
Assalamualaikum, mumpung malam ini sudah masuk satu ramadhan, saya sebagai penulis recehan meminta maaf.
Mungkin ada kata-kata saya yang tidak sopan pada setiap bab yang saya utarakan, kadang ada cerita yang tidak bisa di ambil manfaatnya, atau kadang saya tidak merespon saat kalian komentar, tapi percayalah, saya selalu membaca komentar dari kalian semua.
Bahkan terkadang saya menerima saran dan kritikan dari emak, adek, kakak dan juga abang-abang yang membaca novel receh ini.
Saya penulis dari Gadis Penakluk Mafia Karatan dan juga Istri Taruhan Kunci Surgaku, mengucapkan selamat melaksanakan ibadah puasa dan juga ibadah lainnya di dalam bulan yang mulia ini, bagi yang melaksanakannya.
Semoga ibadah kita semua di terima di sisi Allah Subhana wa taala 😊.
...****************...
Malam berlalu, pagi menjelang, seorang wanita tengah berkutat di dapur, sebelum nya dia lebih dulu memakan makanan seadanya yang ada sudah tersedia di sana, karna dia sudah tidak sanggup menahan rasa lapar, sebab semalam dia sama sekali tidak makan.
Setelah makan, wanita yang bercadar yang tak lain adalah Nabil, sedang memasak sarapan untuk sang suami, dia benar-benar berusaha agar masakan nya di makan, dan cocok di mulut sang suami.
Jam enam pagi Nabil sudah selesai menyiapkan sarapan nya, ntah jam berapa dia bangun, yang jelas saat ini dia sedang menyiapkan air mandi untuk Faris.
"Pagi Boy, hari ini cuaca 28°c, tidak ada badai atau petir, semua data telah masuk, izin kan saya membaca satu-persatu, Boy!" ucap Jane yang sudah aktif untuk membangun kan Faris.
Nabil yang sudah sering mendengar hanya menggeleng, kadang dia masih terkagum dengan benda ajaib itu, masih penasaran dengan pencipta benda tersebut, tanpa dia tau jika yang merancang adalah suaminya sendiri.
"Boy tidak ada di sini, nanti saja mengatakan nya!" ucap Nabil yang tentu tidak di dengar oleh Jane, seperti yang kita tahu, jika Jane hanya patuh jika mendengar suara Faris.
__ADS_1
"Lebih baik aku membangunkan mas Faris dulu!" ujar nya ingin keluar, tangannya sudah memegang handle pintu.
Tapi Nabil kalah cepat, Faris terlebih dulu membuka pintu, hingga kepala nya sedikit terbentur.
"Astaghfirullah, Ya Allah!" pekik Nabil merasakan sakit pada dahinya.
Faris langsung melangkah masuk, dapat dia lihat jika kening Nabil sedikit merah, namun dia tidak ingin ambil pusing.
"Mas sudah bangun?" tanya Nabil, sambil tangannya memegang dahinya yang terasa memanas.
"Sudah tau masih bertanya!" jawab Faris ketus, dia terus melangkah masuk, sedikit memperhatikan Jane yang sedang memberitahu jadwal nya hari ini.
Nabil hanya menggeleng, sambil mengelus dadanya dia pun beristighfar dengan suara sedikit keras.
"Apa dia sengaja memperdengarkan nya pada ku!" batin Faris, dia merasa sedikit aneh, karna Nabil sudah sedikit banyak bicara, bukan seperti biasa nya, yang hanya diam di saat dia mengatai atau di bentak.
Dalam setengah jam, Faris sudah siap dengan pakaian kantornya, lelaki cuek inipun sudah memakan sarapannya, kali ini dia menikmati nya, tidak ada cemoohan dan juga cibiran, bahkan dia terlihat memakan dengan begitu lahap.
"Mas, Nabil pamit untuk kuliah hari ini, boleh?" tanya Nabil saat Faris ingin keluar dari dalam kamar.
Faris menatap Nabil sekilas, setelah itupun dia kembali melanjutkan langkahnya.
"Bawakan mobil yang ada di garasi, aku tidak ingin jika orang tua mu melihat kamu jalan kaki, mereka akan mengira aku orang yang pelit, dan aku juga tidak ingin Kakek memarahi ku, jika dia mengetahui nya!" tukas Faris, sebelum akhirnya di benar-benar meninggalkan Nabil.
__ADS_1
Nabil ingin menjawab, jika dia tidak bisa membawa mobil, tapi percuma karna Faris sudah masuk ke dalam lift.
Ingin mengejar, tapi dia belum memakai Niqab nya, Nabil yakin jika sudah ada Diki di bawah yang sedang menunggu Faris.
"Nanti saja lah aku memberitahu Mas Faris, untuk hari ini aku bisa naik taksi!" gumam sendiri, setelah itu diapun bersiap-siap untuk berangkat ke kampus. Yang sudah sangat dia rindui.
Terutama dia begitu merindukan sahabatnya, Mira, dengan penuh semangat Nabil melangkah keluar.
Tak lupa dia berpamitan pada bi Mila, agar mereka tidak khawatir.
.
.
.
.
.
~Bersambung.
Gimana sih babang Faris, kok dia jadi plin plan ya, kadang dia prihatin sama Nabil, kadang juga marah" nggak jelas🤔, maksudnya apa coba🙄.
__ADS_1
Yang penasaran simak terus ya, dan jangan lupa berikan dukungan kalian, dengan cara like, komen, vote dan jika boleh berikan hadiah nya juga ya🥰🥰.