
Akhirnya aku bisa mengerjaimu Oppa.
Selama 9 bulan ini aku tidak akan menyiakan-nyiakan kesempatan ini.
Hahahaha...
"Kau terlalu banyak menonton Youtube, Mauren. Tidak ada seorang dokter yang membohongi pasiennya," jawab Dokter Juna.
Entah senang atau sedih Mauren menghela nafas panjang, ia tidak ingin ambil pusing. Dia hanya cukup menikmati kehamilan ini dan pelan-pelan mulai membalas dendam kepada sang suami yang selalu mengerjainya.
Sampai Ibu Mauren datang, ia khawatir dengan keadaan putrinya. Tetapi rasa khawatirnya hilang setelah diberitahu jika Mauren sedang mengandung.
"Selamat sayang! Emak sangat senang. Putriku sebentar lagi akan menjadi seorang ibu. Bapakmu pasti juga senang jika mendengar tentang kehamilanmu," ucap Ibu Mauren.
Ibu Mauren mengambil ponsel lalu menelpon suaminya untuk segera datang kesini.
Sean semakin penasaran bagaimana ekspresi bapak mertuanya mengetahui jika putrinya kini tengah mengandung.
Satu jam kemudian.
Sean dan Ibu Mauren sedang menemani Mauren di ruangan VIP itu. Sedari tadi mereka mengekspresikan kebahagiaan mereka. Ibu Mauren juga menjelaskan jika jangan khawatir bila Mauren mimisan lagi karena gadis itu sudah biasa mimisan jika kelelahan.
Setelah itu Bapak Mauren datang, ia langsung memeluk putri tersayangnya.
Dia sangat senang karena sebentar lagi akan menimang cucu.
Beliau melirik Sean yang berdiri di sebelahnya, ia langsung memeluk Sean.
"Selamat Sean. Kau lulus restu dari Bapak"
Sean sangat senang lalu membalas pelukan dari Bapak Mauren. Sebuah pelukan hangat yang dirasakan Sean.
Bagaimana tidak selama ini ia sudah tidak merasakan pelukan hangat dari Papa kandangnya yang telah hilang bagai ditelan bumi.
"Kau harus menjadi seorang suami dan ayah yang baik untuk istri dan anakmu"
"Baik Pak. Terima kasih telah menerima saya sebagai menantumu," ucap Sean sangat terharu.
Tuhan. Apakah ini awal kebahagiaanku?
Aku melihat dua pria yang kucintai dan kusayangi kini tengah berpelukan.
Mereka melepaskan pelukannya dan Bapak Mauren merangkul pundak Sean.
Dia terlihat masih sangat bahagia seperti tengah mendapatkan lotre di malam ini.
"Bapak harap bayi yang ada di kandungan Mauren itu laki-laki," ucap Bapak Mauren.
"Sean juga berharap laki-laki, Pak"
"Enak saja. Pasti perempuan, iya 'kan Mauren?"
"Benar, Mak. Pasti perempuan," jawab Mauren.
Dan munculah dua kubu yang kini tengah berselisih yaitu kubu Sean dan Bapak Mauren yang mengharapkan bayi laki-laki dan kubu Mauren dan Ibunya yang mengharapkan bayi perempuan.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sean dan sang Mama tengah menikmati hidangan makan malam.
Mereka saling terdiam hingga Sean membuka obrolan yang membuat sang Mama terkejut.
"Mama akan segera punya cucu. Mauren kini tengah mengandung anak Sean"
"Dasar anak nakal! Sudah Mama bilang jangan hamili gadis itu"
"Sebelumnya aku minta maaf karena tidak bisa jujur dengan Mama. Aku sudah menikahi Mauren sudah sebulan lebih tanpa sepengetahuan Mama"
Mama Sean syok dan menyangka jika Sean sedang bercanda tetapi Sean menjelaskan secara detail mengenai pernikahannya yang mendadak tanpa sepengetahuan sang Mama.
"Kau menganggap Mama apa Sean? Aku ibumu bisa-bisanya kau menikah tanpa meminta restu dariku. Dasar anak durhaka! Jika Kakekmu tau pasti dia akan marah besar"
"Maafkan aku, Mah. Aku sangat mencintai Mauren. Jika Sean meminta restu terlebih dahulu dari Mama dan Kakek pasti kalian tidak akan mengizinkan Sean menikah dengan Mauren. Sean juga tahu waktu itu Mama sempat berbicara kepada Mauren dan hampir membuat dirinya bunuh diri. Sean juga tahu jika Mama yang menulis artikel sampah mengenai Mauren di website kantor"
Mama Sean menelan ludah, ia segera mengambil tas di atas meja, "Sampai kapanpun Mama tidak akan merestuimu. Kau membuat Mama sangat kecewa, Mama juga tidak akan menganggap jika itu cucu Mama," ucap Mama sambil berjalan meninggalkan Sean.
Sean memegang kepalanya, memang sedari awal ia sudah bersalah karena tidak jujur dengan sang Mama yang selalu ada untuknya. Dia akan membujuk sang Mama untuk merestui pernikahannya bagaimanapun caranya.
Aku yakin Mama tidak sekejam itu kepadaku dan aku yakin Mama tidak akan memberitahu Kakek tentang pernikahanku ini sebelum aku membukanya sendiri ke publik.
