Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Mual.


__ADS_3

Semuanya, ku ucapkan terimakasih ya sudah mau mendukung dan menemani Nabil melunakkan hati Faris yang bagaikan kesetanan itu. Bagaimana tidak, dia kan takut solat juga tidak suka mendengar orang mengaji, tapi untung sekarang dia sudah sedikit terbiasa karna istri nya pecinta Al-Qur'an.


Kita berdoa bersama-sama yuk, agar Faris segera mendapatkan hidayah nya.


Mendengar sang suami menanyakan sahabat nya, membuat Nabil membulatkan matanya, pasalnya dia lupa jika Mira juga berada di mansion suaminya.


"Astaghfirullah, Mas! Aku sampai melupakan nya!" imbuh Nabil dengan mimik wajah panik.


"Aku tutup dulu ya, Mas! Takutnya Mira sudah lapar." pinta Nabil, Faris hanya mengangguk, sedikit tersenyum, istrinya begitu menggemaskan dengan wajah panik seperti itu.


Nabil langsung bangun yang sedari tadi tidur dengan cara tengkurap, langsung membuka mukena yang masih dia pakai.


Sedangkan di kamar sebelah Mira sudah berjalan ke sana ke mari, di rumah besar bak istana itu dia sedang susah payah menahan lapar, karna memang sekarang sudah jatah makan malam.


"Duh ... Nabil kemana sih, apa dia lupa kalau kita belum makan! Apa dia tidak lapar?" tanya Mira yang ntah pada siapa, tidak mungkin Mira berinisiatif mengajak Nabil untuk makan, meski sahabat nya sudah mengatakan lakukan seperti rumah sendiri, tapi bukan berarti dia bertingkah sesuka hati.


"Tapi, apa Nabil baik-baik saja? Kan tadi dia tengah memikirkan suaminya, atau jangan-jangan-" ujar Mira menduga-duga dengan keahlian Nabil.


Merasa khawatir dengan sahabat baiknya, Mira pun memilih untuk keluar dari dalam kamar dan melihat Nabil apa baik-baik saja atua tidak.


Tapi, baru dia membuka pintu, saat itupun Nabil tengah mengangkat tangan yang sedikit terkepal, hendak mengetuk pintu.


"Mira!"


"Nabil!"


Panggil mereka secara bersamaan, Nabil hanya terkekeh, namun berbeda dengan Mira, dia langsung menghujam Nabil dengan pertanyaan.


"Apa kamu baik-baik saja? Kenapa kamu tidak keluar dari dalam kamar? Apa terjadi sesuatu." tanya Mira dengan nada khawatir.


Nabil melongo mendengar pertanyaan Mira yang seperti inspektur kepolisian, tapi seketika dia hanya bereaksi cengengesan saat mengingat jika alasannya tidak keluar adalah suaminya.


"Heheh ... Aku tidak apa-apa, Mir! Aku baik-baik saja kok, malah sangat baik," jawab nya dengan senyuman menghiasi bibirnya.


Melihat gelagat Nabil, Mira sedikit paham jika sahabat nya sedang bahagia.


"Kamu kelihatan nya sangat bahagia, apa suamimu.mengabari mu?" tanya Mira menebak.


Dengan malu-malu Nabil mengangguk "Aku baru saja bicara dengan Mas, Faria!" Dia baik-baik saja." jawab Nabil dengan malu-malu.


"What, jadi kalian asik berbicara lewat telpon, dan aku di abaikan sendiri sampai aku hampir setengah mati menahan lapar." gerutu Mira mencibikkan bibir nya.


Nabil yang mendengar ocehan Mira yang hanya terkekeh, diapun langsung memeluk sahabatnya dari samping.

__ADS_1


"Duh ... sahabat ku tambah manis kalau sudah marah, maafkan aku ya, aku benar-benar tidak ingat kamu ada di sini." goda Nabil seraya meminta maaf.


"Wah wah ... Semenjak jadi istri Tuan Bagaskara kamu menjadi wanita yang pandai merayu," ejek Mira sambil menarik hidung Nabil.


"Ih ... Sakit tau," protes Nabil melepaskan diri dari sahabat garang nya.


"Itu hukuman karna kamu telah membuat ku kelaparan." lantai yang hanya ada beberapa kamar, ruangan kerja dan juga ruangan gym kini di penuhi dengan suara gelak tawa dua wanita cantik yang berjalan menuju lift, setelah itu suara keduanya hilang saat kaki mereka melangkah masuk dalam kotak besi itu.


...****************...


Pagi hari yang terang, matahari bersinar cerah, namun tidak secerah hati wanita yang tengah merapikan mukena milik nya.


Hembusan nafas kasar keluar dari mulut wanita tengah hamil muda ini, dia seperti tidak bersemangat.


"Huf ... Aku merindukan mu, Mas!" gumam Nabil lirih sambil duduk di tepi ranjang sambil mengelus perut nya.


