Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
Bab 81 : Masa lalu ku dan Kim 4


__ADS_3

Saat sehari sebelum melamar Mauren.


"Kau sudah mengurus semuanya? Tempat dan dekorasi? Aku ingin acara melamarku berjalan dengan lancar dan romantis. Baiklah...," ucap Asisten Kim lewat panggilan telepon dengan seseorang.


Setelah menutup telponnya, ia berjalan menuju ruangan Sean dengan membawa berkas penting. Dia membuka pintu lalu terkejut saat Sean tersenyum sendiri.


Asisten Kim mendekati Sean, Sean terkejut tetapi ia malah menunjukan senyuman yang lebar.


"Aku sudah menikah, Kim"


"Apa Tuan?" jawab sang asisten terkejut.


"Aku sudah menikah dengan seorang gadis"


Asisten Kim mengerutkan dahi, ia berpikir jika sang tuan sedang bercanda.


Lalu Sean menyuruhnya duduk dan ia menceritakan semuanya tanpa menyebut nama Mauren.


"Jadi Tuan tidak bercanda?"


"Apa wajahku terkesan bercanda? Huh! Tapi sialnya otak gadis itu kurang se-ons, dia selalu bersikap konyol dan aneh"


Asisten Kim tertawa, ia cukup senang jika kini sang tuan telah menemukan pujaan hatinya. Dan setelah itu ia menceritakan juga akan melamar seorang gadis besok malam tanpa menyebut nama Mauren.


"Semoga berhasil, Kim"


"Terima kasih, Tuan"


**


"Kim. Turunkan aku di gang saja dan jangan lupa ambilkan bajuku di bagasi!" ucap Sean.


"Baik, Tuan"


Sean menghela nafas panjang, ia merasa lelah karena hari ini harus mengurusi pekerjaan di perusahaan yang sangat padat.


Apalagi dengan ia harus menyembunyikan status pernikahannya walaupun hanya asisten Kim yang tau.


Asisten Kim melirik kaca diatasnya yang terpantul wajah sang tuan nampak jelas sedang kelelahan. Dia tau jika beban seorang presdir sangatlah berat terlebih lagi dengan perjodohan yang semakin menambah pikiran.


"Bagaimana dengan gadis itu, Tuan?" tanya asisten Kim.


"Siapa? Mauren? Hah! Otaknya sedikit gesrek, aku menyesal menikahinya"


Siapa? Namanya Mauren? Hah... tidak mungkin Mauren yang sama dengan gadis yang ku lamar besok. Lagi pula nama Mauren sangat banyak di kota ini. Batin Asisten Kim.


"Jika Tuan mau saya akan mengurus perceraian anda secepat kilat"


"Jangan! Gadis itu penyelamatku dari perjodohan dengan Alana. Jika waktunya tiba aku akan menceraikannya juga. Lagi pula aku belum melakukan uhuk-uhuk dengannya"


Keesokan harinya.


Asisten Kim menjemput sang tuan di rumah sederhananya. Setelah itu Sean menyuruhnya keluar dari mobil untuk berganti baju.


Sedangkan Asisten Kim berjalan tak tentu arah sampai bertemu dengan Mauren.


"Hai koko? Sedang apa disini?" tanya Mauren heran.


Koko? Batin asisten Kim.


"Sudah ku bilang jangan memanggilku Koko, Mauren. Oh ya.. sedang apa kau disini?" tanya Asisten Kim heran.


"Hmmm... aku..."


Tin... tin... tin... tin...


Terdengar klakson mobil milik Sean.


Asisten Kim segera berpamitan dengan Mauren dan berlari menghampiri sang tuan di dalam mobil.


"Siapa gadis itu? Apakah dia cantik? Apakah kau menyukainya?" tanya Sean.


"Iya Tuan saya menyukai gadis cantik"


Sean lalu pindah ke kursi depan di sebelah sang asisten, tangannya mulai menyentuh pundak asisten Kim, perlahan demi perlahan tangan Sean naik keatas sampai leher Kim membuat asisten itu merasa geli.


Tuan. Saya masih normal Tuan.


Situasi macam apa ini?


Dengan cepat Sean mencekik leher Kim, ia melampiaskan amarahnya karena sang asisten telah menggoda istrinya.


