Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
Bab 74 : Pertemuan denganmu 3


__ADS_3

...^Grup chat Pria Tampan dan Mapan^...


Versi ponsel Dokter Juna.


^^^Juna^^^


^^^Oi... oi... oi.. yuhuuuu^^^


Sukim


Ada apa Dokter?


Sentet


Sinting kau!


...Anda menambahkan Reno...


Reno


Grup apa ini?


...Reno meninggalkan grup...


Sentet


Reno waras kenapa kau masukkan grup?


...Anda menambahkan Reno...


^^^Juna^^^


^^^Awas kau jika keluar lagi Reno!^^^


Reno


Hemmm


Sukim


Apa kabar Kak Reno?


Reno


Baik, Kim


^^^Juna^^^


^^^Kurangajar kau, Kim. Dengan Reno kau panggil Kak. Sedangkan aku yang lebih tua 5 tahun darimu, kau panggil Juna^^^


Sukim


Saya tidak pernah memanggil dengan nama anda, Dok


^^^Juna^^^


^^^Jika bukan kau berarti si Sean sentet itu^^^


Sentet


JUNAEDI


Reno


Ribut apa sih kalian?


^^^Juna^^^


^^^Saudara kembar sial itu selalu kurangajar denganku.^^^


^^^Sentet dan Sukim^^^


Sukim


Maafkan kami Dokter jika kami kurangajar kepada anda.


Sentet


JUNAEDI GOBL*K!


^^^Juna^^^


^^^DASAR SENTET!^^^


^^^AYO BERTENGKAR^^^


Sentet


Kame-kame haaa


Sukim


Kungfu panda...


^^^Juna^^^


^^^Cidoriiii....^^^


Reno


Kenapa kalian ini?


...Sentet mengeluarkan Reno dari grup...


^^^Juna^^^


^^^Kenapa kau keluarkan Reno, Sean?^^^


Sentet


Buat malu saja kau!


...Sentet mengeluarkan Sukim dari grup...


...Sentet keluar dari grup...


^^^Juna^^^


^^^:(^^^


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...^Grup chat Pria Tampan dan Mapan^...


Versi ponsel Kim


^^^Kim^^^


^^^Saya suka dengan seorang gadis tapi dia masih SMA. Bagaimana menurut kalian?^^^


Tuan Sean


Masa bodo


Dokter Juna


Jangan begitu Sean!


Aku mendukungmu, Kim


^^^Kim^^^

__ADS_1


^^^Aku sangat menyukai gadis itu^^^


Tuan Sean


Utarakan beg*!


^^^Kim^^^


^^^Utarakan bagaimana, Tuan?^^^


Tuan Sean


Tembak


^^^Kim^^^


^^^Saya bisa dipenjara Tuan, bila saya tembak^^^


Dokter Juna


Kok kau jadi bodoh seperti Sean?


Tuan Sean


Iya Kim. Kok kau jadi bodoh seperti Juna?


Dokter Juna


Sialan kau Sean!


Tuan Sean


Awas kau Juna! Ku kirim bom ke rumah kau


Dokter Juna


AYO BERTENGKAR!


CIDORI....


Tuan Sean


KAME KAMEHAAA


...Kim meninggalkan grup...


________________________________


Dari obrolan chat dari versi ponsel mereka tau kan siapa yang paling waras? Hahaha


Ini dia nama asli mereka


Arsean William Adinata


Juna Aslan Pahlevi


Fai Wang (Kim)


Balik ke cerita yuk.


Pagi hari terasa dingin.


Sean membuka matanya, ia terfokus pada gadis di sudut kamar yang membelakangi dirinya.


Dia adalah Mauren yang sedang berganti baju.


Sean terkejut lalu menutup matanya, tetapi rasa penasarannya membuat membuka matanya sedikit.


Sepertinya Mauren tidak sadar jika Sean sudah bangun, Sean bisa melihat Mauren tengah memakai tank top lalu mengenakan baju dan jaket tebalnya.


Kamar mandi terletak di luar kamar, mungkin membuat Mauren malas untuk keluar dan memilih berganti baju di kamar karena terlihat Valto dan Sean belum bangun.


Nekat juga gadis itu. Batin Sean.


Sean lalu berpura-pura menutup matanya lagi, ia tidak ingin ketahuan saat melihat Mauren yang tadi sedang berganti baju.


Valto segera bangun lalu mengambil handuk, ia berjalan keluar kamar untuk ke kamar mandi.


