
...Tidak selalu yang baik di hadirkan untuk yang baik, terkadang sengaja Allah pertemukan dua orang yang berbeda, agar yang baik bisa membimbing yang jahat ke jalan yang benar dan lurus. Juga bisa mengubah yang jahat menjadi manusia yang baik, dan menjadikan keduanya pasangan yang melengkapi satu sama lain....
...****************...
Persiapan acara sudah hampir selesai, Nabil pun sudah di rias oleh para MUA, dan sekarang hanya perlu memasang beberapa riasan lainnya di baju dan juga di kepala Nabil.
Para MUA yang di sewakan oleh kakek Dinata masih terngiang dengan wajah cantiknya Nabil.
Saat Nabil di minta membuka niqab nya untuk mereka lulur dan juga mereka dandani, kelima nya langsung terpukau setelah melihat wajah yang tersembunyi di balik kain yang selalu di gunakan Nabil.
Alis tebal yang selalu tertutupi, mata bulat dengan bulu yang begitu lentik, bola mata hitam pekat, hidung mancung, bibir bervolume, wajah mungil nan mulus putih.
Para MUA itu semuanya memuji kecantikan Nabil di dalam hati, terlebih saat mereka memandikan Nabil dengan memberi pijatan, mereka seolah melihat duplikat dari bidadari, badan yang begitu indah, berisi depan belakang, kulit yang putih bersih dan juga lembut, pinggang ramping yang selama ini selalu tertutupi dengan baju longgar yang di gunakan Nabil.
Terlebih yang membuat nya terlihat sempurna, dengan rambutnya yang hitam bergelombang panjang sampai ke pinggang. Sungguh, Allah menciptakan nya begitu sempurna.
"Tuan Faris benar-benar beruntung mendapatkan Nona, Nabil! Anda terlahir begitu sempurna!" ucap salah satu MUA yang saat ini memasangkan satu mahkota kecil di atas kepala Nabil.
Yang di puji hanya tersenyum malu, Nabil yang selalu menutupi tubuhnya begitu malu saat mereka memberi luluran di seluruh tubuh nya, terkecuali area privat yang memang tidak di izinkan oleh dirinya.
"Wajah secantik ini dan juga tubuh yang begitu sempurna kenapa anda menutupnya dengan kain dan juga baju yang longgar?" tanya seorang MUA lain nya.
Nabil mendongak, menatap diri di pantulan cermin lalu menjawab "Saya menutup aurat karena memang itu memang kewajiban, dan saya juga nyaman dengan pakaian seperti ini!" jawab Nabil.
Bukan kah yang berharga memang harus di tutup? kecantikan bukan untuk di pamerkan, akan tetapi untuk di jaga, agar tidak ada kerugian dalam diri kita. Tidak mungkin Nabil menjawab seperti itu, tentu saja dia menjaga perasaan orang lain, bukan berarti dia menutupi auratnya, lantas dia mencerca orang yang tidak berhijab.
"Benar-benar sungguh beruntung Tuan, Faris! Mendapatkan istri solehah seperti anda. Semoga saya juga bisa mengikuti anda, setidaknya saya mampu menutup aurat saya!" ucap seorang gadis seumuran dengan Nabil.
__ADS_1
"Aaaminnnn, Ya Allah!" timpal Nabil dengan senyuman.
Pembicaraan mereka terputus, saat sang ummi memanggil Nabil untuk segera turun, karna mempelai pria sudah datang bersama dengan sang kakek dan juga asisten nya.
Nabil mengangguk. Saat dia keluar, Nabil sudah mendapati sang abi yang berdiri di depan kamarnya.
"Abi, Ummi!" panggil Nabil.
Abi langsung melihat putri tercintanya, yang terlihat begitu cantik dengan balutan baju pengantin. Abi Zainal berjalan gontai mendekati sang putri.
"Anak Abi sungguh sangat cantik!" ucap abi Zainal, kemudian membawa sang putri ke dalam pelukannya.
"Hari ini Abi akan menyerahkan kamu kepada seorang lelaki, sebentar lagi kamu akan menjadi istri orang! Tapi, kamu tetap akan menjadi putri kecil Abi dan Ummi!" ujar abi dengan lirih, begitu berat rasanya melepaskan anak satu-satunya harus hidup terpisah dengan dirinya.
"Ingat, Nak! Setelah menikah maka surga akan berpindah di bawah telapak kaki suami ... Maka dari itu, kamu harus patuh dan taat kepada nya, jangan sekali-kali kamu menyakiti hati suamimu, Nak! Karna jika itu terjadi, maka seluruh alam akan mengutuk dirimu!" peringatan abi kepada Nabil, meski dia tau jika anaknya itu tidak akan pernah membantah ataupun membangkang.
"Ayo kita kebawah, calon suamimu sudah datang!" celetuk abi lagi membuat jantung Nabil kembali berdetak lebih cepat.
Mereka bertiga pun turun, Nabil di himpit oleh abi dan ummi nya, hingga sampai di tangga yang terakhir, senyuman langsung merekah di balik niqab yang nabil gunakan, ketika melihat sahabatnya yang baru sampai.
Dengan sedikit berlari Mira menghampiri Nabil, terlihat bahwa wanita yang juga bercadar ini menangis dan juga merutuki Nabil, tidak perduli dengan orang yang melihat dirinya aneh, termasuk Faris.
"Kamu jahat, kenapa kamu baru bilang sekarang sama aku kalau kamu mau nikah!" tukas Mira yang kini berdiri di depan Nabil.
Ummi dan Abi Nabil hanya tersenyum , Nabil memegang kedua sisi bahu sahabatnya itu "Nanti aku jelaskan semuanya, sekarang kamu senyum dulu ya!" ucap Nabil singkat.
Terpaksa Mira harus memendam rasa penasaran nya terlebih dulu, kini diapun ikut mendampingi Nabil untuk duduk di kursi.
__ADS_1
Nabil tampak sedikit terkejut melihat ruangan rumah nya, yang tadi sepi dan juga masih kosong, dalam sekejap sudah di sulap bak taman yang begitu indah, dekorasi telah terpasang dengan rapi, meja dan kursi juga sudah di atur, dan yang paling membuat dirinya semakin gugup, tatkala melihat lelaki dengan balutan jas pengantin yang tengah tersenyum kepada nya, siapa lagi kalau bukan calon suaminya.
Faris terlihat begitu mempesona, jika kemaren dia tampan, maka hari ini ketampanan bertambah bahkan berkali-kali lipat. Di hadapan Faris sudah ada seorang yang memakai peci yang sudah di yakin adalah penghulu, dan juga di dampingi oleh kakek Faris dan beberapa orang lainnya yang di yakini untuk menjadi saksi pernikahan mereka.
Tamu-tamu juga sudah memenuhi ruangan yang cukup luas itu, jangan heran kenapa bisa dengan cepat siap bahkan dengan undang, karna jawaban nya tentu saja karna kakek Adinata Bagaskara.
Nabil di dudukkan di belakang Faris, dia hanya menyimak rangkaian acara nya, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Quran, hingga pada acara inti, yaitu lantunan ijab kabul antara abi Zainal dan juga Faris.
Hanya dalam satu kali menjawab, ruangan yang sempat hening seketika riuh dengan kata Alhamdulillah setelah ucapan "Sah" di ucapkan oleh para saksi.
"Sah...!"
"Alhamdulillah...!"
.
.
.
.
~Bersambung.
Minta dukungan kalian ya, dengan cara like, komen dan juga berikan Voucher Vote nya ya.
Kalau di berikan hadiah juga tidak nolak ðŸ¤.
__ADS_1