Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
KIMSERA : Bab 209


__ADS_3

Sera si gadis yang tidak bisa diam itu melihat dompet sang suami di samping tempat tidur hotel.


Dia sangat kepo dengan identitas sang suami.


Sera mengambil KTP lalu membaca tanggal lahir sang suami?


"Apa? Jadi umurnya hampir 30 tahun? Sedangkan aku masih 18 tahun, huh... dasar Om-Om," gumam Sera.


Hahaha... Walaupun begitu aku sangat suka dengannya. I Love You Asisten Kim. Tidak sia-sia aku mengejarmu. Cih... Kakek juga gak bilang jika ia ingin menjodohkanku dengan Kak Kim. Kalo tau begini aku tidak usah bersusah payah untuk mengejar Kak Kim ku.


Sera lalu terduduk di ranjang, ia menatap foto sang suami yang tampan di KTP tersebut dan tiba-tiba Asisten Kim keluar dari kamar mandi menggunakan setengah handuk lalu memperlihatkan dada bidang dan berototnya.


"Cih... pamer," gerutu Sera.


Asisten Kim menatap Sera dengan jengah, ia lalu memakai bajunya.


"Kenapa kau menyiapkan baju pink bermotif burung untukku?" tanya Asisten Kim.


"Couple dong. Masa bulan madu gak couple.an," jawab Sera.


"Kau pikir aku anak kecil?"


"Iya, burungmu kecil sih," ucap Sera tidak sadar atas kalimatnya.


Asisten Kim menatap kesal Sera dan beberapa detik kemudian ia menyadari kesalahan katanya.


"Upps... maksudku bajuku bermotif burung besar dan bajumu bermotif burung kecil. Bukan burungmu yang kecil. Ehhh...," ucap Sera bingung dengan kalimatnya sendiri.


Asisten Kim menatap sinis Sera lalu memakai baju warna pink itu. Dia lalu merebahkan dirinya diranjang lalu menatap langit-langit.


"Godain aku dong, Om!" ucap Sera sambil mengedipkan satu matanya.


Ada apa dengan bocah ini? Batin Asisten Kim.


Asisten Kim tidak menggubris Sera, ia lalu mencoba menutup mata karena masih mengantuk.


Sera mendekatinya dan menatap lekat suami sedekat mungkin sampai Asisten Kim membuka mata secepat kilat.


Bruuuk...


Asisten Kim mendorong Sera dengan cukup kuat sampai Sera terjatuh ke lantai. Asisten Kim menatap kesal kepada Sera yang tiba-tiba ada di depannya.


"Huaaaaa... bokongku... bokong 5 milyarku...," ucap Sera menangis.


Asisten Kim berdecih lalu menatap Sera tanpa ekspresi. Sera menangis sekencang mungkin lalu sedikit melirik sang suami yang masih diam memperhatikannya.


"Kau mau diam atau tidur di luar?" ucap Asisten Kim menggertak Sera.


Sera langsung terdiam lalu menutup mulut dengan kedua tangannya.


"Ku hitung satu sampai tiga kau harus segera keluar dari kamar ini," ucap Asisten Kim sangat dingin.

__ADS_1


Sera masih duduk di lantai sambil menutup mulutnya menggelengkan kepala mendengar ucapan Asisten Kim.


"Satu... dua...," ucap Asisten Kim.


"TIGAAAAA...," teriak Sera sambil berlari menubruk Asisten Kim di ranjang.


Tanpa sadar Sera menindih ular sang suami dengan kakinya membuat Asisten Kim berteriak kencang lalu mendorong Sera.


"Aaaaarggghhh... Kenapa kau menindih burungku?" ucap Asisten Kim.


Sera menggaruk kepalanya. Dia kebingungan dengan ucapan sang suami.


Burung? Gambar burung di bajunya? Gambar burung bisa kesakitan?


"Oh burung... kasian sekali, sakit ya?" ucap Sera sambil mengelus gambar burung di baju Asisten Kim.


Ya Tuhan. Gadis ini memang bodoh atau sok bodoh?


Asisten Kim menepis tangan Sera, ia beranjak dari tempat tidur lalu menuju balkon kamar hotel. Baru sehari menikah dengan Sera membuatnya sakit kepala. Gadis itu selalu membuat ulah dan selalu membuatnya kesal.


Sera menatap Asisten Kim kesal, pria itu selalu dingin dan ketus kepadanya.


