Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
Bab 99 : Edukasi 2


__ADS_3

PERINGATAN! : Mengandung obrolan dewasa.


Bagi yang tidak berkenan mohon tidak usah dibaca!


"Oren sayang. Bisakah kau mengajari Sera tentang edukasi s*ks? Dia sangat polos sehingga sangat rawan dibodohi para pria brengsek," pinta Sean sambil mengelus rambut Mauren.


"Aku harus mengajarinya ihik-ihik, begitu?" tanya Mauren kebingungan.


Sean menepuk jidatnya, ia tidak bisa membayangkan bagaimana cara Mauren yang polos mengajari Sera yang lebih polos dan bodoh.


Kedua orang bodoh ini tidak meyakinkan. Batin Sean.


Sean lalu meninggalkan Sera bersama Mauren di kamar rahasia, ia cukup sibuk hari ini. Dia mempercayakan Sera kepada sang istri, walau tidak yakin setidaknya Mauren sudah berpengalaman di banding Sera.


Mauren menepuk ranjangnya untuk menyuruh Sera duduk disebelahnya.


Sera terlihat sangat antusias mendengar penjelasan dari Mauren.


"Jadi berhubungan badan itu apa Kak Mauren?" tanya Sera.


"Hmmm... berhubungan badan itu ketika pria dan perempuan memadu kasih di atas ranjang," jelas Mauren padahal ia sendiri cukup bingung menjelaskannya.


Sera mengerutkan dahi, ia menatap bingung seolah bertanya-tanya.


"Kau belum paham?" tanya Mauren.


Sera lalu menganggukan kepalanya.


"Jadi begini... pria dan perempuan berada diatas ranjang, tugas perempuan mengejan dan tugas pria memompa," jelas Mauren.


Sera semakin tidak paham dengan penjelasan dari Mauren.


"Aduh... bodoh juga rupanya kau Sera. Berhubungan badan itu ketika alat kelamin kita saling berinteraksi menimbulkan efek mendesah oh yess... oh no... dan saat kita berada di puncaknya kini tugas pria menyemprot cairan susu kedalam lubang wanita"


"Jadi alat kelamin kita bisa mengeluarkan bunyi oh yes... oh no...?" tanya Sera sangat polos.


"Bukan begitu Sera"


Sera semakin ternganga karena kebingungan, ia tidak paham dengan kalimat Mauren yang semakin membingungkan. Sedangkan Mauren mengacak rambutnya sendiri karena kesal kepada adik Sean yang terlalu bodoh.


"Coba kau telpon Zara! Tanya Zara apakah dia tahu arti dari berhubungan badan? Jika dia tahu berarti kau yang terlalu bodoh," ucap Mauren.


Sera lalu mengambil ponselnya dan menelpon Zara. Sedangkan Zara kini tengah di ruangan Reno bersama manajernya. Zara meminta izin terlebih dahulu kepada Reno untuk mengangkat telpon dan setelah Reno mengizinkannya, ia mengangkat telpon dari Sera.


"Hallo Sera. Ada apa?" tanya Zara.


"Kau tau arti berhubungan badan?" tanya Sera.


"Apa? Berhubungan badan?" ucap Zara sangat keras membuat Reno dan sang manajer meliriknya. Zara lalu menutup mulut dengan tangannya dan sangat malu dengan Reno.


"Kau tau tidak arti berhubungan badan?" tanya Sera masih penasaran.


"Ya aku tahu lah berhubungan badan itu apa," jawab Zara keras tetapi ia tersadar ketika Reno kini menatapnya.

__ADS_1


Mulutmu Zara tidak bisa di rem. Batin Zara.


Anak SMA jaman sekarang sungguh menyeramkan. Batin Reno.


Zara tersenyum kepada Reno lalu ia langsung menutup telpon dari Sera. Dia sangat malu dengan Reno sampai tidak berani menatapnya.


Sedangkan Sera sangat kesal karena tiba-tiba Zara mematikan telponnya. Mauren hanya menatap diam.


"Zaratun mematikan telponnya, tetapi ia bilang tau artinya berhubungan badan. Sungguh jahat sekali dia tidak mengajariku berhubungan badan," ucap Sera kesal.


"Hei jangan khawatir. Kak Mauren tercantik akan memberitahumu apa arti berhubungan badan sebenarnya. Supaya kau paham dan tidak gampang tertipu dengan pria brengsek yang mengincar nafsu saja," jawab Mauren dengan bangga.


Mauren kini menjelaskan, terlihat Sera hanya manggut-manggut saja apakah benar sudah paham atau tidak, ia menunjukan wajah seolah mengerti.


"Berhubungan badan adalah ketika ular pria masuk ke sarang wanita lalu terjadilah pertempuran sengit, mereka bertempur dengan hawa nafsu yang meledak-ledak. Pria mendorong lalu wanita menahan dan tidak lupa mengeluarkan suara yang unik yaitu ceplok... ceplok... ceplok... yihaaaaaaa... embek.....hahaha aduh perutku sakit, Sera," jelas Mauren semakin asal membuat dirinya sendiri tertawa terbahak bahak.


