
"Tuan, ini data palsu," ucap Asisten Kim ketika membaca data itu.
"Palsu katamu? Kau tidak lihat semua petinggi menandatanganinya?" jawab Sean.
Asisten Kim terdiam sambil memandangi semua tanda tangan para petinggi Young Group. Kapan mereka merekap data ini tanpa sepengetahuan Asisten Kim?
"Mari kita buktikan, tuan! Saya tidak melakukan korupsi sepeserpun," ucap Asisten Kim.
"B*cot kau! Aku tidak ingin membicarakan itu, yang ku permasalahkan kenapa kau bisa tidur dengan istriku?" tanya Sean berapi-api.
Asisten Kim mendekati Sean, dia bersujud di kaki Sean jika lancang pernah menemani Mauren tidur di apartemen mereka. Tetapi dia meyakinkan jika ia tidak melakukan apapun kepada Mauren.
Disisi lain,
Mauren tengah berdebat dengan Dasha jika ia ingin menuju ke kantor Sean.
Dasha mencegah Mauren sedangkan Mauren terus memberontak.
"Biarkan aku pergi Kak Dasha! Aku takut mereka bertengkar," pinta Mauren.
"Anda keras kepala sekali nona Mauren. Anda tinggal duduk manis disini, Tuan Sean akan membereskan Kim dengan benar," ucap Dasha.
Mauren menendang telur Dasha membuat pria itu kesakitan dan terjatuh, saat itulah Mauren melarikan diri dari Dasha, ia berlari menuju lift tetapi saat pintu lift tertutup tiba-tiba Dasha datang dan masuk lalu menyeret Mauren keluar.
"Lepaskan Kak Dasha! Sakit kak," ronta Mauren saat Dasha menarik rambutnya dengan kuat.
"Sudah ku bilang, kau di apartemen saja duduk manis. Cewek sialan kau!" ucap Dasha.
Mauren terkejut dengan ucapan Dasha, ia tidak menyangka jika Dasha sekasar itu. Dasha lalu mendorong Mauren ke ranjang lalu mengunci Mauren di dalam apartemen.
"Buka Kak Dasha! Ku mohon!" ucap Mauren sambil menggedor pintu apartemen.
Mauren lalu menelpon Sean tetapi Sean tidak menjawabnya. Dia kebingungan, ia harus memikirkan bagaimana untuk keluar dari apartemennya.
Mauren tidak kehilangan akal, ia mencari kunci cadangan yang ia temukan di laci milik Sean. Kunci itu berbentuk kartu lalu ia membuka pintu secepat mungkin dan menuju ke kantor Milik Sean.
Di dalam kantor Sean.
Suasana semakin memanas ketika Sean memukuli Asisten Kim tanpa ampun. Asisten Kim tidak menghindar, ia tidak ingin menyakiti sang tuan.
BUAAK
BUAAK
BUAAK
Sean begitu kesal mengingat Asisten Kim pernah tidur bersama Mauren di apartemennya. Rasa sakit hati tidak bisa di pungkiri lagi apalagi jika mengingat sang asisten pernah ada hubungan spesial dengan Mauren.
__ADS_1
"Ampun tuan. Maafkan saya, saya berani bersumpah jika saya tidak melakukan apapun kepada nona Mauren," ucap Asisten Kim.
BUAAAAK
Sean memukuli Asisten Kim sampai wajah pria itu babak belur. Sudah tidak ada kesempatan lagi untuk Asisten Kim meminta maaf.
Disaat bersamaan pintu terbuka yang ternyata Dasha.
Dasha tersenyum menyeringai melihat Asisten Kim yang berdarah-darah.
"Dasha?"
"Iya Sean"
"Siapkan sidang untuk pengkhianat kita. Kumpulkan semua pegawai untuk melihat Kim yang melakukan korupsi dan mengakuinya," ucap Sean.
"Baik, Sean"
Mauren tiba-tiba datang, ia terkejut melihat Asisten Kim terluka parah.
Dia ingin membantu tetapi ia takut dengan kemarahan Sean.
"Oppa?"
Sean berdecih lalu meninggalkan ruangan itu tanpa melihat Mauren.
Mauren kebingungan, ia lalu memandang Asisten Kim.
Mauren mengejar Sean tetapi Sean tidak menggubris Mauren. Mauren mencoba menjelaskan jika Dasha sempat mengkasarinya dan Sean terhenti dari langkahnya.
"Oppa harus percaya padaku," ucap Mauren.
