Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Musim pelakor.


__ADS_3

Malam hari, selesai solat dan mengaji bersama, Nabil memilih untuk menonton sambil menunggu sang suami yang tengah berjuang memasak untuk makan malam nya.


Awalnya Nabil menolak, tapi Faris kekeh memaksa agar Nabil hanya duduk santai menunggu dirinya siap memasak.


Ini memang bukan pertama kalinya, awalnya Nabil yang ngidam ingin memakan masakan sang suami, tapi gagal. Karena Faris memang tidak pernah menginjakkan di dapur untuk memasak.


Akan tetapi karna tekad yang besar, akhirnya Faris berhasil memasak nasi goreng beserta ayam goreng untuk bumilnya.


Malam ini dia mengatakan ingin memanjakan istri nya karena tengah mengandung dua dua benihnya.


Nabil memilih channel yang menayangkan tentang pelakor yang menggoda suami orang, sedangkan istri nya hanya bisa menangis saat melihat mereka dengan terang-terangan bermesraan di rumah mereka.


Sesekali Nabil mengepalkan tangannya karna merasa geram akan pelakor yang tidak tau salah sendiri.


"Dih, sudah ngambil suami orang malah ngatain istri nya lagi, geram aku," gerutu Nabil sendiri.


"Kalau aku jadi istri nya, aku tidak akan menangis, akan tetapi memberi pelajaran pada mereka, sungguh aku merasa sangat kesal!" lanjut Nabil lagi.


"Seperti nya ini memang tengah musim pelakor deh."


"Musim apanya, sayang?" tanya Faris tiba-tiba datang dengan membawa satu piring nasi goreng dan segelas air putih, langsung duduk di sebelah sang istri.


Cup...


Tidak lupa satu ciuman di bibir ranum Nabil yang terlihat mengerucut.


"Kenapa? Kok kamu terlihat kesal?" tanya Faris tidak mengerti, pasalnya tadi istrinya baik-baik saja.


"Apa aku kelamaan ya masak nya?" lanjut Faris dalam hati.


"Ini, Mas! Aku kesel loh sama ini film, masak suaminya selingkuh di depan istrinya, di rumah nya lagi, kan nggak ada etika tuh lelaki, euh ... Kok aku jadi geram ya." Nabil berceloteh menceritakan pada Faris apa yang dia lihat.


Faris mengangkat alisnya, kemudian melihat pada tayangan televisi yang sedang di tonton oleh istrinya.


"Kamu marah karna film?" tanya Faris yang merasa heran.


"Iya, Mas! Aku kesel sama laki-laki dan wanita pelakor itu, kok bisa-bisanya nya seperti itu, kalau aku jadi istrinya, aku tidak akan diam dan menangis, tapi akan ku beri mereka pelajaran!" jawab Nabil tampa mengalihkan pandangannya.


Faris terkekeh kemudian menarik tubuh sang istri ke dalam pelukannya. Faris berpikir jika Nabil terlalu sensitif karna tengah mengandung.


"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Faris lagi.

__ADS_1


Seketika Nabil menoleh pada Faris dengan tatapan tajam.


"Kenapa Mas bertanya seperti itu?" tanya Nabil mengintimidasi.


Glek...


Faris menelan kasar ludah nya, kenapa Nabil terlihat sangat garang.


"Aku kan cuma bertanya, sayang!" jawab Faris kikuk.


"Aku tidak akan melakukan banyak hal, hanya membuat mereka tidak bisa bersama lagi, dan caranya hanya aku yang tau!" jawab Nabil dengan yakin.


Faris lagi-lagi tertegun melihat ekspresi wajah Nabil yang terlihat sangat serius.


"Kenapa dia sangat menyeramkan saat sedang seperti ini, apa semua wanita sangat sensitif jika menyangkut pelakor? Tapikan, aku tidak berminat menduakan dirinya," batin Faris.


"Hehe ... Ya sudah, kita makan dulu ya! Jangan keseringan melihat film seperti itu, kamu lagi hamil loh, nanti anak kita ngikut apa yang kamu lihat nanti!" ujar Faris, dia langsung mematikan tv nya.


"Nauzubillah, jauhkan lah ya Allah!" gumam Nabil, dia sampai bergidik ngeri membayangkan nya.


"Makanya, jangan sering-sering ya!" tukas Faris lembut, Nabil hanya mengangguk.


