Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Penculikan.


__ADS_3

Sejak pagi berangkat ke kantor, Faris sudah merasakan hal yang tidak enak menyangkut sang istri. Akan tetapi dia mencoba menepis rasa itu karna kebiasaan nya memang selalu mengkhawatirkan Nabil jika tidak berada di dekatnya.


Akan tetapi seiring jam berputar, perasaan Faris semakin tidak tenang, firasat nya mengatakan jika terjadi seseorang pada istri kesayangan itu.


Faris mencoba menghubungi Nabil melalui ponselnya, akan tetapi sudah berulang kali, akan tetapi tidak di angkat oleh Nabil.


"Kemana kamu sayang." gumam Faris lagi-lagi mencoba untuk menelpon sang istri.


Akan tetapi tetap tidak di angkat, hingga Faris harus menghubungi telpon rumah Bagaskara.


Dan betapa shock nya dia saat mengetahui jika Nabil sudah berangkat ke kantor. Hatinya langsung berdetak tidak karuan, rasa khawatir sekaligus rasa takut berkecamuk dalam hatinya hingga membuat dadanya sesak.


Faris lagi-lagi mencoba menghubungi kontak Nabil yang menunjukkan berdering, akan tetapi tidak di angkat.


"Shhhiit ... Dimana kamu, Bila? Jangan buat aku cemas seperti ini sayang!" gumam Faris lagi, dia melihat gelang di tangan nya. Melihat mungkin saja istri nya tidak jauh dari kantor nya, akan tetapi gelang itu tidak menunjukkan apapun.


"Sial!" tidak berpikir panjang, Faris langsung melebarkan langkah nya keluar dari ruangan, masuk dalam lift langsung memencet tombol lantai satu.


Lift terbuka, Faris kembali berlari, dia tidak menghiraukan para karyawan yang melihat aneh pada dirinya.


Sampai di lobby, Faris juga tidak melihat tanda-tanda mobil Nabil akan datang. Tanpa menunggu lama, Faris langsung menelpon anak buah nya.


"Terbang ke sini, dan biarkan sebagian anak buah mu menjaga bandara di sana, cari tau keberadaan istri ku!" perintah Faris pada Renald yang merupakan ketua Mafia yang dulu juga menangkap Robert.


"Baik, Ris!" jawab Renald yang langsung mengiyakan, Renald dan Faris memang teman baik, kerap kali mereka memang saling membantu saat salah satu dari mereka membutuhkan bantuan.


Faris juga menelpon pasukan bertopeng untuk langsung berangkat kesini dan mencari tau keberadaan sang istri.


Pasukan bertopeng yang tidak ada yang tau selain orang terdekat Faris, bisa di katakan mereka bayangan Faris, mereka akan datang saat Faris membutuhkan mereka.


Setelah itu, Faris langsung menelpon asisten dan anak buah pribadi nya.


"Diki, bisa kita datang ke ruang bawah tanah?"


"Baik!"


Setelah menghubungi semua anggota nya, Faris langsung bergegas masuk ke dalam mobil, meninggalkan kantor untuk mencari keberadaan istri nya yang tengah mengandung anaknya itu.


"Ya Allah ... Cobaan apa lagi ini, dia sedang mengandung, selamat kan dia dan juga anak-anak kami ya, Allah!" lirih Faris berdoa pada sang ilahi.

__ADS_1


...****************...


Sedangkan di perjalanan, Diki dan Mira tengah menuju jalan pulang ke Apartemen, akan tetapi mendengar perintah Faris, Diki tau asa sesuatu hal yang sangat penting, karna Faris tidak akan pergi ke ruang bawah tanah jika bukan ada hal yang mendesak.


"Sayang, aku akan mengantar mu ke rumah Bunda, ya! Faris menelpon, seperti nya dia dalam masalah. Aku harus segera ke sana!" ucap Diki lembut, ingin membuat Mira paham.


"Baik, Kak!" Mira yang paham pun langsung mengiyakan, dia tau jika Diki memang sangat mengabdi di keluarga Bagaskara, karna suaminya sudah menganggap Faris seperti adiknya sendiri.


...****************...


Faris dan Diki sudah sampai di kediaman Bagaskara, mereka langsung bergegas masuk ke dalam ruangan rahasia yang berada khusus di dalam rumah besar tersebut.


