Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
Bab 83 : Persahabatan itu indah


__ADS_3

"Hari ini Sean ada acara Mah, besok saja makan malamnya sekalian dengan Mauren. Oke baiklah sampai jumpa besok malam. Love you Mah," ucap Sean melalui panggilan telepon.


Malam ini Sean akan merayakan persahabatan mereka dengan karaoke bersama di apartemen mewahnya.


Dia mengundang beberapa sahabatnya yang sedari dulu dekat dengannya.


Sebelum mereka datang, ia menuju kamar apartemen Asisten Kim. Dia langsung membuka pintu dan langsung melihat koper besar milik sang asisten yang berada di pinggir ranjang.


Terlihat Asisten Kim baru selesai mandi, ia terkejut saat sang tuan sudah berada di kamarnya.


"Sampai segitunya Kim hingga kau memutuskan untuk kembali ke Cina?" tanya Sean.


"Maaf Tuan," jawab Asisten Kim.


"Aku tidak mau tau, bongkar lagi pakaianmu dari koper sialan itu!"


"Baik Tuan"


Setelah itu mereka menuju ruang karaoke yang berada di pinggir kolam renang apartemen Sean.


Terlihat ada Dokter Juna beserta istrinya, Reno beserta anaknya, Jia, Alana lalu tentunya ada Sean, Mauren dan Kim.


Mauren sangat gemas dengan anak Reno yang bernama Dylan. Sampai ia menggendong anak berumur 5 tahun itu.


"Kau sangat tampan seperti Papamu, muaah...," ucap Mauren sambil mencium pipi Dylan.


"Sean, sepertinya istrimu seperti ingin mempunyai anak. Kapan kau akan memberikannya?" tanya Reno yang duduk disebelah Sean.


"Aku harus mendapat restu dari keluarga ku dan Bapak Mauren dulu baru aku mengadakan resepsi pernikahan lalu baru membuat bayi yang lucu," jawab Sean santai.


Reno tersenyum, ia menepuk bahu Sean.


Pria yang dikenalnya cuek dan dingin kini telah menikah dan terlihat menyayangi istrinya.


Mereka lalu bernyanyi bergantian, meluapkan kebahagiaan mereka malam ini. Hingga giliran Mauren bernyanyi mereka semua ternganga karena Mauren bernyanyi sambil menari dengan heboh.


BLACKPINK - Bombayah


Joha i bunwigiga joha


Joha nan jigeum nega joha


Jeongmal banhaesseo oneul bam


Neowa chumchugo sipeo


BOOMBAYAH


YAH YAH YAH BOOMBAYAH


YAH YAH YAH BOOMBAYAH


YAH YAH YAH YAH


BOOM BOOM BA BOOM BOOM BA (Oppa!)


YAH YAH YAH YAH YAH YAH


YAH YAH YAH YAH


YAH YAH YAH YAH YAH YAH


YAH YAH YAH YAH (Oppa!)


YAH YAH YAH YAH YAH YAH

__ADS_1


YAH YAH YAH YAH


YAH YAH YAH YAH YAH YAH YAH


BOOM BOOM BA BOOMBAYAH


BLACKPINK in your area


Uh ije dallyeoyaji mwol eotteokhae


Nan cheol eopseo geop eopseo man


Middle finger up F U pay me


90’s baby I pump up the jam


Dallyeobwa dallyeobwa oppaya Rambo.



Mauren menari seperti kesetanan sampai melupakan mereka yang memperhatikannya. Dia menari di atas meja dengan goyangan hebohnya.


Sean menatapnya dengan sinis, ia berjalan mendekati Mauren yang masih berdiri di atas meja.


Teman-temannya berpikir jika Sean akan memarahi Mauren. Tetapi tidak terduga, justru Sean malah ikut menari heboh dengan Mauren.


Teman-temannya semakin heran dengan pasangan kompak itu, mereka tidak malu dan malah terlihat senang.


Aku senang memiliki pasangan yang seperti ini. Selalu mengekspresikan apa yang disukainya tanpa rasa malu.


Aku mencintaimu, Mauren.


Sean menarik kepala Mauren untuk menghadapnya dan mereka masih berada di atas meja.


Mereka saling berhadapan cukup lama, lalu Sean mencium bibir Mauren dengan mesra dihadapan semua teman-temannya.


Sean tidak memperdulikan teman-temannya yang bersorak, baginya dunia saat ini hanya milik mereka berdua.


Sampai Mauren merasa risih lalu melepas ciuman mereka.


"Kau milikku," ucap Sean.