Kim nampak terbatuk-batuk tapi ia yakin tuannya tidak akan membunuhnya secepat itu.

__ADS_1


"Itu istriku beg*! Sialan kau menggoda istri tuanmu sendiri!"


Sean melepaskan cekikannya, seketika membuat asisten Kim bernafas lega.


Dia segera meminta maaf karena tidak tau jika yang mengajaknya mengobrol adalah istri Sean. Kim tidak tau wajah istri sang tuan seperti apa karena sang tuan belum pernah menunjukan foto Mauren.


"Potong gaji saya Tuan. Tetapi jangan pecat saya" pinta asisten Kim.


"Lakukanlah!" ucap Sean sambil melempar kunci mobil kepada sang asisten.


Asisten Kim melajukan mobilnya dengan perasaan sesak dan merasa sakit hati. Dia harus mendapatkan kenyataan pahit jika Mauren sudah menikah dengan sang tuan.


Kenapa kau begitu tega denganku Mauren? Jadi selama ini Kau menganggapku apa? Batin Asisten Kim.


**


Sore hari saat berada di kantor, Asisten Kim meminta izin untuk keluar karena ada kepentingan. Sean lalu mengizinkannya.


Dengan cepat Asisten Kim menuju rumah sederhana Sean dan ingin menemui Mauren.


Setelah sampai, ia mengetuk pintu dengan perasaan bergetar.


Ketika pintu terbuka, ia bisa melihat Mauren yang membukanya. Hatinya sangat hancur ketika memastikan jika Mauren yang menjadi istri sang tuan.


"Koko? Kenapa tau aku berada disini?


"Kau wanita kejam yang pernah aku temui. Kau menganggapku apa selama ini?"


"Apa maksud Koko?"


"Kau menikah dengan pria lain sedangkan kau sebelumnya dekat denganku"


Mauren terdiam, ia merasa tidak bersalah karena memang dia tidak memiliki hubungan dengan pria yang tidak pernah peka itu.


"Itu bukan urusanmu. Kita bahkan tidak memiliki hubungan apa-apa. Kenapa kau marah? Kau pun tidak menyukaiku dan kau sudah memiliki gadis cantik itu," ucap Mauren dengan nada yang ingin menangis.


"Siapa maksudmu gadis cantik? Jia? Dia hanya temanku"


"Semuanya sudah terlambat. Aku sudah tidak peduli lagi denganmu dan dia"


"Kau suka sekali mempermainkan laki-laki, Mauren. Sebelumnya kau menyakiti Daren dan sekarang kau menyakitiku. Aku menyukaimu, aku mencintaimu. Aku berencana ingin menikahimu tetapi keegoisanmu merusak segalanya. Dan satu lagi, apa kau sekarang ingin menyakiti Tuan ku?" ucap Asisten Kim kesal.


Mauren mengerutkan kening, ia masih tidak paham dengan ucapan pria di depannya itu.


"Iya... tapi kini sudah terlambat. Sekarang fokuslah kepada Tuan Sean jangan hiraukan aku jika kita bertemu karena pasti kita akan sering bertemu"


Tuan Sean? Batin Mauren kebingungan.


"Anggap saja kita tidak pernah kenal sebelumnya. Lupakan semua masa lalu kita! Mari kita mulai dari awal seperti pertama kali kita berkenalan dan bertemu. Dan jangan sakiti Tuan Sean atau kau langsung berhadapan denganku," sambung Asisten Kim.


"Hiks hiks... jika Koko menyukaiku kenapa Koko tidak bilang? Hiks hiks... aku juga menyukaimu... kenapa Koko tidak peka?"


"Cukup! Semuanya sudah terlambat. Kau sudah menikah. Aku akan melupakan semuanya dan satu lagi jangan panggil aku Koko di depan Tuan Sean! Dia pasti akan marah," ucap Asisten Kim sambil berjalan pergi meninggalkan Mauren yang menangis terisak.


Asisten Kim melajukan mobilnya menuju ke kantor, perasaannya sangat tidak karuan. Dadanya terasa sakit untuk pertama kalinya.


Cinta pertama tidak semulus harapan, ia harus merelakan gadis yang dicintainya menikah dengan orang terpenting baginya yaitu Tuan Sean.


