
Satu bulan kemudian,
Sean menunggu kedatangan Mauren di bandara. Dia begitu rindu dengan istrinya atau mantan istrinya itu.
Sejak kepergian Mauren, Sean selalu menunggu Mauren bahkan menunggu telpon dari Mauren tetapi gadis itu tidak pernah menelpon sama sekali.
Sean melihat seorang gadis berambut sebahu sedang keluar dari gate. Gadis itu semakin cantik dan manis dengan rambut pendeknya
Siapa lagi jika bukan Mauren?
Sean tersenyum sumringah, ia menghampiri Mauren tetapi Mauren sangat terkejut dengan kedatangan Sean.
"Selamat datang Orenku," ucap Sean.
Mauren berdecih lalu berjalan sambil menabrak bahu Sean. Sean tersenyum lalu berjalan menyusul Mauren.
Sean mencoba membawa koper Mauren tetapi gadis itu menepisnya.
Sean merasa sakit hati karena ia sudah memberi waktu sebulan kepada Mauren untuk menenangkan diri tetapi kini Mauren masih ketus kepadanya.
Sean memandangi tubuh Mauren yang terkesan semakin kurus. Selama di Cina, Kim bilang jika Mauren susah makan karena beralasan tidak cocok makanannya. Tapi di balik semua itu pasti Mauren masih teringat rasa sakit hatinya karena perlakuan tidak menyenangkan dari keluarga Sean.
"Oren, mobil ku ada disana," ucap Sean.
Mauren tidak menggubris Sean, ia berjalan menuju taxi lalu menaikinya dan meninggalkan Sean.
Sean menghela nafas, ia bisa merasakan sakit hati di dadanya.
Dia kini pulang ke rumah tanpa Mauren.
Sean lalu berinisiatif menelpon Kim.
"Bagaimana, tuan?" tanya Kim melalui panggilan telepon.
"Kau kapan pulang?"
"Belum tau tuan. Nona Mauren sudah sampai disana?" tanya Kim.
"Sudah, dia sengaja menghindar dariku. Kalian disana tidak melakukan apapun 'kan? Ehmm... maksudku tidak CLBK lagi?" tanya Sean khawatir.
Kim tertawa mendengar itu, tidak mungkin ia senekat itu untuk macam-macam dengan Mauren apalagi kini Kim sudah memiliki kekasih yang sangat dicintai.
"Nona sudah saya anggap sebagai adik saya sendiri. Tidak mungkin saya bertindak sejauh itu," jawab Kim.
"Syukurlah jika begitu. Jadi aku tidak punya saingan. Ya sudah Kim akan ku tutup telponnya. Aku masih menunggu kepulanganmu," ucap Sean.
Sean menutup telponnya, ia pulang ke rumah. Kini ia sudah tidak menjadi direktur, dia seorang pengangguran yang selalu berdiam diri di kamar sejak Mauren meninggalkannya.
Sesampainya di rumah, Mamanya langsung menyambutnya.
"Mauren mana, Sean?" tanya Mama.
"Dia menghindar dari ku, mah. Aku bingung harus bagaimana," ucap Sean sambil duduk di sofa.
"Dekati terus, Sean! Wanita gampang luluh jika terus di dekati. Oh ya... nanti malam Kakek akan mempertemukanmu dengan Ibel. Nanti malam temui dia ya? Tapi jangan membuat mama malu lagi seperti sebelum-sebelumnya"
"Cih... 1, 2, 3, 5, 11, 17. Ini sudah wanita yang ke 17 mah. Aku sudah bilang 'kan aku tidak mau dijodohkan. Aku akan tetap menunggu Mauren," ucap Sean sambil berdiri lalu menuju ke kamarnya.
Mamanya menghela nafas, ia juga tidak ingin menjodohkan Sean tetapi itu semua karena Kakek Askar terus memaksa untuk menikahkan Sean dengan gadis yang sederajat.
Setelah sampai di kamar, Sean mengambil gitar. Dia memetikan senar dengan merdu sambil bernyanyi menurut kegalauan hatinya.
Last Child - Tak pernah ternilai
Kau menyiksaku di sini
dalam rasa bersalah yang kini membunuhku secara perlahan
kau selalu menghindar dari aku yang selalu mencoba ungkapkan semua lewat tatap mata ini.
Ternyata maafmu tak pernah pantas untukku
Kau anggap aku tak ada
dan kau tak pernah mengenal diriku
REFF : Setidaknya diriku pernah berjuang
meski tak pernah ternilai di matamu
Setidaknya ku pernah menanti, terkapar melawan sepi hatiku
yang tak pernah bisa berhenti mencintaimu.
Kau menghukum hati ini, hati yang dulu
kau yakini tak pernah kecewakanmu.
Kau memutuskan tuk pergi sebelum ku sempat memohon dan mengemis agar kau tetap di sini.
Ternyata sedalam itu kau benci diriku
kau anggap ku tak terlihat
meski ku tepat di depan matamu.
REFF : Setidaknya diriku pernah berjuang
meski tak pernah ternilai di matamu.
Setidaknya ku pernah menanti, terkapar melawan sepi hatiku
yang tak pernah bisa berhenti mencintaimu.
Setidaknya diriku pernah berjuang
meski tak pernah ternilai di matamu
__ADS_1
setidaknya ku pernah menanti, terkapar melawan sepi hatiku, yang tak pernah bisa berhenti mencintaimu.
BRAAAAK....
"Berisik Kak....," ucap Sera sambil mendobrak pintu kamar Sean.
"Bac*t kau! Pergi sana!" jawab Sean kesal.
