Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
Bab 98 : Edukasi


__ADS_3

"Sera?" ucap Mauren.


"Kak Mauren?" ucap Zara sambil memeluk Mauren.


Mereka berpelukan melampiaskan kerinduan, Mauren sudah menganggap Sera adik kandungnya sendiri.


"Kalian sudah saling mengenal?" tanya Sean.


"Tentu saja Oppa. Dia adik kelasku dulu," jawab Mauren.


Sean menggeleng-gelengkan, ia tidak bisa membayangkan dua gadis gesrek berkumpul dan berteman dekat. Sean lalu tidak memperdulikan mereka dan fokus melanjutkan pekerjaannya. Tetapi Sean tiba-tiba menghentikan langkah mereka yang akan masuk ke kamar rahasianya.


"Tunggu! Sera kau tidak boleh masuk ke kamar rahasiaku. Biarkan Oren istirahat, dia sedang hamil. Aku juga tidak mau kamarku hancur jika kau masuk kesana," ucap Sean.


Sedangkan Sera masih kebingungan mencerna ucapan dari Sean.


Kak Mauren hamil? Batin Sera.


"Kau lanjutkan magangmu Sera! Kau bantu Kim saja dan minta nilai kepadanya. Dan kau Orenku, kau masuk kamar saja setelah ini aku akan membawakanmu buah," jelas Sean.


Mauren menghela nafas, ia menuruti perintah Sean. Dia lantas memeluk Sera lagi lalu mengatakan akan mengobrol saat jam istirahat tiba.


Sedangkan Sera keluar ruangan Sean masih kebingungan.


Dia membuka pintu yang menghubungkan langsung ke ruangan Asisten Kim, dia melihat pria itu sedang fokus menatap layar laptopnya.


Sera dengan cepat menarik kursi dan meletakannya di sebelah Asisten Kim, ia lalu duduk di kursi itu.


"Asisten Kim?"


"Ada apa Nona?"


"Orang pacaran bisa hamil juga?" tanya Sera sangat kebingungan.


"Jika melakukan berhubungan badan bisa hamil, Nona"


Sera semakin bingung dengan ucapan pria itu.


"Berhubungan badan itu apa Asisten Kim?"


Mendengar pertanyaan dari Sera, Asisten Kim langsung mengerutkan dahi, ia menatap wajah Sera dengan heran.


"Kenapa Asisten Kim? Apa itu berhubungan badan? Cepat jawab!"


Asisten Kim menelan ludah, sepertinya ia menyangka jika Sera benar-benar tidak tahu. Asisten Kim langsung memalingkan wajah dan fokus menatap layar laptop lagi tanpa menjawab pertanyaan dari Sera.


"Apakah bergandengan tangan termasuk berhubungan badan? Jadi aku akan hamil dong karena waktu itu aku sempat bergandengan tangan dengan pacarku?" ucap Sera panik.


Asisten Kim tertawa sedangkan Sera menatapnya dengan heran.


"Anda kelas berapa Nona Sera?"

__ADS_1


"Kelas 2 SMA"


"Guru biologi anda tidak mengajarkan proses reproduksi?" tanya Asisten Kim.


Sera mengerutkan kening, ia mengingat setiap pelajaran yang pernah diajarkan di sekolahnya, ia berpikir sambil memegang dagu.


"Tapi dalam biologi tidak ada pelajaran proses menghamili seseorang Asisten Kim," jawab Sera masih kebingungan.


Asisten Kim menepuk jidatnya, ia tidak menyangka jika Sera yang terkenal pandai di sekolahnya ternyata bodoh soal hal begituan. Dia merasa miris kepada anak muda zaman sekarang yang masih awam dengan edukasi s*ks dan itu semua pasti akan mudah dibodohi oleh para pasangannya.


"Apakah kau mau mengajarkanku bagaimana cara berhubungan badan, Asisten Kim?" tanya Sera dengan polosnya.


Asisten Kim sangat terkejut dengan ucapan Sera.


"Nona Sera, seharusnya anda lebih belajar lagi tentang edukasi s*ks. Jika begini anda pasti akan gampang di bodohi dengan laki-laki"


Asisten Kim mencoba memberitahu Sera dengan bahasa yang mudah di mengerti, Sera hanya terdiam dan tambah tidak mengerti, ia menggaruk-garukan kepalanya mencoba mencerna setiap ucapan pria itu.


"Aku masih tidak mengerti Asisten Kim? Apa itu bercinta? Apa itu *******?"


"Lebih baik anda tidak usah memikirkan itu, anda fokus sekolah saja. Anda akan paham sendiri seiring dengan berjalannya waktu," ucap Asisten Kim.


Pria itu melanjutkan pekerjaannya, sedangkan Sera masih duduk termenung memikirkan hal tadi.


Sampai Asisten Kim meliriknya lagi, ia melihat kening Sera yang sedikit terluka karena terbentur meja milik Sean.


Dengan cepat Asisten Kim membuka lacinya lalu mengambil plester untuk Sera.


"Pakai di keningmu yang terluka, Nona Sera!" ucap Asisten Kim menyodorkan plester kepada Sera.


Sera menatap wajah Asisten Kim dengan takjub, pria yang sudah dikenalnya selama 11 tahun ternyata sangat tampan.


