
Mendengar penjelasan Nabil, terlebih saat mendengar isak tangis sang istri, membuat hati kecilnya tersentuh, Faris tidak mengerti, kenapa dia bisa semarah ini, dan kenapa di tidak tega melihat Nabil menangis.
Dengan kasar, Faris menjambak rambutnya, lalu memegang kedua lengan Nabil, kemudian membawa sang istri ke dalam pelukannya.
Dengan memejamkan matanya, Faris mendekap erat tubuh bergetar Nabil.
"Jangan pernah tinggalkan aku, kamu milikku, jangan memancing kemarahan ku, Bil! Karena aku bisa menyakiti mu, aku tidak bisa terima jika milikku di lirik apalagi di sentuh oleh orang lain. Hanya aku, Bil! Hanya aku yang berhak memiliki mu!" ucap Faris dengan begitu lirih.
Sedangkan Nabil, yang tadinya menangis, sekarang malah merasa gugup, yang tadi gemeteran karna menangis, tapi saat ini dia menjadi tegang, karna mendengar semua yang di katakan sang suami, bahkan sekian lama, baru sekarang ini dia mendengar Faris menyebutkan namanya.
"Jika tidak ingin tersakiti, maka menurut lah!" sambung Faris lagi, Nabil hanya mengangguk, dia pun terbawa suasana, ikut memeluk pinggang Faris.
"Maaf, tapi sama sekali aku tidak bermaksud untuk menyakiti, Mas!" pinta Nabil lagi, dia benar-benar merasa takut, saat melihat sikap Faris yang begitu mengerikan jika sudah marah.
Mendengar itu Faris tambah mengeratkan pelukannya, dia sadar, dengan apa yang dia lakukan saat ini, tapi sekarang Faris sudah tidak memikirkan nya lagi, yang jelas dia benar-benar tidak sanggup jika harus kehilangan Nabil.
"Apa mas mau mandi atau makan?" tanya Nabil akhirnya, setelah Faris melepas pelukan mereka.
"Aku mau mandi bareng dan memakan mu saja setelah itu!" jawab Faris santai.
Wajah Nabil langsung merona, tapi dia juga merasa gelisah, pasalnya dia sedang berpuasa. Tapi dia juga paham, jika dirinya harus memberikan jatah kepada sang suami saat dia menginginkan nya, terlebih dia hanya melaksanakan puasa Sunnah.
Karna menurut pemahaman nya, seorang istri yang melaksanakan puasa Sunnah, jika sang suami sudah meminta jatah, maka sang istri wajib mengabulkan nya dan membatalkan puasanya.
Tapi ingat! Ini terkhusus puasa Sunnah ya Reader, buka puasa wajib, jika puasa wajib maka di haramkan melakukan nya.
"Sebenarnya aku sedang berpuasa, tapi karna memang sudah kewajiban ku, maka dengan ikhlas hati aku membuka puasa ku!" ucap Nabil pelan, tapi masih bisa di dengar oleh sang suami.
__ADS_1
"Kenapa aku bisa lupa, padahal kan saat sarapan dia sudah mengatakan nya!" batin Faris, dia ingat, saat bertanya kenapa Nabil tidak sarapan, dan jawaban sang istri karna dia sedang berpuasa.
"Jika memang kamu sedang berpuasa, maka lupakan yang ku katakan, siapkan aku air mandi saja!" celetuk Faris, yang langsung mendapatkan gelengan dari Nabil.
"Tidak, Mas! Sungguh aku berdosa jika tidka memenuhi keinginan mu, karna puasa yang aku lakukan Sunnah, sedangkan melayani mu adalah kewajiban ku, jadi lebih besar pahala ku jika menjalankan yang wajib, meski harus membatalkan yang Sunnah!" ucap Nabil sambil menunduk, sebenarnya dia sangat malu mengatakan itu semua, tapi karna memang itu kebenaran nya, jadi dia memberanikan diri, agar selalu mendapatkan kerizaan dari Allah.
Faris tersenyum simpul, istri nya itu begitu paham masalah agama, dan juga sangat patuh, tanpa berfikir panjang, Faris langsung menggendong Nabil, membawanya masuk ke dalam kamar mandi.
Dengan perlahan dai menurunkan sang istri, tangan nya terangkat untuk merapikan rambut panjang Nabil yang sudah berantakan.
Tanpa aba-aba, tangan Faris langsung menarik tengkuk belakang Nabil, lalu mencium bibi yang sudah menjadi candu bagi seorang Faris.
Tidak beberapa lama ******* bibir sang istri, Faris melepaskan nya, kemudian kepalanya dia letakkan pada dahi Nabil.
"Ini untuk mu berbuka puasa!" ucap Faris, Nabil kembali bersumbu malu, ingin menunduk, tapi Faris menahan nya.
"Jangan pernah menunduk saat di hadapan ku, aku ingin matamu selalu menatap ku, jangan ada rasa takut lagi dalam tatapan mu itu, tatap aku dengan penuh cinta!" kalimat itu lolos begitu saja dari mulut Faris, dia sudah tidak menghiraukan nya lagi, yang dia tau dia hanya berbicara menurut yang di inginkan hatinya.
Cup..
"Rambut indah ini hanya milikku!" ucap Faris mencium rambut hitam dan panjang Nabil.
Cup ... Cup ... Cup...
"Kening, mata, hidup, pipi dan bibir ini milik ku!" lanjut Faris lagi, kemudian ciumannya turun pada leher hingga pada titik sensitif Nabil.
Faris tersenyum lalu kembali berkata "Semuanya milikku, tidak ada yang boleh melirik apa lagi menyentuh nya!" tukas Faris, kemudian dia kembali ******* bibir bervolume Nabil.
__ADS_1
Setelah selesai berciuman, Faris pun mengajak Nabil untuk mandi bersama, ini beneran mandi ya, meski tangan Faris tetap aktif di atas tubuh Nabil, karna dia memilih menuntaskan nya di ranjang.
.
.
.
.
~Bersambung.
Hem... Aku up dua loh, panjang lagi, mana dukungan kalian niðŸ¤.
Jangan lupa Like, komen dan juga vote sebanyak-banyak ya, jika di kasih hadiah aku malah tambah bersyukur.
...****************...
Oh ya, sambil nunggu Nabil up kembali, bagaimana kalau kalian intip karya Emak Liana, author online paling kocak.
Jika kalian ingin terhibur, coba baca karyanya, selalu bikin ngocok perut untuk tertawa.
Seperti karya yang satu ini, nih! Di jamin kalau baca pasti ngakak, dari namanya saja unik banget loh.
Aya Ma, seorang Model terkenal, tapi hidup nya hancur ketika mengalami kecelakaan saat hingga membuat dia buta dan cacat. Terlebih saat sang suami mengkhianati dirinya tepat di samping dia yang sedang tertidur.
__ADS_1
Bagaimana kisah Aya Ma ketika bertemu dengan berondong yang akan menikahi dirinya, karena dia menganggap Aya Ma memberikan keberuntungan, yuk simak kisah nya.
Selamat membaca ya, semoga kalian suka.