Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
Ekstra part (Kisah Sean Mauren sebelum punya anak)


__ADS_3

Otor kangen Sean Mauren versi masih muda.


**


"Meeting kali ini akan diajukan pada pukul 12 siang, tuan. Jadwal anda kali ini sangat padat," ucap Asisten Kim sambil menemani sang tuan untuk memutari area perusahaannya.


Sean tidak mendengarkan, pandangannya tertuju pada Mauren yang sedang asyik mengobrol dengan karyawan pria. Sean mengepalkan tangannya. Asisten Kim melihat sang tuan terlihat marah dan kesal. Mauren tersenyum pada pria itu lalu melambaikan tangan dan keluar dari ruangannya.


Saat keluar, ia melihat suaminya sedang menatapnya dengan tatapan menyelidik. Mauren menundukkan kepala dan berjalan menjauhi Sean.


"Ku tunggu kau diruanganku! Jika tidak maka akan ku potong gajimu," ucap Sean.


Mauren langsung menghentikan langkahnya dan menelan ludah. Dia mendengus kesal lalu mengikuti langkah Sean. Sean melirik rok pendek istrinya itu bahkan sampai membuat Asisten Kim salah fokus.


Sean melepas jasnya lalu mengikatkan pada pinggul Mauren.


"Jangan sampai kau lepas!" ucap Sean.


Setelah pintu lift terbuka, Sean dan Mauren masuk tetapi tidak dengan Asisten Kim. Dia memilih naik di lift selanjutnya dan tidak ingin mengganggu sang tuan dengan istrinya.


Didalam lift, Mauren melirik Sean. Sean seolah tidak peduli. Mauren lalu mencoba melepaskan jas milik Sean.


"Jika kau lepas maka akan kulepaskan seluruh pakaianmu," ancam Sean.


Mauren langsung mengikatkannya lagi. Sean tersenyum tipis. Didalam lift tiba-tiba mendadak mati. Mauren langsung memeluk Sean dengan erat.


"Oppa, aku takut," ucap Mauren.


"Tenang saja! Pasti sebentar lagi akan menyala."


Sean menelpon Asisten Kim untuk segera menyuruh teknisi memperbaikinya. Setelah itu ia menutup telponnya.


5 menit sudah mereka berada dalam lift. Mauren masih panik dan memeluk erat Sean. Sean terus menenangkan sang istri sampai lift kembali menyala lagi.


Mereka kini memandang satu sama lain tetapi tiba-tiba Mauren mendorong Sean dengan pelan.


"Maaf, takutnya dilihat orang lain."


Sean berdecih, setelah itu lift terbuka ia segera keluar dengan diikuti Mauren. Pegawai yang lewat hanya memandang Mauren yang memakai jas milik Sean. Setelah masuk keruangan Sean. Mauren sudah merasakan atmosfir yang berbeda.


"Kenapa? Sepertinya akrab dengan Adi?" tanya Sean.


"Oh tadi dia seniorku saat disekolah."


"Benarkah?" tanya Sean.


Mauren menganggukkan kepala. Sean mendekati Mauren dan gadis itu mundur secara perlahan. Sean semakin mendekatinya lalu mengunci tubuh Mauren di tembok.


"Kau milikku, senyummu, tawamu, tangismu hanya untukku!" ucap Sean.


"Oppa lebay," ejek Sean.

__ADS_1


Sean mencium Mauren tetapi Mauren langsung mengalihkan pandangan.


"Sudah berani kau?" tanya Sean kesal.


Mauren mendorong Sean dan langsung berlari menuju pintu tetapi Sean langsung mengejarnya. "Mau kemana kau?"


"Oppa, aku mau bekerja."


"Kerjaanmu sekarang memuaskanku!" ucap Sean.


Mauren mencubit Sean, Sean mengusap lengannya yang dicubit sang istri. Sean menarik tangan Mauren dan langsung memeluk tubuhnya.


"Temani aku disini! Aku seharian tidak konsen bekerja karena takut kehilanganmu," ucap Sean.


Mauren mengehela nafas, ia melepas pelukan dari Sean lalu menatap Sean dengan lembut. "Baiklah, aku akan menemani oppa bekerja."


Sean tersenyum lalu mengusap rambut Mauren, ia menggandeng Mauren dan menyuruhnya duduk disebelah kursi direkturnya. Mauren memperhatikan Sean yang bekerja. Dia tersenyum karena sang suami begitu tampan.


"Aku berpikir bagaimana jika kita lari dari sini? Membuat kehidupan baru di kota lain, berganti nama dan membuat keluarga yang jauh lebih normal," ucap Sean.


"Ini 'kan juga sudah normal."


"Bagaimana bisa disebut normal jika pernikahan kita tidak direstui?" tanya Sean.


Mauren menggelengkan kepala. Bibirnya ia majukan membuat Sean begitu gemas. "Jangan salahkan aku jika aku menggigit bibirmu!" ucap Sean membuat Mauren langsung menutup mulutnya.


