Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Koma


__ADS_3

Sudah satu Minggu Nabil terbaring di atas brankar pasien, ibu dua anak ini masih betah memejamkan mata tanpa mau sadar dan melihat kedua buah hatinya.


Faris sudah tidak tau lagi harus melakukan apa, pikiran nya semakin kacau, dan hatinya tidak tenang, terlebih Abi Zainal masih marah dan terkadang meminta nya untuk meninggalkan sang istri.


Akan tetapi, sekuat tenaga dirinya berusaha bertahan dan menolaknya. Untung nya masih ada Ummi Fatimah sang kakek yang mendukung dirinya.


Dalam satu Minggu terakhir ini Faris hanya menghabiskan waktu nya di rumah sakit, menemani sang istri, mengingat jika sang istri sangat suka mengaji, hampir setiap saat Faris melantunkan ayat suci Al-Quran di samping Nabil, dia ingin wanitanya mendengar saat dia membaca Alquran dan membuka matanya.


Karna sedari dulu, Nabil sangat suka jika Faris membaca Alquran. Bahkan dalam datu Minggu Faris hampir mengkhatamkan nya. Sebagai seorang Abi, tidak lupa juga menjenguk si kembar yang sudah mulai aktif dua-duanya.


Kadang Faris selalu meneteskan air mata saat melihat Ummi Fatimah memberikan susu pada kedua anaknya, kedua bayi mungil itu belum pernah merasakan menyusui langsung pada ummi mereka sendiri.


Faris terlihat benar-benar hancur, meski dia berusaha menutupi nya, akan tetapi semua orang tau keadaan Faris saat ini, penampilan nya yang selalu acak-acakan, rambut memanjang, kumis dan brewok sudah mulai tumbuh dan menebal, kantong mata mulai terlihat, dan wajah nya juga terlihat semakin kurus.


Berulang kali Ummi, Abi dan Diki menyuruh Faris untuk istirahat akan tetapi Abi dari bayi kembar ini selalu menolaknya, seperti sekarang ini, mereka semuanya terus membujuk Faris di dalam ruangan tempat Nabil di rawat.


"Nak, lebih baik kamu pulang dulu, istirahat lah di sana, biar Ummi yang jaga Nabil malam ini!" seru Ummi pada menantunya.


Faris yang tengah membaca Alquran seketika berhenti, setelan menutup dan mencium nya, kemudian dia mendongak melihat sang mertua.


"Aku akan di sini, Ummi! Aku akan menunggu nya bangun, aku yakin dia selalu mendengar di saat aku membacakan Al-Qur'an, aku akan menunggu nya, aku ingin disaat dia membuka mata, aku yang pertama di lihat nya!" tolak Faris, dia berbicara sambil menatap wajah pucat sang istri, yang di tutupi kain tipis karna ada Diki juga di sana.


"Tapi kamu harus bangkit, Ris! Kamu tidak boleh terpuruk seperti ini, kamu juga harus bekerja, aku tidak mau mengurus perusahaan mu lagi!" sarkas Diki, bukan dia tidak prihatin dan tidak mau membantu Faris, akan tetapi dia sengaja mengatakan hal demikian, agar Faris tidak semakin terpuruk.


"Dengar, Nak! Nabil wanita yang kuat, dia pasti akan sadar, meski dokter belum dapat memastikan kapan dia akan sadar, akan tetapi Ummi yakin dia pasti tengah berjuang untuk hidup nya. Jadi kamu juga harus bantu dia dengan doa, dan kamu tidak boleh terpuruk seperti ini,"

__ADS_1


"Lihat keadaan mu, kamu semakin kurus dan juga tak ter urus, jika Nabil tau, pasti akan membuat nya semakin sedih dan juga marah karna kamu mengabaikan kesehatan mu sendiri,"


"Ingat lah, jika kamu sakit, siapa yang mengurus si kembar, siapa yang menunggu Nabil dan mengaji di sebelah nya, kamu harus bangkit Nak demi istri dan anak mu!" jelas ummi panjang lebar, dan seperti biasa, Faris hanya diam dan mendengarkan nya saja.


"Tinggalkan aku dengan istri ku!" hanya itu yang keluar dari mulutnya, membuat para keluarga menghela nafas putus asa.


Setelah seluruh anggota keluar, Faris membuka kain penutup wajah Nabil, kemudian mencium seluruh wajah sang istri.


"Apa kamu tidak ingin bangun hem? apa kamu tidak kasihan melihat suamimu di marahi oleh mereka? Apa begitu betahnya kamu di alam sana, sehingga tidak mau melihat anak dan suami mu yang tak terurus ini. Aku mohon sayang, kembalilah padaku, cepat lah sadar, lihat lah, aku sudah hampir mengkhatamkan Al-Qur'an, aku juga sudah menutup semua usaha haram," Faris berucap dan berbisik di telinga sang istri, dia mengambil tangan Nabil dan mencium nya begitu lama, kemudian dia membawa tangan tak bertenaga itu meraba seluruh wajah nya.


"Lihat lah, ntah seperti apa diriku ini, aku bahkan tidak mengenal diriku selama satu Minggu ini, kamu tidak suka kan aku memanjangkan bulu di wajahku, maka dari itu, cepat bangun dan suruh aku memotongnya!" seru Faris lagi, meski tidak ada air mata, akan tetapi dia benar-benar merasa sedih atas keadaan Nabil saat ini.


Helaan nafas terdengar panjang, kemudian dia bangkit "Baiklah, aku akan pulang, hanya satu malam, besok pagi aku akan ke sini lagi, dan berangkat bekerja, doakan suamimu agar bisa bertahan hidup dalam keadaan seperti ini!" ujar Faris.


Akhirnya Faris mendengarkan apa yang di ucapkan oleh ummi dari istrinya, dia tidak mau egois, mementingkan dirinya sendiri, benar kata Ummi, ada anak-anak nya yang membutuhkan dirinya.


...****************...


Faris duduk di tepi ranjang, dia menghidupkan Jane, dan memutar semua yang berkaitan dengan Nabil, karna Jane bisa menyerap dan merekam setiap aktifitas di dalam kamar tersebut, Faris berbaring sejenak sambil mendengarkan saat Nabil mengaji, bersolawat bahkan saat dia berceloteh, setidaknya itu membuat Faris sedikit mengurangi rasa rindu nya.


...****************...


Faris mengerjapkan matanya, saat merasakan sentuhan lembut di wajahnya, sayup-sayup dia melihat wajah sang Nabil yang semakin jelas tersenyum pada nya.


"Sayang," Panggil Faris sambil mencium tangan Nabil.

__ADS_1


"Sudah cukup, Mas! Aku ingin kamu bangkit dan hidup dengan baik, jaga anak-anak, aku menitipkan mereka padamu, aku yakin kamu akan menjadi Abi yang baik untuk keduanya, aku akan pamit. Satu pesanku, aku tidak mau melihat mu seperti ini, ikhlaskan aku dan Mas harus hidup dengan baik. Aku mencintaimu Mas, aku akab menunggu mu di sana!"


Setelah mengucapkan itu, Nabil seketika langsung pergi tanpa memberikan waktu untuk Faris berbicara.


"Sayang, jangan pergi, jangan tinggalkan aku," ucap Faris lirih.


"Nabil!"


.


.


.


.


.


.


.


.


~Bersambung.

__ADS_1


...Kasian kamu Faris, Nabil mungkin akan meninggalkan mu, kamu harus siap jadi duda anak dua, aku mau kok gantiin Nabil. Wkwkwkwk...


...Jangan lupa Like komen dan juga Vote kakak ku sayang....


__ADS_2