Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Faris tanpa kabar.


__ADS_3

Sore hari, Nabil sedang berdiri di balkon kamarnya, menatap ke depan sambil melihat matahari yang perlahan terbenam, perasaan nya tidak enak, dia merindukan sosok lelaki yang sekarang sangat berpengaruh dalam kehidupan nya sampai saat ini belum memberikan kabar padanya.


Berpisah dengan orang yang sangat kita cintai memang bukan hal yang mudah, awalnya Nabil merasa biasa saja karna dia sering di tinggal Faris untuk bekerja, tapi hanya sampai pukul empat sore, berbeda dengan hari ini, hingga jam sudah menunjukkan pukul 17:30 Faris belum ada kabar satupun, bahkan Nabil sempat menghubungi sang suami, tapi tidak di jawab oleh ayah dari anaknya itu.


Rasa khawatir dan rindu yang berkecamuk terus menggerogoti relung hati wanita muda nan cantik ini, apa lagi saat ini dia sedang mengandung, tentu dia sangat emosional dan berat hati berjauhan dengan sang suami.


"Ya Allah ... Lindungi lah suami hamba!" hanya itu yang bisa Nabil lakukan, berdoa akan keselamatan sang suami.


Merasa bosan duduk seorang diri di tempat yang begitu luas, Nabil masuk ke dalam kamar, menutup pintu yang terbuat dari kaca transparan dari dalam, tak lupa juga dia menutup gorden kamar nya, setelah itu langkahnya dia ayunkan menuju pintu, tujuan nya saat ini ingin menemui Mira yang tadi pamit ingin mandi pada dirinya.


Nabil mengetuk pintu kamar sahabat baiknya, beberapa beberapa saat, pintu kamar sudah di tarik dari dalam.


"Iya, Bil! Ayo masuk dulu!" ucap Mira mengajak sang sahabat untuk masuk ke dalam kamar. Kamar mereka memang terpisah, Nabil sudah mengajak Mira untuk tinggal satu kamar, tapi Mira menolaknya, tidak mungkin kan dia masuk ke dalam kamar Nabil dan suaminya.


"Tidak, Ra! Aku hanya ingin melihat mu, perasaan ku tidak enak Ra. Mas Faris sampai sekarang belum memberikan kabar padaku!" keluh Nabil.


Mira mengerti posisi Nabil saat ini, sebisa mungkin dia berusaha menenangkan wanita yang sedang mengandung itu.


"Kamu yang sabar, Bil! Mungkin mereka langsung ada pekerjaan, Berdoa saja semoga suamimu baik-baik saja!" imbuh Mira sambil mengelus lengan sahabat nya dengan lembut.


"Masuk dulu yuk!" ajak Mira, dia memang sudah di berikan kamar di sebelah kamar Nabil, setelah Diki mengatakan jika dia sudah meminta izin pada Ayah nya untuk tinggal dengan Nabil beberapa hari, dan di berikan izin karna memang tidak ada laki-laki lagi di rumah Bagaskara selain penjaga di luar.


"Tidak usah, Mir! Lagian sudah mau magrib juga. Aku kembali ke kamar dulu ya!" gumam Nabil dengan lesu.


"Kamu tidak apa-apa kan, Bil?" tanya Mira khawatir.


"Tidak apa-apa, Ra! Kamu nggak usah khawatir, Aku masuk dulu ya." setelah mengatakan itu, Nabil langsung melangkah kembali masuk ke dalam kamar nya.


Sedangkan Mira juga kembali masuk ke dalam kamar nya, berdiri di dekat daun pintu kayu berwarna putih, meletakkan kedua tangan di pinggang nya yang ramping.


"Tapi kenapa mereka tidak mengabari kami satupun ya, pria kaku plus nyebelin itu juga tidak mengatakan apapun. Bukan kah dia sudah punya nomor ponsel ku ya. Bukan apa, aku hanya kasian dengan Nabil yang terus kepikiran suaminya!" gumam Mira juga ikut memikirkan dua lelaki yang sudah berangkat sedari pagi.

__ADS_1


"Tau begini aku ambil saja nomor telepon lelaki menyebalkan itu tadi pagi," celoteh nya lagi, sambil kakinya melangkah masuk dalam kamar mandi.


"Tapi, apa aku akan menghubungi nya jika aku punya nomor telepon dia?" oceh Mira lagi berargumen dengan pikiran nya sendiri.


"Hais ... Kenapa aku jadi memikirkan itu, seperti nya aku sudah gila." lanjut Mira mengutuk dirinya sendiri yang tanpa sengaja memikirkan Diki.


Seperti yang barusan Nabil katakan, waktu solat magrib pun tiba, langsung saja dia masuk ke dalam kamar mandi guna mengambil wudhu untuk melaksanakan solat nya.


...****************...


Sedangkan di luar kota, tepatnya di kota yang Faris kunjungi sekarang ini, suami Nabil ini baru saja selesai membersihkan tubuhnya, hari ini Faris sedikit menguras emosi juga tenaga karna masalah di cabang perusahaan nya belum terselesaikan.


