Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
Bab 87 : Aku di kerjai?


__ADS_3

Setelah sampai di bandara kota Y. Mereka segera turun dari jet lalu menuju mobil yang telah disiapkan.


Mereka bertiga naik ke mobil dan sang supir melajukan ke tempat meeting yang hanya berjarak beberapa kilometer saja dari bandara.


Mauren mulai berpikir jika pekerjaan seorang presdir sangatlah berat dan bahkan ia tidak sanggup melakukannya.


Oppa sangat hebat. Pantas saja ia begitu kelelahan. Mulai saat ini aku tidak akan meremehkan pekerjaan Oppa.


15 menit kemudian.


Mereka turun dari mobil dan ternyata tempat meeting itu berada di hotel bintang 5. Mauren semakin bingung ketika melihat para kolega sang suami orang berkulit putih atau biasa disebut bule dan ada beberapa orang lokal.


Mereka berjas dan berpakaian rapi membuat Mauren semakin takut dan tidak percaya diri.


Ruang meeting itu terlihat bersih dan elegan dengan berjejernya sofa putih dan di depannya ada meja kaca yang panjang. Diujung sofa itu terdapat sofa besar nan mewah untuk duduk sang presdir Young group, sofa itu hanya muat untuk 2 orang saja.


Sean segera duduk di sofa itu dan menyuruh Mauren duduk disebelahnya sedangkan Asisten Kim berdiri di belakang sang tuan.


Mauren sudah memegang kertas dan bolpoin. Dia tidak yakin bisa melakukan pekerjaan saat ini.


"Good afternoon. My name is Arsean William, the owner of Young Group's company. I'm very happy to cooperate in this business. A business that would benefit us if we worked together," ucap Sean dalam bahasa inggris.


(Selamat siang. Nama saya Arsean William. Pemilik dari perusahaan Young Group.


Saya sangat senang bisa bekerja sama dalam bisnis kali ini.


Bisnis yang akan menguntungkan jika kita saling bekerja sama)


Mauren menelan ludah kasar karena ia yakin meeting kali ini mereka menggunakan bahasa Inggris, padahal ia tidak bisa sama sekali berbahasa inggris.


Sial! Sepertinya Oppa mengerjaiku. Batin Mauren.


"My personal assistant will explain more details about this business," sambung Sean


(Asisten pribadi saya akan menjelaskan lebih detail tentang bisnis ini)


Asisten Kim mulai maju ke depan lalu membacakan agenda apa saja yang di terapkan jika bisnis ini mulai berjalan.


Asisten Kim sangat fasih berbahasa inggris, ia menjelaskan satu persatu dengan detail. Tampak para kolega menganggukan kepala pertanda paham dengan ucapan Asisten Kim.


Sedangkan Mauren mulai mati kutu karena tidak paham dengan semua ucapan orang-orang yang berada di ruangan itu.


Yakin 100% jika Oppa benar-benar mengerjaiku. Aku Harus menulis apa? Aku tidak paham ucapan mereka. Batin Mauren kebingungan.


Sean melirik Mauren, gadis itu hanya menelan ludah karena kebingungan.


Sepertinya cara Sean sangat berhasil untuk mengerjai istrinya yang nakal itu.


"Cepat tulis apa yang kau dengar sekarang!" perintah Sean.


Mauren menghela nafas, ia menulis sebisanya. Dia membuka tutup bolpoin yang dibawanya, tetapi tutup bolpoin itu sangat susah dibuka hingga Mauren membukanya dengan sekuat tenaga sampai siku Mauren yang lancip mengenai dada Sean dengan keras.


Duaaaak


"Aaaaaw...," teriak Sean terkejut lalu memegangi dadanya.


"Maaf, Tuan," ucap Mauren sedikit tersenyum kearah Sean.


Sedangkan para koleganya terlihat menahan tawa.


Sean langsung melototi Mauren, lalu gadis itu langsung pura-pura menulis tanpa dosa.


Menit demi menit terlewati, sekarang giliran Sean yang mulai berbicara dalam bahasa inggris. Dia begitu pandai memainkan setiap kalimat bahasa inggris hingga membuat Mauren ternganga saking tidak mengertinya.


Mamp*slah! Aku harus menulis apa?

__ADS_1


Setelah itu mereka mengadakan tanya jawab dalam bahasa inggris membuat Mauren semakin kebingungan.


Awas kau Oppa!


Setelah mereka selesai membahas bisnis itu, mereka disuguhkan dengan makanan ringan khas hotel bintang 5 dan beberapa minuman pendamping.


Sean segera menyuruh para koleganya untuk mencicipi makanan hotel yang termasuk dalam naungan Young Group itu.


"Tuangkan aku minuman!" pinta Sean kepada Mauren.


"Baik Tuan"


Mauren dengan cepat menuangkan minuman kedalam gelas dengan hati-hati.


"Ini Tuan," ucap Mauren yang meletakan minumannya di atas meja.


"Ambilkan!"


"Tapi Tuan, gelas itu hanya berjarak beberapa senti dari tangan Tuan Sean"


Sean menatap tajam kearah Mauren dan dengan cepat gadis langsung mengambil gelas itu dan memberikannya ke sang suami. Tetapi tangannya yang licin membuat gelas itu meleset lalu tumpah di area sang ular milik Sean.


