Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Faris yang licik.


__ADS_3

Masih di dalam kamar yang sama, saat ini pasangan yang baru saja menjadi suami istri itu sedang berada di fase kecanggungan, tepatnya itu di rasakan oleh Faris seorang setelah mengenal wajah asli wanita yang baru dia nikahi.


Saat ini dia sedang duduk di depan meja kecil dengan layar yang seperti menggantung di hadapannya. Tangan Faris begitu lincah bergetar di atas kaca tersebut. Tapi, sesekali matanya masih melihat kepada pergerakan Nabil yang sedang melakukan solat sunnah dhuha.


Pikiran nya masih kalut, masih sedikit tidak percaya dengan kenyataan jika wanita yang sering dia hina ternyata mempunyai rupa cuplikan bidadari.


Sedangkan Nabil hanya fokus pada solat yang dia kerjakan nya. Dia membacakan surah ad-duha setelah alfatihah pada raka'at yang pertama, dan membaca surah Al-Ikhlas setelah alfatihah pada raka'at yang ke dua.


Selain surah Ad-duha, juga di sunnah kan membaca surah Asy-syam pada raka'at yang pertama dan Al-Ikhlas pada raka'at yang ke dua. Solat dhuha memang sangat di anjurkan karna doa pada saat itu sangat lah mustajab, Allah akan memudahkan semua urusan kita dan mengabulkan segala sesuatu yang kita pinta, solat dhuha juga bisa memudahkan rizki kita. Maka dari itu, setelah solat, Nabil mengangkat tangan nya dan berdoa sesuai doa yang di sunnah kan setelah solat Dhuha tersebut.


اَللّٰهُمَ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَتُكَ وَالْقُدّرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللّٰهُمَّ إنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَأنْزِلْهُ وَإنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَإنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِى مَآاتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ.


"Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah. Apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikan kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih."


Selesai berdoa, Nabil membereskan mukena nya, dan pergerakan nya masih jadi pantauan Faris, meski terkesan cuek, namun Faris tetap melihat setiap pergerakan Nabil.


"Ada apa dengan ku ini, kenapa tidak bisa berpaling dari menatap wajah wanita ini. Tidak Faris, sadarkan dirimu, dia hanya istri karna sebuah taruhan!" batin Faris menjerit.

__ADS_1


Setelah selesai membereskan semuanya, Nabil berjalan mendekati sang suami.


"Apa ada yang Mas inginkan? Biar Nabil ambilkan!" tanya Nabil dengan begitu lembut.


Faris tidak bergeming, malas menjawab pertanyaan Nabil. Tapi, sepersekian detik, lelaki berbola mata biru ini mempunyai ide untuk mengerjai Nabil.


"Aku ingin makan kue, tapi jangan terlalu manis, jangan sampai kurang gula juga. Kue nya harus lembut, ukuran nya sedang saja, dan juga buatkan aku kopi, jangan terlalu manis!" ujar Faris, Nabil yang mendengarnya merasa heran.


"Kue apa yang mas  mau makan?" tanya Nabil, memang benar bukan, jika ingin membuat kue kita harus tau jenisnya terlebih dahulu.


"Terserah, tapi ingat, kue nya harus enak dan juga tidak pakek lama!" timpal Faris.


"Kenapa masih di sini?" tanya Faris yang melihat Nabil masih berdiri di dekat meja di hadapannya "Apa kamu tidak bisa membuat kue?" lanjut nya lagi.


Nabil tersentak, juga gelagapan. Tapi, Nabil dengan yakin menjawab "Baik, Mas! Aku akan mencoba membuat nya! Tunggu lah sebentar lagi!" jawab Nabil yakin.


Faris hanya cuek, sama sekali tidak menjawab atau mengangguk ucapan sang istri, dia kembali fokus pada layar di depannya.

__ADS_1


Dengan menguatkan diri sendiri dan berharap kerizaan Allah Ta'ala, Nabil membuka langkah nya keluar dari dalam kamar.


"Ya Allah, bantu hamba agar bisa suami hamba merasa senang!" gumam Nabil setelah menarik pintu kamar untuk di tutup.


Lain halnya dengan Faris, setelah kepergian Nabil dia tampak tersenyum sinis meremehkan.


"Aku tau kalau kamu tidak bisa apa-apa, kita lihat saja, sampai mana batas kepura-puraan mu menjadi wanita yang sok alim!"


.


.


.


.


.

__ADS_1


~Bersambung


Jangan lupa tinggalkan jejak ya kakak❤️ dengan cara like, komen dan juga vote.


__ADS_2