Sedangkan Mauren kebingungan karena Valto tidak membangunkan temannya yaitu Sean yang masih terlihat tertidur.


Mauren mendekatinya dan berusaha membangunkannya.


Wajahnya seperti Oppa-oppa Korea. Batin Mauren saat mendekati Sean.


"Kak... bangun kak!"


Tetapi Sean tidak merespon membuat Mauren mencoba mendekat dan menepuk bahu Sean.


Tetapi tiba-tiba tangan Sean menarik tubuh Mauren sehingga tubuh Mauren terjatuh di tubuh Sean.


Sean memeluknya dengan erat sedangkan Mauren berusaha memberontak.


"Putuskan pacarmu!" ucap Sean.


"Lepaskan aku! Dasar cowok mesum!"


"Putuskan pacarmu! Aku akan memberikan semua yang kau minta. Rumah, apartemen, mobil mewah, aku akan memberikan semuanya untukmu," ucap Sean yang masih memeluk erat Mauren.


Mauren tidak memperdulikan ucapan Sean, ia malah menggigit bahu Sean sekuat mungkin hingga Sean melepaskan pelukannya.


"Dasar cowok mesum! Aku benci denganmu!" ucap Mauren lalu mengambil tasnya dan berlari keluar kamar meninggalkan Sean yang kesakitan.


Sean mengacak-acak rambutnya, hal bodoh telah dilakukannya. Dia sangat ceroboh dalam mengambil keputusan.


Tapi dia tersenyum karena menyimpulkan jika Mauren tidak matre walaupun di iming-imingi harta itu.


Gadis yang unik. Awas saja aku pasti bisa mendapatkan cintamu.


Setelah kejadian itu Mauren seperti menghindari Sean dan menganggap tidak terjadi apa-apa.


Dia tidak mau memikirkan pria gila itu.


Tetapi Mauren tidak tau jika Sean adalah pria kaya raya yang memiliki segalanya.


Jika tau pasti Mauren langsung mendekati Sean tanpa ampun tetapi saat itu Mauren sudah memiliki pacar dan ia berusaha setia dengan pacarnya.


***


Diruangan direktur.


Sean menghela nafas panjang, ia tidak fokus untuk bekerja. Setelah seminggu dari kejadian itu, ia selalu memikirkan Mauren. Sudah seminggu juga ia tidak bertemu gadis itu, entah kenapa ia merasa rindu.


Bahkan aku belum tau siapa namanya?


Apa aku tanya Valto ya?


Tapi seorang pria tampan sepertiku merasa harga diriku turun ketika bertanya tentang itu kepada Valto.


Ah! Masa bodo yang penting aku tidak mati penasaran.


Sean mengambil ponselnya lalu mencoba menghubungi Valto untuk bertanya nama adik sepupunya beserta nomor teleponnya. Valto memberikannya dengan percuma, ia bisa menebak jika temannya menyukai adiknya itu. Bahkan bukan hanya Sean saja yang menyukai Mauren tetapi beberapa teman klub motornya juga menyukai Mauren.


Itulah sebabnya Sean tidak mau kalah dengan yang lain dan berusaha mendapatkan cinta Mauren.


Namanya Mauren? Imut sekali.


Setelah mendapat nomor telpon dan mengetahui namanya. Sean segera mengirim pesan kepada Mauren tetapi kali ini ia mengaku bernama Jason.


^^^Sean^^^


^^^Hai... Mauren^^^

__ADS_1


Sean menatap layar ponselnya dan berharap Mauren segera membalasnya tetapi nihil setelah menunggu 10 menit ia tidak kunjung mendapat balasan.


Apa sih yang aku harapkan?


Tidak mungkin ia membalasnya. Batin Sean yang mulai putus asa.


Tiba-tiba Asisten Kim datang ke ruangannya, ia mengabarkan meeting akan dimulai 10 menit lagi tetapi ponsel Sean berbunyi seolah mendapatkan sebuah pesan.


Mauren :*


Siapa?


Sean tersenyum riang karena mendapat balasan dari Mauren, dia lalu menyuruh sang asisten untuk menunda meetingnya tanpa alasan yang jelas.


^^^Sean^^^


^^^Aku Jason^^^


^^^Salam kenal^^^


Mauren :*


Jason siapa?


Apa kita pernah kenal?


^^^Sean^^^


^^^*Mungkin...^^^


^^^Sedang apa*?^^^


Mauren :*


Orang aneh.


