Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Nama untuk baby twins


__ADS_3

Keluarga semuanya ikut bahagia saat mendengar kabar dari dokter jika Nabil sudah sadar, dan sekarang keadaan nya semakin membaik.


Ummi Fatimah, Abi Zainal, Kakek, Mira dan Diki, mereka langsung masuk ke dalam.


"Nak ... Alhamdulillah ya Allah, kamu sudah sadar, Nak!" ucap Ummi sambil mengelus puncak kepala anak nya.


Nabil tersenyum ke arah keluarga nya.


"Alhamdulillah, berkat doa kalian semua!" jawab Nabil dengan wajahnya yang masih pucat.


Kini giliran Abi Zainal, dia mendekati ranjang pasien, tidak mampu berkata-kata, hanya air mata yang keluar, menjelaskan betapa senang nya dia dan merasakan haru yang begitu luar biasa.


"Abi ... Kenapa Abi menangis?" tanya Nabil melihat cairan keluar dari sudut matanya. Tangan nya terangkat mengusapnya.


Abi Zainal mencium tangan Nabil "Abi sangat takut kehilanganmu, Nak!" jawab Abi singkat, membuat senyum mengembang di bibir pucat Nabil.


"Alhamdulillah, Allah masih memberikan kesempatan Nabil untuk bertemu kalian, dan ini juga berkat suami Nabil yang setia menunggu Nabil setiap waktu." tukas Nabil, kini dia beralih menatap Faris yang masih menggenggam erat sebelah tangan nya.


Para keluarga memang mengakui kesetiaan Faris selama ini merawat, termasuk dengan Abi Zainal yang kini sudah menghilangkan rasa kekesalan hatinya setelah melihat betapa hancur nya Faris saat Nabil tidak ada di sampingnya.


"Kamu benar, Nak! Abi memang tidak salah mempercayai mu padanya." timpal Abi Zainal lagi. Sedangkan Faris langsung menatap pada mertuanya yang kini menganggukkan kepala ke arahnya.


Rasa haru dan bahagia kini bertambah berkali-kali lipat. Satu Minggu dirinya mendapatkan tatapan tajam dan cibiran dari mertua laki-laki nya karna ulah nya sendiri, kini dia kembali merasakan tatapan hangat dari Abi istrinya itu.


"Terimakasih, Bi! Faris janji tidak akan mengecewakan Abi lagi!" imbuh Faris.


Semua yang berada di ruangan tersebut merasa sangat bahagia, banyaknya pelajaran yang dapat mereka ambil.


Jangan ragu terhadap ketetapan Allah, dan berharap hanya kepadanya, maka Allah akan kabulkan semua apa yang kamu pinta.


Cinta yang suci dan abadi tidak akan goyah hanya karena mereka tidak saling bertemu dan kekurangan pasangan nya, justru mereka akan menerima dan menjadi penyemangat agar mereka saling melengkapi.


Ketulusan cinta akan dapat di rasakan oleh pasangan nya meski berada dengan jarak yang cukup jauh, dan pun, juga bisa mengubah kebencian menjadi cinta, orang yang marah bisa memaafkan.


"Mas, bolehkan aku melihat si kembar?" tanya Nabil pada sang suami.


"Iya, tapi kamu tunggu di sini dulu, karna mereka sudah bisa di bawa ke ruangan mu." jawab Faris.

__ADS_1


Tak selang beberapa lama, pintu ruangan Nabil terbuka, masuklah dua suster dengan menggendong dua bayi.


Air mata Nabil seketika keluar kembali dengan jantung yang berdetak tak karuan, bagaimana tidak, dia bahkan belum melihat kedua anaknya setelah satu Minggu melahirkan.


"Ini anak nya, Nona! Mereka sudah sangat aktif." ujar suster memberikan adek pada Nabil, sementara kakak di berikan pada Faris.


Tangan Nabil bergetar saat menerima anak perempuan nya, dia memeluk, mencium dengan begitu lama. Sungguh Nabil merasa bahagia dan juga rasa bersalah, karna dia bahkan belum menyusui mereka secara langsung. Di tambah saat mengetahui jika si bungsu lahir secara prematur dan harus di rawat di inkubator selama seminggu.


"Maafkan Ummi, Nak. Ummi tidak bisa memeluk kalian di saat kalian harus berjuang untuk hidup!" pinta Nabil pada anaknya. Bergantian dia menggendong anak laki-laki nya.


"Ini anak kuat dan hebat, sudah mau nemenin dedek nya selama satu Minggu ya!" gumam Nabil lagi, kedua anaknya membuka mata, dan tersenyum pada Nabil, seolah mereka merasakan kenyamanan dalam dekapan sang Ummi.


"Karna kamu sudah sadar, aku akan memberikan nama untuk mereka." ucap Faris tersenyum pada Nabil.


