Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Lamaran Dadakan.


__ADS_3

POV Kakek.


Tidak ada kebahagiaan yang lebih besar selain melihat orang yang kita sayangi bahagia. Aku Adinata Bagaskara, siapa yang tidak mengenal diriku, seluruh dunia bahkan tau siapa aku.


Orang melihat aku mempunyai kehidupan yang sempurna dan bahagia, tapi ... Itu semua hanya sebuah pandangan, karna pada dasarnya aku hanya seorang lelaki tua yang merasakan kesepian.


Keluarga kami memang tidak terlalu banyak, itupun mereka banyak yang menetap di luar negeri, dulu aku memiliki anak lelaki, dan dia sudah menikah. Aku begitu bahagia hidup bersama anak dan juga menantu ku yang begitu baik, di tambah ... Anak ku memberikan cucu untuk ku.


Faris adalah cucu satu-satunya yang aku miliki, dia orang yang paling berharga dalam hidupku, dialah kebahagiaan ku. Dulu dia adalah anak yang baik, penurut, dan juga taat kepada agama, karna kakek buyutnya memang seorang ustadz, sangat kental jika menyangkut dengan agama.


Tapi, sikap ceria dan hangat cucuku, hanya sampai dia umurnya delapan tahun, aku ingat betul bagaimana terpuruknya dia saat menerima kenyataan jika kedua orang tuanya harus meninggal secara tragis, tepat di hadapannya sendiri.


Semenjak itulah dia berubah menjadi manusia kaku, cuek, dingin, dan orang yang sudah tidak mempercayai agama. Dia menjadi manusia ingkar dan juga kufur terhadap nikmat Allah.


Padahal sudah beberapa kali aku jelaskan, bahwa itu memang sudah menjadi takdir yang di gariskan Tuhan untuk kedua orangtuanya.


Sampai akhirnya, aku mendapatkan informasi dari orang yang ku suruh mengikuti dirinya, jika Faris ku saat ini sedang mengejar seorang wanita, aku merasa begitu senang. Itu artinya cucuku normal dan sudah sedikit membuka hatinya.


Terlebih yang membuat ku bahagia, karna wanita yang menjadi incaran cucuku adalah wanita yang taat kepada Allah, karna dia murid sekaligus guru di sebuah pesantren.


Maka dari itu, aku tidak pernah menghubungi nya atau menyuruh Faris pulang, kubiarkan dia mengejar apa yang dia mau, apalagi melihat perubahan dalam dirinya. Setelah mengenal wanita yang bernama Nabila, Faris rajin berjamaah ke masjid. Itu satu perubahan yang besar bukan.


Dan malam ini, dia sudah bisa menaklukkan wanita tertutup itu, bahkan dia terlihat tidak sabar untuk meminang gadis itu. Ah ... Ku biarkan saja, bahkan aku juga sudah tidak sabar ingin segera mendapatkan cucu menantu.


Dari itu, sengaja ku datangi mereka sebagai orang tua cucuku, untuk melamar gadis pilihan nya itu. Dan saat ini aku sudah melihat dengan jelas, bagaimana gadis itu bersikap. Begitu sopan, lembut dan juga sangat pemalu.

__ADS_1


Langsung saja ku utarakan maksud dan tujuan kami, yaitu untuk melamar sekuntum bunga yang berada di mansion tempat kami datangi sekarang.


POV Author.


Kakek, Faris, Diki kini sudah duduk di ruang tamu, meskipun rumah Nabil tidak sebesar mansion Bagaskara, tapi tempat tinggal Nabil juga di kategorikan besar dan mewah.


Kini mereka sudah berada di sana semuanya, setelah tadi Nabil membawakan kopi untuk tamu dan juga sang abi.


Nabil duduk di sebelah ummi, dia hanya mampu menundukkan kepalanya, merasa malu juga gugup, Nabil masih was-was. Dia takut jika Faris benar-benar akan melamar dirinya sekarang juga.


"Jadi ada tujuan apa, Tuan kemari?" tanya abi Zainal, sebenarnya dia masih shock saat melihat orang terpandang dan terkenal seluruh negeri mendatangi rumah mereka.


Siapa yang tidak mengenal Adinata Bagaskara, terlebih abi Zainal juga seorang pebisnis, sangat tidak mungkin jika dia tidak mengenal tetua Bagaskara.


Faris dan Diki hanya bisa diam, meski batin kedua nya menjerit hebat. Terlebih Faris, dia merasa marah karna rencananya tidak sesuai ekspektasi dirinya.


"Harusnya aku lebih hati-hati lagi, agar Kakek tidak dapat mengetahui keberadaan ku!" batin Faris, dia masih memikirkan untuk selanjutnya. Jika kakek nya sudah campur tangan, maka semuanya akan menjadi rumit.


"Baik, Kek!" jawab abi Zainal seraya mengangguk.


"Begini, apa putri kalian sudah memiliki pasangan hidup, maksud nya apa Nak, Nabila sudah ada yang mengikat?" tanya Kakek memulai pembicaraan nya.


Abi Zainal sempat bingung, sebelum akhirnya diapun menjawab "Putri kami masih sendiri, belum ada yang mengikat atau memberi tanda. Diapun masih menjadi seorang siswa dan juga murid di sebuah pesantren, Kek!" jawab abi nya Nabil, sebenarnya dia sedikit paham maksud dari Kakek Dinata, terlebih setelah di kenalkan dengan cucunya, Faris Adinata.


"Wajar dia masih sendiri, karna memang tidak ada lelaki yang mau dengan wanita buruk rupa seperti dirimu! Lihat saja, begitu aku telah menikahi mu, maka akan aku tunjukkan wajah jelek mu di hadapan semua orang!" batin Faris terus menjerit, tapi dia menampakkan senyum termanis yang dia miliki.

__ADS_1


Beda hal dengan Nabil, dia semakin gugup dan malu, terlebih dia belum mengakan apa-apa kepada kedua orangtuanya, bagaimana acata kamar bisa dadakan seperti ini.


"Kalau seperti itu, boleh kah putri kalian menjadi bagian dari keluarga kami!" pinta Kakek, langsung membuat abi Zainal mengerutkan keningnya.


"Maksud, Kakek?" tanya nya dengan keheranan.


"Maksud saya, saya ingin melamar putri anda untuk cucu saya!"


Deggggg


.


.


.


.


.


.


~Bersambung.


Jangan lupa tinggalkan bentuk dukungan kalian, berupa like, komen, dan juga Vote ya reader ku ter❤️.

__ADS_1


__ADS_2