Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
MMSM 2 : Bab 164 - Ketika aku masih menjadi kekasihmu


__ADS_3

Satu bulan kemudian,


Sean menunggu kedatangan Mauren di bandara. Dia begitu rindu dengan istrinya atau mantan istrinya itu.


Sejak kepergian Mauren, Sean selalu menunggu Mauren bahkan menunggu telpon dari Mauren tetapi gadis itu tidak pernah menelpon sama sekali.


Sean melihat seorang gadis berambut sebahu sedang keluar dari gate. Gadis itu semakin cantik dan manis dengan rambut pendeknya



Siapa lagi jika bukan Mauren?


Sean tersenyum sumringah, ia menghampiri Mauren tetapi Mauren sangat terkejut dengan kedatangan Sean.


"Selamat datang Orenku," ucap Sean.


Mauren berdecih lalu berjalan sambil menabrak bahu Sean. Sean tersenyum lalu berjalan menyusul Mauren.


Sean mencoba membawa koper Mauren tetapi gadis itu menepisnya.


Sean merasa sakit hati karena ia sudah memberi waktu sebulan kepada Mauren untuk menenangkan diri tetapi kini Mauren masih ketus kepadanya.


Sean memandangi tubuh Mauren yang terkesan semakin kurus. Selama di Cina, Kim bilang jika Mauren susah makan karena beralasan tidak cocok makanannya. Tapi di balik semua itu pasti Mauren masih teringat rasa sakit hatinya karena perlakuan tidak menyenangkan dari keluarga Sean.


"Oren, mobil ku ada disana," ucap Sean.


Mauren tidak menggubris Sean, ia berjalan menuju taxi lalu menaikinya dan meninggalkan Sean.


Sean menghela nafas, ia bisa merasakan sakit hati di dadanya.


Dia kini pulang ke rumah tanpa Mauren.


Sean lalu berinisiatif menelpon Kim.


"Bagaimana, tuan?" tanya Kim melalui panggilan telepon.


"Kau kapan pulang?"


"Belum tau tuan. Nona Mauren sudah sampai disana?" tanya Kim.


"Sudah, dia sengaja menghindar dariku. Kalian disana tidak melakukan apapun 'kan? Ehmm... maksudku tidak CLBK lagi?" tanya Sean khawatir.


Kim tertawa mendengar itu, tidak mungkin ia senekat itu untuk macam-macam dengan Mauren apalagi kini Kim sudah memiliki kekasih yang sangat dicintai.


"Nona sudah saya anggap sebagai adik saya sendiri. Tidak mungkin saya bertindak sejauh itu," jawab Kim.


"Syukurlah jika begitu. Jadi aku tidak punya saingan. Ya sudah Kim akan ku tutup telponnya. Aku masih menunggu kepulanganmu," ucap Sean.


Sean menutup telponnya, ia pulang ke rumah. Kini ia sudah tidak menjadi direktur, dia seorang pengangguran yang selalu berdiam diri di kamar sejak Mauren meninggalkannya.


Sesampainya di rumah, Mamanya langsung menyambutnya.


"Mauren mana, Sean?" tanya Mama.


"Dia menghindar dari ku, mah. Aku bingung harus bagaimana," ucap Sean sambil duduk di sofa.


"Dekati terus, Sean! Wanita gampang luluh jika terus di dekati. Oh ya... nanti malam Kakek akan mempertemukanmu dengan Ibel. Nanti malam temui dia ya? Tapi jangan membuat mama malu lagi seperti sebelum-sebelumnya"


"Cih... 1, 2, 3, 5, 11, 17. Ini sudah wanita yang ke 17 mah. Aku sudah bilang 'kan aku tidak mau dijodohkan. Aku akan tetap menunggu Mauren," ucap Sean sambil berdiri lalu menuju ke kamarnya.


Mamanya menghela nafas, ia juga tidak ingin menjodohkan Sean tetapi itu semua karena Kakek Askar terus memaksa untuk menikahkan Sean dengan gadis yang sederajat.


Setelah sampai di kamar, Sean mengambil gitar. Dia memetikan senar dengan merdu sambil bernyanyi menurut kegalauan hatinya.


Last Child - Tak pernah ternilai


Kau menyiksaku di sini


dalam rasa bersalah yang kini membunuhku secara perlahan


kau selalu menghindar dari aku yang selalu mencoba ungkapkan semua lewat tatap mata ini.


Ternyata maafmu tak pernah pantas untukku


Kau anggap aku tak ada


dan kau tak pernah mengenal diriku


REFF : Setidaknya diriku pernah berjuang


meski tak pernah ternilai di matamu


Setidaknya ku pernah menanti, terkapar melawan sepi hatiku


yang tak pernah bisa berhenti mencintaimu.


Kau menghukum hati ini, hati yang dulu


kau yakini tak pernah kecewakanmu.


Kau memutuskan tuk pergi sebelum ku sempat memohon dan mengemis agar kau tetap di sini.


Ternyata sedalam itu kau benci diriku


kau anggap ku tak terlihat


meski ku tepat di depan matamu.


REFF : Setidaknya diriku pernah berjuang


meski tak pernah ternilai di matamu.


Setidaknya ku pernah menanti, terkapar melawan sepi hatiku


yang tak pernah bisa berhenti mencintaimu.


Setidaknya diriku pernah berjuang


meski tak pernah ternilai di matamu

__ADS_1


setidaknya ku pernah menanti, terkapar melawan sepi hatiku, yang tak pernah bisa berhenti mencintaimu.


BRAAAAK....


"Berisik Kak....," ucap Sera sambil mendobrak pintu kamar Sean.


"Bac*t kau! Pergi sana!" jawab Sean kesal.


