Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Lamaran.


__ADS_3

"Maksud saya, saya ingin melamar putri anda untuk cucu saya!"


Deggggg


Seketika jantung Nabil berdegup dengan kencang, dia sama sekali tidak membayangkan jika Faris benar-benar datang menemui keluarga nya, dan juga kenapa langsung malam ini.


Abi dan ummi Nabil juga tidak kalah terkejut, keduanya merasa tidak yakin dengan apa yang mereka dengar.


"Maksud, Kakek! kalian mau melamar putri kami, Nabil?" tanya abi Zainal dengan ekspresi terkejut nya.


Kakek hanya tersenyum "Iya, sudah beberapa hari lalu cucu ku sudah melamar putri kalian! Tapi, Nak Nabil mengatakan jika Faris harus menemui kedua orangtuanya!" jawab Kakek. Faris dan Diki lagi-lagi terbelalak mendengar penuturan sang kakek.


"Apa! Bahkan Kakek sudah tau semuanya!" batin Faris menjerit.


"Wah, Kakek memang hebat! Dia sudah lebih mengetahui nya! Aku mendukungmu, Kek! dengan ini, Tuan muda tidak akan bisa menyakiti Nona Nabil!" ucap Diki dalam hati.


"Faris, benarkan apa yang Kakek katakan?" tanya Kakek yang membuat Faris gelagapan. Kata-kata yang harusnya dia ucapkan malah di wakili oleh sang Kakek.


"Iya, nama saya Faris Hazam Adinata Bagaskara. Seperti yang di katakan oleh Kakek saya, bahwa saya benar-benar menyukai ukhti Nabil, maka dari itu saya datang ke sini untuk melamar dirinya menjadi istri saya!" timpal Faris membenarkan ucapan sang kakek.


Abi Zainal tampak berfikir, rasanya belum percaya dengan lamaran dadakan ini, tapi ini telah nyata. Seorang konglomerat datang ke rumah nya dan meminang putrinya tercinta.


Ummi hanya memegang tangan Nabil yang tampak gemetar. Nabil gugup sekaligus takut, apakah sang abi menerima lamaran Faris atau sebaliknya. Pikir Nabil.


"Nak, apa kalian sudah saling kenal? apa dia kekasih mu?" tanya abi kepada Nabil langsung.

__ADS_1


Nabil yang sedang menunduk langsung mendongak mendengar ucapan sang abi.


"Bukan Abi, Nabil tidak menjalin hubungan dengan siapapun. Nabil juga baru beberapa hari bertemu dengan Tuan ini!" sergah Nabil, menyangkal ucapan cinta pertama nya itu.


Bukan tanpa alasan abi nya bertanya seperti itu, hanya saja dirinya tidak ingin jika sang putri menjalin hubungan dengan ikatan berpacaran.


Kini, pandangan nya tertuju kepada Faris, kemudian pun dia bertanya kepada pemuda tampan bermata biru di hadapannya "Kenapa Nak Faris menyukai anak kami, Nabil! Sedangkan Nak Faris sendiri belum pernah melihat wajah asli anak saya!" tukas abi Zainal. Memang benar bukan, banyak wanita lain yang lebih cantik dan menginginkan Faris, kenapa harus putri nya yang baru dia kenali beberapa hari lalu.


"Saya mencintai nya bukan karena rupa atau harta, tapi karna akhlak nya yang baik. Dan terlebih, cinta itu datang dari hati, tanpa alasan dan juga sebab!" jawab Faris dengan begitu yakin.


"Wah bos! Anda lebih pantas menjadi aktor, karna akting anda benar-benar bagus. Saya harap, ini tidak menjadi bumerang untuk dirimu sendiri!" batin Diki. Sungguh, dia tidak habis pikir dengan atasan nya yang minim akhlak itu.


Dengan tersenyum, Kakek berbicara lagi "Jadi bagaimana, apa anda menerima lamaran kami, atau anda merasa ragu?" tanya kakek lagi.


