
Suara ayam berkokok membangunkan gadis berumur 19 tahun itu. Eh? Ayam berkokok? Kan ini di apartemen lantai paling atas. Entahlah.
Mauren bangun terlebih dahulu dari Sean, dia harus mandi dan tidak lupa merawat kulitnya dengan berendam air panas yang telah dicampur vitamin termahal yang di belikan Sean. Sambil menunggu vitamin itu meresap di pori-pori kulit, ia menggapai ponselnya lalu bermain game. Sudah kebiasaannya jika bermain game heboh sendiri dan mulutnya tidak bisa diam.
"Aaaaah... masuk... iiiiissssh... aaaaaaah sial!" ucap Mauren sangat antusias.
Sedangkan Sean yang baru bangun dan ingin ke kamar mandi terkejut mendengar suara desahan Mauren di dalam kamar mandi.
Tok... tok... tok... tok...
Sean mengetuk sangat kencang dan ingin mengetahui sang istri sedang melakukan apa.
"Buka Mauren! Sedang apa kau? Curang sekali kau enak-enak sendiri," ucap Sean sambil mengetuk pintu.
Ceklek...
Mauren membuka pintu, ia menggunakan handuk yang melilit tubuhnya. Sean segera masuk ke kamar mandi dan menatap wajah Mauren penuh tanya.
Mauren tidak memperdulikan Sean, ia segera masuk ke dalam bak mandi lagi.
"Kenapa tidak dilanjutkan?" tanya Sean.
"Apanya?"
"Ah uh ah uh nya," tanya Sean sambil bersedekap melihat Mauren yang asyik bermain busa di bak mandi.
"Mesum sekali Oppa! Cepat mandi sana!" ucap Mauren sambil menyiprati Sean dengan air sabun.
20 menit kemudian.
Setelah mandi, Sean segera memakan sarapan yang telah disiapkan oleh para pelayannya. Sedangkan Mauren asyik bersolek di depan kaca rias. Sean menatapnya dengan sinis bukannya segera makan malah asyik berdandan.
"Cepat makan, Oren! Sudah setengah jam kau berdandan"
Bukannya aku yang harus diperhatikan dan diurus olehnya, malah aku yang lebih memperhatikannya dan mengurusnya seolah dia anakku. Nasibku menikahi anak kecil. Batin Sean.
Sean yang geram karena Mauren tidak cepat memakan makanannya, ia dengan sigap membawa makanan Mauren lalu menyuapinya. Sedangkan Mauren masih asyik berdandan. Sean seperti menyuapi anak kecil, ia menjadi teringat dengan sang Mama.
Ketika di rumah ia sangat manja dan bahkan makan pun masih disuapi oleh sang Mama
Sepertinya aku mendapat karma. Batin Sean.
Sean menyuapi Mauren dengan telaten sedangkan Mauren kini malah bermain ponselnya membuat Sean semakin geram.
"Kau yang harusnya meladeniku bukan aku yang meladenimu"
"Aku tidak menyuruh Oppa meladeniku," jawab Mauren santai.
Sean mendengar ucapan Mauren segera meletakkan piring itu di depan meja rias, ia menarik bahu Mauren untuk menghadapnya.
Sean melum*t habis bibir istrinya tetapi saat lidahnya mencoba menjelajah lebih dalam ia merasakan sesuatu yang sangat pedas.
__ADS_1
Sean segera menarik bibirnya lalu menghadap Mauren yang tersenyum.
"Pedas, Oppa?" tanya Mauren.
"Cih!"
10 menit kemudian.
Mauren telah siap untuk berangkat bekerja, wajahnya terlihat glowing dan ia memakai rok pendek membuat dirinya kelewat sangat cantik. Tetapi Sean tidak menyukainya.
"Aku sudah mengingatkanmu, Orenku. Tapi kau seolah tak acuh dengan ucapanku. Kau tau jika kau berpakaian seperti itu bisa mengundang tindak kejahatan seksual? Kau tidak ingat Devano yang pernah melecehkanmu?"
"Oppa terlalu berlebihan. Aku berdandan seperti ini juga untuk Oppa," jawab Mauren sambil keluar dari kamar apartemen.
Mauren melangkah lebih dulu, ia melihat Asisten Kim sudah berdiri di depan pintu. Dia tersenyum melihat Asisten Kim lalu berjalan melewatinya menuju lift. Sedangkan Asisten Kim menundukan kepala ketika Sean keluar dari kamar, ia segera membawakan tas kerja milik Sean. Mereka berjalan di belakang Mauren. Sean mengamati bentuk tubuh Mauren yang kelewat seksi, apalagi kaki mulus Mauren sangat menggoda.
Sean mengamati sang Asisten yang tidak berkedip menatap tubuh Mauren.
Plaaaak...
Sean menampar mata sang asisten dengan pelan membuat Asisten Kim terkejut.
"Lihat apa kau?" tanya Sean.
"Tidak lihat apa-apa, Tuan"
"Tegang kau?"
"Cih! Tidak normal"
Asisten Kim hanya mengerutkan kening, lalu tersenyum melihat sang tuan yang kelewat posesif.
Setelah sampai di tempat parkir, mereka menaiki mobil masing-masing.
