
Lima tahun sudah berlalu ... Di sebuah tempat wisatawan di Swiss, terdengar anak kecil menyebut nama Ummi nya begitu nyaring.
"Ummi ... Adek mau es krim itu," teriak anak yang meminta es krim di salah satu cafe yang terkenal di sana.
"Tunggu, Nak! Kita pergi sama-sama." jawab wanita bercadar yang baru saja berfoto dengan suami tercinta nya.
Keluarga kecil yang tampak bahagia, tak lain adalah keluarga Bagaskara, Faris mengajak anak dan istri nya untuk berlibur ke Swiss yang terkenal banyak tempat wisata itu.
"Khanza, jangan lari-lari, Kak Kek, pegang adek nya, Nak, tunggu Ummi dan Abi." ujar Faris pada anaknya. Dia langsung menggandeng tangan sang istri dan kemudian menghampiri anak-anak nya yang berdiri sedikit jauh dengan mereka.
Faris menggandeng tangan si mungil Khanza, sementara Nabil memegang tangan Kenzo.
Mereka berempat terlihat sangat bahagia, terkadang mereka tertawa lebar saat si kecil Khanza berceloteh dengan riang nya.
Meski sudah memiliki anak, namun tidak mengurangi keromantisan Faris dan Nabil, bahkan sampai sekarang makan saja Faris masih sering menguapi Nabil, begitupun sebaliknya.
"Ummi, setelah ini kita mau kemana lagi?" tanya Kenzo pada Ummi nya tercinta.
"Setelah ini kita pulang dulu, sudah sore juga, kita belum solat asar kan, besok kita teruskan lagi jalan-jalan nya." jawab Nabil dengan begitu lembut. Dia memang tidak pernah memarahi kedua anaknya, Nabil mendidik mereka benar-benar dengan cara yang lembut.
"Yah ... Tapi adek mau jalan-jalan lagi," celoteh Khanza dengan wajah di buat manyun, membuat Faris dan Nabil gemas.
"Nak ... Jalan-jalan bisa kita teruskan besok, ini sudah sore, benar kata Ummi, kita belum solat asar. Sebagai umat Islam kita harus apa?" tanya Faris mengandung nasehat untuk anak nya.
"Solat!" jawab Khanza spontan.
"Pinter ... Jadi kita harus segera pulang dan solat, kalau kita tinggalkan solat maka apa?"
"Allah akan mahah!" jawab Khanza lagi, Nabil begitu gemas mendengar ucapan anak perempuan nya yang belum cukup fasih dalam berbicara.
"Anak pintar!" Faris dan Nabil memang sudah mengajarkan solat kepada anak nya, meski belum sempurna dalam gerakan maupun bacaan, tapi si kembar itu tidak pernah meninggalkan solat, walaupun subuh sekalipun. Bahkan terkadang mereka yang membangun Nabil dan Faris untuk solat subuh berjamaah.
Selesai makan es krim, mereka berempat pulang ke hotel yang di sewakan Faris.
__ADS_1
Sampai di hotel, mereka langsung solat dengan Faris sebagai imam. Terlihat si kembar sangat menggemaskan dengan Kenzo menggunakan baju muslim anak-anak lengkap dengan topinya, dan juga Khanza dengan mukena kecilnya, membuat wajah nya terlihat sangat imut.
Malam hari, Nabil sedang menidurkan di kembar, mereka tidur dalam satu kamar berempat.
"Ummi, adek kalau besal nanti tidak mau pakek kayak Ummi, pasti gelah banget!" celoteh Khanza yang selalu mengatakan tidak ingin berniqab sepeda Nabil.
"Hei ... Tidak boleh seperti itu, Ummi sangat cantik makanya Ummi menjaga kecantikan nya hanya untuk Abi seorang," timpal Kenzo, dia memang sangat bijak dalam berbicara.
"Kakak suka wanita yang berpakaian seperti Ummi, nanti kalau Kaka sudah besal, Kakak ingin punya istri sama seperti Ummi." lanjut nya lagi membuat Nabil terkekeh geli mendengar nya.
Nabil memang tidak memaksa anaknya untuk jadi seperti dirinya, dia ingin Khanza sendiri yang menginginkan nya.
Faris yang sedang duduk di balkon masih bisa mendengar suara tawa dari istri dan anak-anaknya. Dia menengadah kan wajah nya ke langit, senyuman bahagia selalu menghiasi bibirnya. Dia benar-benar sangat bersyukur.
Di berikan istri yang soleha, baik, lembut, pengertian, dan di karuniai sepasang anak kembar yang begitu cantik dan tampan.
Terkadang Faris memikirkan jika dia harus bersyukur atas taruhan yang mereka sepakati, karna dengan taruhan tersebut, Faris mendapatkan istri yang akan menjadi kunci surga nya kelak.
Akan tetapi itu di tepis karena sadar akan kesalahannya, dia tidak ingin mengecewakan Nabil, Faris tau bagaimana rasanya di jadikan taruhan, pasti sangat menyakitkan.
