
Asisten Kim nampak sibuk mengurus pekerjaan Sean yang banyak. Asisten Kim yang terkenal pandai tidak merasa kesusahan mengerjakan semua itu.
Dia membuka laci mejanya untuk mencari bolpoin baru sampai matanya terperanjat melihat semua foto Mauren bersama dirinya. Dia menghela nafas panjang dan dengan sigap mengambil semua foto itu dari laci.
Bagaimana bisa aku melupakanmu? Jika kita hampir bertemu setiap hari.
Aaaargh! Akal sehatmu sudah tidak waras Kim!
Apakah aku harus mencari pacar saja untuk melupakannya? Tapi siapa yang mau menjadi pacarku?
Asisten Kim meraih ponselnya lalu menelpon Dokter Juna untuk minta dikenalkan teman wanitanya.
Dulu sebelum menikah Dokter Juna dikenal playboy dan banyak memiliki teman wanita tetapi kini penyakitnya sudah sembuh setelah menikah dengan Anita.
"Kau ingin dikenalkan dengan gadis seperti apa Kim?" tanya Dokter Juna lewat panggilan telepon.
"Yang seperti Mauren"
"Hahaha gadis seperti Mauren itu limited edition. Tidak ada gadis aneh seperti dirinya. Bagaimana jika ku kenalkan kepada Lena? Dia teman SMA ku?"
"Jadi dia lebih tua dariku, Dok?"
"Jangan di pandang umurnya! Dia cantik dan paling terpenting bohay"
Asisten Kim lalu meminta Dokter Juna untuk mengirimkan fotonya. Dia melihat jika wanita itu memang cantik memiliki lesung pipi yang manis. Asisten Kim mengiyakan ingin berkenalan dengan wanita itu, siapa tau dia bisa melupakan Mauren.
Setelah mendapat nomornya, ia langsung menelpon Lena tanpa basa-basi dan langsung mengajak bertemu Lena malam ini.
Saat malam hari.
Setelah melakukan aktivitas melelahkan selama di kantor, ia segera menaiki mobil mewahnya dan tidak lupa mengenakan parfum terwangi lalu menyisir rambutnya.
Asisten Kim mencari peruntungan kali ini, siapa tau Lena memang tipenya.
Dia mengajak Lena makan malam di sebuah restoran mahal. Sedangkan Lena sangat antusias karena akan berkencan dengan orang terkenal seperti Asisten Kim yang dikagumi banyak wanita termasuk dirinya.
Setelah sampai di restoran itu ternyata Lena datang terlebih dulu karena saking antusiasnya. Dia sudah memesan seromantis mungkin tempat makan malam bersama Asisten Kim.
Ternyata Lena tipe orang yang blak-blakan. Batin Asisten Kim.
Asisten Kim lalu duduk di kursinya dan Lena tanpa basa-basi memperkenalkan dirinya terlebih dahulu.
"Perkenalkan namaku Lena Anugerah seorang desainer dari perusahaan Batik Textile," ucap Lena sambil menyodorkan tangannya.
Asisten Kim menerima jabat tangannya dan tidak lupa memperkenalkan dirinya.
"Aku sudah banyak mendengar tentang Tuan Kim. Saya termasuk fans berat anda, suatu kehormatan saya bisa makan malam bersama anda disini.
"Terima kasih, saya juga senang bisa berkenalan dengan anda. Tetapi jangan panggil saya dengan sebutan Tuan! Panggil saya Kim saja!" ucap Asisten Kim dengan menunjukan senyuman termanisnya.
Hati Lena langsung meleleh ketika melihat senyuman Asisten Kim. Dia langsung jatuh cinta saat itu juga dan ingin berkenalan lebih jauh dengannya.
__ADS_1
Sedangkan Asisten Kim nampak biasa saja, dia memang tipe orang yang tidak mudah suka dengan orang.
Disisi lain.
Sean dan Dokter Juna ternyata mengintai Asisten Kim dari jauh. Sean sangat kesal karena ia meninggalkan Mauren sendirian di apartemen hanya untuk melihat orang berkencan.
"Hidup kau tidak berguna Juna! Untuk apa kita melihat orang berkencan?" ucap Sean.
"Diamlah Upin! Lihat adikmu si Ipin sedang mencari cintanya! Kau tidak kasian setelah dia kau tikung?"
"Hei aku tidak merasa menikungnya. Cih... menyebalkan. Tidak berguna kau Uncle Muthu! Membuang waktuku saja"
Dokter Juna mengambil ponselnya lalu mengirim pesan kepada Asisten Kim.
Mendengar ponselnya berbunyi, ia langsung membukanya.
Dokter Juna
Tatap dadanya Kim! Jangan sia-siakan kesempatan itu!
Setelah membaca pesan konyol itu, Asisten Kim menengokkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, ia merasa sedang diawasi oleh Dokter Juna.
^^^Kim^^^
^^^Anda mengawasiku, Dokter?^^^
Dokter Juna
Enak saja! Pekerjaanku banyak dan lagi pula untuk apa aku mengawasimu? Kurang kerjaan saja.
Asisten Kim langsung mengarahkan pandangannya ke arah lain, dia dengan cepat langsung meminum minumannya.
"Jadi anda tidak punya Pacar Kim?" tanya Lena.
"Belum," jawab Asisten Kim sedikit canggung.
Lena dengan percaya diri menyentuh tangan Asisten Kim dan menggenggam tangannya. Reaksi Asisten Kim sangat terkejut, ia juga sangat malu ketika tidak sengaja menatap belahan dada yang menggoda itu.