"Oi ayang suami... aku mau pulang saja dan mengadu kepada Kak Sean jika kau memperlakukanku dengan buruk," teriak Sera.


Asisten Kim berdecih dan tidak memperdulikan ucapan Sera.


Sera mengambil kopernya lalu berjalan sambil melirik Asisten Kim.


"Aku udah memegang handle pintu nih," ucap Sera tetapi Asisten Kim tetap tidak menggubris.


"Tanganku udah menurunkan handle pintu nih dan pintunya sudah terbuka," ucap Sera, ia melirik Asisten Kim yang tetap tidak memperdulikannya.


Sera menghela nafas, ia mulai melangkah menuju keluar tetapi tiba-tiba...


"Tetap diam disana atau kau ku terkam?" ucap Asisten Kim menghentikan langkah Sera.


Sera tersenyum, akhirnya es balok pada tubuh Asisten Kim mulai mencair. Dia kegirangan dan rasanya ingin berteriak.


Sera bisa mendengar langkah sang suami mendekat. Senyumnya melebar tatkala sang suami sudah berada di depannya.


"Ayang mau mencegah...."


"Lepaskan sandalku!" ucap Asisten Kim menatap Sera sambil bersedekap.


Sera mengerutkan dahi dan belum paham maksud dari ucapan Asisten Kim.


"Kau memakai sandalku. Tak bisakah kau memakai sandalmu sendiri?" ucap Asisten Kim.


Sera nampak kesal, ia melepas sandal milik Asisten Kim lalu berjalan menuju pintu sambil menarik kopernya.


Dia sungguh ingin pulang karena suaminya yang sangat menyebalkan.

__ADS_1


"Mau kemana?" tanya Asisten Kim.


"Pulang," jawab Sera dengan nada kesal.


"Ini sudah menjelang malam. Ku dengar hotel ini sangat angker, apalagi lift dan lorongnya remang-remang," ucap Asisten Kim.


Sera yang sudah diluar dari kamarnya langsung bergidik ngeri. Dia membalikan badan dan seketika Asisten Kim menutup pintu kamar hotelnya.


"Ayang... buka pintunya! Aku takut Ayang Kim. Pliss.... huaaaaaa"


Sera menggedor pintu sangat keras dan beberapa detik kemudian Asisten Kim membuka pintu lagi walau hanya setengah untuk mengeluarkan setengah badannya saja.


"Bukannya kau mau pulang?"


"Enggak kok, aku bercanda," jawab Sera.


Asisten Kim mulai menutup pintu lagi tetapi di cegah oleh Sera.


"Ayang... biarkan aku masuk!"


"Tapi kau harus melayaniku setelah ini"


Sera mengerutkan dahi, ia merasa kesal kepada pria di depannya. Sera tidak boleh menyentuh tubuhnya tetapi Asisten Kim bebas menyentuh tubuh Sera.


"Kau nikahi aku karna nafsu saja 'kan?" tanya Sera.


"Jika tidak mau pulang saja!" jawab Asisten Kim sambil menutup pintu.


"Tunggu! Bagaimana jika aku memasakkanmu mie goreng?"


Asisten Kim tersenyum kecut. Mie goreng? Bahkan ia pun bisa membuatnya sendiri.


Asisten Kim lalu mencoba menutup pintu lagi tetapi Sera tetap menahannya.


"Oke... oke... aku akan melayani ayang. Biarkan aku masuk!" ucap Sera.


"Oh sekarang kau mau melayaniku hanya karena ingin masuk kamar?" tanya Asisten Kim sambil menaikan alisnya.


Ya Tuhan, ku pikir Asisten Kim sangat polos tetapi malah menyebalkan. Lebih parah dari Kak Sean.


"Ayang ku mohon biarkan aku masuk dan melayanimu"


"Wah... sekarang kau berani menyentuh tubuhku?" tanya Asisten Kim membuat Sera sangat kesal.


"Benar, aku akan menyentuhmu, melayanimu. Tugasmu hanya berbaring saja dan aku yang berusaha keras memuaskanmu," ucap Sera dengan nada berteriak karena saking kesalnya.


"Dasar mesum! Pikiranmu hanya itu saja? Sejak kapan kau jadi pandai seperti ini?"


Sera mengacak rambutnya sendiri. Dia menatap kesal kearah Asisten Kim.


Sera pikir Asisten Kim pendiam tetapi malah lebih parah dari Sean yaitu kakaknya yang terkenal sinting.

__ADS_1


__ADS_2