Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Pengakuan Cinta.


__ADS_3

Di sebuah Resort ternama di sebuah kota, mobil Lamborghini melesat masuk dan berhenti di tempat parkiran.


Faris tersenyum pada Nabil, lalu melangkahkan kakinya keluar dari dalam mobil, mengitari nya guna untuk membukakan pintu untuk sang istri.


Nabil menerima uluran tangan yang di berikan sang suami, dengan senyuman merekah dari balik cadarnya. Matanya tampak memperhatikan sekitarnya, tempat yang sangat indah juga besar. Akan tetapi, ada yang sedikit yang mengganjal, karna suasana begitu sunyi, tidak ada manusia selain mereka berdua, seharusnya tempat sebagus ini pasti banyak yang berkunjung bukan. Pikir nya.


"Mas, dimana kita? Mengapa di sini begitu sepi?" tanya Nabil yang penasaran.


"Kita berada di tempat dimana hanya ada aku dan kamu saja sayang!" jawab Faris sambil terkekeh.


Nabil masih belum paham "Maksud Mas bagaimana? Masak tempat sebesar dan sebagus ini tidak ada yang mendatangi nya selain kita?" tanya Nabil yang masih tampak bingung.


Faris berhenti, menghela nafasnya panjang "Sayang, aku sengaja menyewa tempat ini untuk kita berdua selama dua hari!" jawab Faris menjelaskan.


Nabil terlihat kaget mendengar jawaban sang suami, sebenarnya sekaya apa suaminya itu hingga uang nya tidak habis-habis.


"Apa, Mas? Mas menyewa tempat ini? Itu pasti bukan harga yang sedikit!" ujar Nabil menduga.


Faris yang merasa gemes langsung menarik hidung sang istri, kenapa istrinya itu sangat berlebihan.


"Dengar kan aku, setelah menikah kita belum pergi bulan madu, jadi aku berencana berbulan madu di sini, walaupun hanya dua hari, karna aku harus bekerja, jika bukan karna itu, maka kita akan menetap di sini selama satu Minggu!" jawab Faris, Nabil yang mendengar nya hanya menggeleng tak percaya.


Faris kembali terkekeh melihat keterkejutan sang istri, lalu dengan lembut pria yang dulu terkesan kejam ini menarik tangan sang istri untuk melangkah masuk.


Tatapan Nabil sungguh terpukau melihat keindahan tempat yang sedang dia pijak, ruangan yang sangat elegan, bernuansa coklat dan juga gold, di tamah lampu yang tergantung begitu banyak pada atap dan juga dinding.


Matanya seolah tak berkedip saat sang suami terus menarik dirinya untuk melangkah kemanapun Faris membawa nya.


Setelah melewati jalan yang lumayan jauh, kini kedua nya sudah sampai pada tempat yang di tuju Faris. Tapi sebelum itu, dia sudah menutup mata sang istri dengan tangan nya.


Perlahan, Faris menarik tangan nya dari kedua mata sang istri, Nabil dengan begitu pelan membuka matanya, dan seketika itupun kedua bola matanya langsung melebar, saat melihat kejutan yang di berikan sang suami.

__ADS_1


"Masya Allah ... Ini semua Mas yang menyiapkan nya?" tanya Nabil dengan begitu takjub.


Satu meja makan bundar dengan dua kursi berhadapan, makanan sudah tersaji di atasnya, di sebelah nya terdapat lampu kelap kelip yang mengelilingi mereka, mata nya pun kini beralih pada kolam renang, di mana begitu banyak lilin di atasnya dengan kelopak bunga mawar.


Saat memperhatikan lilin yang berada di atas air tersebut, semakin jelas, jika semua lilin di dalam kolam renang panjang itu bertuliskan tiga huruf I❤️U.


"Kamu suka sayang?" tanya Faris langsung memeluk Nabil dari belakang.


Mata Nabil langsung berkaca-kaca, merasa terharu juga tersanjung dengan apa yang di lakukan oleh suaminya.


"Ma-Mas, ini benar-benar sangat indah!" ungkap Nabil sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan.


"Ini aku persembahkan untuk mu, sayang!" bisik Faris di telinga sang istri.


Setelah itu, dia membalikkan tubuh Nabil, lalu berjongkok dengan bertumpu pada sebelah kakinya, dari belakang tangannya mengeluarkan setangkai bunga, ntah sejak kapan dia menyimpan nya, lalu di persembahkan untuk wanita nya.