"Sudah terpasang Nona, Saya mau melanjutkan pekerjaan saya," ucap Asisten Kim.


Sera tidak mau beranjak dari kursinya, ia menatap Asisten Kim dengan lekat sampai pria itu menyadarinya.


"Ada apa Nona?"


"Asisten Kim pernah berhubungan badan?" tanya Sera dengan sangat polos.


Asisten Kim berdecak, ternyata Sera masih memikirkan hal itu. Dia menyuruh Sera untuk keluar dari ruangannya karena Sera sedari tadi hanya mengganggunya.


"Dasar pelit!" ucap Sera sambil menjulurkan lidahnya lalu ia malah masuk keruangan Sean.


Sera membuka pintu, ia melihat Sean sedang terduduk di sofa sambil menikmati segelas kopi, ia dengan cepat ikut duduk di sebelah Sean.


"Kak Mauren mana?" tanya Sera.


"Sedang tidur. Jangan ganggu dia! Sini Kakak ikatkan rambutmu," ucap Sean melihat rambut Sera dengan risih.


Sera lalu mengambil sisir kecil di kantong roknya dan sebuah pita rambut berwarna merah. Dengan lihai Sean menyisir rambut indah Sera tetapi tiba-tiba ia menjitak kepala Sera.

__ADS_1


"Aduh... Apaan sih Kak?" tanya Sera kesal sambil mengelus kepalanya.


"Kutunya mengejekku"


Sera berdecak, ia melipat tangannya di dadanya. Kadang ia sangat kesal kepada Kakak sepupunya yang seenak jidat menjitak kepalanya.


Sean melanjutkan mengikat rambut sang adik dengan telaten, walaupun Sean selalu kasar dengan kedua sepupunya tetapi ia sangat menyayangi sang adik seperti adik kandungnya sendiri.


"Kim mengajarimu apa saja?" tanya Sean, terlihat ia sudah selesai mengikat rambut Sera.


"Dia mengajariku berhubungan badan," jawab Sera sangat polos.


"APA KAU BILANG?" tanya Sean sangat terkejut.


Dengan rasa marah yang meluap-luap, Sean berjalan kearah ruangan Asisten Kim sampai ia membanting pintu dengan kuat. Asisten Kim kebingungan melihat ekspresi sang tuan yang sangat marah.


"Sialan! Brengs*k kau, Kim! Bisa-bisanya kau begitu dengan adikku. Sinting kau!" umpat Sean sambil menarik kerah Asisten Kim.


"Maksud anda apa, Tuan?" tanya Asisten Kim kebingungan.


"Kak Sean. Tolong lepaskan Asisten Kim! Apa salah dia Kak?" ucap Sera yang mencoba melerai mereka.


"Kau bodoh atau beg* Sera? Bisa-bisanya kau mau melakukan itu dengan Kim sialan ini?"


"Anda bicara apa dengan Tuan Sean, Nona?" tanya Asisten Kim.


"Apa aku salah? Aku memberitahu Kak Sean jika Asisten Kim mengajariku berhubungan badan," ucap Sera.


Asisten Kim terkejut, dengan tenaga yang kuat ia sedikit mendorong Sean untuk melepaskan kerah jasnya. Dia lalu menjelaskan kepada Sean dari awal jika Sera sangat polos tidak tau apa itu berhubungan badan. Lalu Asisten Kim sedikit menjelaskan kepada Sera tetapi gadis itu tetap tidak paham.


Kini Sean menatap tajam Sera, lalu menjewer telinganya.


"Kau anak kecil bisa-bisanya bertanya akan hal itu? Akan ku laporkan kepada Mama mu," ucap Sean.


"Aaaaaw... sakit Kak, lepaskan!"


"Nona Sera tidak salah Tuan. Dia sebaiknya memang diberi tahu tentang edukasi s*ks supaya ia tidak tertipu dengan para laki-laki," bela Asisten Kim.


Sean langsung melepaskan jewerannya, ia berpikir jika memang Sera dan Zara harus belajar tentang edukasi s*ks. Supaya lebih paham dan bisa menjaga dirinya.


"Tapi siapa yang bisa mengajarinya?" tanya Sean.


"Nona Mauren?"


"Mauren? Aku tidak yakin Mauren bisa mengajarinya. Tetapi mereka sesama perempuan pasti mereka akan nyaman jika membahas hal begituan," jawab Sean.


Sean lalu mengajak Sera ke kamar rahasia, ia melihat Mauren sudah terbangun dengan memainkan ponselnya. Sean mendekati Mauren lalu mencium keningnya.


"Oren sayang. Bisakah kau mengajari Sera tentang edukasi s*ks? Dia sangat polos sehingga sangat rawan dibodohi para pria brengsek," pinta Sean sambil mengelus rambut Mauren.


"Aku harus mengajarinya ihik-ihik, begitu?" tanya Mauren kebingungan.

__ADS_1


Sean menepuk jidatnya, ia tidak bisa membayangkan bagaimana cara Mauren yang polos mengajari Sera yang lebih polos dan bodoh.


Kedua orang bodoh ini tidak meyakinkan. Batin Sean.


__ADS_2