Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
Bab 135 : Oppa merajuk?


__ADS_3

"Oppa membungkus apa tadi? Kok jam nya masih disini?" ucap Mauren sambil menggoyang-goyangkan tubuh sang suami.


Sean menguap lalu pura-pura terbangun, ia melihat wajah Mauren yang kebingungan dan Sean menunjukan wajah biasa saja.


"Aku membungkus apa yang kau suruh tadi. Jam tangan dengan kalung emas liontin bintang," jawab Sean.


"jadi Oppa hanya membungkus kalungnya saja? Jam ini ketinggalan, Oppa"


Mauren lalu berlari ke apartemen Asisten Kim. Tak lupa membawa jam tangan mewah yang tertinggal.


Setelah menekan lift dan sampai di apartemen Asisten Kim. Dia segera mengetuk pintu lalu Asisten Kim membukanya.


"Kak Kim sudah membukanya? Kak Kim suka?"


Asisten Kim hanya mengaggukan kepala. Lalu Mauren menyerahkan jam tangan mewah untuk Asisten Kim.


Asisten Kim menerimanya dengan bingung.


Mauren lalu masuk ke apartemen Asisten Kim, ia melihat hadiahnya sudah di buka tetapi matanya langsung terfokus pada sekotak celana dalam berlabel indomaret dan sewadah pembalut dengan ukuran 45 cm bersayap.


"Kau keterlaluan Mauren, bisa-bisanya memberi Kim hadiah seperti itu. Kau sudah menghinanya dari kue yang ngasal lalu hadiah seperti ini," ucap Dokter Juna.


"Sudah, dok! Tidak usah berkata seperti itu!" ucap Asisten Kim.


"Celana dalam dan pembalut itu isi kado dariku?" tanya Mauren.


Asisten Kim menganggukan kepala, ia sudah menduga jika ini adalah kerjaan sang tuan.


Kenapa Oppa tega denganku? Oppa mempermalukanku di depan Kak Kim.


Oppa jahat. Batin Mauren sambil menitikan air mata.


Mauren langsung terjongkok, ia menangis terisak. Dia menjelaskan jika tidak memberi kado seperti itu. Dia memberikan jam tangan dan kalung untuk Asisten Kim tetapi ia tidak menyangka jika Sean menggantinya dengan barang tidak masuk akal untuk kado ulang tahun.


Asisten Kim membangunkan Mauren, ia menenangkan Mauren.


"Sudah tidak apa-apa, Nona. Jangan menangis lagi!"


"Aku malu dengan Kak Kim. Oppa sungguh keterlaluan. Kenapa dia menukar kado ku?" jawab Mauren sambil menangis terisak.


"Nona 'kan tau sendiri jika Tuan Sean memang suka jahil. Sudah Nona, tidak apa-apa"


"Oooooh... berarti kerjaannya Sean sentet? Haha dasar sentet!" ucap Dokter Juna.


Pintu apartemen terbuka ternyata Sean yang membukanya. Dia langsung menarik Mauren tetapi Mauren menepis tangan Sean.


"Oppa keterlaluan!" ucap Mauren.


Sean berdecih, ia memandang Mauren yang menangis karena malu.

__ADS_1


"Tidak usah banyak drama kau, Oren! Ayo pulang!" ucap Sean.


"Bercandaan Oppa sungguh keterlaluan. Bisa-bisanya Oppa mengganti kadoku seperti itu," ucap Mauren sambil menunjuk celana dalam dan pembalut yang tergeletak di ranjang Asisten Kim.


"Cih... aku sudah tidak tahan lagi. Kau bisa-bisanya memberi kejutan untuk pria lain. Sedangkan kau belum tentu tau tanggal ulang tahunku," ucap Sean.


Mauren terdiam, ia memang tidak mengetahui tanggal ulang tahun Sean tetapi yang ia tahu ulang tahun Sean masih lama.


"Sudah ku duga kau tidak tau tanggal ultahku, Oren. Sekarang terserah padamu. Sana kembali kepada Kim! Kalian sama saja, dasar pengkhianat!" ucap Sean sambil berjalan keluar dari apartemen Asisten Kim.


Asisten Kim mengejar sang tuan, ia meminta maaf atas kejadian ini. Dia juga menjelaskan jika niat Mauren baik dan tidak ada maksud lain.


"Senang kau mendapat kejutan dari istriku? Kalian memang tidak pernah menjaga perasaanku," ucap Sean menghentikan langkahnya.


"Tuan Sean hanya salah paham. Kami tidak ada hubungan apa-apa"


"Sudah kau pergi sana! Mulai sekarang kau bukan asisten ku lagi. Bangs*t!"


Sean kembali ke apartemennya lalu di kejar Mauren dan Asisten Kim.


Mereka mencoba menjelaskan kepada Sean tetapi Sean tidak memperdulikan mereka.


