
Pagi yang cerah di apartemen super mewah, suhu AC yang sangat dingin menyelimuti kamar besar itu, tangan Mauren menggapai remote AC yang ada disebelahnya, ia menekan tombol off.
Mauren melirik Sean yang tengah tertidur pulas disampingnya, ia menepuk pipi Sean dengan pelan untuk membangunkannya.
Lelaki itu membalikan badan dan terlelap lagi.
"Oppa. Ini sudah jam 7. Ayo bangun! Cepat mandi lalu berangkat kerja!"
"Aku libur 3 hari. Aku masih sakit butuh istirahat dirumah"
Kemarin oppa bilang dia sudah sembuh.
Yasudahlah. Sepertinya oppa masih kelelahan.
Mauren berjalan membuka tirai putih, pemandangan kolam renang berhias langit biru cerah mewarnai hari ini. Tetapi rasa kebelet pipis menghancurkan suasana itu, ia dengan cepat menuju ke kamar mandi. Mauren mencoba membuka celana jeans yang dipakainya tetapi ia lupa jika kancing celana itu ia ganti dengan gembok kecil.
Dia berlari kearah kamar dan mencari gembok itu tetapi nihil, ia tidak menemukannya. Dia yakin menyimpan gembok itu dilaci dan tidak mungkin Sean menemukannya. Mauren berlari kesana kemari mengobrak-abrik setiap barang yang berada disitu. Sean terbangun melihat Mauren yang kelabakan dan kebingungan.
"Kau mau menghancurkan kamarku?" tanya Sean menatap tajam.
"Oppa tau kunci gembokku? Jika tau cepat bawa kemari oppa, aku kebelet pipis," ucap Mauren sambil memegangi area sensitifnya.
Sean menahan tawa melihat ekspresi istrinya yang lucu, ia menyalahkan Mauren yang terlalu berlebihan menggembok celananya dan akhirnya Mauren terkena karmanya.
"Pipislah dicelana! Rasakan kau!" ucap Sean menyeringai.
Mauren sontak kaget dengan ucapan sang suami, ia berpikir jika Seanlah yang menyembunyikan kunci itu lantas ia berlari kearah laci dan mengambil sebuah gunting.
Rasa kebelet pipis sudah ada diujung tanduk dan tidak tertahankan lagi, ia membawa gunting itu menuju ke kamar mandi lalu menggunting di area kancing.
Setelah terlepas ia bisa mengeluarkan air kotornya dan bernafas lega.
Jahat sekali oppa menyembunyikan kunci itu.
Lihatlah celanaku menjadi rusak.
Setelah itu ia menuju ke cermin dan menggosok giginya di depan cermin, ia menatap kulit wajahnya mulai mengering karena tidak menggunakan skincare setelah menikah dengan Sean. Dia ingin membelinya tetapi tidak ada uang, uang yang diambilnya dari dompet Sean waktu itu ia berikan kepada sang ibu yang mengeluh tidak bisa membayar hutang.
__ADS_1
Pokoknya gaji pertamaku harus kuserahkan semua kepada Emak. Aku merasa bersalah kepadanya dengan pernikahan yang mendadak ini.
Setelah mencuci muka dan menggosok gigi, ia berjalan menuju ruangan pakaian, ia mengambil celana sangat pendek yang berada di lemari itu. Dia membawanya menuju ke kamar dan berganti celana di depan Sean yang sedang bermain ponsel diatas ranjang. Sean menatapnya tanpa berkedip.
"Masih pagi dan kau sudah membangunkan ularku," ucap Sean.
"Mana ularnya? Biar kugigit sampai mati," jawab Mauren kesal.
Sean merasa ngeri melihat Mauren yang tengah marah mungkin karena tadi Sean iseng menyembunyikan kunci gembok itu dan membuat celana jeans Mauren rusak.
Mauren segera duduk dan mengambil ponselnya, ia membuka akun medsosnya dan kaget ketika foto dirinya yang saat makan di mall tersebar diinternet tetapi untungnya wajahnya tertutupi emot icon.
"Oppa mengunggah fotoku diinternet?"
"Tidak. Tapi aku mengunggahnya di akun IG ku," jawab Sean sambil memainkan ponsel.
"Lihatlah oppa mereka seperti kepo sekali tentangku. Bagaimana ini?"
"Tenanglah mereka tidak tau wajahmu"
Mauren berdecak lalu mencoba iseng membuka akun medsos milik suaminya, ia membuka fotonya yang berada di akun itu yang telah dipenuhi jutaan like dan ribuan komentar. Hebat sekali oppaku ini? Ternyata dia artis medsos juga. Tidak heran dia memang tampan dan kaya lagipula siapa yang tidak suka dengan pria seperti itu?