"Huaaaa... Kak Sean menyanyikan lagu itu pasti untukku dan Ayang Kim. Huhuhuhu... aku sedih," ucap Sera sambil berjalan menuju ranjang Sean lalu berguling-guling.


Sean berdecih, ia lalu melanjutkan bermain gitarnya sedangkan Sera sudah terlihat duduk di sebelah Sean. Sera sangat senang semenjak Sean kembali pulang ke rumah ia menjadi tidak kesepian.


"Kak Sean?"


"Hemmm"


"Cinta itu rumit ya kak? Aku sendiripun tersiksa karena cinta. Andai aja Ayang Kim mau menengokku sebentar pasti aku sangat bahagia," ucap Sera.


"Entahlah. Kakak pun bingung juga. Mauren terus menghindariku"


Sera memeluk Sean dari samping. Sera tidak kehabisan ide, ia menyarankan Sean untuk bermain piano dan menyanyikan lagu untuk Mauren melalui live IG. Sean setuju, ia menyuruh Sera untuk merekamnya, tidak lupa Sera menelpon Mauren untuk melihat live IG milik akun Sean yang memiliki jumlah belasan juta followers itu.


Mauren yang kepo lalu menonton live Sean. Dia tidak munafik jika ia masih sangat mencintai Sean. Tetapi ketakutannya dengan keluarga Sean membuatnya takut dekat dengan Sean lagi.


"Hari ini aku Arsean William akan membawakan lagu untuk Istriku tercinta. Huh... dia marah kepadaku karena kesalahanku. Jika kau menonton live ini maka maafkanlah aku sayang. Aku sungguh menyesal. Mauren, aku cinta kamu dan lagu ini untukmu sayangku," ucap Sean melalui siaran langsung itu.


Bruno mars - When i was your man.


Same bed but it feels just a little bit bigger now


Our song on the radio but it don't sound the same


Cause my heart breaks a little when I hear your name


It all just sounds like oooooh…


Mmm, too young, too dumb to realize


That I should have bought you flowers


And held your hand


Should have gave you all my hours


When I had the chance


Take you to every party


Cause all you wanted to do was dance


Now my baby's dancing


But she's dancing with another man.


 


Same bed but it feels just a little bit bigger now


Our song on the radio but it don't sound the same


Cause my heart breaks a little when I hear your name


It all just sounds like oooooh…


Mmm, too young, too dumb to realize


That I should have bought you flowers


And held your hand


Should have gave you all my hours


When I had the chance


Take you to every party


Cause all you wanted to do was dance


Now my baby's dancing


But she's dancing with another man


My pride, my ego, my needs, and my selfish ways


Caused a good strong woman like you to walk out my life


Now I never, never get to clean up the mess I made, ohh…


And it haunts me every time I close my eyes


It all just sounds like oooooh…


Mmm, too young, too dumb to realize


That I should have bought you flowers


And held your hand


Should have gave you all my hours


When I had the chance


Take you to every party


Cause all you wanted to do was dance


Now my baby's dancing


But she's dancing with another man

__ADS_1


Although it hurts


I'll be the first to say that I was wrong


Oh, I know I'm probably much too late


To try and apologize for my mistakes


But I just want you to know


I hope he buys you flowers


I hope he holds your hand


Give you all his hours


When he has the chance


Take you to every party


Cause I remember how much you loved to dance


Do all the things I should have done


When I was your man


Do all the things I should have done


When I was your man.


Terjemahannya...


Ranjang yang sama


Tapi kini terasa lebih lega


Lagu kita diputar di radio


Tapi tak terdengar sama


Saat teman-teman kita membicarakanmu


Semua itu hanya menyakitiku


Karena hatiku hancur


Saat kudengar namamu


Semua itu hanya terdengar uhhhhhhh...


Hmmm terlalu muda, terlalu bodoh tuk sadari


Bahwa dulu harusnya aku membelikanmu bunga dan kugenggam tanganmu


Harusnya kuberikan seluruh waktuku saat ada kesempatan


Mengajakmu ke setiap pesta


Karena yang ingin kau lakukan hanyalah berdansa


Kini kekasihku sedang berdansa,


Tapi dia berdansa dengan pria lain.


Kesombonganku, egoku, kebutuhanku dan keegoisanku


Membuat perempuan kuat sebaik dirimu pergi dari hidupku


Kini aku takkan pernah bisa bereskan kekacauan ini


Dan semua ini hantuiku tiap kali kupejamkan mata


Semua itu hanya terdengar uhhhh....


CHORUS


Meski sakit rasanya


Aku yang kan pertama akui bahwa aku salah


Oh, aku tahu mungkin terlalu terlambat bagiku


Tuk mencoba dan minta maaf atas salahku


Tapi aku hanya ingin kau tau.


Kuharap dia membelikanmu bunga,


Kuharap dia menggenggam tanganmu


Memberimu seluruh waktunya saat ada kesempatan


Mengajakmu ke semua pesta


Karena kuingat betapa kau senang berdansa


Lakukan segala yang harusnya dulu kulakukan. Ketika aku masih menjadi kekasihmu.


"Cih... lagu apaan? Aku tidak mengerti artinya," ucap Mauren tidak mengerti arti dari lagu yang di nyanyikan Sean.


Dia menutup ponselnya lalu bermain-main dengan bayi mungilnya yang kini sudah berumur 1 bulan.


Sedangkan di rumah Sean,


"Pasti Kak Mauren terharu dengan lagu yang dinyanyikan Kak Sean," ucap Sera.


"Eh... Mauren 'kan tidak bisa bahasa inggris," ucap Sean.


__ADS_1


__ADS_2