
"Kau mau apa Kak Kim?" tanya Mauren penasaran.
Asisten Kim hanya tersenyum menyeringai.
Pria aneh ini apa yang akan ia lakukan? Batin Mauren.
Sean menaiki taksi menuju rumahnya. Dia ingin memastikan sendiri kepada sang Mama apakah ucapan Mauren benar jika sang Mama akan menjodohkan Sean dengan bule itu.
Sesampainya di rumah, Sean langsung menuju kamar Mama.
Dia melihat sang Mama sedang menenggak anggur merah, dengan cepat Sean langsung mengambil segelas anggur merah yang berada di tangan sang Mama.
"Sejak kapan Mama meminum ini?" tanya Sean sambil merebut gelas itu.
"Sean?"
"Mama sekarang bukan Mama yang kukenal, kenapa Mama selalu berambisi ingin menjodohkanku? Aku sudah menikah Mah... Aku juga sebentar lagi mempunyai bayi"
Mama tidak menjawab ucapan Sean, ia lalu berjalan menuju jendela kamar lalu memandang keluar.
Mamanya hanya ingin yang terbaik untuk Sean, termasuk untuk jodoh Sean.
"Mama bilang apa kepada Mauren? Aku tau Mama sering berbicara menyakitkan di depan Mauren. Jangan begitu Mah! Dia istri Sean"
Disisi lain.
Setelah Asisten Kim mengantar Mauren untuk pulang ke apartemen, ia langsung menuju hotel yang di singgahi bule cantik itu. Entah apa yang akan di lakukan Asisten Kim, itu semua hanya Asisten Kim yang tahu.
Asisten Kim melajukan mobil miliknya secepat mungkin, ia sudah tidak sabar untuk bermain-main dengan bule cantik itu.
15 menit kemudian.
Bella kebingungan dengan pria yang mengetuk pintunya malam-malam.
Sepertinya ia tidak asing dengan pria itu.
Asisten Kim langsung masuk ke kamar Bella tanpa permisi terlebih dahulu.
"Siapa kau?" tanya Bella.
"Kau tidak perlu tau siapa aku. Tapi aku tau siapa kau, Bella Lexton. Seorang model sekaligus menjabat sebagai wanita bayaran dan akhir-akhir ini terjerat skandal dengan Pangeran Wilson dari negara tetangga," ucap Asisten Kim dengan tatapan mematikan.
Bella terdiam dan tercekat mendengar ucapan Asisten Kim. Dia lalu menyuruh Asisten Kim untuk pergi tetapi pria itu masih mengkokohkan kaki berdiri di depannya.
"Kau hanya ingin menutupi skandalmu jika menikah dengan Tuan Sean. Dan kau juga hanya memandang harta Tuan Sean saja, benar 'kan?" sambung Asisten Kim.
"Begini saja, aku akan membuatmu puas malam ini tetapi tolong jangan beritahu skandalku dengan Mama Arse, jika iya aku akan gagal menjadi menantunya," rayu Bella.
"Maaf saja, tubuh saya masih suci untuk tubuh kotor sepertimu yang sudah puluhan kali tidur bersama pria hidung belang"
Bella menelan ludah, ia mati kutu dengan ucapan Asisten Kim. Dia lalu mengambil kopernya dan memasukan semua barangnya, ia ketakutan dengan Asisten Kim yang masih menatap tajam kearahnya.
Bella lalu berjalan menarik kopernya dan melangkah melewati Asisten Kim.
"Jangan pernah menunjukan batang hidungmu disini lagi Nona Bella! Jika iya aku akan bongkar semua berita burukmu di media," ucap Asisten Kim sambil tersenyum menyeringai.
__ADS_1
Setelah itu Asisten Kim menjemput Sean di rumahnya.
Sean memasuki mobil dan duduk di bangku sebelah Asisten Kim.
Asisten Kim melirik sang tuan yang seperti sedang sedih. Dia tahu Jika Sean sedang bertengkar dengan sang Mama.
"Kau sudah mengurus bule itu, Kim?" tanya Sean.
"Sudah, Tuan"
"Intinya perempuan yang akan dijodohkan denganku bantai saja, Kim! Aku tidak mau ada seorangpun yang merusak rumah tanggaku dengan Mauren"
"Baik, Tuan"
Sesampainya di apartemen, Sean membuka pintu, ia terkejut melihat Mauren menangis sesegukan.
Dia menghampiri Mauren lalu Mauren tersadar dengan kedatangan sang suami.
Mauren lalu memeluk Sean, ia menangis dan meminta maaf kepada Sean karena sering marah tidak jelas kepada Sean.
"Hiks... hiks... maafkan aku Oppa. Jangan tinggalkan aku! Aku sangat mencintai Oppa, hiks... hiks..."
"Cup... cup... cup... Orenku, kenapa minta maaf? Kau tidak salah apa-apa. Aku juga mencintaimu sayang"
Sean melepas pelukannya, ia menangkup pipi Mauren lalu mengelap air mata gadis itu. Dia juga mengelus perut Mauren.