"Sayang, aku adalah seorang lelaki yang mempunyai banyak kesalahan kepada mu, dan aku juga tau sikap ku dulu sangat tidak adil memperlakukan dirimu. Sekarang aku hanya seorang lelaki yang sudah mencintai mu, seorang suami yang telah takut kehilangan istrinya. Jadi ... Mau kah kamu menerima cinta ku dan membalas nya, mau kah kamu hidup bersama ku untuk selamanya sampai maut memisahkan kita, mau kah kamu melupakan semua rasa sakit yang dulu pernah aku gores, dan memberikan kesempatan untuk ku mengukir senyuman indah di bibir mu?" ucap Faris bertanya, masih memegang bunga di tangan nya.


"Bangun, Mas!" Nabil memegang lengan Faris, agar suaminya itu segera bangkit.


"Dari sejak kita menikah, hatiku sudah aku condongkan untuk mu, dari sejak para saksi mengatakan sah, aku sudah memutuskan hanya dirimu yang aku cintai dan selalu aku hormati, dan semua yang terjadi dulu, aku bahkan telah memaafkan kan Mas jauh sebelum mas meminta nya, jadi jangan Mas ungkit lagi yang telah berlalu, karna hanya akan menyisakan rasa sakit, mari kita sama-sama saling memaafkan dan saling menerima!" jawab Nabil dengan keadaan mendongak, tangan nya dengan begitu lembut mengelus rahang sang suami. Lalu, dengan memberanikan diri, Nabil berjinjit kemudian mengecup kening Faris, membuat sang suami memejamkan matanya.


Faris merasa tenang, hatinya ikut menghangat, direngkuhnya tubuh montok sang istri yang sudah sangat menjadi candu bagi nya.


Kini mereka sama-sama hanyut dalam pelukan di tepi kolam renang, dengan di sinari sedikit cahaya dari lilin yang tidak bergerak di dalam air tersebut.


Cukup lama mereka tenggelam dalam pelukan yang menghangatkan, kedua orang nya sama-sama menikmati dengan hati bahagia, meski masih ada terserat rasa takut jika sang istri tau yang sebenarnya, ingin rasanya dia mengatakan nya saat ini, tapi mengingat betapa bahagianya sang istri, membuat nya mengurungkan niatnya, karena tidak ingin merusak momen kebahagiaan dengan keadaan memegang, terlebih Faris yakin, istri nya itu tidak akan pernah tau, karna itu hanya menjadi rahasia dia dan juga para sahabat nya.


Selesai berpelukan, Faris menuntun sang istri untuk duduk pada kursi yang sedari tadi menjadi saksi keromantisan mereka.


"Sayang, tidak ada orang lain di sini selain kita, bolehkan kita makan dengan cara aku menatap wajah mu?" tanya Faris masih berjongkok di hadapan sang istri.

__ADS_1


Nabil dengan malu-malu mengangguk, dia yakin, wajah nya saat ini sudah merona bagaikan udang rebus.


Faris tersenyum, lalu dia bangkit, kemudian berjalan di belakang sang istri, dengan begitu pelan, Faris membuka niqab yang di gunakan Nabil, hingga memperlihatkan wajah cantik sang istri.


Faris lagi-lagi jatuh dalam pesona wajah sempurna Nabil, sebelum dia duduk di kursi miliknya, cucu Adinata ini terlebih dahulu mencium bibir sang istri, yang selalu membuat nya tidak tahan jika melihat nya.


Lumayan lama mereka berciuman, Faris begitu menikmati bibir Nabil yang terasa begitu manis. Dari ciuman lembut hingga ciuman yang menuntut lagi menggairahkan.


Takut lepas kendali, Faris menghentikan ciuman mereka, kemudian meletakkan dahinya tepat di kening sang istri. Dengan nafas tersengal dia mengatakan sesuatu.


"Kita lanjutkan nanti, sekarang kita makan dulu, supaya kita sama-sama bertenaga, karna aku akan meminta jatahku sampai dua belas ronde!" bisik Faris, yang membuat bulu kuduk Nabil bangun.


Faris tersenyum melihat ketakutan pada wajah sang istri "Tenang sayang, aku akan lembut, hingga membuat mu terbuai!" celetuk Faris lagi, kemudian dia bangun untuk duduk pada satu kursi yang kosong.


Keduanya pun langsung menyantap makan malam mereka, sesekali mereka saling melirik, tampak seperti dua insan yang baru di mabuk cinta.


.


.


.


.


.


~Bersambung.


Jangan lupa Like, komen dan vote ya kakak, biar aku tu semangat nulis lagi.


Kalau dukungan kalian menurut, semangat ku juga berkurang, jadi kita kerja sama ya🤭🥰.

__ADS_1


__ADS_2