Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Di jemput.


__ADS_3

...Terimakasih ... karna kau telah hadir, Karna mu, tawa ku kembali terukir, kita dekat tanpa pernah di kira, namun senyum ini, nyata kau cipta....


...Mengenal mu pun tanpa kesengajaan, tetapi tanpa di duga, rasa nyaman sudah kau berikan. Menjalani hidup bersama mu hingga tua, adalah harapan yang sangat ingin tersemoga....


...****************...


Sekarang ini di depan sebuah pintu kamar, Nabil berdiri dengan memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa berdenyut, saat melihat barang yang baru sampai di antar.


Wanita dua puluh satu tahun ini mengira jika suaminya itu mengirimkan satu pakaian untuk dirinya gunakan saat menunggu Faris pulang.


Akan tetapi, betapa shock nya dia saat melihat barang yang di bawakan oleh para Maid yang bekerja di kediaman Bagaskara.


Paper bag bermacam-macam di letakkan di depan kamarnya, hingga hampir memenuhi ruangan yang sangat luas itu.


"Bi, apa maksud semua ini? Kenapa barang-barang ini begitu banyak?" tanya Nabil pada bi Mila, sedangkan para Maid lainnya masih sibuk lalu lalang mengambil barang yang tuan nya belikan untuk sang istri.


"Saya juga bingung, Nona! Karna Tuan muda belum pernah seperti ini, tapi orang yang mengantarnya bilang ini memang dari tuan Faris, untuk anda Nona!" jawab bi Mila menjelaskan.


"Sebentar ya, Bi!" pinta Nabil masih memegang kepalanya yang di buat pusing dengan barang-barang yang sangat banyak.


Nabil masuk ke dalam kamar, dia mengambil ponselnya lalu menelpon sang suami. Tidak menunggu waktu lama, sambungan nya pun langsung terhubung.


"Halo Assalamualaikum, Mas!" ucap Nabil.


"Iya, kenapa sayang?" tanya Faris di seberang.


Nabil menggigit bibir bawahnya "Mas, Nabil mau tanya, ini barang-barang sebanyak ini Mas yang belikan?" tanya Nabil dengan sedikit ragu.


"Iya, sayang! Aku bingung harus memilih yang mana, jadi aku beli semua nya!" terdengar jawaban Faris begitu santai di seberang sana, langsung membuat Nabil terbelalak kaget.


"Astaghfirullah, Mas! Jadi ini semua untuk Nabil?" tanya nya lagi yang masih begitu terkejut.


"Iya, Sayang! Pilih salah satunya, lalu pakailah, nanti aku akan menjemputmu!" jawab Faris lagi.


"Menjemput? Memang nya kita mau kemana?" lagi dan lagi Nabil bertanya kepada sang suami.


Terdengar Faris terkekeh di balik sambungan telepon "Kamu akan mengetahui nya nanti, sayang! Sekarang aku mau tutup dulu ya!" tanpa menunggu dirinya menjawab, Faris langsung mematikan sambungan nya.


"Bagaimana, Nona?" tanya bi Mila.


Nabil hanya tersenyum simpul "Iya, Bi! Ini semua Mas Faris belikan!" ujar Nabil dengan malu-malu.


Bi Mila juga ikut tersenyum "Baru pertama kali loh, Tuan Faris dia langsung yang berbelanja!" tukad bi Mila.

__ADS_1


Nabil lagi-lagi merasa malu, tapi tidak ingin terus di goda, dia pun meminta bantu beberapa pelayan untuk membawakan barang-barang nya ke dalam kamar, dan menaruh nya dalam walk in closet.


Nabil, bi Mila, dan tiga pelayan lainnya sedang mengeluarkan barang tersebut dari paper bag, sambilan Nabil memilih baju yang akan dia pakai malam ini.


Wanita berkulit putih ini mengerut kan kening nya, saat melihat warna baju yang sudah lengkap dengan khimar dan niqab nya, dari mulai warna gelap sampai warna sangat cerah. Nabil menggeleng saat melihat warna merah dan juga kuning, waena yang sangat tidak dia sukai.


"Bi, menurut Bibi yang ini bagus tidak?" tanya Nabil kepada bi Mila, dia memperlihatkan warna salem, senada dengan khimar dan niqab nya.


"Bagus, Nona! Ini terlihat sangat cocok dengan kulit anda!" jawab bi Mila yang di angguki oleh ketiga pelayan wanita yang sedang memasukkan pakaian dan tas Nabil ke dalam lemari.


"Makasih ya, Bi! Nabil akan pakai yang ini! Lagian Nabil sangat jarang memakai baju warna seperti ini, karena memang lebih suka warna hitam!" celetuk Nabil, bibirnya selalu saja menyunggingkan senyuman, dia merasa begitu bahagia, bukan karna barang-barang yang di belikan Faris, akan tetapi karna suaminya itu sudah sangat baik kepada nya.


Malam hari, selesai melaksanakan solat magrib dan mengaji Al Qur'an, Nabil langsung bersiap-siap, dia tampak begitu bersemangat, dengan di temenin oleh bi Mila, Nabil telah selesai, dan kini sudah siap dengan penampilan yang begitu anggun.