Sean melanjutkan pekerjaannya sambil menggenggam tangan Mauren. Mauren begitu kasian dengan hidup Sean yang selalu dikekang oleh keluarganya. Apalagi dengan pernikahannya membuat Sean semakin terintimidasi oleh keluarganya.


"Oppa mau ku buatkan kopi?" tanya Mauren.


Genggaman Sean semakin erat membuat Mauren tidak bisa lepas dari Sean. Mauren memikirkan cara lain supaya ia bisa kembali ke ruangannya.


Tok... tok... tok...


"Masuk," ucap Sean.


Asisten Kim masuk membawa dokumen yang harus ditanda tangani dan sebentar lagi Sean akan memulai meeting. Asisten Kim melirik tangan Sean dan Mauren yang saling menggenggam, terlihat Mauren mengkode Asisten Kim untuk bisa membuatnya pergi.


"Tuan Sean, 15 menit lagi kita akan segera meeting," ucap Asisten Kim.


"Ya. Lalu?"


"Apa tidak sebaiknya anda segera berkemas?" tanya Asisten Kim.


Sean berdiri dan genggamannya seolah tidak mau terlepas dari Mauren.


"Jangan bilang oppa mau mengajakku ikut meeting?" tanya Mauren.


"Kenapa memangnya? Aku tidak akan datang meeting jika kau tidak bersamaku," jawab Sean.


Mauren melihat Asisten Kim, ia memohon dengan kode supaya Sean bisa melepasnya kali ini.

__ADS_1


"Tuan Sean, meeting kali ini akan ada petinggi penting dari berbagai cabang Young Group."


"Memangnya kenapa? Biarkan dunia tahu jika Mauren adalah istriku," ucap Sean.


Mauren mengehela nafas, sepertinya ia tidak bisa menghindar kali ini. Sean segera menggandeng Mauren dan Asisten Kim membawakan dokumen yang akan dibawa mereka untuk meeting.


Sean menggandeng Mauren menuju ruang meeting yang ada di lantai 6. Dalam perjalanan para pegawai melirik mereka. Mauren merasa tidak nyaman lalu melepas gandengannya.


"Oh... Sudah berani melepaskan tanganku?" tanya Sean menatap tajam Mauren. "Kim, potong gaji Mauren 70 persen!" sambung Sean.


Mauren terkejut, ia langsung menggenggam tangan Sean dengan erat. Dia tersenyum kesal dan malah m*rem*as jemari Sean dengan kuat.


"Maaf, Oppa! Aku tidak sengaja," ucap Mauren sambil mengelus tangan Sean.


Sean menarik tangan Mauren lalu merangkulnya. Sedangkan Asisten Kim hanya menjadi obat nyamuk dibelakang mereka.


Setelah sampai di lantai 6 dengan menaiki lift. Mereka akhirnya sampai di ruang meeting khusus petinggi Young Group.


Semua orang disana terkejut melihat kedatangan sang presdir yang merangkul pegawai perempuannya. Mauren semakin malu dibuatnya.


"Oppa, Lepaskan tanganmu! Aku malu," bisik Mauren.


"Kau malu punya suami sepertiku?" tanya Sean.


"Bukan begitu," jawab Mauren.


"Kalau begitu diamlah!" ucap Sean dengan penuh penekanan.


Sean menuju tempat utamanya yang berada ditengah sambil tetap menggenggam tangan Mauren. Mauren menunduk tetapi Sean langsung mengangkat wajah Mauren.


"Kau seorang istri dari presdir tidak cocok menundukkan kepala kepada bawahan suamimu. Jika ada pandangan yang tidak enak bilang saja, aku akan segera memecatnya," ucap Sean.


Mauren menganggukkan kepala sedangkan Sean memulai meeting penting kali ini. Dia tetap menggenggam tangan istrinya seolah menunjukkan jika Mauren patut dihormati bukan dicaci yang sempat diberitakan oleh media.


Sean membuka meetingnya, ia akan segera membahas progres yang akan dilakukan oleh perusahaan Young Group tetapi tiba-tiba Mauren membisikkan sesuatu.


"Oppa aku kebelet pipis, bisakah aku ke toilet sekarang?"


******


Yuk mampir ke karya author yang bikin NGAKAK lainnya.


NONA MENIKAHI BOCAH.


(Disini kebalikan noveL pada umumnya. Jadi yang miskin si cowoknya dan dia masih ABG terpaksa menikah dengan Nona kaya raya. Bisa dibilang ini reinkarnasi dari SEAN MAUREN karena sama2 pasangan somplak. Eitts... tetapi alur ceritanya tetap beda dari Sean Mauren)



JATUH CINTA DENGAN MAFIA KEJAM


(Ini kisah anak Sean - Mauren, Kim - Sera.

__ADS_1


Ini ada tambahan action yang menegangkan. tetapi tidak mengurangi kelucuannya. Ini kisah Mafia juga yang mungkin bakal lebih seru)



__ADS_2