"Aku suapi ya!" Dengan cekatan Faris menyuapi bumil yang sangat dia sayangi ini.


"Memang ya, diam bukan berarti takut, diam bukan berarti lemah." lanjut Faris lagi.


Nabil dan Faris menghabiskan makan malam satu piring berdua, hal yang memang selalu mereka lakukan.


...****************...


Pukul delapan kurang lima belas, Faris sudah berangkat ke kantor, dia harus berangkat pagi karna ada rapat penting di kantor miliknya.


Sekarang ini di dalam ruangan rapat, semua karyawan nya juga sudah berada di sana, termasuk beberapa pemegang saham di kantor nya.


"Bagaimana dengan gelang canggih itu?" tanya Faris pada karyawan nya yang memang ikut rapat untuk mempresentasikan kembali gelang rancangan Faris pada seluruh pemegang saham.


"Seperti yang sudah bapak jelaskan dulu, jika gelang ini mempunyai banyak fungsi, bisa mendeteksi jantung sendiri, pasangan, perasaan dan keadaan pasangan kita yang memakai nya. Dan sekarang gelang ini menjadi lebih spesial karna di tambahkan satu kegunaan lagi, yaitu membantu mengontrol detak jantung sendiri dan bagus untuk kesehatan, jadi jika orang yang mempunyai riwayat penyakit jantung, dia langsung bisa mengontrol nya agar tidak kambuh," jelas satu karyawan wanita.


"Baik, bagaimana penjualan nya?" tanya Faris lagi.


"Penjualan gelang ini sangat meningkat, terlebih sekarang bukan hanya dari kalangan remaja, akab tetapi setelah di promosikan berguna juga untuk kesehatan, banyak dari kalangan orang tua juga yang membelinya." jelas wanita itu lagi.

__ADS_1


Semua orang yang ada di sana hanya mengangguk paham, mereka pun kembali rapat selama dua jam lamanya.


...****************...


Sedangkan di rumah, Nabil tengah baru selesai menyiapkan makan siang untuk di antar kan ke kantor sang suami. Dan sekarang dia tengah berada di dalam lift, setelah mandi dan bersiap-siap, Nabil akan berangkat ke kantor sang suami.


Nabil terlihat sangat riang gembira, ibu hamil ini berjalan sambil bersolawat, mengambil kotak makan yang sudah dia siapkan, kakinya langsung melangkah keluar dari rumah.


"Pak, ke kantor, Mas Faris ya!" ucap Nabil, dia langsung masuk ke dalam mobil saat supir mengangguk dan membukakan pintu untuk dirinya.


Sekitar 40 menit, Nabil sampai di kantor milik suaminya, dengan masih bersolawat Nabil melangkah masuk ke loby kantor.


Dengan ramah dia menyapa semua karyawan yang dia lewati, hingga dia masuk ke dalam lift.


Senyuman masih terus menghiasi bibir di balik niqab nya, tiba-tiba terdengar suara gelang yang bulan lalu Faris pakaikan untuk dirinya, sepasang dengan Faris.


"Kenapa aku melihat detak jantung Mas Faris berdegup lebih cepat?" tanya Nabil pada dirinya sendiri saat melihat gelang yang berbunyi karna debaran jantung dari pasangannya di luar kata normal.


"Ah aku matiin aja sementara, supaya akan menjadi kejutan," gumam Nabil, dia sengaja mematikan fungsi gelang tersebut, agar suaminya tidak tau jika dia berada di kantor saat ini.


Ting...


Pintu lift terbuka, Nabil kembali mengayunkan langkah kakinya, dengan senyuman merekah dia meraih gagang pintu, saat ingin mendorong, tiba-tiba dia mendengar suara aneh dalam ruangan suaminya.


Nabil memberanikan diri mengintip dari pintu yang dia dorong sedikit. Seketika matanya memerah, jantung nya berdetak dua kali lebih cepat, lutut nya terasa lemah tidak berdaya saat melihat seorang wanita duduk di hadapan suaminya tengah mengeluarkan suara aneh yang membuat gendang pendengaran Nabil sakit.


Brakkkk


.


.


.


.


.


~Bersambung.


Loh ... Kok jadi gini ya? Duh ... Aku deg degan ini, dengan apa yang di lakukan Faris! Xixixixi

__ADS_1


Jangan lupa Like komen dan juga Vote kakak ku sayang.


Bantu dukung juga dengan bintang dan hadiah sebanyak-banyak nya.


__ADS_2