Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Faris yang menyebalkan.


__ADS_3

Siang hari...


Sebuah mobil sport berwarna hitam mengkilap sudah terparkir di halaman kampus, mereka yang tak lain adalah Faris dan asisten nya Diki.


Sedari tadi di terus celingak-celinguk melihat ke luar mencari incaran nya.


"Kemana wanita aneh itu, kenapa di belum keluar!" keluh Faris yang sudah agak lama menunggu Nabil keluar.


"Diki, apa kamu merasa kalau kita seperti orang bodoh di sini!" ujar Faris.


"Akhirnya sadar juga nih orang kalau kita sedang seperti orang bodoh, untung bos kalau bukan sudah aku tinggalin di sini!" batin Diki, dia merasa sangat kesal dengan tingkah Faris yang menurutnya sangat berlebihan.


"Diki, kenapa kamu sangat jarang menyahuti ucapan ku hah!" bentak Faris, namun lagi-lagi Diki tidak menjawab, karna mata nya fokus menatap seseorang yang melewati mobil mereka.


Merasa kesal, Faris langsung mencekik Diki dari arah belakang.


"Tu-tuan apa yang anda lakukan?" tnya Diki dengan suara tertahan.


"Kamu sudah berani mengabaikan perkataan ku!" jawab Faris dingin.


Bukan nya berusaha melepaskan, dia malah berusaha menunjukkan apa yang di lihatnya.


"Tu-tuan, coba lihat di depan!" ujar Diki lagi dengan menunjuk ke arah depan.


Faris pun melihat instruksi yang diberikan Diki, dia mengikuti arah tangan Diki.


"Kamu kira aku tidak tau membedakan mana wanita aneh itu dan wanita aneh ini!" hardik Faris semakin mengeratkan tangan nya di leher Diki.


"Bu-bukan kah dia itu sahabatnya wanita itu, ki-kita bisa bertanya pada nya!" ujar Daki dengan terbata-bata.

__ADS_1


Faris memikirkan ucapan Diki, dan dengan cepat dia melepaskan tangan nya dari leher Diki dan kembali merapikan jas nya.


"Kenapa kamu tidak bilang dari tadi!" celetuk Faria yang kembali duduk tenang.


"Gimana mau memberitahu jika kau mencekik ku!" batin Diki lagi terus menjerit.


"Sekarang kamu turun, dan tanyakan pada wanita itu kemana wanita aneh, kenapa dia tidak kelihatan!" perintah Faris dengan nada dingin, membuat Davvien langsung mengangguk pasrah.


Diki keluar, dia sedikit berlari untuk bisa mengejar wanita yang sudah agak jauh dengan dirinya.


"Nona tunggu!" panggil Diki.


Wanita tersebut yang taj lain adalah Mira tidak menghiraukan panggilan Diki, karna dia pikir bukan dirinya yang di panggil.


"Nona, tunggu..!" Diki kembali berteriak, hingga saat dia berada tepat di belakang Mira dengan nafas tersengal-sengal, barulah Mira membalikkan badannya.


Mira berhenti dan membalikkan badannya.


"Iya Nona!"


"Maaf, apa kita kenal?" tanya Mira lagi yang merasa waspada.


"Kita memang tidak saling mengenal, tapi bisa kah anda memberitahukan ku kemana sahabat mu itu!" tanya Diki sudah berdiri tegap dan mengintimidasi Mira.


"Untuk apa anda menanyakan sahabat saya, memang kalian saling kenal!" bukan nya menjawab, Mira malah balik bertanya.


"Iya, kami mengenal nya! bos saya ingin menemui nya, ada urusan yang penting!" ujar Diki yang kewalahan menjawab pertanyaan wanita di hadapan nya.


"Oh... tapi maaf, saya tidak tau!" ucap Mira lagi langsung meninggalkan Diki di sana.

__ADS_1


Diki merasa marah, diapun menjambak kasar rambutnya.


Tiba di mobil, Diki masuk dengan wajah terlihat kesal.


"Apa dia mengatakan dimana temannya yang aneh itu?" tanya Faris, Diki hanya menggeleng.


"Dasar tidak berguna!" hardik Faris kepada Diki.


"Sekarang cepat cari tau di mana wanita itu berada!" lanjut nya, membuat Diki terpaksa harus mengambil tablet canggih nya.


"Dalam 15 menit, kamu harus memberikan ku kabarnya!" ucap Davvien yang berlagak tidak mau tau.


Dengan keterpaksaan, Diki langsung berkutat dengan tablet di tangan nya.


"Informasi nya sangat susah untuk dapatkan Tuan, tapi aku mendapatkan alamat rumahnya, seperti nya Nona ini sudah pulang dari pesantren nya!" celetuk Diki setelah 10 menit mengotak-atik barang di tangan nya.


Ini lah yang membuat Faris bangga kepada Diki, cara kerja Diki yang cepat, dan juga kepintaran yang di miliki oleh asisten pribadi nya itu.


"Aku mau kamu menyelidiki ke rumah nya Diki!".


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


~Bersambung


__ADS_2