Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Rumah Tante Riska.


__ADS_3

Sampai di rumah tante Riska, Nabil langsung di persilahkan untuk masuk, anggota keluarga dr.Riska menyambut mereka dengan sangat baik. Suami dan anak-anak nya begitu mudah akur dengan dirinya.


"Nabil, kamu jangan sungkan-sungkan ya Nak, anggap saja ini rumah kamu sendiri," ujar dr.Riska yang notabene adalah Tante dari suaminya.


"Ini kenalkan anak-anak Tante!" lanjut nya lagi, memperkenalkan putra dan putrinya.


Nabil melihat dua orang yang mempunyai wajah sangat mirip, usia mereka juga tidak jauh berbeda. Nabil menduga jika mereka pasti saudara kembar.


"Halo kak, kenalkan aku Ririn kak, umurku masih tujuh belas tahun, di sini aku yang paling kecil!" celetuk gadis yang terlihat sangat manis juga ramah.


Meski dr.Rika sudah berumur hampir paruh baya, tapi anak-anak nya masih sangat muda, itu karna dia telat mendapatkan momongan, tapi sekali dapat dia langsung di anugerah kan dua anak kembar.


"Salam kenal ya, nama kakak Nabila, kamu boleh panggil kak Nabil!" balas Nabil, dan di angguki senang oleh Ririn.


Kakak dari Ririn yang ternyata saudara kembar nya adalah laki-laki, tanpa menunggu Ririn melepaskan tangan Nabil, dia langsung merebut nya dari genggaman sang adik dengan wajah judes nya menatap Ririn, kemudian tersenyum manis pada Nabil saat memperkenalkan dirinya.


"Kenalkan kak, saya Rafa. Meski umur kami hampir sama, tapi saya Abang nya Ririn!" tukas Rafa begitu ramah sambil menggenggam tangan Nabil, membuat Faris meradang.


"Rafa, lepaskan tangan istriku, kamu tidak boleh menyentuh nya sembarangan tanpa izin kakak!" pekik Faris memperingati sepupunya itu.


Mendengar ucapan dari Faris, Rafa langsung melepaskan tangan Nabil, terlebih dia takut saat melihat Faris menatap horor ke arah nya.


"Sensi bener, orang cuma kenalan kok!" gerutu Rafa, membuat mereka tertawa.


Saat ini mereka sedang duduk di ruang tamu, mereka semua asik berceloteh, sesekali tertawa dengan keunikan Ririn dan Rafa, tapi hanya mereka, tidak termasuk Diki dan juga Faris, karna mereka berdua hanya menanggapi nya dengan cuek.


"Kak, bisa nggak sih senyum sedikit saja, kak Diki juga, nggak kaku apa mulutnya gitu terus?" hardik Ririn tanpa merasa takut, karna dia tau meskipun Faris cuek dan dingin, tapi kakak sepupu nya itu sangat menyayangi dirinya, karna sampai sekarang ini Faris belum pernah memarahi nya.


Setiap kali di bicarakan, asisten dan bos nya itu hanya menanggapi cuek saja, tidak berniat menimpali apa lagi menuruti, membuat Ririn merasa kesal sendiri.

__ADS_1


Tante Riska dan juga suaminya hanya tertawa kecil melihat anaknya yang di kacangin oleh Faris dan Diki.


"Nak, kamu kan baru pertama kali datang ke sini, apa kamu mau berkeliling? Di belakang ada kolam ikan, dan juga banyak kelinci di sana," ajak Tante Riska.


"Aku saja, Ma! Kakak mau kan aku yang temenin!" celetuk Rafa lagi-lagi mendapatkan tatapan ganas dari suami kakak ipar nya.


"Kamu duduk di sini saja sama para lelaki, nggak lihat kalo mata kakak kamu hampir keluar ngelototin kamu" ejek Tn.Razi suaminya dr.Riska.


"Iya, Kakak di sini saja, biar aku dan Mama yang menemani kakak" timpal Ririn, Nabil merasa sangat bahagia karena semua orang bersikap baik dengan nya, tanpa melihat penampilan nya.


Mereka bertiga bangun, dan berjalan ke arah belakang, meninggalkan para lelaki yang terasa ketar ketir ingin ikut, tepat nya Faris, dia tidak ingin jauh dari istri nya itu, tapi terlalu gengsi jika dia mengatakan dirinya ingin ikut.