"Kenapa kamu memanggil kami ke sini?" tanya Diki dengan begitu serius.


"Nabil, Dik!" jawab Faris lirih.


"Kenapa dengan dia?"


"Dia sudah hampir satu jam berangkat ke kantor, akan tetapi sampai sekarang aku tidak tau dia dimana!"


Diki begitu kaget mendengar penuturan Faris, dari raut wajah bos mereka, Faris terlihat sangat terpukul.


"Sekarang kita harus gunakan ini, cari tau keberadaan nya, aku tidak ingin sampai terjadi apa-apa dengan anak dan juga istri ku!" seru Faris, lelaki tampan masih terbalut jas yang melekat pada tubuh atletis nya langsung menghidupkan layar besar dengan monitor transparan, setelan memasukkan password yang hanya bisa di ketahui oleh Faris, mereka langsung menghubungkan, gelang pada tangan Nabil, GPS yang terpasang di mobil sang istri.


Layar monitor besar yang di gunakan hanya di saat mendesak saja, karna itu di rancang khusus oleh Kakek Bagaskara, dan hanya keluarga dan Diki saja yang mengetahui nya.


"Lihat, Ris! Bukan kah mobilnya berada di kawasan yang sangat jarang di lewati orang?" tanya Diki.


"Benar, Diki! Apa mereka sudah mengganti mobil?"


"Bisa jadi! Dan kamu lihat titik berikut nya, itu gelang yang di pakai Nabil,!"


"Iya, aku rasa gelang nya sengaja di lepas dari tangan istrimu, mungkin saja orang itu tau jika gelang itu bisa terhubung dengan gelang di tangan ku!"


"Aku akan mengirimkan alat pengintaian dari udara, dan akan ku sambung ke GPS yang tertanam di kalung dan cincin istri ku gunakan!"


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya benda canggih itu menunjukkan titik keberadaan Nabil pada layar di hadapan Diki dan Faris.


"Bukan kah itu di ujung kota? Tempat itu hampir menjadi hutan!" ucap Faris menduga, matanya menyipit melihat keberadaan sang istri.

__ADS_1


"Diki, kirimkan tanda titik ini pada Renald, anggota bertopeng dan juga Max, aku akan menyiapkan sesuatu, kita ke sana sekarang!" perintah Faris yang langsung di angguki oleh Diki.


...****************...


Sementara Faris sibuk mencari keberadaan sang istri, Nabil baru saja membuka matanya, sayup-sayup dia melihat ruangan yang tampak begitu kotor, banyak rumput yang sudah menjalar di lantai maupun dinding tempat itu.


Seketika ingatan nya langsung kembali, bagaimana supir yang mengantar nya hari ini ternyata bukan supir yang biasanya.


Saat di perjalanan, Nabil sadar bukan arah menuju kantor sang suami, saat dia ingin protes, sudah ada dua orang dari belakang nya memukul tengkuk belakang lehernya hingga membuat dia tidak ingat apapun lagi.


Nabil langsung melihat pada perut nya, dia takut terjadi apa-apa pada calon anak nya, dan dia masih bersyukur, karna kandungan nya masih ada dan masih terasa tendangan dari kedua anaknya.


Keadaan nya sekarang ini di ikat pada kursi yang di ikat dengan rantai, dan juga di gembok. Di sebelah nya ada dua orang penjaga dengan bertubuh kekar.


"Siapa kalian? Kenapa kalian membawaku ke sini, hah? Lepaskan ku!" pekik Nabil, akan tetapi dua orang itu bagaikan tuli tak mendengar kan ucapan Nabil.


Berulang kali Nabil mencoba untuk bertanya, akan tetapi tidak ada satupun dari mereka yang menjawab. Hingga suara langkah kaki mengalihkan perhatian Nabil.


Seseorang dengan menggunakan pakaian serba hitam dan juga topeng yang menutupi wajahnya berjalan masuk mendekati Nabil.


"Halo, sayang! Kita bertemu lagi!"


"Siapa kamu?"


.


.


.


.


.


~Bersambung.


Kemaren aku iri dengan mereka, tapi sekarang aku kok sedih ya lihat Nabil dalam keadaan hamil besar gitu, aku juga kasihan sama.Faris, huhuhu.


Jangan lupa Like komen dan juga Vote kakak ku sayang.

__ADS_1


__ADS_2