Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Jawaban Nabil.


__ADS_3

...Jangan pernah bermain dengan namanya perasaan, sekali kamu menyakiti, maka kamu akan kehilangan cinta nya untuk selamanya....


...****************...


Jam delapan pagi, Nabil baru turun dari dalam mobil di depan gerbang kampus, yang di antar oleh abi nya sendiri.


"Nabil masuk ya, Bi!" ujar Nabil saat mencium tangan ayah nya.


"Iya, Nak! belajarlah yang rajin!" jawab abi Zainal, tangan kirinya menyentuh kepala sang putri.


"Assalamualaikum!" ujar Nabil lagi, kemudian diapun melangkah masuk setelah sang abi menjawab salam yang dia ucapkan.


Wanita berumur 21 tahun ini mengayunkan langkah nya begitu lemah, sama sekali tidak ada semangat dalam dirinya. Pikiran nya terus teringat akan mimpi nya semalam yang menurut nya begitu aneh.


"Ya Allah ... lindungilah hamba dan juga keluarga hamba dari bahaya!" batin Nabil terus memanjatkan doa, hingga suara seseorang mengharuskan dia mendongakkan wajahnya.


"Nabil!" mendengar seorang memanggil namanya, Nabil langsung mengalihkan pandangannya.


"Mira!" pekik Nabil ikut memanggil sahabat baiknya yang sedari tadi melambai-lambai di atas tangga masuk.


"Kamu sudah lama sampainya?" tanya Nabil, kini mereka sudah berjalan masuk beriringan.


"Baru juga kok! kamu kenapa, Bil?" jawab Mira juga bertanya kepada Nabil, dia melihat jika Nabil tampak tidak bersemangat dan juga murung.


Nabil tersentak saat sahabat nya, Mira bertanya kepada nya "Tidak apa-apa, Mir!" jawab Nabil menutupi.


Mira berjalan lebih dulu dan berdiri tepat di hadapan Nabil, kemudian diapun memegang kedua pundak sahabat nya tepat di depan kelas mereka.


"Aku sudah mengenalmu sangat lama, Bil! Aku tau saat kamu ada masalah, bahagia, sedih, aku bisa menilainya! jadi katakan kamu kenapa?" imbuh Mira begitu pengertian.

__ADS_1


Belum sempat Nabil menjawab, bel masuk sudah terdengar begitu nyaring.


"Nanti aku ceritakan!" timpal Nabil, Mira hanya mengangguk, keduanya pun kembali melangkah masuk ke dalam kelas.


...****************...


Sedangkan di kediaman Bagaskara, suara layar kaca tercetak di dinding yang di namakan Jane terus bersuara. Karna tidak mendapatkan jawaban dari pemilik kamar, maka benda canggih itu terus saja mengatakan hal yang sama.


"Boy, ayo bangun!" itulah yang sedari tadi terdengar dalam kamar super mewah itu.


"Ssshhhhttt Jane, bisa kah kau diam! atau aku akan memecahkan mu!" umpat Faris, akhirnya diapun menggeliat dan membuka mata nya.


Semalam Faris memang pulang ke mansion nya, dan pagi ini tetap seperti biasa, selalu ada Jane yang membangunkan dirinya, lengkap dengan hari, tanggal, cuaca dan juga jadwal dirinya.


Sebelum mandi, Faris terlebih dulu duduk di balkon kamarnya, melihat pemandangan kota dari atas sana, dengan hidangan penuh di atas meja di samping nya.


Saat mencicipi kopinya, pikiran nya langsung teringat, jika hari ini dia akan mendapatkan jawaban dari wanita aneh dengan lakap si buruk rupa dari dirinya.


"Mau sampai kapan kau akan menolak ku. Lihat saja, saat aku sudah mendapatkan mu, akan ku buat hidupmu menderita. Akan ku buktikan jika kamu hanyalah seorang wanita sok alim!" batin Faris dengan senyuman licik terbit dari sudut bibirnya.


...****************...


Di lain sisi, Nabil dan Mira sudah duduk di kantin kampus. Nabil mulai menceritakan semua yang akhir-akhir ini di alami oleh dirinya, mulai dari penyakit sang ummi, permintaan ummi Fatimah, sampai lamaran Faris.


"Dan semalam aku bermimpi, Ra! sehabis aku solat istikharah, aku langsung tidur, terus mimpi jika aku di culik dan yang membantu aku itu adalah tuan Faris yang kemaren melamar diriku!" jelas Nabil kepada sahabat nya itu.


"Aku begitu shock saat terjaga dari mimpi yang mengerikan itu, aku takut, Ra! terlebih di dalam mimpi ku itu, tuan yang menyelamatkan aku tertembak, Ra!" lanjut Nabil bercerita dengan begitu lirih.


"Mungkin itu jawaban dari solat istikharah mu, Bil! mungkin dia memang jodoh mu!" ujar Mira, meski belum melihat orang yang melamar sahabatnya itu, tapi mendengar cerita Nabil, yang mana lelaki itu benar-benar menyukai Nabil, dia langsung setuju. Karna Mira juga ingin yang terbaik untuk sahabat nya.

__ADS_1


"Tapi aku takut, Ra! terlebih kami baru kenal!" imbuh Nabil.


Mira menarik nafas lalu menghembuskan nya pelan, tangan nya menggenggam lembut tangan Nabil.


"Dengar, tidak semua yang kita kenal itu kita tau juga bagaimana kepribadian nya, mungkin yang baru hadir lebih mengerti kita dan juga bisa jadi yang terbaik untuk mu!" timpal Mira menjelaskan.


"Hem ...!" Nabil menarik nafas panjang lalu kembali berucap "Aku serahkan semuanya kepada Allah saja, Ra!" lanjut nya lagi.


"Ya sudah, kalau begitu aku pulang ke pesantren dulu, ya! nanti hari jum'at insya Allah aku minta izin kepada pimpinan untuk menjenguk tante, Fatimah!" pinta Mira, dan Nabil pun mengangguk.


Setelah membayar, kedua wanita bercadar inipun langsung menuju gerbang kampus. Mira langsung pamit untuk masuk ke dalam bus, Nabil berbalik, setelah bus yang di naiki sahabat nya pergi.


Tapi matanya langsung terbelalak, nafasnya terhenti, rasanya tenggorokan nya bagaikan tercekik, tatkala melihat seorang pria tampan, bertubuh tinggi tegap dengan bola mata kebiruan tersenyum manis pada nya.


"Tu-tuan!" pekik Nabil karna rasa terkejutnya.


"Aku datang ingin meminta jawaban mu, ukhti!"


.


.


.


.


.


~Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2