Sekarang ini Nabil memang sering bersama dengan bi Mila, karna wanita paruh baya ini sudah seperti ibu bagi dirinya.


"Bi, bagaimana penampilan, Nabil?" tanya nya yang terus berputar di depan cermin.


Bi Mila mengangguk "Sangat cantik, meski penampilan mu tertutup, namun kecantikan mu tetap terlihat, Nona!" jawab bi Mila sopan.


Nabil kembali melihat dirinya pada pantulan cermin, memang amalan ini dia sedikit menambah riasan pada matanya, itu semua dia lakukan karna ingin membuat sang suami merasa senang.


"Hem ... Mas Faris akan mengajak ku kemana, ya?" tanya Nabil, bi Mila baru mengetahui sisi lain Nabil, yaitu wanita yang ramah dan juga sedikit cerewet.


Nabil berbalik, lalu melihat pada bi Mila, dia mendekat, tanpa rasa canggung dia langsung memeluk ketua maid di rumah bak istana itu.


"Terimakasih, ya Bi! Sudah mau menemani, Nabil!" ujar nya, bi Mila sebenarnya tidak enak, tapi karna pelukan Nabil terasa begitu erat dia hanya pasrah membiarkan Nona mudanya membagi kebahagiaan bersama dengan nya.


"Iya Nona, sama-sama!" saat mereka hanyut dalam pelukan bagai kan ibu dan anak itu, tiba-tiba suara Jane langsung mengagetkan mereka.


"Silahkan turun, Boy sudah menunggu di bawa!" suara Jane menggema di dalam ruangan tersebut.


"Terimakasih, Jane! Bi Nabil pamit ya!" pinta Nabil, mereka pun sama-sama keluar dari dalam kamar.


"Semoga menyenangkan!" Pekik Jane yang masih di dengar oleh Nabil.


Saat ini keduanya sudah berada di dalam lift, Nabil terlihat gugup, seperti akan bertemu dengan kekasih yang baru saja menjalin hubungan, membuat nya terasa sangat malu.


Ting...


Pintu lift terbuka, Nabil dan bi Mila keluar, tapi berbeda arah, Nabil dengan perlahan melangkah mendekati pintu utama.


Ceklek...

__ADS_1


Nabil membuka pintu, terlihat lah sosok lelaki yang begitu gagah sedang memunggunginya.


"Mm Mas!" panggil nya dengan nada sedikit ragu.


Faris berbalik, dan matanya langsung terpaku melihat penampilan sang istri, memang terlihat begitu anggun dan cantik, meski istrinya itu di baluti dengan pakaian tertutup, akan tetapi tetap membuat nya memanas, rasanya Faris ingin membatalkan dinner mereka, lalu mengurung Nabil di bawah kungkungan nya.


Nabil tampak bingung, karna suaminya sama sekali tidak berkedip, dia kembali melihat penampilan nya, takut jika Faris tidak menyukainya.


"Mas, kenapa cuma melihat ku seperti itu? Baju ini tidak cocok ya untuk ku?" tanya Nabil.


Faris tersadar, dengan segera menggeleng, lalu menarik pinggang sang istri ke dalam pelukannya.


"Kamu terlihat sangat cantik, sayang!" aku jadi ragu membawa mu keluar, meski sudah tertutup, tapi aku tidak yakin lelaki di luar sana tidak akan terpesona dengan diri mu!" tukas Faris, Nabil menunduk karna wajahnya sudah bersumbu merah.


"Jadi, apa kita tidak jadi pergi?" tanya Nabil.


"No, I believe in you! Aku memang tidak bisa mencegah mata orang lain dari memandang mu, tapi aku tau kamu wanita yang pandai menjaga diri!" imbuh Faris lagi.


Faris melepaskan pelukan, lalu berjongkok di hadapan Nabil, untung nya Diki tidak ikut, jika dia melihat hal tersebut pasti dia langsung pingsan, karna terkejut dengan apa yang di lakukan Faris.


"Apa kamu mau pergi bersama suami mu ini, sayang?" tanya Faris, mengulurkan sebelah tangan nya, dan dengan senyuman merekah di Bali cadar Nabil menerima uluran tangan sang suami.


"Dengan senang hati, suamiku!" jawab Nabil.


Faris tersenyum, mencium punggung tangan sang istri kemudian berpindah pada dahi nya. Setelah itupun Faris langsung menuntun sang istri untuk masuk ke dalam mobil.


Mereka sama-sama tersenyum, setelah Faris membantu Nabil menggunakan seatbelt, dan kini Faris sudah duduk di sebelah nya.


"Siap sayang?" tanya Faris.


Nabil hanya mengangguk, dan mereka pun melaju meninggalkan kediaman Bagaskara.


.


.


.


.


~Bersambung.


Maaf ya, malam ini hanya mampu satu bab, besok aku lanjutkan lagi.

__ADS_1


Jangan lupa berikan dukungan kalian dengan cara like, komen dan juga Vote.


__ADS_2