2 hari kemudian.
Mauren sudah diizinkan pulang dan pagi ini ia memaksa untuk ikut bekerja.
Sean melarangnya dan memutuskan akan memberhentikan Mauren dari perusahaannya. Tetapi gadis itu memohon supaya dirinya tidak dipecat karena ia masih ingin merasakan bekerja setelah lulus sekolah.
"Bagaimana nanti jika terjadi apa-apa dengan kandunganmu? Kau tinggal duduk manis dirumah saja apa tidak bisa, Oren?" ucap Sean.
Ternyata Mauren sudah memakai pakaian kerjanya dan sudah berdandan secantik mungkin, Sean menghela nafas menghadapi istrinya yang sangat keras kepala itu.
"Ya sudah kau boleh berangkat ke kantor tetapi kau hanya boleh di ruanganku saja atau di kamar rahasia kita. Kau tidak boleh beraktivitas seperti biasanya"
"Sungguh Oppa? Tapi gajiku bagaimana?"
"Kau adalah seorang istri dari presdir masih mengkhawatirkan gaji?"
Mauren hanya tertawa, ia memeluk Sean karena suaminya selalu menuruti setiap keinginannya.
Mereka lalu berangkat menuju kantor dengan menggunakan mobil yang sama. Sean kini sudah mulai berani menunjukan keromantisannya didepan para pegawainya. Dia juga membuat aturan baru bahwa tidak boleh ada seorangpun yang membicarakan dirinya dengan Mauren dibelakang mereka. Jika mereka melanggar maka di hari itu juga mereka akan di pecat dan membayar denda yang cukup banyak.
Setelah sampai di ruangan Sean.
Sean segera menyuruh Mauren untuk masuk ke kamar rahasianya.
Disana Mauren langsung duduk di pinggir ranjang, ia menunggu Sean untuk mendekatinya tetapi malah Sean langsung berjalan keluar.
"Tunggu Oppa!"
"Kenapa Oren?"
"Tolong lepaskan sepatuku!"
__ADS_1
"Kau bisa melepasnya sendiri"
"Tapi Oppa bagaimana jika aku membungkuk lalu membuat bayinya kesakitan?"
Sean langsung sigap melepas sepatu Mauren dan meletakkannya di rak sepatu. Dia kini harus memanjakan sang istri senyaman mungkin supaya tidak banyak kepikiran dan stres.
Setelah itu ia berjalan keluar tapi Mauren memanggilnya lagi.
"Apa lagi Oren?"
"Oppa, bisakah aku meminta TV di ruangan ini? Pasti aku sangat bosan jika harus menunggu sampai pulang"
"Baiklah. Tunggu sebentar biar aku menyuruh Kim membelikannya"
Setengah jam kemudian.
TV itu telah datang bersama sang tukang tetapi Mauren menyuruh tukang itu untuk pergi dari ruangannya. Dia juga menyuruh Sean untuk mengangkat meja yang diatasnya telah terdapat TV tersebut.
"Aku seorang presdir harus mengangkat meja?" tanya Sean setengah tidak percaya.
"Presdir juga manusia Oppa. Cepatlah jangan membuat bayinya kecewa!"
Sean langsung mengajak Asisten Kim untuk mengangkat meja itu tetapi Mauren menyuruh Asisten Kim tidak boleh membantu Sean kali ini.
Sean menghela nafas, ia menyeret meja sesuai yang diperintahkan oleh Mauren.
"Ke kiri Oppa. Kiri lagi, bukan disitu nanti terkena matahari bisa silau"
"Disini?" tanya Sean yang sudah menyeret mejanya sesuai arahan Mauren.
"Bukan... Ke kanan, kanan lagi"
"Tadi kiri sekarang kanan, mau kau apa?" ucap Sean sudah hilang kesabaran.
Mauren mendadak sedih lalu mengelus perutnya membuat Sean tak sampai hati memarahi Mauren.
"Huffft... Benar disini sayang?" tanya Sean secara halus.
"Hmmm... kanan lagi Oppa"
Sabar Sean! Demi anakmu.
Hufft memang sepertinya Mauren mengerjaiku. Faktanya meja ini malah kembali ke tempat semula sebelum di pindahkan.
"Sudah?" tanya Sean yang sudah mulai kelelahan setelah 15 menit menarik meja itu kesana dan kemari sesuai arahan sang istri.
"Good job Oppa," jawab Mauren sambil menunjukan jari jempolnya kearah Sean.
"Jiaaah... sudah pandai bahasa inggris kau?"
"Gara-gara bayi Oppa tiba-tiba aku bisa berbahasa inggris," jawab Mauren tersenyum lebar.
"Baiklah... Hemm.. Oppa harus bekerja lagi. Jika ada apa-apa tinggal telpon saja dan jangan berteriak memanggil namaku! Takutnya jika ada Kakek ku saat berada di ruanganku karena orang itu seperti jailangkung tiba-tiba datang tanpa sepengetahuanku. Do you understand?"
"Baik bos aku paham," jawab Mauren dengan semangat.
__ADS_1
_____________
Mohon dukungannya dengan LIKE KOMEN RATE5 VOTE pada aplikasi ini ya gaess.....