"Jangan bersedih lagi Oren! Kasian bayi kita. Sudah jangan menangis lagi, Oppa mau mandi"
Mauren tersenyum, ia lalu menyiapkan air hangat untuk sang suami. Dia juga terlihat memandikan tubuh Sean yang sudah sangat kelelahan dengan aktivitas hari ini.
"Oren. Aku ingin cepat-cepat bertemu bayi kita," ucap Sean sambil memperhatikan perut Mauren.
"Aku juga tidak sabar Oppa. Apakah bayi kita akan cantik dan tampan?"
"Tentu saja. Aku yang buat pasti tampan"
Mauren tersenyum lalu memeluk Sean dari samping, ia mencium aroma tubuh Sean yang masih sangat segar.
Sean merangkul Mauren dan ia memberikan kecupan hangat di pipi Mauren.
"Oppa jangan pernah menikah dengan wanita lain! Aku tidak akan rela"
"Aku sudah mengucapkan berulang kali, walaupun aku kaya raya dan sangat tampan, aku tidak akan mempoligamimu Oren"
Hanya Oppa yang memuji dirinya sendiri. Batin Mauren.
**
Zara menatap foto Reno, ia sangat senang dengan magang hari ini sampai ia bisa mengobrol dengan Reno walaupun hanya seputar pekerjaan.
Dia tersenyum-senyum sendiri sampai Sera melempar guling kearahnya.
Buaaak...
"Sudah gila kau ya? Cuman gara-gara Kak Reno saja kau sampai menghalu," ucap Sera.
__ADS_1
"Iri bilang bos!"
"Siapa yang iri? Cuih... bahkan pacarku lebih tampan ketimbang Kak Reno.
Zara berdecak lalu menjulurkan lidah kepada Sera, ia tidak memperdulikan ucapan Sera karena baginya Reno lah yang paling tampan dan menawan.
" Hei Zara? Ternyata Kak Sean dan Kak Mauren sudah menikah dan sekarang Kak Mauren sedang hamil," ucap Sera.
Zara mengerutkan dahinya, ia masih tidak mempercayai ucapan Sera. Tetapi Sera meyakinkan jika mereka tidak mungkin berbohong.
"Kenapa Kak Sean tidak jujur kepada keluarganya?" tanya Zara.
"Kau tau sendiri 'kan keluarga kita terlalu pemilih. Mungkin Kak Sean takut jika tidak di restui menikah dengan Kak Mauren"
Kedua gadis kembar itu melanjutkan obrolannya. Dan mereka akan bertanya kepada Sean langsung, mereka pikir jika Sean dan Mauren hanya berpacaran, tidak disangka mereka sudah menikah diam-diam.
Sampai sang Mama masuk ke kamar mereka dan tidak sengaja mendengar percakapan kedua putrinya.
"Sean sudah menikah?" tanya Mama yang mengagetkan Sera dan Zara.
Sera dan Zara hanya saling berpandangan, lidah mereka langsung kelu seolah bingung harus menjawab apa.
"Hmmm... Mama salah dengar," ucap Sera
"Mama tidak mungkin salah dengar, jawab jujur kalian!"
Sera dan Zara saling bertatapan, ia lalu menceritakan kepada sang Mama jika Sean sudah menikah dengan pegawainya sendiri. Sang Mama terkejut, ia lantas langsung ke kamar sang kakak yaitu Mama Sean.
Dia sangat terkejut saat melihat kamar sang kakak berantakan. Mama Sean terlihat menangis di lantai.
"Kak? Ada apa kak? Ku dengar Sean sudah menikah?"
"Hiks... hiks... hiks... aku gagal mendidik anakku. Dia menjadi begini karena aku membiarkannya tinggal di luar, aku harus menyeretnya untuk tinggal disini"
"Kurang ajar sekali Sean, bisa-bisanya ia membuat Mamanya begini. Aku akan menyuruhnya pulang Kak, aku akan seret dia untuk meminta maaf kepada Kakak"
Mama Zara memapah sang kakak untuk duduk di bibir ranjang, ia mengusap air matanya. Dia juga menyuruh pembantu membersihkan kamar sang Kakak yang sudah seperti kapal pecah.
Awas kau Sean! Mentang-mentang kau yang menjadi direktur kau bisa semena-mena dan seenaknya sendiri.
Aku harus menjauhkan gadis itu dari keponakanku. Lancang sekali dia gadis miskin bisa bersanding dengan keluarga Adinata.
_______________________
Hallo pembaca setia..
udah baca novel versi Dokter Juna belum?
Jadi disini Dokter Juna masih belum bercerai dengan sang istri dan di novel versi Dokter Juna ia sudah bercerai dengan sang istri..
jika disini cerita tentang dokter Juna lambat tetapi di noveL " Cinta Dokter Juna" alurnya cepat.
dan tidak di sangka ia malah memperkosa adik Sean.
penasaran? Yuk baca " Cinta Dokter Juna"
__ADS_1