Gara-gara Dokter Juna. Aku jadi kepikiran terus. Hah! Aku juga manusia normal dan akan tegang jika melihat begituan. Aku ingin cepat pulang saja sepertinya Lena bukan tipeku, dia sangat agresif.
"Kim. Bolehkah aku meminta bantuanmu? Pintu rumahku rusak aku tidak bisa membukanya. Setelah makan kau bisa membantuku untuk membenarkannya?" tanya Lena dengan nada yang menggoda.
"Maaf saya bukan tukang kunci," jawab Asisten Kim sambil menarik tangannya dari genggaman Lena.
"Kumohon Kim! Ini sudah malam dan tidak mungkin aku mencari orang yang bisa membenarkan pintuku selain dirimu"
Sedangkan disisi lain, Sean dan Juna sedang asyik cekikikan karena melihat wajah Asisten Kim yang lucu saat digoda oleh Lena.
Sampai telpon Sean berdering yang ternyata dari Mauren.
__ADS_1
"Iya sayang. Aku akan segera pulang," ucap Sean.
Dokter Juna mengerutkan kening, ia kecewa jika Sean harus pulang dan harus melewatkan tontonan asyik itu.
"Aku ikut pulang bersamamu Sean. Aku akan ke apartemen Kim"
"Seperti tidak punya rumah saja kau"
"Beberapa hari ini istriku marah tanpa sebab kepadaku, dia juga selalu mengunci pintunya dan lebih parahnya semua ATM ku dibawanya," jelas Dokter Juna sambil masuk ke mobil Sean.
"Kau pun mata keranjang bagaimana Kak Anita tidak marah kepadamu? Kau seorang dokter hebat tetapi tidak mencerminkan seorang dokter," ejek Sean.
"Sialan kau! Jika aku sudah melepas jas dokterku ya aku sudah menjadi Juna yang sebenarnya. Hahaha"
Mereka lalu segera pulang ke gedung apartemen milik Sean. Sedangkan Asisten Kim dengan terpaksa membantu membenarkan pintu rumah Lena yang katanya macet. Dia sudah mempunyai firasat yang tidak enak tetapi ia tepis karena ia hanya ingin membantu Lena saja.
Setelah makan malam yang bisa dibilang canggung bagi Asisten Kim, mereka langsung meluncur ke rumah Lena yang berada di perumahan elit di kota itu.
Asisten Kim dengan sigap membuka pintu rumah Lena yang memang terlihat macet. Pertama membukanya memang sulit tapi setelah yang kedua kalinya pintu itu lalu terbuka.
"Nona Lena, pintunya sudah terbuka. Saya akan berpamitan untuk pulang. Selamat malam"
Tetapi tiba-tiba Asisten Kim di dorong masuk ke rumah Lena yang terlihat sepi dan wanita itu langsung menutup pintunya.
"Apa maksud anda Nona?" tanya Asisten Kim yang mulai marah.
"Kita bersenang-senang saja malam ini Kim," ucap Lena dengan nada penuh sensual.
Dengan cepat Lena mendorong Asisten Kim ke sofa, ia lalu menindihnya.
Mereka saling bertatapan tetapi Asisten Kim sudah menunjukan mata elangnya yang sudah terlihat sangat marah.
"Bisakah anda menyingkir dari tubuh saya?" tanya Asisten Kim yang menatap tajam wanita itu.
"Jangan begitu! Ayo kita bersenang-senang! Aku suka sekali dengan berondong sepertimu," jawab Lena sambil mengarahkan bibirnya ke bibir Asisten Kim.
Dengan cepat pria itu mendorong Lena dengan kuat sampai Lena terjatuh di lantai dan terkena benturan meja cukup kuat. Dia nampak kesakitan sambil memegang lengannya. Sementara Asisten Kim tetap menunjukan mata elangnya dan tidak merasa kasihan dengan wanita itu.
Asisten Kim mengeluarkan dompetnya dan mengambil banyak uang lalu melempar uang itu kearah Lena yang masih terduduk di lantai menatap Asisten Kim dengan kengeriannya.
"Ambil uang itu untuk mengobati lenganmu! Dan jangan pernah menganggap semua lelaki itu sama yang selalu tergoda dengan wanita cantik dan seksi di depannya. Saya tidak seperti itu. Dan jangan pernah membuat berita buruk tentang saya setelah ini! Jika iya saya pastikan perusahaan anda akan hancur sampai ke akar-akarnya," ucap Asisten Kim dengan serius.
Asisten Kim langsung berjalan menuju mobilnya, ia menancapkan gas dan menuju ke apartemennya. Dia sangat kesal kepada Dokter Juna kenapa dirinya dikenalkan dengan wanita seperti Lena.
Sesampainya di apartemen, Asisten Kim kaget melihat Dokter Juna sudah berada di apartemennya. Pria itu dengan santainya sudah rebahan di ranjang sambil tertawa cekikikan menonton acara TV komedi.
Tuhan. Kenapa engkau memberikan orang-orang konyol seperti ini di sekitarku?
Asisten Kim lalu mengambil guling dan melemparnya kearah wajah Dokter Juna membuat pria itu terkejut.
"Anda tega sekali Dokter mengenalkan wanita seperti Lena kepadaku!" ucap Asisten Kim kesal.
__ADS_1
_________________________
Dukung author dengan LIKE KOMEN VOTE RATE5 pada Novel ini supaya author semangat ngetiknya.