
Apa dia saudara Oppa? Tapi Oppa bilang di keluarga Adinata hanya Oppa yang laki-laki. Lalu siapa Kak Arkan sebenarnya?
"Sudah ku bilang jangan pernah kau muncul di hadapanku lagi anak setan!" ucap Sean.
"Bagaimana aku tidak muncul, Bang? Aku pun tinggal di kota ini"
Suasana menjadi tegang, Mauren masih bingung dengan mereka berdua. Dia menyaksikan kedua pria tampan itu saling melototi satu sama lain.
"Oppa belum menjawab pertanyaanku. Siapa 2 gadis yang Oppa bawa masuk hotel?" tanya Mauren mencairkan suasana.
Sean mengerutkan dahi lalu menatap Mauren. Dia bisa melihat Mauren kecewa dan cemburu.
"Mereka klienku yang berasal dari Jepang. Aku dan Kim mengantarkan mereka ke hotel, kami kasihan dengan mereka karena hari sudah malam dan mereka tidak tau tentang kota ini," jelas Sean.
"Tapi kenapa ponsel Oppa mati? Aku menelpon Oppa berulang kali"
Sean mengambil ponselnya dan menunjukan jika ponselnya mati kepada Mauren. Mauren menghela nafas, ia terlalu curiga kepada sang suami.
"Dan kenapa kau bisa bersama Arkan di hotel ini?" tanya Sean dengan tatapan mengintimidasi Mauren.
Mauren lalu menjelaskan dari awal pertemuannya dengan Arkan, dia juga bercerita apa adanya jika Arkan ganjen kepadanya membuat Arkan menelan ludah. Sean menatap Arkan, ia tidak menyangka jika Arkan seperti itu.
"Aku dengan Kak Arkan tidak ada hubungan apapun, dia hanya mengantarku untuk melihat Oppa di hotel ini," ucap Mauren.
Sean berdecak, ia segera menggandeng Mauren untuk masuk ke mobil.
Tetapi tiba-tiba Arkan mencegahnya, ia masih ingin mengobrol dengan Sean. Satu-satunya keluarga yang ia miliki.
"Aku punya salah apa kepada Abang? Sampai Abang membenciku?" tanya Arkan membuat langkah Sean terhenti.
Mauren yang mendengar ucapan Arkan juga menghentikan langkahnya. Dia sangat penasaran kenapa Arkan memanggil Sean dengan sebutan Abang?
"Kau anak haram. Kau bukan adikku dan kau bukan dari keluarga Adinata. Jadi mulai sekarang jangan pernah memanggilku Abang!"
"Tapi aku juga anak Papa," jawab Arkan.
Sean tersenyum kecut, ia langsung masuk ke mobil tanpa menghiraukan ucapan Arkan. Raut wajah Arkan nampak sedih dan ketika itu Asisten Kim menepuk pundaknya seolah memberikan semangat.
Sedangkan Mauren masih menatap Arkan dengan heran lalu tiba-tiba Sean menyuruhnya untuk segera masuk ke dalam mobil.
Setelah mereka masuk mobil, Asisten Kim segera melajukan mobilnya pulang ke apartemen.
Mauren terdiam masih memikirkan Arkan jika siapakah dia sampai Sean sangat benci dengannya.
"Oppa, Kak Arkan kenapa memanggil Oppa dengan sebutan abang?" tanya Mauren.
"Entah," jawab Sean singkat.
Mauren bergeser semakin mendekati Sean, ia seolah sangat kepo dan ingin mendengar jawaban memuaskan dari Sean.
"Dia adik Oppa? Atau mungkin sepupu Oppa?"
"Sudah kubilang jika dari keluarga Adinata hanya aku yang laki-laki," ucap Sean sangat kesal.
"Jadi..."
"Diam kau! Tutup mulutmu!"
__ADS_1
Mauren sangat kesal, ia membalikan badan dan bersedekap seolah kesal dengan Sean. Sepertinya ia harus bertanya sendiri dengan Arkan apa hubungannya dengan Sean.
Tetapi pikirannya langsung terfokus pada bahunya yang sangat nyeri akibat benturan keras di mobil tadi. Dia lalu memegang bahunya dan dirasa semakin sakit jika di pegang.
Dia inisiatif membuka baju kerjanya membuat Sean sangat terkejut.
"Sinting kau ya?! Bisa-bisanya buka baju di depan Kim," ucap Sean marah.
"Kak Kim. Tolong jangan menengok ke belakang dulu! Aku mau melihat bahuku"
"Baik, Nona"
Mauren melihat bahunya dengan susah payah, ia sangat terkejut melihat ada luka lebam di bahunya.
Sean yang mengetahui hal itu sangat khawatir, ia bingung kenapa ada bekas lebam di bahu sang istri tercintanya.
"Kenapa bahumu sayang? Siapa yang memukulmu?" tanya Sean panik.
"Oppa tidak ingat jika Oppa mendorongku kuat sampai menabrak mobil Oppa"
"Siapa yang mendorongmu? Kau sendiri yang menabrakan tubuhmu di mobil. Hidup jangan banyak drama kau, Oren! Semarah-marahnya aku tidak pernah sampai menyakiti perempuan," bela Sean tidak terima.
Mauren terdiam, ia mengingat kejadian sebenarnya. Dan memang benar jika Mauren sendirilah yang menabrakan dirinya sendiri di mobil padahal Sean hanya mendorongnya pelan.
