menangis, Faris langsung melepaskan tangan nya pada pipi sang istri, dengan perasaan marah, dia melangkah masuk ke dalam kamar mandi.


Faris yang marah membanting pintu kamar mandi dengan begitu kuat, tak lupa dia mengaktifkan kedap suara di dalam kamar mandi, setelah itupun dia berteriak dengan sekuat tenaga, meluapkan emosi yang sedari tadi dia tahan.

__ADS_1


"Aaakhhhhhhhhhhhh!"


"Aku benci, Ma! Kenapa ini harus terjadi pada Faris, Ma! Aku sudah menjadi anak yang baik, yang taat mengerjakan perintah agama, tapi kenapa saat aku meminta agar Mama dan Papa selamat, dia malah tidak mengabulkan doa ku!" ujar Faris meluap kan semua nya.


"Berulang kali Faris memohon dan berdoa, tapi yang terjadi, aku malah melihat Papa dan Mama di bunuh di depan mata ku sendiri oleh manusia jahat itu. Dan karna kejadian itu, Faris menjadi lelaki lemah, tidak normal, dengan keadaan Faris seperti ini, wanita mana yang mau dengan ku, Ma!" ucap nya lagi, dia benar-benar frustasi, saat sudah merasa senang karna telah menjadi pria normal, dia harus kembali kecewa, karna kejantanan nya kembali tidak berfungsi.


Mungkin tadi iya istri nya dapat membangun kan kejantanan nya, tapi itu kembali tidur, dan Faris belum yakin jika Nabil mampu membuat burung nya yang bertahun-tahun mati suri bereaksi kembali seperti tadi pagi, itu hanya kebetulan, pikir Faris.


Dan yang paling membuat nya Frustasi, dia mengira jika Nabil akan sama dengan wanita lain yang akan meninggalkan dirinya setelah tau jika kejantanan nya tidak berfungsi.


"Aaakhhhhh!" teriak Faris, sambil menonjok dinding kamar mandi. Dia sama sekali tidak menghiraukan rasa sakit di tangan nya akibat tinjuan nya pada dinding tersebut.


.


.


.


.

__ADS_1


.


~Bersambung.


__ADS_2