Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
Bab 73 : Pertemuan denganmu 2


__ADS_3

Bodoh kau, Sean!


Apa yang kau lakukan?


Tapi tunggu dulu?


Apa yang menempel empuk di punggungku?


Sean sangat gugup bahkan mengendarai motornya dengan grogi dan tidak berkonsentrasi.


Mauren yang sadar langsung melepas pegangannya. Dia tidak nyaman jika harus berpegangan seperti itu, terlebih lagi ia sudah punya pacar.


Sudah hampir satu jam rombongan mereka berkendara, Sean yang sebagai ketua klub motor memutuskan untuk istirahat di minimarket hanya untuk minum atau membeli camilan karena perjalanan masih panjang.


Sean dan beberapa temannya masuk ke minimarket sementara sisanya termasuk Mauren menunggu di luar.


Mauren tengah duduk sambil mencoba menghubungi pacarnya, ia menelpon sebentar untuk memberi kabar kepadanya.


"Iya sayang, udah ya nanti aku kabarin lagi"


Sean yang mendengar Mauren mengucapkan sayang lewat telpon kepada seseorang entah kenapa perasaannya kecewa.


Padahal di tangannya sudah membawa sekantong plastik berisi minuman dan makanan untuk diberikan kepada Mauren. Dia mengurungkan untuk memberikannya secara langsung dan menyuruh untuk Valto yang memberikannya.


"Val, kasihkan adek kau!" ucap Sean sambil menyodorkan sekantong plastik makanan itu.


"Kenapa kau tidak berikan sendiri?"


"MALES!" jawab Sean.


Valto mengerutkan kening, lalu langsung memberikannya kepada Mauren.


Mauren menerimanya dengan senang lalu langsung memasukkannya kedalam tas.


Mauren naik keatas motor Sean dengan hati-hati. Setelah memastikan Mauren naik, Sean langsung menancapkan gas dan melajukan motornya sekencang mungkin mengimbangi teman-temannya yang sudah ada di depan.


Mauren ketakutan tetapi ia tidak berani berpegangan, ia berdoa supaya diberi keselamatan sampai ke tempat tujuan.


Sean menepikan motornya sebentar lalu menghela nafas, memang sangat merepotkan jika harus membonceng seorang perempuan.


"Apa susahnya untuk berpegangan?" tanya Sean yang sudah menghentikan motornya.


"Aku..."


Belum sempat menyelesaikan ucapannya, tangan Mauren ditarik oleh Sean untuk melingkarkan pada badannya.


"Jangan sampai kau lepas! Jika iya aku akan menurunkanmu di tengah jalan"


Huh! Kenapa aku jadi semarah ini? Kenapa perasaanku sangat sakit?


Sebentar aku harus bertanya kepada Juna.


Sean mengirimkan pesan kepada Dokter Juna, sepertinya ada masalah dengan dadanya.


^^^Sean^^^


^^^Juna? Dadaku terasa sakit, kenapa ya?^^^


Junaedi


Dimana kau?! Biar aku periksa sekarang.


^^^Sean^^^


^^^Dihatimu^^^


Junaedi


Dasar gay!


^^^Sean^^^


^^^Brengsek! Cepat jawab kau! Kenapa hatiku terasa sakit melihat seorang gadis mengucapkan sayang kepada seseorang?^^^


Junaedi


Ihik.. ihik.. ihik.. :} Kau tandanya suka dengan gadis itu


^^^Sean^^^


^^^Sialan! Apa lagi itu ihik-ihik?^^^


Junaedi


Itu ketawa bodoh!


^^^Sean^^^


^^^Bangs*t!!!! Sejak kapan ketawa hahaha menjadi ihik-ihik?^^^


Junaedi


Semenjak kau sinting!


Bye! Kau mengganggu pekerjaanku.


Tapi itu bisa jadi gosip baru untuk ku bicarakan dengan Kim :p


Cieeee jatuh cintaaaaaa


"Kak? Kenapa lama sekali?" tanya Mauren yang menunggu Sean melajukan motor sedari tadi.


Sean terkejut lalu memasukan ponselnya kedalam saku jaketnya dan mulai melajukan motornya lagi.


Rasa berdebar semakin menjadi di dada Sean, ia melirik tangan putih yang memeluk badannya dari belakang.


Dan tiba-tiba tangan itu tidak sengaja menyentuh sang ular saat motornya sedikit oleng karena terkena jalanan sedikit berlubang.


"Aduuuh...," teriak Mauren sangat terkejut dan takut jika terjatuh.

__ADS_1


Sedangkan Sean mulai merinding merasakan getaran dahsyat ketika tersentuh dibagian sang ular sekian detik oleh tangan Mauren.


Perasaan apa ini? Kenapa hatiku sangat senang? Apa mungkin aku memang menyukai gadis ini?


"Kak, tolong berhenti Kak!" ucap Mauren yang sudah tidak nyaman dengan Sean.


Sean segera menepikan motornya, sedangkan Mauren langsung turun.


Terlihat ia kesal dengan Sean yang selalu modus dengannya.


"Cepat naik!"


"Tidak mau"


Valto beserta rombongannya yang sadar jika Sean berhenti lalu menghampirinya.


"Kenapa berhenti? tanya Valto.


"Aku naik motormu saja Val, aku kurang nyaman dengan Kakak itu," pinta Mauren.


Sean sedikit kesal dengan ucapan Mauren, padahal diluar sana banyak gadis-gadis yang ingin membonceng dengan Sean tetapi malah gadis itu tidak suka berboncengan dengan Sean.