"Tapi, Nak! Pernikahan itu tidak segampang yang Nak Faris bayangkan, kita harus mempersiapkan segalanya, dan itu membutuhkan waktu yang tidak sedikit!" protes abi Zainal. Ummi dan Nabil hanya diam, bingung harus menjawab apa.


"Anda tenang saja, semua bisa di urus! Jika memang anda menyetujui. Maka saya akan mengurus semuanya, besok tepat pukul dua siang, mereka sudah bisa melangsungkan pernikahan!" timpal kakek, menyetujui perkataan Faris. Bahkan dia sangat senang, karna Faris begitu yakin dan bersedia menikahi Nabil. Dia pikir, karna Faris terlalu mencintai Nabil, cucunya itu sudah tidak sabar menunggu lagi, tanpa dia ketahui jika Faris ngebet karna batas taruhan nya tinggal dua hari lagi.


"Kamu sudah tidak sabar, ya?" tanya kakek Adinata berbisik di telinga Faris. Sementara Faris hanya tersenyum simpul mendengar godaan sang kakek.


Abi Zainal menarik nafas nya dalam-dalam, kemudian diapun melirik kepada sang istri, seolah bertanya bagaimana. Namun, ummi Fatimah hanya mengangkat kedua bahunya, karna semua keputusan memang di serahkan penuh kepada sang suami.


Sebagai orang tua, tentu saja abi dan ummi Nabil merasa senang saat seseorang datang meminang putri tercintanya. Akan tetapi, ini lain ... Karna anak nya di lamar secara dadakan. Dan mereka pun belum saling mengenal, meskipun memang itu yang di inginkan oleh dirinya, tapi kenapa harus orang terkenal dan terkaya seperti Faris, bukan nya senang. Abi Zainal malah merasa khawatir jika putri nya di nikahkan ke keluarga kaya.


"Jadi bagaimana, apa anda masih merasa ragu. Anda tenang saja, kami tidak akan menyakiti putri anda. Saya berjanji, akan melindungi Nabil dan menyayanginya nya seperti anak saya sendiri!" ujar Kakek meyakinkan.

__ADS_1


"Iya, saya akan menyayangi dirinya sepenuh hati saya. Saya juga akan membuat ukhti Nabil bahagia seumur hidupnya!" bantu Faris meyakinkan. Dia akan melakukan apapun agar rencananya kali ini berhasil.


Lagi-lagi abi Zainal menarik nafas panjang, lalu menghembuskan dengan pelan. Kini dia beralih, menatap anak nya yang terlihat menunduk.


"Nabila adalah putri kami satu-satunya, dia menjadi kebanggaan untuk kami. Yang kami inginkan dia bisa hidup bahagia, bukan dengan harta atau kemewahan, akan tetapi dengan kasih sayang yang selalu dia dapatkan! semenjak dia kecil dia sudah kami kirimkan ke pesantren, jadi, sekarang semua keputusan saya serahkan kepada dirinya sendiri!" jawab abi Zainal, ada rasa sesak mengatakan semua itu. Tidak rela rasanya bila putri kecilnya itu hidup dengan orang lain, tapi itu bukan kah sangat egois?.


"Jadi bagaimana dengan mu, Nak! abi serahkan semuanya kepada mu!" ujar abi menanyakan kepada Nabil.


Yang di tanya malah gelagapan, dia saja belum begitu yakin dengan pilihan nya, tapi saat mengingat mimpi semalam, hatinya sedikit cenderung kepada Faris.


Dengan malu-malu, Nabil pun menjawab "Nabil serahkan semuanya kepada Abi!" jawab Nabil, dia masih menundukkan wajahnya.


"Baiklah, tapi sebelum itu! Nak Faris bisa melihat wajah putri kami terlebih dahulu!"


Deggggg


.


.


.


.


~Bersambung

__ADS_1


__ADS_2