Sang ular merasa dingin akibat tumpahan dari minuman yang dingin tersebut, Mauren dengan cepat mengambil tisu lalu mengelap dengan percaya diri dihadapan para kolega sang suami.


Sean langsung mundur seketika, ia merasa risih jika Mauren harus mengelap diarea celana sang kelamin di depan para koleganya.


"Berdiri kau!" pinta Sean.


Mauren langsung berdiri.


"Ambil baju gantiku di mobil!"


Mauren menganggukan kepala, ia lalu berjalan meninggalkan ruangan itu dan menuju ke tempat parkir mobil.


Tetapi saat sampai di tempat parkir, ia kebingungan karena mobil yang digunakan Sean tadi tidak sama yang dipakai seperti biasanya.


"Tuan? Mobil Tuan yang mana?" tanya Mauren.


"Yang warna hitam"


"Tapi Tuan, semua mobil di tempat parkir di dominasi dengan warna hitam"


"Yang beroda empat"


"Tapi memang semua mobil beroda empat," jawab Mauren mulai kesal.


"Kata siapa? Bajaj beroda 3," jawab Sean santai sambil menyeruput minumannya.


"Cepatlah Tuan!" bentak Mauren.


"Kenapa kau jadi membentakku?"


Mauren kesal lalu berjalan kearah Asisten Kim dan menggandeng pria itu untuk mengikutinya dan menunjukan dimana mobil Sean.


Sean terkejut lalu menyuruh Asisten Kim untuk tetap duduk sedangkan ia menarik tangan Mauren ke tempat parkir.


"Oppa menyebalkan hari ini," ucap Mauren.


Sean tidak memperdulikan ucapan Mauren, ia segera mengambil pakaiannya didalam mobil lalu dengan cepat berganti pakaian secepat kilat.


"Masuklah!" pinta Sean yang melihat Mauren berada di luar mobil.


Mauren segera masuk lalu dengan cepat kepala Sean bersandar pada bahu Mauren.


"Oppa harus cepat masuk, ku pikir para kolega Oppa sedang menunggu Oppa"

__ADS_1


"Biarkan saja! Kim akan mengurusnya sampai selesai"


Setengah jam kemudian.


Sang supir dan Asisten Kim masuk ke mobil lalu mereka segera menuju ke bandara untuk kembali ke kota asal mereka.


Sean teringat akan perintahnya kepada Mauren yang menyuruhya untuk menulis yang di dengar pada meeting tadi.


"Kim. Berikan kertas yang ditulis Oren tadi!"


"Ini, Tuan"


Mauren langsung memalingkan pandangan dan berpura-pura menatap kaca mobil.


Sean terkejut saat melihat isi tulisan Mauren yang ingin membuatnya tertawa.


Isi tulisan Mauren dalam bahasa inggris: Oh no... oh yes... oh no mister... oh yes... okay baby... plis... oh nooo... oh yes... yes no yes no uuuuh yes... oke oke... uuuh yes...


"Apa ini?" tanya Sean menahan tawa.


Mauren seolah tidak memperdulikan pertanyaan dari Sean. Dia mendadak budek dan menatap kaca mobil tanpa rasa berdosa.


"Belajar dari mana kosakata ini?" tanya Sean.


Mauren masih sok budek lalu dengan cepat Sean menjewer telinga Mauren.


"Aawww... sakit Oppa"


"Belajar dari mana kosakata ini?" tanya Sean sambil menjewer telinga Mauren.


"Aku tidak bisa berbahasa inggris Oppa, hanya itu saja yang kubisa," jawab Mauren sambil memegangi tangan Sean yang menjewernya.


"Bohong. Cepat katakan! Jika tidak aku tidak akan melepaskan jeweranku"


"Ampun Oppa. Aku belajar dari video yang ku tonton"


"Video macam apa yang kau tonton? Tidak ada video pelajaran bahasa inggris yang menjelaskan oooh yes... oh no...," ucap Sean semakin penasaran.


"Ampun Oppa. Sakit Oppa"


Sean melepaskan jewerannya, ia mulai tertawa terbahak-bahak melihat tingkah istrinya yang semakin aneh.


"Cepat tunjukan videonya! Ayo kita tonton bersama apakah sesuai dengan ucapanmu?"


Mauren berdecak, ia mengambil ponselnya lalu memasang earphone dan menonton video itu bersama sang suami.


Asisten Kim curiga dengan 2 pasangan aneh yang sedari tadi ribut tetepi kini tiba-tiba malah diam, ia menengok ke belakang dan tersenyum sendiri ketika pasangan aneh itu sudah akur ketika melihat kearah ponsel.


Video seperti itu memang pemersatu bangsa. Bahkan pasangan Tom n Jerry itu bisa duduk diam sambil menonton padahal beberapa menit yang lalu mereka bertengkar seakan mau kiamat. Batin Asisten Kim.


________________________


Bantu koreksi pada kalimat bahasa inggrisnya dong ...


Apakah sudah benar?


pada kalimat percakapan Sean ya gaess


bukan tulisan Mauren ooooh no... oh yes.... ya wkwkwk ... anak kecil yg gak ngerti maksudnya diem aja.


Bantu vote like komen rate5 dong..


beri Komen juga supaya author semangat ngetiknya..


oh yaa .. yg gak pernah Komen..

__ADS_1


kalian bisa ngakak gak sih ketika baca novel ini? jangan diem diem bae.. Saya juga butuh komentar kalian...


__ADS_2