Kali ini Mauren lebih percaya diri dan tidak memperdulikan ucapan pegawai lain.
**
Sesampainya di kantor.
Mauren semakin percaya diri setelah turun dari mobil mewahnya, apalagi ia melihat Daren yang mengejutkan dahi ketika sang mantan naik mobil yang lebih mewah darinya.
"Mobilmu?" tanya Daren.
"Iya. Kenapa? Hidup tidak selamanya menjadi miskin 'kan?" ucap Mauren percaya diri.
Daren masih kebingungan, ia sangat mengenal Mauren apalagi ia tahu jika Mauren anak dari keluarga yang miskin. Tetapi ia berpikiran positif, mungkin Mauren kini sudah menjadi orang kaya.
Mauren berjalan meninggalkan Daren dan segera menuju ke ruang meeting karena hari ini ada meeting bulanan untuk mengevaluasi semua pegawai yang bekerja di kantor pusat Young Group.
Terlihat para pegawai sudah duduk dibangkunya masing-masing dan mereka masih menatap sinis Mauren apalagi kini Mauren berdandan semakin cantik.
__ADS_1
Orang-orang HRD hanya menatapnya sambil lalu, mereka juga kesal karena Mauren sudah mencoreng nama kantor pusat perusahaan ternama itu. Mereka menyangka bahwa presdir Young Group akan segera memecatnya.
10 menit kemudian.
Mereka semua sudah berkumpul di ruang meeting yang sangat luas. Ratusan pegawai di gedung itu berkumpul untuk mendengarkan evaluasi tiap bulan.
Sedangkan Sean mendengarkan laporan dari para bawahannya sesekali melirik Mauren yang terduduk diam.
Sean mengerutkan kening ketika mendengar pendapatan bulan ini sedikit minus, ia menggebrak meja dengan keras membuat semua para pegawai ketakutan.
"Aku sudah berusaha semaksimal mungkin bahkan sampai marah memberitahukan kepada kalian semua. Bahwa setelah mendengar laporan yang sangat penting ini aku langsung bergegas keluar rumah dengan semangat tinggi berlari tidak peduli jalanan mendaki, menurun, belok ke kiri, belok ke kanan semua aku tempuhi dengan penuh kesabaran, walau angin topan melanda aku akan tetap berlari kencang, walau air hujan menetes aku akan berhenti memakai jas hujan, tetapi sebelum lanjut berlari aku harus mengisi perutku di bakso Mang Ujang dekat perempatan saat menuju ke arah perusahaan ini"
Ngomong apa Oppaku ini? Batin Mauren kebingungan.
"Setelah perut ku terisi, aku lanjut berlari lagi dengan penuh stamina sampai kaki ku tersandung sebuah batu lalu kaki ku terluka yang membuat aku berjalan terseok-seok. Aku dengan susah payah melangkah menuju perusahaan ini. Tapi kalian membuatku kecewa. Dasar brengsek! Tidak berguna! Tidak becus kalian! Kenapa bisa pendapatan kita menurun? Kalian terlalu bersantai-santai sampai tidak melihat jam mewah terbaruku.
Lihatlah aku membelinya di Paris! Bahkan jam mahal ku ini lebih mahal dari baju yang kalian kenakan"
Sinting sekali Oppaku ini. Batin Mauren menahan tawa.
Anda terlalu lebay, Tuan. Faktanya anda berangkat ke kantor dengan santai menaiki mobil mewah sambil bermain game dan duduk manis di kursi belakang.
Anda bilang berlari sampai terseok-seok? Hahaha... lihatlah para pegawai anda menahan senyum, Tuan. Batin Asisten Kim.
"Sialan! Apanya yang lucu? Aku tidak mau tau intinya bulan depan pendapatan tidak boleh sampai menurun. Jika iya, aku akan menghukum kalian semua mengecat gedung ini menggunakan crayon!" sambung Sean sangat marah.
Semua pegawai bergidik ngeri, mereka tidak berani menatap Sean yang terlewat serius sedangkan Mauren memandangnya dengan santai membuat Sean salah tingkah.
Setelah mendengar celotehan Sean yang tidak penting, saatnya pihak HRD membacakan setiap masalah yang berurusan dengan para pegawainya.
Di urutan pertama adalah skandal foto di sebuah diskotik, siapa lagi jika bukan Mauren.
Foto tersebut sudah tersebar di penjuru negeri apalagi menyangkut nama baik perusahaan Young Group.
Mamp*slah Mauren. Kau hari ini akan di pecat. Hahaha sainganku berkurang satu. Batin Sekertaris Yuna.
Kasian Mauren. Pasti dia hari ini di pecat dan mendapat denda dari Tuan Sean. Batin Lala.
Hahaha... tontonan menarik apalagi suasana Tuan Sean sedang tidak baik pasti Mauren akan di pecat. Batin pegawai lain.
Kau tidak seperti itu 'kan, Mauren? Batin Daren.
***
Hallo ini author.
Mohon dukungannya dengan Like, komen, rate5 dan vote pada novel aneh ini.
***Jangan** lupa vote gaesssss.
dan spam komen sebanyak-banyaknya*
__ADS_1