"Huaaaa... Kak Sean menyanyikan lagu itu pasti untukku dan Ayang Kim. Huhuhuhu... aku sedih," ucap Sera sambil berjalan menuju ranjang Sean lalu berguling-guling.
Sean berdecih, ia lalu melanjutkan bermain gitarnya sedangkan Sera sudah terlihat duduk di sebelah Sean. Sera sangat senang semenjak Sean kembali pulang ke rumah ia menjadi tidak kesepian.
"Kak Sean?"
"Hemmm"
"Cinta itu rumit ya kak? Aku sendiripun tersiksa karena cinta. Andai aja Ayang Kim mau menengokku sebentar pasti aku sangat bahagia," ucap Sera.
"Entahlah. Kakak pun bingung juga. Mauren terus menghindariku"
Sera memeluk Sean dari samping. Sera tidak kehabisan ide, ia menyarankan Sean untuk bermain piano dan menyanyikan lagu untuk Mauren melalui live IG. Sean setuju, ia menyuruh Sera untuk merekamnya, tidak lupa Sera menelpon Mauren untuk melihat live IG milik akun Sean yang memiliki jumlah belasan juta followers itu.
Mauren yang kepo lalu menonton live Sean. Dia tidak munafik jika ia masih sangat mencintai Sean. Tetapi ketakutannya dengan keluarga Sean membuatnya takut dekat dengan Sean lagi.
"Hari ini aku Arsean William akan membawakan lagu untuk Istriku tercinta. Huh... dia marah kepadaku karena kesalahanku. Jika kau menonton live ini maka maafkanlah aku sayang. Aku sungguh menyesal. Mauren, aku cinta kamu dan lagu ini untukmu sayangku," ucap Sean melalui siaran langsung itu.
Bruno mars - When i was your man.
Same bed but it feels just a little bit bigger now
Our song on the radio but it don't sound the same
Cause my heart breaks a little when I hear your name
It all just sounds like oooooh…
Mmm, too young, too dumb to realize
That I should have bought you flowers
And held your hand
Should have gave you all my hours
When I had the chance
Take you to every party
Cause all you wanted to do was dance
Now my baby's dancing
But she's dancing with another man.
Same bed but it feels just a little bit bigger now
Our song on the radio but it don't sound the same
Cause my heart breaks a little when I hear your name
It all just sounds like oooooh…
Mmm, too young, too dumb to realize
That I should have bought you flowers
And held your hand
Should have gave you all my hours
When I had the chance
Take you to every party
Cause all you wanted to do was dance
Now my baby's dancing
But she's dancing with another man
My pride, my ego, my needs, and my selfish ways
Caused a good strong woman like you to walk out my life
Now I never, never get to clean up the mess I made, ohh…
And it haunts me every time I close my eyes
It all just sounds like oooooh…
Mmm, too young, too dumb to realize
That I should have bought you flowers
And held your hand
Should have gave you all my hours
When I had the chance
Take you to every party
Cause all you wanted to do was dance
Now my baby's dancing
But she's dancing with another man
__ADS_1
Although it hurts
I'll be the first to say that I was wrong
Oh, I know I'm probably much too late
To try and apologize for my mistakes
But I just want you to know
I hope he buys you flowers
I hope he holds your hand
Give you all his hours
When he has the chance
Take you to every party
Cause I remember how much you loved to dance
Do all the things I should have done
When I was your man
Do all the things I should have done
When I was your man.
Terjemahannya...
Ranjang yang sama
Tapi kini terasa lebih lega
Lagu kita diputar di radio
Tapi tak terdengar sama
Saat teman-teman kita membicarakanmu
Semua itu hanya menyakitiku
Karena hatiku hancur
Saat kudengar namamu
Semua itu hanya terdengar uhhhhhhh...
Hmmm terlalu muda, terlalu bodoh tuk sadari
Bahwa dulu harusnya aku membelikanmu bunga dan kugenggam tanganmu
Harusnya kuberikan seluruh waktuku saat ada kesempatan
Mengajakmu ke setiap pesta
Karena yang ingin kau lakukan hanyalah berdansa
Kini kekasihku sedang berdansa,
Tapi dia berdansa dengan pria lain.
Kesombonganku, egoku, kebutuhanku dan keegoisanku
Membuat perempuan kuat sebaik dirimu pergi dari hidupku
Kini aku takkan pernah bisa bereskan kekacauan ini
Dan semua ini hantuiku tiap kali kupejamkan mata
Semua itu hanya terdengar uhhhh....
CHORUS
Meski sakit rasanya
Aku yang kan pertama akui bahwa aku salah
Oh, aku tahu mungkin terlalu terlambat bagiku
Tuk mencoba dan minta maaf atas salahku
Tapi aku hanya ingin kau tau.
Kuharap dia membelikanmu bunga,
Kuharap dia menggenggam tanganmu
Memberimu seluruh waktunya saat ada kesempatan
Mengajakmu ke semua pesta
Karena kuingat betapa kau senang berdansa
Lakukan segala yang harusnya dulu kulakukan. Ketika aku masih menjadi kekasihmu.
"Cih... lagu apaan? Aku tidak mengerti artinya," ucap Mauren tidak mengerti arti dari lagu yang di nyanyikan Sean.
Dia menutup ponselnya lalu bermain-main dengan bayi mungilnya yang kini sudah berumur 1 bulan.
Sedangkan di rumah Sean,
"Pasti Kak Mauren terharu dengan lagu yang dinyanyikan Kak Sean," ucap Sera.
"Eh... Mauren 'kan tidak bisa bahasa inggris," ucap Sean.
__ADS_1