Sera memandang Mauren dengan heran, gadis di depannya malah semakin tertawa dan tidak mau berhenti.


"Jelaskan yang benar Kak!"


Mauren menghela nafas, ia mengontrol tawanya. Butuh waktu 5 menit untuk ia diam dari tertawanya. Dia kini serius untuk memberitahu Sera.


Dia mengambil ponselnya lalu menyetel video pemersatu bangsa dan ia menonton bersama Sera.


Sera menonton tanpa berkedip, ia memperhatikan dengan seksama.


Oh jadi seperti itu. Jadi Kak Sean dan Kak Mauren melakukan itu? Batin Sera mulai paham.


Apakah itu sakit? Kenapa pemain wanitanya menjerit heboh? Batin Sera sambil memegangi area sensitifnya.


Sedangkan Mauren menonton dengan sangat antusias.


"Jadi Kak Sean dan Asisten Kim melakukan ini juga? Mereka 'kan gay?" tanya Sera.


"Oppa ku tidak gay!"


Di saat bersamaan Asisten Kim masuk ke ruangan Sean. Dia memberikan berkas laporan kepada sang tuan.


"Nona Sera masih berada di dalam?" tanya Asisten Kim.


"Iya, dia bersama Orenku di kamar. Eh... tunggu dulu! Mereka sedang apa? Kenapa mereka tidak ada suara?" ucap Sean menunjukan ekspresi kebingungan dengan Asisten Kim.


Sean dan Asisten Kim langsung melangkah ke kamar rahasia dengan mengendap-endap. Ternyata Mauren dan Sera membelakangi mereka sehingga kedua gadis itu tidak sadar akan kedatangan Sean dan Asisten Kim.


Sean sangat terkejut ketika Mauren malah menunjukan video tak senonoh kepada adik sepupunya. Sean dengan cepat menjewer telinga mereka, tampak kedua gadis itu kesakitan.


"Aaaaww... ampun Oppa. Lepaskan! Aku sedang hamil, Oppa," rengek Mauren.


Sean melepaskan jewerannya, nampak kedua gadis itu mengelus telinganya.


"Kenapa kau tontonkan Sera video seperti itu Oren?" tanya Sean marah.


"Adikmu sangat polos sekali, Oppa. Sudah kujelaskan dengan kata-kata tetapi ia tak kunjung paham," jelas Mauren membela dirinya.

__ADS_1


"Kau juga Sera, kenapa kau sangat kepo sekali dengan hal begituan?" ucap Sean dengan nada menbentak.


Sera tidak menjawab, ia malah menunjukan mimik muka yang akan menangis.


"Nah, baru di bentak saja menangis kau! Katanya mau jadi wanita kuat. Dasar lemah!" ucap Sean.


Mauren lalu memeluk Sera, dia menenangkan gadis itu yang akan menangis akibat dimarahi sang kakak sepupu.


"Jangan begitu Oppa! Kasian Sera. Oppa keluar saja! Ini urusan sesama perempuan dan lagipula bau Oppa tidak enak, aku rasanya ingin muntah," ucap Mauren sambil mengibaskan tangan kearah Sean.


"Awas saja jika kalian menonton video itu lagi. Akan ku sita ponsel kalian!"


Sean dan Asisten Kim keluar dari kamar, sedangkan Sera yang tadinya ingin menangis lalu menjulurkan lidah kearah Sean yang sudah membelakanginya.


Dia sangat kesal kepada kakak sepupunya yang selalu memarahinya.


Setelah itu Mauren menyimpan ponselnya lalu menatap Sera.


"Sudah paham, Sera?"


"Aku sudah paham, Kak"


"Kau tidak boleh melakukan itu sebelum menikah, kau harus menjaga kehormatanmu untuk calon suamimu nanti," ucap Mauren.


"Tapi Kak Mauren bahkan sudah melakukannya dengan Kak Sean?"


"Hei... aku sudah menikah dengan Oppa"


Sera terkejut, ia memandang wajah Mauren dengan kebingungan.


Lalu Mauren menjelaskan yang sesungguhnya kepada Sera dan menyuruh Sera untuk menutup mulutnya.


...----------------...


Zara sedang duduk di sebelah Reno, ia melirik Reno yang sedang membaca berkas, tugas Zara hari ini hanya pengenalan saja.


Reno tidak mau membuat Zara kelelahan karena gadis itu adalah cucu dari Tuan Askar yang di hormati oleh Reno.


"Kak Reno, ini bagaimana ya? Aku tidak paham," ucap Zara yang berpura-pura tidak tahu.


"Kamu tinggal baca saja Zara," ucap Reno sambil tersenyum manis.


Zara langsung meleleh melihat Reno yang tersenyum manis kepadanya. Dia semakin menyukai Reno dan ingin segera menyatakan cinta kepadanya.


Apakah dia adalah pangeran tampan yang di utus Tuhan untuk menjadi jodohku? Huh! Aku ingin memilikinya.


_____________________


Sera



Zara

__ADS_1



__ADS_2