Mauren masih menangis sampai tersedu-sedu membuat Asisten Kim semakin bersalah.


Kini Sean sudah hampir sampai di depan apartemennya dan Mauren menarik tangan Sean.


"Tunggu, Oppa! Harusnya yang marah itu aku bukan Oppa. Kenapa Oppa semena-mena begini?" ucap Mauren menangis terisak.


"Tidak, Oppa. Oppa jahat sekali, hiks.. hiks..."


Sean tidak memperdulikan ucapan Mauren. Dia langsung masuk ke apartemen meninggalkan Mauren yang menangis sambil menggebrak pintu.


"Oppa, buka pintunya, Oppa!"


Asisten Kim menghampiri Mauren, ia mengusap air mata Mauren. Dia tidak tega suami istri tersebut bertengkar karena dirinya.


"Nona, anda sudah tahu sifat Tuan Sean kenapa masih membuat pesta kejutan untuk saya?"


"Oppa pertamanya setuju tapi entah kenapa dia sekarang marah"


"Sudah jangan menangis, Nona! Biar saya berbicara kepada Tuan Sean," ucap Asisten Kim.


Asisten Kim lalu mengetuk pintu apartemen Sean tetapi Sean tidak segera membukanya. Asisten Kim menggedor semakin kencang tatkala ia melirik Mauren semakin menangis terisak. Dia sungguh tidak tega dengan Mauren.


"Tuan, cepat buka pintunya! Kasian Nona Mauren, dia tidak bersalah, Tuan"


Tidak ada respon dari Sean membuat Asisten Kim semakin geram karena semakin hari ulah sang tuan semakin parah.


"Anda boleh marah dengan saya, Tuan. Tetapi anda tidak boleh marah dengan istri anda," ucap Asisten Kim.

__ADS_1


Ceklek...


Pintu apartemen Sean terbuka, Sean melempar koper dan menyuruh Mauren pergi dari apartemennya. Mauren bersujud kepada Sean supaya mengampuni kesalahannya dan ia tidak akan mengulanginya lagi.


"Pergi sana kau! Istri kurang ajar! Sudah kesekian kali kau membuatku kecewa," ucap Sean dengan nada membentak.


Mauren semakin menangis terisak terlihat Asisten Kim mulai kesal dengan sang tuan.


"Anda tidak boleh membentak istri anda, Tuan! Nona Mauren tidak bersalah"


"Sialan! Tau apa kau? Aku tau jika kau masih menyukai istriku"


"Kenapa anda keras kepala sekali, Tuan? Anda sangat keterlaluan," ucap Asisten Kim kecewa.


Mauren masih terduduk dan menangis. Dia malah melihat majikan dan asisten sedang beradu mulut. Entah kenapa kali ini Asisten Kim berani dengan sang tuan yang selalu di hormatinya.


"Nah, ketahuan jika kau masih menyukai istriku. Dasar pengkhianat!" ucap Sean.


"Saya membela istri anda bukan berarti saya menyukai istri anda. Anda yang sangat keterlaluan"


"Cih... mau jadi pahlawan kau? Sok sekali kau, Kim"


Asisten Kim mengambil koper milik Mauren, ia membangunkan Mauren lalu merangkulnya untuk berjalan. Sedangkan Sean menatap penuh kesal dengan ulah sang asisten.


Sean menarik bahu sang asisten lalu memukulnya. Asisten Kim langsung tersungkur di lantai dan Mauren sangat terkejut.


"Kak Kim?" ucap Mauren membantu Asisten Kim bangun.


Asisten Kim berdiri, ia menghampiri Sean lalu memukulnya. Sean langsung terjatuh dan terkejut, ia tidak menyangka jika sang asisten berani memukulnya.


"Bangs*t kau, Kim!" ucap Sean berdiri lalu mencoba memukul Asisten Kim.


Tetapi Asisten Kim menghindar lalu malah ia memukul balik Sean hingga Sean tersungkur lagi.


Asisten Kim mendekati Sean tetapi Mauren tiba-tiba melindungi Sean.


"Jangan pukul Oppaku, Kak Kim!" ucap Mauren sambil menangis.


Sean melirik Asisten Kim dengan kesal, ia merem*s jemarinya sendiri sedangkan Asisten Kim menatap sang tuan dengan tatapan mengerikan seolah itu bukan dirinya.


________


pliss komen like dan votenya dong!


Sifat Kim sebenarnya itu masih rahasia? itu semua akan ku bongkar dalam kisahnya "Menggapai Cinta Asisten Kim" di youtube channel saya yaitu Mariana Vikram.


Mungkin minggu depan sudah mulai update di youtube.. dan ini masih dalam pengerjaan..


jika kepo silahkan mampir. Jika tidak saya tidak memaksa.

__ADS_1


Masih dalam pengetikan....



__ADS_2