"Aku milikmu," jawab Mauren.


Mereka lalu berpelukan sampai Mauren meneteskan air mata. Dia tidak menduga akan menikah dengan Sean, pria yang baik kepadanya.


Setelah itu mereka turun dari meja seolah tidak malu dengan teman-temannya. Lalu mereka terduduk lemas di kursi karena kelelahan berjoget.


"Aku baru melihat seorang presdir sinting seperti Sean. Saat di kantor ia sangat garang dan kejam tetapi saat diluar kantor ia bar-bar seperti orang gila," ucap Dokter Juna.


"Tetapi Sean laki-laki baik tidak tertarik dengan body wanita lain," jawab Anita, dia adalah istri Dokter Juna.


"Maksudmu?"


Plaaak


Anita menampar mata Dokter Juna membuat pria itu terkejut.


"Tidak seperti kau yang sedari tadi melirik belahan dada si gadis Cina itu," ucap Anita cemberut.


"Ti.. tidak sayang. Kau yang tercantik disini. Aku mencintaimu," rayu Dokter Juna.


Sedangkan Asisten Kim hanya terdiam, ia bingung harus melakukan apa. Sampai Jia mengajaknya untuk bernyanyi tetapi Asisten Kim menolak.


"Ajak Kim untuk bernyanyi, Mauren," pinta Sean kepada Mauren.

__ADS_1


"Tidak mau"


"Kenapa?"


"Aku tidak mau, Oppa. Nanti dia berharap lagi denganku"


"Lihatlah dia! Aku merasa kasian dengannya. Aku juga laki-laki sangat tau perasaan Kim saat ini. Coba ajak dia mengobrol," pinta Sean.


Kenapa Oppa sangat baik sekali?


Aku menjadi terharu.


"Oppa tidak cemburu jika aku mengobrol dengan Kak Kim?"


"Aku percaya padamu Mauren. Apa semboyan kita?"


"Kau milikku, aku milikmu, selamanya akan bersama, ulu-ulu-ulu-ulu-ulu...," ucap mereka bersamaan sambil menggesekan hidung mereka.


Pasangan sinting. Batin Dokter Juna.


Mauren mencoba mendekati Asisten Kim yang sedang duduk sendirian di pinggir kolam renang. Mauren memberikannya segelas minuman soda kepada Asisten Kim.


Asisten Kim seolah menolak lalu melirik Sean. Dia melihat sang tuan tengah mengobrol asyik dengan yang lainnya.


"Langitnya cerah ya Kak Kim?"


"Iya Nona"


"Panggil saja aku Mauren sama seperti dulu," ucap Mauren sambil menepuk bahu Asisten Kim.


"Tidak bisa Nona. Anda istri Tuan saya jadi saya wajib memanggil anda dengan sebutan Nona"


Mauren terdiam sedangkan Asisten Kim juga ikut terdiam.


Mereka menikmati langit malam yang cerah tanpa bersuara.


Hanya sesekali tiupan angin menghempas rambut mereka dan menerpa segala harapan yang sudah tidak teringinkan.


Dokter Juna menyenggol tangan Sean.


Dia menyuruh melihat Mauren dan Asisten Kim yang terdiam tidak saling bicara.


"Biarkan saja mereka. Aku juga sangat merasa bersalah dengan Kim. Aku seperti pria jahat yang merebut Oren darinya," ucap Sean.


"Jodoh tidak ada yang tau Sean. Mauren memang jodoh untukmu. Jangan merasa bersalah! Pasti sebentar lagi Kim akan menemukan cintanya," jawab Dokter Juna menghibur Sean.


Sean menghela nafas panjang, ia melirik Mauren dan Kim yang sedari tadi saling terdiam.


Sean menghampiri mereka dan mulai membuka pembicaraan. Dia mengobrol tidak jelas membuat Mauren terkantuk-kantuk lalu kepalanya jatuh menyandar bahu Sean.


"Dasar cewek tukang tidur!" ucap Sean.


Asisten Kim tersenyum, " Tolong jaga Mauren untukku, Tuan"


"Tidak usah kau suruh aku pun sudah menjaganya. Aku sangat mencintainya Kim"


"Aku percaya dengan Tuan"


Setelah itu Sean menggendong Mauren menuju kamar. Lalu membaringkan Mauren diranjang, ia mengecup kening gadis itu dengan mesra.


"Selamat tidur sayang, semoga mimpi indah. Aku mencintaimu"


_______________________


Author lagi malas ngetik gaess...

__ADS_1


semangatin yok dengan like Komen rate5 vote....


__ADS_2