Benar saja, wanita berniqab ini membawakan selimut di tangan nya, kemudian dia langsung menyelimuti sang suami yang hanya menggunakan celana pendek dan kaos oblong.
"Apa anak-anak sudah tidur?" tanya Faris, dia pasrah saja dengan perlakuan Nabil, istri nya itu memang bisa mengatur segalanya, bahkan hal terkecil pun yang sering dia abaikan.
"Sudah, Mas!"
"Tadi bahas apa, aku dengar mereka tertawa lepas?"
"Biasa, Khanza selalu mengatakan tidak ingin menggunakan penutup wajah, dan Kenzo yang menginginkan seorang wanita yang menggunakan niqab."
Faris menarik Nabil dalam pangkuan nya, dia kembali menyelimuti mereka, tanpa malu Nabil langsung merebahkan kepalanya di dada bidang sang suami.
"Sepertinya anak kita berbanding terbalik, Khanza aku lihat sedikit keras, sedangkan Kenzo, dia lembut dan penurut." ucap Faris sambil mengelus kepala sang suami.
__ADS_1
"Sudah tugas orang tua membimbing dan mendidik mereka dengan baik, aku harap Khanza kelak jadi wanita yang tangguh tapi patuh."
"Semoga ya sayang!"
Faris memeluk Nabil dengan begitu erat, di kecup nya beberapa kali puncak kepala sang istri.
"Terimakasih banyak, sayang, sudah hadir dalam hidupku dan membawakan kebahagiaan yang tak terhingga, apa lagi kamu telah memberi dua malaikat untuk menambah kebahagiaan keluarga kita."
"Terimakasih juga, Mas, sudah mau berubah menjadi yang terbaik dan imam yang bertanggung jawab untuk keluarga kecil mu ini. Aku bukan lah apa-apa, karna keinginan mu yang sangat besar untuk berubah, maka Allah mudahkan." mereka sama-sama tersenyum, Nabil kembali menempelkan wajahnya di dada Faris, dapat dia rasakan debaran jantung Faris yang selalu berdetak kencang saat dia berada di samping Faris, Nabil tersenyum, itu tandanya Faris memang masih sangat mencintai dirinya.
...****************...
POV Nabil.
Di dalam surah An-nur AllAh berfirman, jodoh mu adalah cerminan mu, wanita-wanita yang keju untuk lelaki yang keji, wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik pula, laki-laki yang baik, untuk wanita-wanita yang baik pula.
Tapi di saat seorang perempuan yang baik dan beriman, kemudian mendapatkan lelaki yang ingkar dan keji, apa itu artinya Ayat Allah itu bohong? Tentu tidak, semua firman Allah itu kebenaran, tapi Allah tidak mengatakan semua wanita yang baik mendapatkan lelaki yang baik, akan tetapi Allah hanya mengatakan wanita yang baik bersanding dengan laki-laki yang baik.
Itu artinya ada satu wanita bersanding dengan seorang pria yang baik, Firman Allah sudah terbukti.
Jika kamu mendapatkan laki-laki yang tidak patuh dan selalu melakukan perbuatan dosa, maka jangan pernah mengeluh atau menyalahkan Allah SWT, karna mungkin saja Allah menganggap kamu hamba yang iman nya kuat, jadi bisa mengubah kemungkaran pasangan mu menjadi taat kepadanya.
Di saat pasangan kita terus berlabuh dengan maksiat, jangan langsung tinggalkan dia, akan tetapi bersabar lah menuntun nya ke jalan yang benar. Karna hati manusia akan luluh dengan sebuah kesabaran. Sebagaimana air bisa menghancurkan batu, tidak mungkin hati yang lembut tidak akan luluh jika kita selalu mengajaknya pada kebaikan.
Dan untuk para istri-istri, jangan pernah membuka keburukan suami walaupun sedikit saja, demikian sebaiknya, karna Allah akan murka kepada siapa saja yang membuka aib pasangan nya sendiri. Karna pasangan kita adalah pakaian untuk kita, maka jagalah selalu Marwah nya dengan sebaik mungkin.
...~TAMAT~...
...****************...
POV Dedek Author.
Akhirnya karya ini tamat juga, ku ucapkan terimakasih untuk semua dukungan kalian, semoga kalian bisa mengambil manfaat dari cerita ku ini.
__ADS_1
Ambil poin-poin penting nya saja dan juga yang bermanfaat, yang salah nya tinggal kan saja. Yang terutama aku mau bilang, jangan pernah tinggalkan solat, karna itu yang menyempurnakan amalan yang lain nya. Dan ingatlah untuk bersolawat selalu untuk Nabi kita. Karna solawat salah satu amalan yang mudah, tapi mendapatkan pahala yang sangat besar.
Hanya sekian, semoga bermanfaat, dan semoga kita semua menjadi hamba yang senantiasa di rindui surga nya Allah, dan kita di limpahkan rahmat, kebahagiaan dunia akhirat. Salam sayang ku untuk kalian semua 😘😘.