
...Empat hal yang membuat kesombongan hadir di dalam hati....
...Karna bertambah nya harta, bertambah kedudukan, bertambahnya ilmu dan bertambah ketaatannya....
...****************...
Saat setelah suami dan anaknya berangkat, ummi Fatimah mengajak bi ijah pergi ke rumah sakit, tapi dia sudah meminta izin kepada abi Nabil untuk mengambil obat.
Mulanya Abi kekeh ingin mengantar Fatimah, namun ibu satu anak ini menolak, dia bilang akan baik-baik saja karna dia hanya pergi sebentar.
Rasa lemah yang dia tunjukkan di depan suami dan anak, ternyata menyimpan rasa sakit yang luar biasa, namun ummi Fatimah tidak pernah bercerita, bukan ingin menyembunyikan akan tetapi wanita yang berpakaian tertutup ini tidak ingin merepotkan anak dan juga suaminya.
Ummi pergi dengan taksi bersama bi ijah, diapun langsung ke ruangan dokter Rona yang sudah membuat janji dengan nya.
"Assalamualaikum...!" ucap ummi saat membuka pintu ruangan Dokter Rona.
"Waalaikum salam!" dokter itu tersenyum, dan mempersilahkan ummi untuk duduk di kursi di hadapan nya, bi ijah pun duduk di sebelah ummi.
"Bersama ibu Fatimah?" tanya Dokter muda dan juga cantik itu.
"Iya Dok, saya Fatimah!" jawab ummi tersenyum di balik cadarnya.
"Apa yang bisa saya bantu Bu, apa apa yang mengganjal atau sakit yang ibu rasakan?" tanya Dokter Rona kepada sang Ummi.
"Seperti yang saya katakan semalam Dok, saya mengalami sakit tepat di tempat saya di operasi dulu, sudah beberapa hari ini saya juga mengalami batuk, dan saat batuk rasa sakit nya luar biasa di tempat yang dulu di jahit!" jelas ummi menjawab pertanyaan dokter muda itu.
Beberapa hari lalu, ummi iseng-iseng bertanya ke dokter melalui ponselnya, setelah bertanya beberapa dokter, hanya dengan dokter Rona lah yang membuat ummi tertarik, dan ternyata dokter Rona bekerja di rumah sakit di kota ummi tinggal saat ini.
"Mari kita periksa dulu Bu!" ucap dokter Rona.
"Anda bisa panggil aku ummi Dok!" ujar ummi dengan tersenyum, dia merasa dokter Rona sangat baik dan sopan.
__ADS_1
"Baik Ummi, Silahkan Ummi berbaring!" ujar dok.Rona, dan ummi pun berbaring di atas brangkar untuk di periksa.
Setelah memeriksa nya, ummi dan dokter Rona kembali duduk di kursi yang ada meja di depannya.
"Begini ummi, apa dulu ummi pernah terkena tembakan di sana?" tanya Dokter Rona.
"Iya Dok, saya dulu pernah tertembak di sini, dan ini adalah operasi untuk mengeluarkan peluru dalam perut saya!" jawab Ummi.
Bi Ijah yang mendengar nya langsung kaget, dia tidak pernah tau tentang tembakan pada pemilik rumah tempat dia bekerja.
"Dari hasil pemeriksaan, bekas operasi yang sudah mengering, kini terinfeksi kembali, saat melakukan operasi dulu mereka tidak habis membersihkan darah, hingga darah tersebut membeku, dan ini lah yang membuat Ummi merasa sakit!" jelas Dok.Rona, ummi Fatimah langsung membekap mulut nya sendiri, bi Ijah hanya mengelus punggung nyonya nya itu.
"Lalu apa yang harus saya lakukan Dok?" tanya ummi lagi masih bersikap tegar.
"Salah satu jalan nya adalah kita harus kembali melakukan operasi agar darah nya tidak semakin membeku!" ujar Dok.Rona.
Lagi-lagi ummi merasa begitu syok, dia tidak menyangka penyakit nya akan seserius ini.
"Untuk masalah ini hanya Opera satu-satunya nya cara!" jawab Dok.Rona.
"Apa itu akan beresiko?" tanya bi ijah lagi, ummi hanya diam, mendengarkan semua nya.
"Untuk itu belum bisa di pastikan, karna jika terjadi pendarahan saat melakukan operasi, maka itu akan sedikit kemungkinan Ummi akan selamat!" jelas Dok.Rona dengan nada sedih.
"Izinkan saya memikirkan dan memberitahu kepada anak dan suami saya!" pinta ummi.
"Baik Ummi, untuk menghilangkan rasa sakit nya, saya akan menulis beberapa resep obat untuk Ummi!"
Setelah mereka keluar dari ruangan dokter Rona, ummi terlihat bagaikan orang kehilangan semangat, tatapan nya tampak kosong dan lurus ke depan.
Bi Ijah memperhatikan nya, dia pun merasa cemas atah keadaan nyonya nya itu.
__ADS_1
Setelah menebus obat yang diberikan Dokter Rona, keduanya langsung pulang ke rumah.
...****************...
Di lain tempat...
Karna Nabil hanya mengambil pelajaran cuma hanya dua jam, saat ini dia sudah selesai dan ingin pulang ke rumah.
Setelah melepaskan rindu dengan sahabat nya Mira, Nabil kini berdiri di depan gerbang kampus menunggu jemputan, sedangkan Mira pulang ke pesantren dengan menggunakan mobil bus.
Karna belum terlihat mobil yang akan menjemput dirinya, Nabil melangkah sedikit demi sedikit, karna merasa bosan harus menunggu, terlebih dia sangat merindukan ummi, dengan keadaan sang ummi yang kurang sehat membuat Nabil tidak tega harus meninggalkan nya sendiri.
Belum jauh dia berjalan, tiba-tiba sebuah mobil Ferrari melintasi dirinya, namun mobil tersebut malah berhenti di samping nya.
Nabil mulai was-was, dia sudah menundukkan pandangan nya.
"Mau saya antar kan pulan?"
.
.
.
.
.
~Bersambung
Jangan lupa juga kasih dukungan untuk Faris dan Nabil ya reader ku tersayang.
__ADS_1