Mauren mengingat kejadian tadi be like:
"Lepaskan, Oppa! Sakit, Oppa"
Sean tidak menggubris ucapan Mauren, ia menarik tangan Mauren dengan kuat lalu menghempaskan tubuh Mauren sampai tubuh gadis itu terbentur mobil cukup kuat.
Braaak...
"Lepaskan, Oppa! Sakit, Oppa"
Sean tidak menggubris ucapan Mauren, ia menarik tangan Mauren dengan pelan lalu sedikit mendorong tubuh Mauren tetapi Sean terkejut ketika Mauren malah menabrakan tubuhnya di mobil sampai berbunyi braaaak.
Kenapa dia? Aku tidak mendorongnya kuat. Batin Sean.
Awas kau Oppa! Setelah ini aku akan meminta ganti rugi jika aku terluka. Hahaha... Batin Mauren.
Mauren tersenyum, ia lalu mengancingkan baju seragamnya lagi.
Dia memasang wajah memelas di hadapan Sean.
"Apa kau?" tanya Sean.
"Oppa membuatku terluka. Oppa harus tanggung jawab!"
"Kau yang menabrakan tubuhmu sendiri dan aku pula yang harus tanggung jawab. Makanya hidup jangan banyak drama! Seperti artis saja kau"
Mauren memasang wajah masam, ia kesal dengan suaminya. Dia lalu memandang wajah Sean dan mencubit pipinya gemas membuat Sean sangat terkejut.
"Sudah berani kau denganku?" ucap Sean.
"Oppa. Ku dengar sebentar lagi perusahaan akan mengadakan wisata dan di bagi beberapa kloter secara bergantian. Tetapi anak baru sepertiku tidak bisa ikut. Oppa, bisakah aku ikut?"
"Tidak usah. Di rumah saja kau main masak-masakan dengan kucing sialmu itu"
__ADS_1
Mauren berdecak, ia mengerucutkan bibir pertanda kesal. Dia lalu berinisiatif untuk menggoda Sean.
"Asyik. Saat Oppa rekreasi aku bisa main dengan Kak Arkan"
Sean terkejut, ia langsung menyuruh sang asisten mengurus ke HRD supaya Mauren bisa ikut wisata walaupun dia anak baru di perusahaan itu.
"Tapi Oppa, bisakah aku ikut di kloter Oppa dan satu bis bersama Oppa?"
"Tidak mau. Pasti bersamamu merepotkan"
"Oh ya sudah. Kalau begitu saat Oppa tidak bersamaku aku bisa melirik pegawai tampan yang lain," goda Mauren.
Sean menatap tajam Mauren, sedangkan gadis itu tersenyum menyeramkan. Sean menghela nafas panjang dan berusaha bersabar menghadapi istrinya yang selalu membuat emosi itu.
"Kita satu bis dan kau duduk disebelahku. Puas kau?"
"Bolehkah aku membawa kucingku?"
"Tidak boleh!"
Mauren menatap jengah kearah Sean. Tetapi ia bersyukur jika ia satu bangku dengan Sean. Dia ingin sekali bermanja-manja dengan Sean saat wisata nanti.
"I Love you, Oppa" ucap Mauren sambil memeluk Sean dari samping.
Sean membalas pelukan Mauren, ia juga mengecup kening Mauren.
Apa sih yang tidak untukmu sayangku? Aku mencintaimu bahkan sampai ularku yang ku kurung selama 25 tahun ku serahkan untukmu. Padahal diluar sana banyak perempuan yang ingin tidur denganku tapi aku tahu jika mereka hanya menginginkan hartaku saja.
Kau berbeda dari yang lain Orenku. Kau sangat cantik tetapi juga beg*. Ah.. aku suka semuanya darimu.
Keesokan harinya.
Hari ini mereka ada konsultasi dengan dokter kandungan. Sean yang hari ini jadwalnya sangat padat harus mengundurkan jadwalnya selama 2 jam hanya untuk menemani sang istri tercinta ke rumah sakit.
Mereka menemui dokter kandungan terhebat di rumah sakit itu.
Sean cukup lega karena sang dokter mengatakan jika rahim Mauren masih bisa mengandung walau kesempatan itu sangatlah kecil.
Sean menggenggam erat tangan Mauren seolah memberikan semangat dan jangan berkecil hati.
Jika Mauren sampai 2 tahun kedepan tidak bisa hamil maka Sean akan melaksanakan program bayi tabung.
Sean berjanji pada dirinya sendiri, ia tidak akan menikah lagi dan tidak akan mencari gadis lain. Dan jika memang program bayi tabung tidak berhasil, ia akan mengadopsi 10 bayi laki-laki sebagai pelengkap rumah tangga mereka nantinya.
"Kita tunggu sampai 2 tahun ya, Oren? Aku juga tidak terburu-buru mempunyai anak, yang terpenting kita meminta restu dulu dari kakekku setelah itu kita mengadakan resepsi pernikahan dan setelah itu kita berbulan madu di 7 negara," ucap Sean.
"Apa Oppa yakin selama 2 tahun Oppa tidak akan berpaling kepada gadis lain?"
"Melirik sedikit tidak apa 'kan sayang?" goda Sean bercanda.
"Cih!"
"Tidak akan sayang, kau gadisku yang teerrrrrcantik dan sangat segalanya untukku jadi tidak mungkin aku seperti itu"
______________________________
Hai gaes jangan lupa VOTE LIKE KOMEN YAAAA..
__ADS_1
Jangan jadi pembaca yang hanya baca doang tapi gak mau vote like bahkan komen!