Biasanya setiap pagi pandangan yang pertama dia lihat adalah wajah tampan sang suami, dan dia selalu mendapatkan morning kiss juga usapan lembut pada perut yang berisi anak mereka.


Tiba-tiba Nabil merasa perutnya seperti di aduk-aduk dari dalam, membuat nya ingin mengeluarkannya sesuatu.


Hueekkk .... Hueekkk...


Nabil berlari dengan secepat mungkin masuk ke dalam kamar mandi, Nabil berusaha memuntahkan sesuatu yang ingin keluar, akan tetapi tetap tidak bisa.


"Kenapa jadi mual begini ya, padahal sebelumnya aku tidak pernah mengalami nya," bisik Nabil pada diri sendiri.


Dia ingin keluar, akan tetapi belum sempat membuka pintu, rasa mual itu kembali hinggap, sehingga Nabil harus membalikkan tubuhnya lagi dan berusaha keras agar bisa muntah.


Sudah beberapa kali Nabil bolak balik kamar mandi hanya untuk mengeluarkan yang sejal tadi tidak pernah berhasil, saat ini berbaring di atas ranjang king size, Nabil merasa dirinya sudah sangat lemah walaupun hanya untuk melangkah.


...****************...


Sedangkan di seberang, Faris masih menatap laya ponsel di tangan nya, semalam dia tidak bisa tidur karna terus memikirkan sang istri, rasa rindu ingin bertemu membuat nya gelisah, kalau bukan bujukan Diki saat ini mungkin anak tunggal Bagaskara ini sudah berada di samping Nabil dan membawa wanita nya ke dalam dekapan hangat.


"Jika kamu pulang sekarang, kamu harus kembali lagi ke sini untuk mengurus semuanya, itu akan lebih sering membuat mu jauh dengan istri mu." itulah nasehat yang di terima Faris dari Diki.


Sebenarnya dia sudah sangat ingin menelpon kekasih hatinya, akan tetapi mengingat jika di tempat Nabil masih terlalu pagi, dia tau jika wanita nya sedang melaksanakan solat subuh.


Setelah menunggu sekitar setengah jam, dan dia juga sudah siap dengan stelan jas nya, dia langsung menghubungi sang istri, karna hatinya semakin tak karuan, gelisah dan khawatir menjadi satu.


Sudah dua kali Faris mencoba menghubungi Nabil, akan tetapi belum di angkat oleh wanita nya.


Hingga dia mencoba yang ketiga kalinya, dan Faris menarik nafas lega, karna Nabil akhirnya menjawab panggilan video dari nya.

__ADS_1


Cup...


Yang pertama kali Faris lakukan adalah mencium layar ponsel yang terdapat wajah pucat sang istri.


"Pagi sayang ... Apa kamu baik-baik saja? Kenapa wajahmu sangat pucat?" tanya Faris begitu khawatir saat menyadari wajah sang istri yang terlihat lesu dan juga pucat.


"Assalamualaikum, Mas!" celetuk Nabil membuat Faris mati kutu untuk sesaat.


"Waalaikumsalam, bidadari ku," jawab Faris sambil tercengir.


"Sayang ... Katakan padaku, apa yang terjadi? Kenapa kamu terlihat sangat lemah?" tanya Faris lagi, karna belum mendapatkan jawaban.


"Aku tidak apa-apa, Mas! Hanya tadi merasakan sedikit mual!" jawab Nabil tanpa menyembunyikan apapun.


"Apa! Kenapa bisa seperti itu? Bukan kah selama ini kamu tidak pernah mengalami nya?" tanya Faris lagi, sebagai suami yang tau keadaan sang istri seperti itu pasti sangat merasa khawatir, terlebih wanita pujaan nya sedang mengandung darah daging nya.


"Aku juga tidak tau, Mas! Tapi sekarang sudah merasa nyaman dan tidak mual lagi!" jelas Nabil lagi, memang benar yang dia katakan setelah melihat sang suami, Nabil tidak merasakan mual lagi, dan tubuhnya kembali fit lagi.


"Setelah melihat ku?" tanya Faris seraya menaikkan sebelah alisnya, dan di balas anggukan oleh.


"Coba arahkan kamera pada perut mu," pinta Faris, dan Nabil langsung melakukan nya.


Cup...


"Anak ku, kalian baik-baik ya di sana, jangan nyusahin Ummi, kasian Ummi jadi lemas seperti itu," ucap Faris tepat di depan perut sang istri.


Nabil yang melihat nya hanya tersenyum senang, biasanya Faris berbisik langsung di hadapannya dan dengan lembut dai mengusap kepala lelaki nya itu. Tapi saat ini harus dia tahan, karna sang suami sedang bekerja.


"Sayang...." panggil Faris, Nabil mengarahkan kamera kembali kepada nya.


"Aku akan pulang sekarang, aku tidak bisa melihat mu sakit seperti ini!"


.


.


.


.


.


~Bersambung.

__ADS_1


Nah loh, urusan nya belum selesai masak mau pulang saja Abi Faris ini, heheh.


__ADS_2