Sudah aku harus masuk kelas


nanti lagi


^^^Sean^^^


^^^Baiklah... semoga hari mu menyenangkan^^^


Sean kegirangan karena Mauren merespon pesannya. Dia seperti orang gila yang tersenyum sendiri membayangkan wajah Mauren. yang menggemaskan.


Sedangkan Asisten Kim yang berada di hadapannya kebingungan melihat tingkah sang tuan yang aneh.


"Hari ini aku sangat senang, Kim. Gadis itu membalas pesanku," ucap Sean.


"Benarkah, Tuan? Boleh saya melihat fotonya?" tanya Asisten Kim.


"Jangan! Aku takut kau naksir dengannya, aku tidak mau menambah saingan lagi," ucap Sean berbohong padahal ia tidak mempunyai foto Mauren.


Tidak mungkin, Tuan. Sekarang ini aku menyukai seseorang tetapi aku tidak begitu mengenalnya. Dia gadis berponi dan postur tubuhnya tinggi, dia memiliki senyuman yang manis. Bernama Mauren, aku melihat namanya tertulis di seragam SMA nya. Batin Asisten Kim


Setelah itu akhirnya Sean sering berbalas pesan dengan Mauren tetapi ia tetap menggunakan nama Jason.


...****************...


Seminggu kemudian.


Ketika itu hari minggu, Sean berada dirumah sederhananya. Sehabis mandi dengan keadaan rambut yang masih basah ia berjalan menuju ranjang sambil berbalas pesan dengan Mauren.


^^^Sean^^^


^^^Pagi cantik :)^^^


^^^Sedang apa?^^^


Mauren :*


Sedang ke dokter


^^^Sean^^^


^^^Sakit apa? :(^^^


^^^Kau tidak apa-apa?^^^


Mauren :*


Kaki ku bengkak, Jason


Sean sangat panik setelah membaca pesan itu, dia mencoba bertanya lebih dalam lagi tentang keadaan Mauren.


^^^Sean^^^


^^^Kenapa kaki mu bengkak?^^^


^^^Apa yang terjadi denganmu?^^^


Mauren :*


2 minggu yang lalu aku menabrak mobil seseorang dan motorku remuk tapi itu semua gara-gara dia yang berhenti mendadak.


Ku pikir kaki ku tidak apa-apa tetapi semakin hari kaki ini semakin bengkak dan puncaknya hari ini bahkan aku tidak bisa berjalan :(


Sean sangat terkejut mengetahui hal itu, ia merasa bersalah kepada Mauren.


Bukannya mengganti rugi tetapi Sean malah kabur dan tidak bertanggung jawab.


^^^Sean^^^


^^^Kau tidak ingat wajah yang menabrakmu seperti apa?^^^


Mauren :*


Aku tidak ingat. Tetapi sepertinya dia orang kaya terlihat ia menggunakan mobil mewah dan mengenakan jas.


Sean memegang kepalanya, ia merasa bersalah dengan Mauren membuat gadis yang dicintainya sampai terluka.


Dia mengutuk dirinya sendiri sebagai pria bodoh yang tidak bertanggung jawab.


^^^Sean^^^


^^^Aku yakin orang itu pasti menyesal telah membuatmu terluka.^^^


^^^Cepat sembuh Mauren :)^^^


Mauren


Aku tidak peduli dengan orang itu, dia tidak menyuruh mengganti kerusakan mobil mewahnya saja aku sudah bersyukur. Walaupun kini motorku remuk, tapi tak apalah. Aku bisa naik angkot menuju sekolah :)


^^^Sean^^^


^^^*Aku mengkhawatirkanmu Mauren.^^^


^^^Cepat sembuh :)^^^


^^^Semoga saja orang yang menabrakmu cepat sadar atas perbuatannya*.^^^


Mauren tersenyum kecut membaca pesan dari Jason. Pria yang sangat misterius tetapi ia cukup terhibur dengan pesan-pesan yang selalu ia kirimkan setiap hari. Apalagi Reza sudah jarang menghubungi Mauren membuat Mauren cukup jenuh dan memilih membalas pesan misterius itu.


+++++++++


Mohon dukungannya dengan like komen vote5 dan vote..


jangan pelit!!!


kalo pelit author bakal update sehari 1 bab saja... karena mengetik dan memikirkan ide cerita itu susah gaess.

__ADS_1


hargai author ya... like, Komen dan vote itu GRATIS KOK


__ADS_2