"Ya sudah. Bonceng saja dia Val! Adikmu juga sangat menyebalkan," ucap Sean sangat marah lalu menaiki motornya.


Mereka lalu melanjutkan perjalanan sampai berjam-jam lamanya.


Dan sampailah ke tempat wisata yang dituju yaitu sebuah air terjun di lereng gunung dengan hawa yang sejuk dan dingin.


Mereka segera memarkirkan motornya dan berjalan 15 menit menuju air terjun itu.


Dalam perjalanan, Sean melirik Mauren yang mengobrol akrab bersama teman-temannya. Dia sangat iri karena mereka bisa dekat dengan Mauren.


"Kau masih pacaran dengan Reza?" tanya teman Valto.


"Masih," ucap Mauren.


DEG!


Mendengar itu, Sean merasa sakit dan sesak. Entah kenapa harapannya pupus dan seperti tidak memiliki harapan lagi untuk mendekati Mauren.


Sesampainya di air terjun mereka bermain air, bersenda gurau melepas penat, kecuali Sean yang sedari tadi cemberut dan tidak bersemangat setelah mengetahui Mauren sudah punya pacar.


Sean terduduk diatas sebuah batu, ia menatap kosong kearah teman-temannya yang sedang asyik bermain air. Lalu tiba-tiba Mauren mendekatinya dan duduk disebelah Sean membuat pria berusia 23 tahun itu kaget.


"Maaf ya Kak jika aku menyebalkan," ucap Mauren merasa bersalah dan tidak enak.


"Cih! Kau memang menyebalkan," ucap Sean.


"Tapi salahku apa, Kak?"


"Kau sudah punya pacar dan itu kesalahanmu," ucap Sean lalu terkejut dengan ucapannya sendiri, "eh... maksudku kesalahanmu..."


"Dasar cowok aneh!" ucap Mauren sambil berdiri meninggalkan Sean yang kebingungan.


***


Di penginapan.


Kamar penginapan tersebut terdiri dari dua tempat tidur, Valto dan Mauren tidur diranjang yang sama. Sedangkan Sean tidur di ranjang sebelahnya.


Situasi macam apa ini aku harus tidur sekamar dengan dia?


Sean merebahkan tubuhnya, ia melirik Valto sudah berbaring bersama Mauren.


Mauren sudah terlelap karena kelelahan sedangkan Valto sedang bermain game.


Sean lalu mengeluarkan ponselnya dan berusaha curhat di grup chat bersama kedua sahabat karibnya.


...^Grup chat Pria Tampan dan Mapan^...


^^^Sean^^^


^^^Aku galau. Orang yang kusuka sudah memiliki pacar^^^


Kiman


Semangat Tuan!


Junaedi


Awokwok... kasian ;P


^^^Sean^^^


^^^Bagaimana ini? Aku patah hati untuk pertama kalinya^^^


Junaedi


Rasakan itu!


Kiman


Jangan begitu Dokter Juna!


Tapi Tuan Sean. Siapa gadis yang anda suka?


^^^Sean^^^


^^^Dia sangat cantik seperti Lisa Blackpink^^^


Junaedi


Aye-aye


^^^Sean^^^


^^^Sialan kau Juna!^^^


Kiman

__ADS_1


Sebelum padi melengkung dan sebelum janur kuning menguning, anda masih mempunyai harapan untuk mendapatkannya, Tuan


Junaedi


Ngomong apa kau, Kim? Giblik.. awokawok


Kiman


Peribahasa, Dokter


^^^Sean^^^


^^^Sebelum janur kuning melengkung, beg*!^^^


Kiman


>,<


Junaedi


Kisah cinta kau termasuk enak, sedangkan aku saat mengejar istriku dulu seperti jalan pelosok tidak tersentuh infrastruktur gembradak, gronjal-gronjal netes eluh cendol dawet tak gintang-gintang.... ^^


^^^Sean^^^


^^^MANTAB... JOGET DULU YOK! SETELAH INI BERTENGKAR. maaf capslocknya rusak.^^^


Kiman


Sedang mengetik pesan....


Junaedi


Cendol dawet... cendol... dawet...


Di goyang Kim!


Kiman


Sedang mengetik pesan....


^^^Sean^^^


^^^Keluarkan lagu cina kau, Kim!^^^


Kiman


Sedang mengetik pesan....


^^^Sean^^^


^^^Ayo bertengkar, Kim!^^^


Kiman


你问我爱你有多深


Junaedi


Habislah kau Sean. Kim mengeluarkan bahasa Cinanya.


Kiman


我爱你有几分


^^^Sean^^^


^^^Mau mati kau, Kim?^^^


Kiman


Tidak Tuan. Itu lagu bahasa Cina, Tuan.


Kalian menyanyi dengan bahasa yang saya tidak paham. Apa itu cendol dawet?


Junaedi


Payah kau, Kim


Ayo bertengkar!


CIDORI...


^^^Sean^^^


^^^KAME KAMEHAAAA...^^^


Kiman


KUNGFU PANDA


_____________


Sean tersenyum melihat kedua temannya yang kelewat sinting.


Dia meletakkan ponselnya lalu mengambil guling dan memeluknya kesamping, tetapi setelah itu ia terkejut saat melihat Mauren yang tertidur menghadapnya.


Cantik sekali. Batin Sean.


Dan setelah itu ia terlelap dan berharap ia memimpikan Mauren.


*****


dimohon untuk memperbaharui aplikasi noveltoon/ Mangatoon kalian.


jika tidak grup chat diatas menjadi tidak rapi seperti ini



Dan setelah di perbarui akan rapi seperti ini tampilannya

__ADS_1



__ADS_2