Mereka menanyakan siapakah gadis itu, mereka ingin sekali melihat seperti apa wanita yang bisa menaklukan presdir yang tampan dan sangat dingin.
Mauren lalu kepo dengan postingan-postingan sebelumnya, disana banyak menampilkan foto tampan Sean yang sangat stylish dengan baju-baju mahalnya.
Gaul juga oppaku ini. Batin Mauren.
Mauren lalu melihat postingan paling bawah, matanya terbelalak melihat foto Sean bersama Alana, mereka terlihat sangat akrab dan serasi bahkan terlihat mereka berlibur bersama di pulau Bali. Bagai tersambar petir dipagi hari, hati Mauren terasa tertusuk puluhan pisau. Rasa itu teramat sakit sampai tak tertahankan lalu dia melirik Sean yang tengah memainkan game di ponselnya.
Jahat sekali oppa, apa gadis ini adalah calon istrinya? Bahkan media pun mengatakan seperti itu.
Mauren segera keluar dari postingan Sean, ia membuka beranda akunnya, ia mendapati Reza dan istrinya sedang merayakan 7 bulanan kehamilan sang istri. Dia tidak sakit hati karena ia sudah melupakan sang mantan pacar, bahkan Mauren meninggalkan komentar dukungan di akun Reza.
Tetapi bayangan akan foto Sean dan Alana tadi selalu terbayang, rasa itu sungguh sakit menyiksa batin tanpa tersadar ia melamun meneteskan air mata ketika masih membuka foto Reza bersama istrinya.
Sean dengan cepat merebut ponsel Mauren dan melihat apa yang membuat istrinya sampai menangis.
__ADS_1
"Kau masih mencintainya?" tanya Sean geram dan menatap lekat wajah Mauren.
"Apa maksud oppa?" tanya Mauren sambil mengusap air matanya.
"Bilang jika kau masih mencintainya? Akan kubunuh kau! Dan apa artinya aku selama ini untukmu? Baru pertama kali ini dadaku terasa sakit dan kau yang menyakitinya! Sialan kau!"
"Oppa selalu mengataiku sialan, brengsek, beg*, dan lain-lain, oppa pikir aku tidak sakit hati?"
Sean tercekat dengan ucapan Mauren, ia memang sering mengatai Mauren dengan umpatan kasar tetapi baginya masalah kali ini bukan itu.
"Jangan mengalihkan pembicaraan kau!"
Mauren masih menunduk tidak berani melihat Sean yang sangat marah, Sean tiba-tiba mencengkeram bahu Mauren dan menatap wajah istrinya dengan tajam.
"Kuulangi sekali lagi. Apakah kau masih mencintai mantan pacarmu itu?"
"Tidak," jawab Mauren singkat tetapi tidak berani menatap mata Sean.
Sean melepaskan cengkramannya, ia meraih ponselnya dan menelpon Asisten Kim.
Dia masih melirik Mauren dengan tajam tetapi gadis itu masih menundukan kepala.
"Kim. Kirim bom kerumah mantan Mauren yang bernama Reza! Pastikan seluruh keluarganya mati mengenaskan! Jangan lupa kau menutupi kasus itu dan jangan sampai nama ku dan nama perusahaan Young Group terlibat," ucap Sean menyuruh Asisten Kim melalui panggilan telpon yang tak terkesan main-main.
Mauren terkejut mendengar itu, ia memohon kepada Sean supaya tidak melakukan hal konyol tetapi Sean tidak menggubris dan tetap pada pendiriannya. Dia sangat marah ketika sang istri malah menangisi mantan pacarnya itu.
"Jangan-jangan kau tidak mau melakukan itu denganku karena perawanmu sudah diambil Reza?" tanya Sean penasaran tetapi tetap berwajah marah.
Mauren menjelaskan bahwa ia sama sekali belum melakukan itu dengan Reza ataupun bersama pria lain, ia masih perawan.
"Aku tadi menangis karena melihat foto di akun medsos milik oppa bersama Alana, aku sungguh sakit hati oppa," jelas Mauren mengalihkan pembicaraan supaya Sean tidak menagih malam pertamanya.
"Alasan kau! Jelas-jelas tadi aku melihatmu menangis saat menatap foto mantanmu dan istrinya itu"
Memang itu yang kurasakan oppa. Aku sakit hati melihat oppa bermesraan dengan Alana.
Aku harus bagaimana supaya oppa bisa percaya dengan ucapanku?
__ADS_1
_____________________