"Aku sedang sibuk. Tidak usah mengada-ngada kau," bentak Sean.
"Aku tidak mengada-ngada oppa. Dasha kasar denganku"
Sean menatap tajam kearah Mauren. Lalu tersenyum tipis dan berjalan meninggalkan Mauren.
Mauren menatap punggung Sean yang berjalan meninggalkannya. Miris, Sean sudah tidak mempercayainya.
Mauren lalu berjalan menuju ruangan Asisten Kim. Dia melihat Asisten Kim tengah mengobati lukanya sendiri.
Mauren merebut handuk hangat itu lalu mulai mengompres wajah Asisten Kim.
"Nona?" tanya Asisten Kim bingung.
"Oppa tidak mempercayaiku lagi," ucap Mauren sambil menangis.
__ADS_1
"Tuan Sean sedang emosi. Kita harus berbicara saat Tuan Sean sudah tenang"
Asisten Kim mengelap air mata Mauren. Dia sangat kasian dengan Mauren karena setelah menikah dengan Sean mengalami hal buruk.
"Kak Dasha tadi mengkasariku. Dia menarikku dan menjambakku lalu aku di kurung di apartemen tetapi untung saja aku masih punya kunci cadangan," ucap Mauren.
"Dasha melakukan itu?" tanya Asisten Kim.
Mauren menganggukan kepala, ia melanjutkan mengobati Asisten Kim.
Asisten Kim memandang wajah Mauren begitu dalam, ia tahu jika Mauren memendam kesedihan begitu dalam.
"Anda bahagia menikah dengan Tuan Sean?" tanya Asisten Kim membuat Mauren terkejut.
"Jika tidak bahagia pasti aku sudah meminta bercerai dari dulu"
"Tenang saja nona! Saya akan segera menyelesaikan kesalahpahaman ini," ucap Asisten Kim.
Mauren tersenyum dan setelah mengobati Asisten Kim, ia segera berdiri tetapi di cegah oleh Asisten Kim.
"Anda ingin mengikuti rencanaku nona? Kita ungkap siapa yang berani memfitnah kita. Saya yakin orang disekitar kita yang melakukannya," ucap Asisten Kim.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sidang pun dimulai, Asisten Kim duduk di tengah-tengah seperti seorang terdakwa. Ini adalah cara perusahaan Young Group untuk mengungkap kasus korupsi sebelum di serahkan oleh pihak kepolisian.
Para pegawai tercengang ketika mendengar Asisten Kim melakukan pengkhianatan ke sang tuan.
Asisten Kim masih santai karena ia tidak melakukan kesalahan apapun.
Salah satu pegawai membacakan data yang menyebutkan jika Asisten Kim melakukan korupsi mulai dari tanggal, hari dan jam di lakukannya pentransferan ke rekening pribadinya.
Sean yang tidak memakai jas sendiri di ruangannya itu hanya menatap tajam Asisten Kim. Sebenarnya ia tidak ingin meributkan masalah korupsi itu tetapi ia lebih mempermasalahkan ketika Kim ketahuan tidur bersama istrinya.
Pengkhianat sepertimu harus di beri pelajaran Kim. Batin Sean geram.
Permainan akan dimulai. Batin Dasha sambil menyeringai.
Asisten Kim terdiam mendengar semua tuduhan tentang dirinya. Setelah itu ia mendapat kesempatan untuk membela diri. Dia juga melampirkan bukti jika ia tidak bersalah.
"Bukti ini belum kuat Pak Kim, anda harus mendapat bukti yang lebih dalam lagi"
"Tidak kuat? Bukti itu bahkan ada stempel dari pihak Assound Group jika pihak mereka menstransfer langsung ke bagian bendahara bukan rekening saya," bela Asisten Kim.
"Hei Asisten Kim, bahkan membuat stempel itu sangat mudah. Anda bisa memesan di toko stempel dan anda hanya menunggu satu jam untuk mendapatkannya," ucap Dasha tersenyum menyeringai.
Sean dari tadi hanya terdiam, ia sepertinya sudah terkena racun dari Dasha. Apalagi jika Dasha adalah teman terdekatnya selain Kim dan Juna.
__ADS_1
Kakak Dasha adalah pemilik dari perusahaan Assound Group. Mereka ingin bekerja sama dengan Young Group melalui persahabatan antara Sean dan Dasha. Apalagi Dasha kini menjadi bodyguard Mauren membuat ia leluasa bertemu Sean setiap hari dan menghasut Sean.