Faris duduk di tepi ranjang dalam kamar hotel berbintang yang memang terdapat saham perusahaan miliknya.


Meski perusahaan Faris berjalan di bidang teknologi, tapi dia kerap bekerjasama dengan perusahaan yang berdiri di bidang perhotelan, villa, resort, dan juga rumah sakit, tepat nya dia menjadi investor pada setiap perusahaan yang baru buka hingga menjadi perusahaan ternama di kota nya masing-masing.


Tanpa sabar setelah mengambil ponsel canggih miliknya, Faris membuka benda pipih itu yang dia yakini sudah banyak panggilan tidak terjawab dari sang istri, dan sesuai dugaan nya, panggilan suara tidak terjawab, dan beberapa pesan dari wanita nya sudah sangat banyak masuk ke beranda WhatsApp nya, seulas senyuman terbit dari bibir Faris saat membaca satu persatu pesan dari wanita yang sudah menempatkan relung hatinya.


My Wife 💌 : "Mas, apa sudah sampai?"


My Wife 💌: "Mas..!"


My Wife 💌 "Jangan lupa makan, dan ... Solat ya!"


Tak henti-hentinya Faris mengembangkan senyuman saat membaca deretan pesan yang Nabil kirimkan, akan tetapi senyuman nya seketika mengendur saat membaca pesan terakhir.


My Wife 💌: "Kenapa sampai sekarang Mas belum mengabari ku, padahal sedari tadi aku sudah menunggu kabar dari mu, begitupun dengan anak kita, seperti nya dia tidak senang juga jika berjauhan dengan Abinya. Aku tidak ingin berpikiran buruk tentang suami ku, semoga Allah selalu melindungi mu. jika sempat beri aku kabar!"


Pesan yang sangat menyentuh hati Faris, sebenarnya dia juga sangat merindukan Nabil. Akan tetapi setelah sampai, dia langsung menuju pada perusahaan, ingin melihat masalah yang perusahaan nya alami sekarang ini, dia mendapat laporan juka uang perusahaan yang banyak terpakai, dan juga tidak sesuai dengan pengeluaran.


Faris menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya perlahan, merasa menyesal karna telah membuat sang istri mengkhawatirkan dirinya, awalnya dia merasa senang, akan tetapi pewaris tunggal Bagaskara ini baru ingat jika saat ini ada janin dalam rahim sang istri. Dia takut jika Nabil terus mencemaskan dirinya bisa membahayakan dirinya dan juga anak yang baru dua bulan dalam rahim sang istri, pikiran nya semakin tidak karuan ketika mengingat ucapan dr.Riska yang tak lain adalah Tante nya sendiri, jika Nabil tidak boleh banyak pikiran.

__ADS_1


Tanpa memikirkan apapun lagi Faris langsung menelpon sang istri, perasaan Faris semakin kacau setelah berulangkali dia menghubungi nya, tak kunjung di angkat oleh pujaan hati nya. Pikiran buruk pun langsung membuatnya semakin khawatir.


Karna tak kunjung mendapatkan jawaban dari Nabil, diapun mengalihkan panggilan pada Jane, hanya sekali menghubungi, maka secara otomatis langsung tersambung dengan Jane, anak tunggal Bagaskara ini menarik nafas lega tatkala melihat dari balik layar sang istri sedang melaksanakan solat, matanya beralih pada jam dinding yang sudah menunjukkan puku delapan malam lewat, dia baru ingat perbedaan waktu antara kota nya dengan kota dia tempati sekarang ini berselisih dua jam.


Faris menatap kekasih halalnya dari balik benda persegi di tangan nya, senyuman tak pernah lepas dari bibir Presdir perusahaan "AB" ini.


Kegelisahan yang dia rasakan perlahan mereda, berganti dengan rasa yang membuat dirinya tenang saat melihat wanita nya dengan begitu khusyuk melantunkan bacaan di dalam solat yang dia laksanakan.


...****************...


Sedangkan di seberang, Nabil langsung mengucapkan salam, penutup solat yang dia kerjakan pada raka'at terakhir.


"Assalamualaikum warahmatullah" gumam nya pelan sambil memalingkan wajahnya kanan dan kiri.


Nabil ingin mengangkat kedua tangan nya, seperti biasa dia ingin berdoa kepada sang pencipta. Akan tetapi dia langsung di kejutkan oleh suara Jane.


"Lima panggilan, tiga pesan, satu voice note dari boy untuk, istrinya!"


"Aaaaa," teriak Nabil reflek sambil memegang dadanya.


.


.


.


.


~Bersambung


Gimana sih Babang Faris, tega bener bikin bumil kepikiran dan merasa khawatir, kalau terjadi apa-apa gimana tuh. Hehehe

__ADS_1


Jangan lupa Like komen dan juga Vote ya kakak ku sayang.


Bantu dukung juga dengan bintang dan juga hadiah sebanyak-banyak.


__ADS_2