Tante Riska, Nabil dan Ririn sedang berjalan santai, mereka sudah tidak terlihat canggung lagi, meski baru dua kali bertemu.


"Nak, boleh Tante bertanya sesuatu?" tanya Tante Riska.


"Iya, boleh Tante!" jawab Nabil sambil tersenyum di balik cadarnya.


Nabil tersenyum kecil sambil menggeleng "Kami tidak berpacaran, Tante! Kami hanya bertemu beberapa kebetulan saja!" jawab Nabil, meski menceritakan itu membuat nya mengingat tentang taruhan sang suami, tapi dia tidak ingin mengungkit nya.


"Oh ya, hebat dong kakak, bisa langsung mendapatkan hati Kak, Faris. Karna setau Ririn belum ada wanita yang membuat dirinya tertarik!" celetuk Ririn menimpali pembicaraan orang tua dan kakak ipar nya.


Tante Riska tersenyum "Mungkin kamu memang di takdir kan untuk nya, Nak! Tapi Tante mohon, bagaimana pun sikap Faris sama kamu, jangan pernah tinggalkan dia, Tante tau kamu sudah tau bagaimana seluk baluk keponakan Tante, karna itu lah Allah menghadirkan kamu untuk menjadi pasangan nya, tuntun dia, hanya kamu yang bisa meluluhkan hatinya. Tapi untuk itu kamu memang membutuhkan waktu, Nak! Tante tau bagaimana dia melewati masa-masa sulitnya dulu ketika di tinggalkan oleh ke dua orangtuanya, dan juga usahanya Papa nya hancur, di umur nya yang masih sangat kecil, tentu membuat nya merasa tekanan batin yang teramat sangat. Maka dari itu, dia menjadi lelaki kaku, dingin dan kerasa kepala, tapi Tante yakin, suatu saat dia pasti akan mendengar kan perkataan mu!" Tante Riska yang tau betul seperti apa kehidupan Faris, tentunya dia juga tau bagaimana keadaan Nabil, tanpa di berikan, dan dia percaya, Nabil lah yang akan mengubah pola pikir Faris, yang mendominasi minuman haram saat beban pikiran nya sedang menekan.


Mendengar itu, Nabil semakin yakin dengan pilihan nya, jika dia akan bertahan dalam rumah tangganya dengan Faris.


"Insya Allah, Tante. Semoga Mas Faris bisa melupakan kejadian masa lalunya!" timpal Nabil. Mereka pun sampai di taman kecil, di mana banyak kelinci berbagai macam jenis sedang berlarian di sana. Nabil dan Ririn sama-sama menggendong kelinci, dan memberinya makan.


Pagi menjelang siang, jam terus berputar, dan sekarang ini sudah hampir sore, Nabil, Faris dan Diki pamit, tujuan mereka saat ini adalah ke rumah Nabila, sesuai janji Faris.

__ADS_1


Setelah makan siang bersama keluarga dr.Riska, mereka langsung minta izin untuk pergi, saat ini Nabil masih tertawa mengingat Ririn yang tampak menggemaskan saat merengek pada dirinya agar menginap di sana saja.


"Kamu terlihat sangat bahagia, sayang!" ucap Faris, Diki hanya menyimak sambil fokus membawa mobil.


"Hari ini aku memang sangat bahagia, Mas! Aku masih terbayang wajah imut Ririn saat meminta kita agar tetap tinggal, aku juga senang karna kita akan pulang ke rumah!" jawab Nabil dengan begitu semangat. Faris menarik sang istri dalam dekapan nya.


"Apa kamu selama ini tidak bahagia dengan ku, hingga kamu begitu bersemangat untuk pulang?" tanya Faris lagi.


Nabil mendongak, mencubit gemes pinggang sang suami, hingga Faris memekik kesakitan.


"Aw ... Sakit sayang!" ringis Faris.


"Makanya, jangan mengatakan yang tidak-tidak, aku sanggup bahagia bersamamu mas!" tukas Nabil yang akhirnya merebahkan kepalanya di dada bidang sang suami.


"Aku bahagia karna akan memberikan kabar gembira pada mereka, jika sebentar lagi mereka akan mendapatkan cucu!" lanjut nya lagi masih menempelkan kepala pada dada Faris.


Kecupan bertubi-tubi Nabil rasakan di kepalanya "Aku juga sangat bahagia"


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


~Bersambung.


Jangan lupa Like komen dan juga Vote ya kakak ku sayang ❤️.


__ADS_2