
Tiga jam perjalanan, sekarang ini Faris sudah duduk di tepi ranjang dimana sang istri di baringkan.
Faris hanya diam menatap wajah lesu dan pucat sang istri, tangannya tidak pernah lepas menggenggam tangan Nabil dan sebelah nya mengelus dengan lembut perut yang terdapat anak nya dalam rahim wanita nya.
Dia juga merasa bersalah karna dulu tidak meresmikan pernikahan nya, hingga Nabil lah yang sekarang menerima imbasnya.
Dr.Riska yang juga sudah datang ke rumah keponakan nya menepuk lembut pundak Faris, setelah dia mengetahui tentang berita dan keadaan Nabil, dr.Riska langsung datang untuk memeriksa keadaan keponakan menantunya.
Mira juga masih berdiri di sana, sedangkan Diki langsung di suruh Faris untuk menyelidiki orang yang telah berani menyebarkan isu tentang dirinya.
Sebenarnya Faris masih ada urusan di luar kota, dia ingin mengetahui orang yang menyuruh karyawan nya berbuat curang, akan tetapi saat mengetahui jika sang istri tidak sadarkan diri, membuat nya tidak bisa berpikir lagi selain menemui sang istri.
"Kapan dia akan sadar, kenapa sedari tadi belum bergerak sama sekali?" tanya Faris begitu panik.
"Tenang, Faris! Sudah Tante katakan Nabil dan anaknya baik-baik saja, mungkin karena sangat shock hingga membuat otaknya bekerja sedikit lambat!" ujar dr.Riska menjelaskan pada keponakan nya.
"Tapi kapan dia akan sadar?" pertanyaan yang sama terucap dari bibir Faris, anak tunggal Baskara ini belum merasa tenang jika sang istri belum membuka mata.
"Kita tunggu sebentar lagi." imbuh dr.Riska.
Faris menarik nafas panjang kemudian menghembuskan nya "Bisa tinggalkan aku dan istriku?" tanya Faris tanpa menatap wajah sang tante juga Mira, tatapan nya hanya tertuju pada Nabil, Dr.Riska mengangguk, dan mengajak Mira untuk keluar.
Faris mencium tangan sang istri sambil memejamkan matanya, Tanpa sadar Faris menjatuhkan air mata, setelah mendengar penjelasan dari tantenya juga cerita dari Mira yang di alami sang istri, membuat hatinya terasa tercubit, karna dia tidak ada di saat kekasih hatinya di hujat oleh banyak orang.
Dia sengaja menyuruh dr.Riska dan Mira keluar dari kamarnya, karna Faris tidak ingin jika mereka melihat dirinya menangis, bagaimana pun Faris tidak mau terlihat lemah di hadapan orang lain.
"Maafkan aku sayang ... Aku mohon, bangun lah!" lirih Faris berbisik di telinga sang istri.
__ADS_1
"Sayang ... Bantu Ummi sadar, Nak! Abi tidak sanggup melihat nya seperti ini," lanjut Faris lagi berbicara dengan janin di dalam perut sang istri.
"Maaf kan, Abi! karna tidak bisa menjaga kalian dengan baik," sambung Faris lagi masih menyalahkan dirinya sendiri.
Perlahan Faris merasakan jemari sang istri yang berada di tangan nya memberi gerakan, Faris menghapus air matanya dengan begitu kasar, matanya beralih pada mata Nabil yang mulai mengerjap dan perlahan mulai terbuka.
"Ma--Mas Faris!" yang pertama kali terucap saat dia membuka mata dengan suara serak, antara percaya dengan tidak melihat suami tercinta sekarang berada di hadapannya dengan wajah di basahi air mata.
Tangan nya terangkat ingin mengelus wajah Faris, agar dia semakin yakin jika prianya memang nyata di hadapannya sekarang ini.
"I--ini beneran kamu, Mas?" tanya Nabil dengan lirih, air matanya seketika keluar begitu saja.
Sedangkan Faris mengangguk, langsung memeluk tubuh sang istri, hatinya semakin sakit melihat Nabil yang sepertinya sangat terpukul.
"Maafkan aku, sayang! Maaf, maaf!" pinta Faris berulang kali, masih memeluk tubuh bergetar sang istri.
"Mereka, Mas! Mereka mengatakan jika anak kita...!" ucap Nabil sambil terisak, dia mengingat kembali ucapan orang-orang yang mengatakan dia sebagai sugar baby.
Faris menggeleng sambil terus memeluk sang istri semakin erat "Maaf kan aku, karna tidak ada di saat kamu butuhkan, maafkan aku karna kesalahan ku kamu harus menanggung nya!" pinta Faris lagi, dia benar-benar sangat merasa bersalah.
"Jangan tinggalkan aku, Mas! Aku takut jika mereka datang lagi, aku tidak ingin anak ku di anggap anak di luar nikah."
Duarrrrr
Bagaikan ledakan keras dalam hari Faris saat mendengar penuturan wanita nya, andai dia tidak egois dulu dan meresmikan pernikahan nya, istri dan anak nya tidak akan mengalami hal seperti ini.
Faris melepaskan pelukan nya, dia menatap dalan wajah belahan jiwanya, kedua ibu jarinya mengusap lembut pipi basah Nabil.
__ADS_1
Faris meletakkan keningnya pada kening sang istri "Aku berjanji pada mu sayang, aku akan membuat mulut mereka semua bungkam, dan membersihkan namamu, hingga tidak ada yang berani mengatakan hal itu lagi padamu dan juga anak kita kelak!" ucap Faris sambil menggelatukkan giginya.
Nabil tidak bisa berkata-kata, perasaan nya masih sangat shock, mental ibu hamil ini benar-benar sangat terpukul.
Faris kembali memeluk sang istri, dia terus memberikan kehangatan agar sang istri merasa tenang, melihat keadaan Nabil yang sangat memprihatinkan membuat sudut hatinya juga ikut ter iris.
"Tunggu sebentar lagi, sayang! Aku berjanji akan membuat perhitungan dengan orang yang telah menyebarkan isu murahan seperti ini" batin Faris menjerit.
.
.
.
.
~Bersambung.
...Halo kakak ku tersayang, Kali ini aku ingin mengadakan kuis nih, siap-siap ya. Dua pemenang pertama yang menjawab dengan benar akan mendapatkan pulsa masing-masing 50.000....
...Ingat, dua orang yang pertama menjawab dengan benar....
...Pertanyaan nya adalah, siapa yang menyebarkan gosip tentang Nabil menjadi sugar baby, dan siapa sebenarnya orang yang memotret mereka secara diam-diam? Berikan juga alasan nya, agar memperkuat jawaban yang kalian berikan....
...Hanya itu, pemenang nya aku umum kan setelah pelakunya terungkap ya kakak ku sayang....
Ayo beri dukungan sebanyak-banyak nya, supaya aku tambah semangat lagi.
__ADS_1