Dalam tangisnya Nabil mengangguk mengiyakan.


"Untuk anak sulung kita aku beri nama Kenzo Adelard Adinata Bagaskara, adek aku berinama Khanza Az-Zahra Adinata Bagaskara." celetuk Faris, semua tersenyum, akhir si kembar mendapatkan nama.


"Abang Kenzo dan adek Khanza. Kalian harus akur ya nak dan melindungi satu sama lain!" gumam Nabil, dia menatap wajah kedua anaknya, yang sangat imut, cantik dan tampan dengan pipi chubby yang semakin membuat nya gemas.


"Apa aku boleh menyusui kedua baby K?" tanya Nabil. Diki, Mira dan yang lainnya mengangguk. Mereka yang paham langsung keluar dari dalam ruangan Nabil.


"Mas, aku akan menyusui baby Ken dulu, baru gantian Baby Khan." kata Nabil, dia terlihat begitu semangat saat ingin menyusui anak-anaknya.


Faris mengangguk "Aku akan menggendong baby Khan, kamu buatlah baby Ken tertidur lebih dulu, setelah itu gantian adek. Setelah mereka tertidur, kamu harus nemenin Abi mereka, selama satu Minggu burung ku tertidur pulas sayang!" imbuh Faris membuat mata Nabil terbelalak.


"Kamu ini bicara apa, Mas! Aku lagi di dalam masa nifas, kamu harus bersabar sekitar 37 hari lagi." timpal Nabil, dia tidak habis pikir dengan suaminya itu, dalam keadaan seperti ini masih tetap mesum.


"Apa? Aku harus nunggu selama itu?" tanya Faris kaget, dan Nabil hanya mengangguk dengan senyuman simpul di bibirnya.


"Bisa-bisa burungku tertidur selama nya!" lanjut Faris membatin.


"Kenapa, Mas, kamu keberatan? Awas saja kalau kamu macam-macam selama aku gak bisa ngasih jatah." ancam Nabil saat melihat gurat keberatan dari wajah sang suami.


"Tidak, sayang! Kan kamu tau sendiri burung ku hanya bisa hidup jika sama kamu." sergah Faris.


"Bagus, jadilah burung yang baik!" timpal Nabil, tanpa rasa malu dia mengusap burung yang tengah tertidur damai Faris yang tengah duduk menggendong baby Khan.

__ADS_1


Faris terbelalak karna keterkejutan nya "Sa--sayang ... Sadar dari koma kamu menjadi nakal ya." ucap Faris dengan suara tertahan dan sesak karna burung nya mulai terbangun.


Nabil reflek menarik tangan nya di iringi kekehan di bibirnya "Baby Ken sudah tertidur, Mas! Kamu baringkan di box nya saja, dan siniin baby Khan, biar dia juga tidur!" seru Nabil tanpa rasa bersalah telah membuat Faria kepayahan.


Dengan berusaha sekuat tenaga menahan yang ingin bangun agar kembali tertidur, Faris memberikan Khanza pada Nabil dan menggendong Kenzo, kemudian dia baringkan di dalam box yang sudah di sedia dalam ruangan cukup luas itu.


"Sayang, kamu sungguh tega, setelah kamu bilang aku harus bersabar selama sebulan lebih, kamu malah membangunkan nya, aku tinggal sebentar." cerocos Faris, dia langsung menghilang di balik pintu kamar mandi.


Nabil terkekeh melihat suaminya, dia tau apa yang akan di lakukan oleh Abi dari anak-anak nya itu.


Lima belas menit berlalu, Faris keluar dari dalam kamar mandi, dia terlihat lebih lega dan juga fresh.


"Apa Khanza sudah tidur?" tanya Faris seraya melangkah mendekati istri dan anaknya.


"Hem, sudah. Apakah burung mu sudah tidur?" tanya balik Nabil.


Faris lagi-lagi tertegun melihat sikap Nabil "Ku harap saat ini dia memang tidak bangun, karna itu sungguh sangat menyiksa, sayang!" rengek Faris, dan itu membuat Nabil kembali terkekeh.


"Sini, aku letakkan Khanza di box nya juga." Faris menggendong anak perempuan nya, dan di letakkan di dalam box sebelah Kenzo. Setelah itu, Faris kembali duduk di samping sang istri.


"Katakan, apa kamu masih sakit, apa yang kamu rasakan selama ini?" tanya Faris pada Nabil dengan menggenggam erat tangan sang istri.


"Aku bertemu dengan Mama dan Papa!"


.


.


.


.


.


.


~Bersambung.

__ADS_1


...Tuh kan, baru juga sadar, sudah bikin iri saja si Nabil. ...


...Jangan lupa Like komen dan juga Vote kakak ku sayang. ...


__ADS_2