"Hallo? Batalkan pesta kejutan lamaranku! Jangan khawatir aku akan tetap membayarnya!" ucap Asisten Kim menelpon seseorang.


Asisten Kim lalu melajukan mobilnya ke taman favoritnya dengan Mauren. Taman yang menjadi saksi bisu pertemuan mereka, taman yang selalu dikunjungi jika mereka merasa bosan.


Dia duduk dibangku sambil menenggak minuman soda, ia menghela nafas panjang. Dia melirik bangku sebelahnya yang biasanya di duduki oleh Mauren.


Dan kini ia tidak mungkin duduk bersama Mauren di bangku kenangan itu.


Sudahlah... semuanya telah berakhir.


Aku harus bisa melupakannya.


Dan pasti sangat berat karena akan bertemu dengannya dan melihat keromantisannya dengan Tuan Sean.


Kau pasti bisa, Kim! Kau lelaki kuat!


Jangan cengeng karena masalah perempuan saja!


Tetapi tetap saja ia tidak bisa menahan air matanya, ia menangis dan seolah tidak memperdulikan orang-orang yang memandangnya.


Toh, laki-laki juga punya perasaan. Wajar saja ia menangis dan terluka karena melihat wanita yang sangat dicintainya telah menikah dengan orang terdekatnya.


Setelah itu Asisten Kim menjalani aktivitas seperti biasanya. Dia dan Mauren seolah berpura-pura baru mengenal dan tidak terjadi apa-apa.


Walau rasa sakit menyiksa melihat Mauren bermesraan dengan sang tuan tetapi dibalik itu ia merasa bahagia kedua orang terpenting dalam kehidupannya bisa hidup bahagia.

__ADS_1


Tetapi entah mengapa akhir-akhir ini, ia selalu memikirkan Mauren. Dia kasian dengan gadis itu apakah bisa diterima di keluarga Adinata? Apakah Tuan Askar dan Mama Sean akan menyukainya?


Dia tidak ingin terlalu ikut campur.


Aku sudah berjanji pada diriku tidak akan mengkhianati Tuan Sean.


Bersabarlah Kim! Pasti setelah ini kau menemukan gadis yang lebih baik dari Mauren.


Tapi sialnya ia harus bertemu gadis itu setiap hari. Dan perasaan cintanya semakin menjadi


Dan inilah lagu dari Kim untuk Mauren yang tepat...


Lyodra-Mengapa kita.


 


Aku t’lah tahu kita memang tak mungkin


Tapi mengapa kita selalu bertemu?


Aku tlah tahu hati ini harus menghindar


Namun kenyataan ku tak bisa


Maafkan aku, terlanjur Mencinta.


Senyuman itu.


Hanyalah menunda luka


yang tak pernah ku duga.


Dan bila akhirnya kau harus dengannya


mengapa kau dekati aku?


Kau membuat semuanya indah, seolah takkan terpisah


Aku t’lah tahu kita memang tak mungkin


Tapi mengapa kita selalu bertemu.


Aku tlah tahu hati ini harus menghindar


Namun kenyataan ku tak bisa


Maafkan aku, terlanjur Mencinta.


Bila memang hatimu untuk aku.


Salahkahku berharap, berharap kau memilih diriku cinta…


Aku t’lah tahu kita memang tak mungkin


Tapi mengapa kita selalu bertemu.


Aku tlah tahu hati ini harus menghindar


Namun kenyataan ku tak bisa


Maafkan aku, terlanjur Mencinta.


Aku t’lah tahu kita memang tak mungkin


Tapi mengapa kita selalu bertemu.


Aku tlah tahu hati ini harus menghindar


Namun kenyataan ku tak bisa


Maafkan aku, terlanjur Mencinta.


Ternyata hati tak sanggup melupa


DAN KISAH CINTAKU BERAKHIR SAMPAI DISINI. ^KIM^



*****


Mohon dukungannya dengan like komen vote rate5!


kalo pelit author bakal update sehari 1 bab saja... karena mengetik dan memikirkan ide cerita itu susah gaess.

__ADS_1


hargai author ya... like, Komen dan vote itu GRATIS KOK


__ADS_2